Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Jangan Sombong


__ADS_3

Akhirnya setelah beberapa saat, Devan pun turun dari mobil dan menghampiri Keyna yang sudah berdiri di depan apartemen.


"Kenapa berdiri di sini? harusnya kamu di apartemen aja nanti biar aku yang jemput," tanya Devan dan mengambil tas Keyna yang di bawa Kikan.


"Gapapa kok, ini tadi udah siap semua soalnya," ucap Keyna dan diangguki Devan.


Setelah itu, Devan pun menarik pinggang Keyna dengan lembut, "Kau tidak kembali ke kota?" tanya Devan pada Kikan.


"Saya akan kembali nanti Presdir," ucap Kikan.


"Dengan William atau sendirian? kalau sendirian nanti biar anak buahku yang mengantarkan mu," tanya Devan.


"Eh, tidak usah Presdir. Saya di jemput William kok," ucap Kikan dan diangguki Devan.


"Terimakasih karena sudah membantu istri saya," ucap Devan.


"Tidak perlu berterimakasih Presdir, itu memang sudah tugas saya sebagai sahabat," ucap Kikan.


"Kalau begitu saya sama Keyna pergi dulu," ucap Devan.


"Iya Presdir Devan," ucap Kikan.


"Aku pergi dulu ya," pamit Keyna.


"Iya, hati-hati dan inget kata-kata mutiaraku tadi," ucap Kikan.


Keyna pun tersenyum mendengarnya, tak lupa Keyna juga mengacungkan jempolnya pada Kikan.


"Apa kata-kata mutiaranya?" tanya Devan data mereka sudah berada di dalam mobil.


"Eh, rahasia," ucap Keyna.


Bukannya marah, Devan justru tersenyum mendengar jawaban mengesalkan dari sang istri.


"Kamu tidur aja ya soalnya perjalanannya nanti lama," ucap Devan dan membenarkan posisi duduk Keyna agar sang istri merasa nyaman.


Keyna pun mulai merasa nyaman ia tertidur selama perjalanan hingga tiba-tiba saja ia terbangun.


"Kenapa?" tanya Devan.


"Ehm, gapapa," ucap Keyna dan kembali menutup matanya.


Tak lama setelah itu, Keyna kembali membuka matanya dan hal itu membuat Devan menatap aneh sang istri.


"Kenapa hem?" tanya Devan lagi.


"Ehm, sebenarnya aku pengen buang air kecil," ucap Keyna.


Devan tersenyum mendengar perkataan Keyna dan mengusap lembut rambut sang istri.


"Yaudah, kalau gitu Dennis kita berhenti ke restoran dulu," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Dennis.


Tak lama setelah itu, mobil yang mereka tumpangi pun sampai di salah satu restoran mewah yang ada di daerah tersebut.


"Mau aku temenin?" tanya Devan.


"Gak usah deh, aku ke kamar mandi sendiri aja," ucap Keyna dan diangguki Devan.


"Kamu ke kamar mandi aja biar Mike beli beberapa makanan yang ada di sana," ucap Devan.

__ADS_1


Dengan cepat Keyna pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran, setelah menyelesaikan kegiatannya Keyna pun keluar dari restoran.


Tapi, saat Keyna keluar dari Resti tiba-tiba seorang pelayan datang dan menarik Keyna hingga Keyna hampir jatuh.


"Ada apa ya?" tanya Keyna.


"Enak aja ya kakaknya ke restoran ini cuma numpang buang air doang, kakaknya beli dong jangan cuma numpang buang air. Gak punya uang ya kalau gak punya uang ya jangan numpang buang air di sini, di toilet umum sana tuh. Dasar orang miskin," ucap pelayan restoran tersebut.


"Tapi, tadi teman saya udah beli kok," ucap Keyna.


"Alah, alasan aja nih orang. Sini bayar dulu karena udah ke kamar mandi tanpa beli makanan di restoran ini," ucap pelayan tersebut dan menarik Keyna.


"Iya, sabar. Jangan kenceng-kenceng batiknya, saya juga bisa jalan sendiri," ucap Keyna dan melepaskan tarikan pelayan tersebut.


"Nih bayar," ucap pelayan tersebut.


"Apa-apaan ini, saya cuma ke kamar mandi masa bayarnya tiga ratus ribu sih," ucap Keyna yang tidak terima tentunya.


"Iyalah, air di restoran ini itu dari penguna asli ya dan hanya untuk pembeli di sini dan situ gak beli, jadi harus bayar ini," ucap pelayan tersebut.


"Oke, saya akan bayar. Tapi, saya gak bawa uan, jadi saya harus ke mobil dulu untuk minta uang ke suami saya," ucap Keyna.


"Gak ya, tinggal ngaku aja sih kalau situ itu gak punya uang dan mau gaya-gayaan aja ke restoran mewah ini," ucap pelayan tersebut.


"Saya gak pernah ada niatan kayak gitu ya," ucap Keyna.


"Pake ngeles segala, emang ya kalau orang ketahuan itu pinter ngelesnya," ucap pelayan tersebut.


"Oke, sekarang gini aja ya. Saya ini model, kalau mbak nya gak percaya mbak nya bisa lihat di internet," ucap Keyna.


"Halah, masa ada model kayak situ sih, situ gak pantes jadi model. Eh tunggu situ lagi hamil kan, oh saya tahu pasti situ model majalah dewasa ya atau situ model video dewasa," ucap pelayan tersebut.


