
Seperti yang dibilang Mama Vania waktu lalu, saat ini keluarga Keyna dan juga keluarga Devan tengah kumpul bersama di kediaman keluarga Erland tentunya, "Seneng banget ya kita bisa ketemu lagi," ucap Mama Vanka.
"Iya dong, padahal udah lama banget loh sebenarnya kita pengen kumpul kayak gini," ucap Mama Bella.
"Oh iya, katanya kalian sekeluarga mau ke negara B itu bener ya?" tanya Mama Vanka.
"Iya, biasalah ada beberapa hal yang harus diurus soalnya kan kita jarang ke negara B jadi kalau bisa cepet diurus gitu selagi bisa, mumpung anak-anak udah gede juga," ucap Mama Bella.
"Kalau butuh bantuan jangan sungkan-sungkan loh ya minta bantuan ke besan," ucap Mama Vanka.
"Pasti dong," ucap Mama Bella.
"Mama kayaknya nemu yang satu server deh," bisik Kak Kelvin dan diangguki Keyna.
"Keyna setuju, kayaknya Mama cocok banget sama Mama Vanka," jawab Keyna yang tentunya dengan suara pelannya.
"Kalian kenapa gak makan?" tanya Mama Bella.
"Iya, Ma, ini mau ambil makanan kok," ucap Kak Kelvin.
Setelah makan malam, mereka pun kembali berkumpul di ruang tamu, "Ma, jangan lupain Keyna ya kalau di negara B," ucap Keyna dengan memeluk erat Mama Bella.
"Tumben banget kamu mau peluk Mama biasanya aja ngajak berantem muluh," ucap Mama Bella.
"Mama mah gak tau sikon banget sih, Keyna ini kan mau ditinggal Mama ke negara B makanya Keyna perlu drama gitu Ma," ucap Keyna.
"Dasar kamu nih ya," ucap Mama Bella.
"Mereka emang kayak gitu kalau ketemu, berantem muluh," ucap Papa Erwin pada keluarga Erland.
"Van, jaga Keyna ya, meskipun Mama sering banget berantem sama dia, tapi dia satu-satunya putri kesayangan Mama," ucap Mama Bella.
"Jangan kecewakan Papa ya, Van," ucap Papa Erwin dan diangguki Devan.
"Kalau dia gak jelas maklumi aja Van, dia emang gak jelas anaknya," ucap Kak Kelvin.
"Ih, kak Kelvin nih malah ngatain Keyna sih," ucap Keyna.
"Ada apa ini kok ramai sih?" tanya Om Frans.
"Loh Frans, kenalin ini ada keluarganya Keyna," ucap Mama Vanka.
"Ih gantengnya," ucap Clara dan menghampiri Kenzie yang berada di pangkuan Kak Acha.
"Wow! Kak Acha anaknya udah gede aja padahal perutnya masih buncit," ucap Aldy.
"Anak siapa Kak?" tanya Andra.
"Dia anak Kakaknya Keyna, lucu ya," ucap Kak Acha dan mencubit pelan pipi gembul Kenzie.
"Atit ante," rengek Kenzie.
"Eh eh, maaf sayang ante gemes banget sih sama pipi gembul kamu uhhh pengen ante unyel-unyel," ucap Kak Acha.
"Sabar sayang nunggu beberapa bulan lagi," ucap Kak Jeffry yang gemas melihat istrinya.
"Clara pengen gendong Kenzie dong," ucap Clara.
"Gak boleh, Kenzie sama Kakak pokoknya," ucap Kak Acha.
"Bisa-bisa anak gue jadi dua nanti kalau kayak gini," ucap Kak Kelvin dan mendapat pukulan dari Kak Anggi.
"Biasa bumil emang kayak gitu kalau liat anak kecil," ucap Mama Vanka.
"Udah berapa bulan Acha kandungannya?" tanya Mama Bella.
__ADS_1
"Udah mau 6 bulan, Tante," ucap Kak Jeffry.
"Disini juga Vania lagi hamil, tapi masih dua bulan," ucap Mama Vanka.
