Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Panggilan Baru


__ADS_3

Saat ini Devan dan Keyna berada di kamar karena memang keluarga Keyna sudah pulang beberapa saat yang lalu.


"Mau apa sayang?" tanya Devan.


Devan tentunya bingung dengan Keyna yang duduk di sampingnya dan bersandar pada Devan.


"Ngantuk," ucap Keyna.


"Ya, tidur," ucap Devan.


"Tapi, aku gak bisa tidur," ucap Keyna.


"Kamu coba lagi tidurin pasti bisa tidur," ucap Devan.


"Ish, aku itu gak bisa tidur soalnya gak ada kamu," ucap Keyna.


"Oh, gak ada aku. Tapi, aku masih ada kerjaan yang harus aku selesain, jadi kamu tidur duluan aja ya," ucap Devan.


"Tau ah, aku males sama kamu," ucap Keyna kesal dan pergi dari Devan lalu merebahkan tubuhnya di kasur.


Devan yang melihat Keyna pun menghela napas karena akhir-akhir ini Keyna sangat sensitif bahkan hal sepele saja dibesarkan oleh Keyna.


Ingin sekali Devan marah dan membentak Keyna, tapi ia tidak ingin Keyna meninggalkannya.


Akhirnya Devan pun menutup laptopnya dan ia pun menghampiri sang istri sang merebahkan tubuhnya di kasur.


"Kenapa hem?" tanya Devan dan ikut berbaring di samping Keyna, tak lupa Devan juga memeluk sang istri yang membelakanginya.


"Aku udah tidur, jadi jangan ganggu," ucap Keyna yang masih membelakangi Devan.


Devan lun tersenyum mendengar perkataan sang istri, "Gemes banget sih sama bumil ini," ucap Devan dan berniat untuk turun dari ranjang.


Namun, baru saja Devan turun dari ranjang tiba-tiba Keyna bersuara yang membuat langkah kaki Devan yang awalnya ingin melangkah ke depan Keyna pun terhenti.


"Dasar cowok gak peka, sana selingkuh aja sama kerjaannya," gumam Keyna yang masih memejamkan matanya.


Devan pun kembali melangkah ke hadapan sang istri lalu Devan jongkok untuk menyamakan tingginya dengan tubuh Keyna.


"Kenapa sih sayang?" tanya Devan dan mengusap lembut pipi Keyna.


Tentu saja hal itu membuat Keyna terkejut dan ia langsung membuka matanya lalu merubah posisi tidurnya sehingga ia pun membelakangi Devan.


Namun, baru beberapa detik, Keyna kembali ke posisi semula sehingga ia pun berhadapan dengan Devan.


"Kamu jangan di sini," ucap Keyna.


"Kenapa emangnya?" tanya Devan.


"Ya, pokoknya jangan soalnya aku mau tidur," ucap Keyna.


"Yaudah, kamu tidur hadap kanan aja," ucap Devan.


"Gak bisa, aku kalau tidur hadap kanan perutku sakit," ucap Keyna.


"Aduh sayangnya Devan ini ya bikin makin cinta aja, yaudah kamu tidur di tempatku biar aku tidur di tempat kamu," tapi Devan.


"Nanti aja," ucap Keyna.


"Loh kok nanti, sekarang aja ya sayang. Kalau nanti berarti aku tidur dimana dong?" tanya Devan.


"Kan kamu masih haus selesain pekerjaan kamu, jadi nanti aja aku pindahnya," ucap Keyna.

__ADS_1


"Udah gak sayang, aku ini udah selesain kerjaan ku dan mau tidur. Aku mau temenin istriku tidur biar dia gak kesepian," ucap Devan.


"Maaf," lirih Keyna yang merasa bersalah karena sikap kekanakannya sehingga Devan harus menunda pekerjaannya.


"Maaf ke apa sih sayang? kamu gak salah apa-apa jadi kamu gak usah minta maaf," ucap Devan.


"Tapi, karena aku, pekerjaan kamu jadi tertunda dan gak selesai-selesai," ucap Keyna.


"No, pekerjaan ku udah selesai dan aku emang udah capek pengen istirahat," tapi Devan.


"Beneran?" tanya Keyna.


"Iya, sayang beneran. Sekarang kita tidur yuk, kasihan loh kalau baby-nya tidur kemalaman," ucap Devan.


"Iya," jawab Keyna.


Pagi harinya, Keyna terbangun dan tidak melihat Devan di sampingnya, "Apa Devan udah berangkat kerja ya?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


Namun, saat Keyna melihat jam, ia pun terkejut karena ternyata sudah siang hari tepatnya pukul 11.


"Gila udah jam 11 aja pantas aja Devan gak ada," gumam Keyna.


Keyna pun membersihkan tubuhnya dan setelah itu ia pun turun ke bawah untuk sarapan lebih tepatnya makan siang.


Setelah itu, ia memilih untuk menonton televisi di ruang tamu, namun baru saja ia memakan cemilan yang ada di ruang tamu tiba-tiba Keyna mendengar suara Mama Bella.


Benar saja, saat Keyna melihat ke belakang ternyata sudah ada Mama Bella dan Kak Anggi.


"Loh kok Mama sama Kak Anggi gak kabarin Keyna dulu kalau tahu gitu kan biar Keyna siapin makanannya," ucap Keyna.


"Kamu ini ya, Mama udah daritadi kirim pesan sama nelpon kamu, tapi gak ada jawaban dan kamu juga gak angkat teleponnya. Terus akhirnya Mama bilang ke menantu Mama deh," ucap Mama Bella.