"Mbak jangan sembarangan bicara ya," ucap Keyna.


"Mbak udah keterlaluan," ucap Keyna dan menampar pelayan tersebut.


"Harusnya mbak jangan bicara kayak gitu, saya juga punya batas kesabaran," ucap Keyna.


"Lo nampar gue," ucap pelayan tersebut dan menampar Keyna.


Tamparan tersebut cukup kuat hingga Keyna lagi-lagi hampir terjatuh, tapi untung saja ia bisa menyeimbangkan tubuhnya.


"Saya tidak terima dengan tuduhan mbak nya dan saya akan meminta pertanggung jawaban pihak restoran," ucap Keyna.


"Silahkan, tapi pada akhirnya gue yang akan menang dasar b*doh," ucap pelayan tersebut.


Disisi lain, Devan yang dari tadi tidak melihat Keyna keluar dari restoran tersebut pun merasa khawatir.


"Apa kau yakin dia benar masuk kamar mandi perempuan?" tanya Devan.


"Iya, Tuan. Tadi saya sudah memeriksanya dan setelah saya membayar pun saya masih melihat Nyonya Keyna yang keluar kamar mandi dan berjalan menuju pintu keluar," ucap Mike.


Karena merasa ada yang tidak beres, Devan pun keluar dan masuk ke dalam restoran tersebut.


Saat ia masuk ke dalam restoran, ia melihat beberapa orang berkumpul dan melihat pertengkaran yang terhadap antara dua orang perempuan yakni seorang pelayan dan perempuan yang Devan kenal baik yaitu Keyna.


Belum sempat Devan bersuara, ia sudah terlebih dahulu mendengar pelayan restoran tersebut mengatakan jika Keyna b*doh dan tentu saja hal itu membuat Devan emosi.


Devan pun menghampiri sang istri dan langsung melemparkan air mineral ke wajah pelayan tersebut.


"Berani sekali kau pelayan rendahan menghina istriku," ucap Devan.

__ADS_1


"Siapa anda?" tanya pelayan tersebut.


"Nanti kau akan tahu," ucap Devan dan menggenggam tangan sang istri untuk keluar dari restoran tersebut.


Namun, belum sempat mereka berdua keluar. Lagi-lagi pelayan tersebut menghalangi Keyna dan melemparkan uang tiga ratus ribu.


"Nih ambil uang tiga ratus ribu buat lo, harusnya lo yang bayar. Tapi, karena gue kasihan sama lo makanya gue kasih ke lo aja," ucap pelayan tersebut.


"Istri saya bahkan bisa beli restoran murahan ini, jadi jangan sombong," ucap Devan dan mendorong bahu pelayan restoran tersebut.


"Iya kah, terus kenapa istri situ gak beli di restoran ini dan cuma numpang buang air. Emangnya dia buang air berlian apa?" tanya pelayan tersebut.


"Istri saya tidak beli di restoran ini karena dia bisa menyuruh orang untuk membelikannya," ucap Devan dan membawa Keyna untuk masuk ke dalam mobil.


Sedangkan, pelayan tersebut dibuat terkejut saat melihat Devan dan Keyna masuk ke dalam salah satu mobil termahal di dunia itu.


"Apa ada yang sakit?" tanya Devan.


"Gak ada kok," ucap Keyna.


"Apa dia melakukan sesuatu ke kamu?" tanya Devan.


"Gak, dia gak ngelakuin apa-apa kok, ya mungkin cuma bilang tadi aja," ucap Keyna.


"Ya udah," ucap Devan dan menggenggam tangan Keyna.


"Mike," ucap Devan dan memberikan kode pada Mike melalui kaca depan.


"Baik Tuan," ucap Mike yang mengerti maksud Devan.


Mereka pun kembali menempuh perjalanan yang cukup lama untuk sampai di kota hingga akhirnya mereka berdua sampai di kota.


"Kita langsung ke rumah sakit kan?" tanya Keyna.


"Gak sayang, kita ke rumah dulu ya. Kamu kan harus bersih-bersih dan istirahat," ucap Devan.


"Aku gak capek kok dan kalau bersih-bersih aku bisa ganti baju doang biar cepet ketemu Mama," ucap Keyna.


"Gak sayang, kamu harus istirahat," ucap Devan.


"Tapi...," ucap Keyna terhenti lantaran Devan yang mendekatkan wajahnya pada wajah Keyna.


"Dengerin aku ya, ini buat kamu sama baby-nya loh, lagipula Mama pasti gak suka kalau kamu ke sana padahal kamu baru aja sampai," ucap Devan.


"Yaudah deh iya," ucap Keyna.


Mereka berdua pun menuju mansion milik Devan dan setelah itu, mereka keluar dari mobil dan masuk ke dalam.


"Nyonya," sapa semua pelayan yang ada di sana.


Sedangkan, Keyna hanya tersenyum kaku saya melihat paya pelayan dan uang lainnya menyambut kedatangannya.


"Terimakasih semuanya," ucap Keyna.


"Sekarang kamu harus istirahat," ucap Devan dan menuntun Keyna menuju kamar.


"Kamu bersih-bersih terus istirahat ya, aku di ruang kerja. Aku ke rumah sakit nanti kok sama kamu," ucap Devan dan diangguki Keyna.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2