"Oh iya, masih trisemester awal loh, kamu jaga kesehatan ya, banyak makan yang bergizi jangan mikir hal-hal yang gak penting, nanti kapan-kapan Tante bawain beberapa makanan yang bagus untuk kehamilan dari negara B ya," ucap Mama Bella dengan lembut.
"Iya, makasih Tante," ucap Vania.
"Sama-sama sayang," ucap Mama Bella.
"Sama anak orang aja lembut banget, eh sama anak sendiri nyolot," gumam Keyna yang tentunya dapat didengar oleh semua orang yang ada disana.
"Kenapa gak terima?" tanya Mama Bella dengan berkacak pinggang.
"Hehehe, gak kok Ma," ucap Keyna lalu matanya tidak sengaja melihat ke arah Devan yang ternyata sedang memperhatikannya.
Keyna mencoba tetap tenang dan mengalihkan pandangannya, tapi sesekali ia melihat Devan yang masih terus memperhatikannya, 'Devan, ini kenapa sih kok liatin aku terus? ada yang aneh ya sama aku? apa jangan-jangan mukaku kotor? oh tidak, gimana dong ini malunya aku?' tanya Keyna dalam hati.
Malam itu mereka berkumpul bersama dan mengobrol satu sama lain, mereka terlihat seperti keluarga seutuhnya.
Malam hari itu pula keluarga Keyna disambut baik oleh keluarga Erland, siapa yang tidak tau keluarga Erland dalam dunia bisnis dan saat itu orangtua Keyna bahagia karena Keyna mendapatkan pria sesempurna seperti Devan, mereka juga mempercayakan Keyna kepada Devan menantu mereka.
.
Pagi ini Keyna kembali bekerja, ada beberapa yang harus Keyna urus terutama setelah beberapa pembatalan kontrak iklan beberapa waktu lalu, "Gimana sama produk kosmetik itu, Kan? mereka udah ngasih kabar mau narik aku kembali atau cari model lain?" tanya Keyna.
"Jujur ya Key, gara-gara si Miss universe itu nama kamu jadi tercoreng bagi para pengusaha, aku udah coba ke tim lain, tapi mereka gak mau ambil resiko buat milih kamu jadi model," ucap Kikan.
"Gapapa kok, kita cari yang lain aja kalau gitu," ucap Keyna.
"Key, apa kita gak minta bantuan Presdir Devan aja, itu sih saranku karena aku udah beberapa kali minta bantuan ke tim lain sama kenalan aku, tapi masih belum ada perkembangan?" tanya Kikan.
"Ini kerjaan ku, Kan. Aku gak mau ngerepotin siapapun jadi saran kamu aku tolak, tapi makasih ya karena udah ngasih saran," ucap Keyna.
"Yaudah, kalau gitu kita cari lagi aja," ucap Kikan dan diangguki Keyna.
"Ada apa ya? kenapa model yang katanya terkenal kok kesini?" tanya Kikan.
"Wah! udah berani si babunya," ucap Sisy.
"Ada apa kamu kesini? hal penting apa yang membuat kamu nemuin aku atau kamu hanya untuk menghinaku saja?" tanya Keyna.
"Yup, benar, gue kesini hanya untuk menghina lo, ya kali aku disini untuk kasih semangat," ucap Sisy.
"Kau kan model yang bekerjasama dengan Miss Kelly?" tanya Kikan.
"Hei! babu apa maksud lo, gue gak paham ya kayaknya lo harus segera menjauh dari dia deh, soalnya lo ketularan bodoh dekat dengan dia," ejek Sisy.
"Sisy jangan jujurlah kasihan dia, sudah banyak iklan yang batalin kerjasamanya dengan dia," ucap Laras.
"Iya sih, kasihan juga gue ngeliatnya," ucap Sisy.
"Yuk kita pergi dari ruangan kumuh ini," ejek Sisy lalu pergi meninggalkan Keyna.
"Keyna," panggil Kikan.
"Iya, kenapa, Kam?" tanya Keyna.
"Kamu gapapa?" tanya Kikan.
"Aku gapapa kok, Kan. Aku juga udah biasa dapat hinaan dari Sisy," ucap Keyna.