"Hehehe, iya ini Key baru aja bangun habis itu makan dan nyemil di sini. Handphone ku juga masih di kamar, jadi gak tahu deh," ucap Keyna.


"Terus Devan bilang apa Ma, waktu Mama ngasih tahu dia kalau Mama sama Kak Anggi mau ke sini?" tanya Keyna.


Bukannya menjawab pertanyaan Keyna, Mama Bella justru memukul pelan lengan Keyna, "Awsh, sakit, Ma," ucap Keyna dan tidak terima jika Mama Bella memukulnya.


"Ya, habisnya kamu itu bikin Mama emosi," ucap Mama Bella.


"Emosi apa sih, Ma? Kayaknya Key gak ngelakuin kesalahan deh, emangnya Key salah apa sampai Mama mukul, Key?" tanya Keyna.


"Kamu ini ya, sekarang gini. Kenapa kamu manggil menantu Mama kayak gitu?" tanya Mama Bella.


"Kayak gitu gimana, Ma?" tanya Keyna.


"Ya, cara panggil kamu yang cuma nyebut namanya gak pake tambahan apa gitu, Sayang, baby, beb, ayah, Papa atau Mas gitu," ucap Mama Bella.


"Iiihhh geli Ma, kalau Key panggil Devan kayak gitu," ucap Keyna.


"Geli apa coba, ya emang harus kayak gitu," ucap Mama Bella.


"Key harus panggil apa emangnya?" tanya Keyna.


"Ya, terserah kamu. Tapi, kalau Mama saranin sih kamu panggil sayang aja biar samaan sama Devan," ucap Mama Bella.


"Mama kok tahu kalau Devan manggil Keyna sayang?" tanya Keyna.


"Kamu lupa ya waktu Mama ke sini kemarin kan Devan udah manggil kamu sayang. Lagian nih ya, kan Mama udah pernah suruh kamu buat ganti panggilan kamu ke menantu Mama, tapi gak kamu lakuin," ucap Mama Bella.


"Tidak iya, nanti Key panggil Devan dengan panggilan lain biar gak manggil Devan," ucap Keyna.

__ADS_1


"Nah, gitu bagus," ucap Mama Bella.


"Kak Anggi manggil Kak Kelvin apa?" tanya Keyna.


"Hem, kalau Kakak kadang manggil Kelvin atau gak Mas sih, yakin kalau lagi berdua ya manggil sayang," ucap Kak Anggi.


"Kalau gitu Key ngikut Kak Anggi aja deh, mulai sekarang Key manggil Devan kalau lagi sama yang lain itu Mas atau gak Devan terus kalau berdua manggilnya sayang," tapi Keyna dan diangguki Kak Anggi.


Keyna sangat gugup jika mengingat panggilan baru yang ia gunakan untuk memanggil Devan.


"Nah kalau gitu sih Mama gak masalah," tapi Mama Bella.


"Ini kamu udah minum susu yang kemarin Mama bawain kan?" tanya Mama Bella.


"Udah dong, Ma," ucap Keyna.


"Key, maaf maaf nih ya. Sebenarnya keluarganya menantu Mama itu kerja apa sih kok rumahnya mewah semuanya dan bukan hanya itu, bahkan semua barang di dalam rumah ini berkualitas tinggi gak kayak di rumah?" tanya Mama Bella.


"Kalau itu mah Mama tanya langsung aja ke Papa Alex atau ke Mama Vanka soalnya Keyna gak tahu pasti. Keyna cuma tahu kalau keluarganya Devan itu seorang pengusaha," ucap Keyna.


"Kalau menurut Mama nih ya mereka itu dari keluarga yang berkecukupan apalagi Devan kan pemilik Marva Grup salah stau perusahaan terbaik di seluruh negeri bahkan di dunia," ucap Mama Bella.


"Keyna juga gak tahu kalau itu," ucap Keyna.


"yaudah deh, kapan-kapan Mama tanya langsung aja sama besan mama," ucap Mama Bella dan diangguki Keyna.


Hari semakin sore, Mama Bella dan Kak Anggi pun pulang. Sedangkan, Keyna menyiapkan semuanya tentunya di bantu oleh para pelayan.


Setelah semuanya selesai, Keyna pun berdiri di samping pintu dengan pelayan lainnya sehingga jika orang tidak tahu jika Keyna adalah istri Devan maka mereka akan mengira jika Keyna adalah pelayan seperti yang lainnya.


Beberapa saat kemudian, Devan pun turun dari mobil dan masuk ke dalam. Namun, ia cukup terkejut saat melihat Keyna yang ikut berdiri dengan pelayan lain.


"Kamu kenapa berdiri di sini?" tanya Devan.


"Aku mau nyambut kamu," ucap Keyna.


"Yaudah, kalau gitu sekarang kita ke kamar dulu ya nanti kmu capek lagi kalau berdiri terus," ucap Devan menuntun Keyna untuk menuju kamar mereka.


Setelah semuanya selesai, Devan dan Keyna pun menuju meja makan, "Mau apa, Yang?" tanya Keyna.


"Hah," Devan hanya bengong saat mendengar apa yang dikatakan Keyna.


Namun, ia tidak ingin terlalu berekspresi sehingga Devan menaikkan alis kanannya.


"Maksud kamu apa, Yang?" tanya Devan.


"O-oh itu, maksudnya sayang," ucap Keyna.


"Kamu beneran panggil aku sayang?" tanya Devan dan diangguki Keyna.


"Terimakasih sayang," ucap Devan.


"Sama-sama," ucap Keyna.


Meskipun Keyna merasa tidak percaya diri saat memanggil Devan dengan panggilan sayang, tapi Keyna tetap mengusahakannya agar ia terbiasa.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2