"Key, hanya ada satu cara supaya kamu bisa dikenal dan banyak orang yang akan memakai kamu jadi modelnya," ucap Keyna.
"Apa, Kan?" tanya Keyna.
__ADS_1
"Kamu harus jadi salah satu model di festival kerjasama Marva grup," ucap Kikan.
"Tapi, aku gak ada dalam list," ucap Keyna.
"Itulah kendalanya, hanya cara itu yang bisa kamu manfaatin Key, aku dengar agensi akan membuka kuota untuk 5 model lagi, mungkin kamu bisa daftar," ucap Kikan.
"Oke, aku bakal usahain itu, semoga aku masuk list," ucap Keyna.
"Aku selalu berdoa untuk kamu, Key," ucap Kikan.
"Tapi, kamu harus ngadepin Sisy soalnya dia pasti gak bakal terima kalau kamu masuk list," ucap Kikan.
"Gapapa Kan kalau masalah itu," ucap Keyna.
"Halo anak-anakku," ucap Celine.
"Anak-anak, mentang-mentang mau punya anak jadi kamu manggilnya anak," ucap Kikan.
"Hehehe, biasa aja dong Kikan gitu aja nyolotnya minta ampun," ucap Celine.
"Kamu kok baru dateng sih, Lin?" tanya Keyna.
"Iya, aku tadi baru cek kandungan," ucap Celine.
"Kok gak bilang sih, Lin, terus kamu tadi sendirian dong kesana?" tanya Keyna dan Celine hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu sama siapa kalau gak sendirian?" tanya Kikan.
"Sebenarnya, aku tadi cek kandungan sama Ayah dari anak ini," ucap Celine yang tentunya membuat Keyna maupun Kikan terkejut.
"Kamu udah ketemu sama Ayahnya?" tanya Kikan dan diangguki Celine.
"Jangan bilang kalau cowok yang waktu itu ada di depan agensi dan ngobrol sama kamu itu Ayah dari anak yang lagi kamu kandung?" tanya Keyna dan diangguki kembali oleh Celine.
"Kenapa kamu gak bilang?" tanya Kikan.
"Maaf, aku masih takut kalau aku bilang ke kalian makanya aku simpan dulu," ucap Celine.
"Selama ini kamu nganggep kita apa sih, Lin. Sampai masalah kayak gini aja kamu gak berani bilang ke kita, jujur aja sih aku kecewa sama kamu, Lin," ucap Kikan lalu keluar dari ruangan tersebut.
"Ka, maaf aku gak bermaksud buat gak bilang ke kalian, aku bener-bener minta maaf ya," ucap Celine dengan menahan lengan Kikan.
"Aku butuh sendiri dulu," ucap Kikan lalu benar-benar meninggalkan Keyna dan Celine.
"Aku salah ya, Key?" tanya Celine.
"Gak kok, kamu gak salah, aku tahu kamu pasti harus memikirkan hal-hal lain dulu baru bilang semuanya ke kita kok, mungkin Kikan hari ini lagi sensitif aja, bisa jadi sekarang dia lagi kedatangan tamu makanya kayak gitu," ucap Keyna.
"Maaf ya, Key. Aku gak bilang semuanya ke kalian," ucap Celine yang masih merasa bersalah.
"Udah gapapa kok, gak usah ngerasa gak bersalah gitu," ucap Keyna.
"Tapi, kamu kok bisa ketemu sama Ayahnya si baby, Lin?" tanya Keyna.
Akhirnya Celine pun menceritakan semuanya kepada Keyna, "Kapan-kapan aku pengen ketemu sama dia, aku pengen banget cabut ginjal dia," ucap Keyna dan berhasil membuat Celine tersenyum.
"Harusnya yang hamil itu kamu Key, kamu yang jelas-jelas punya suami. Sedangkan aku hamil diluar nikah kayak gini," ucap Celine.
"Apa Ayahnya si baby bahas soal pernikahan, Lin?" tanya Keyna.
"Gak, Key. Dia gak bilang itu," ucap Celine dengan menggelengkan kepalanya.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.