Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Pergi Kalian!


__ADS_3

Keyna dan Kikan pun masuk kedalam ruangannya, "Kan, bukannya hari ini Celine harusnya masuk ya, kok tadi aku gak ngeliat dia ya?" tanya Keyna.


"Eh, iya juga ya, dia udah 2 hari loh izin, bukannya pemotretannya itu cuma sehari terus dia pulang, apa jangan-jangan Celine jalan-jalan dulu di sana, dia kan gak pernah ngerasain indahnya negara X," ucap Kikan.


"Mungkin sih, tapi aneh aja gitu dia gak ngabarin aku sama sekali biasanya dia pasti ngabarin aku buat pamer, tapi ini gak loh," ucap Keyna.


"Sama Key, tapi mungkin aja dia kecapean, kan waktunya cepet banget di negara X cuma sehari terus dia langsung pulang, mungkin dia sekarang di apartemennya tidur, gimana kalau nanti kita ke apartemennya aja," ajak Kikan.


"Boleh juga, nanti pulang kita ke apartemennya aja sekalian bawain apa gitu buat Celine dia pasti capek kan," ucap Keyna dan diangguki Kikan.


Sore pun tiba Keyna dan Kikan pun pulang, tapi mereka tidak pulang ke rumah masing-masing karena mereka berdua menuju ke minimarket untuk membeli beberapa buah-buahan, cemilan dan minuman untuk di rumah Celine.


Setelah itu, mereka berdua pun pergi ke rumah Celine, karena mereka tau password apartemen Celine, maka mereka langsung masuk kedalam dan betapa terkejutnya mereka melihat barang yang berserakan dimana-mana.


"Astaga, Celine kok kayak gudang gini sih apartemennya, apa jangan-jangan ada maling ya di apartemennya Celine, kok barang berserakan kayak gini, kalau Celine gak mungkin deh, dia kan gak suka batang berserakan kayak gini," ucap Kikan dan disetujui Keyna.


Keyna dan Kikan mendengar suara tangisan dari dalam kamar Celine dan sontak saja mereka berdua pun berlari menuju kamar Celine, saat mereka masuk ke dalam kamar tersebut, mereka dibuat terkejut saat mereka melihat keadaan Celine saat ini yang terlihat sangat kacau.


"Celine!" panggil Keyna dan Kikan.


Celine pun mendongak untuk melihat Keyna dan Kikan, tapi tangisannya semakin histeris yang membuat Keyna dan Kikan semakin bingung dan panik.


"Celine, kamu kenapa kok nangis gini?" tanya Keyna lalu menghampiri Celine dan memeluknya.


"Jangan deket gue, kalian gak pantes deket sama gue hiks hiks," ucap Celine yang masih histeris.


"Maksud kamu apa, Lin? kenapa kita gak pantes deket kamu Lin? kita ini sahabatan udah dari dulu bukan satu atau dua tahun loh kita kenal?" tanya Keyna.


"pergi kalian!" usir Celine.


"Celine! lo ini kenapa?" tanya Kikan dengan meninggikan suaranya.


Jika Kikan sudah mulai menaikkan nada bicaranya dan menggunakan lo gue itu artinya dia saat ini sedang marah.


"Kam, jangan emosi kalau kita ikut emosi semuanya gak akan selesai," ucap Keyna.


"Tapi, Celine kali ini keterlaluan Key, kita kesini itu pengen ketemu dia, pengen jengukin dia mungkin aja dia capek setelah pulang dari negara X, kita yang katanya sahabatnya kesini buat hibur dia, tapi apa coba, dia malah ngusir kita, iya kalau pake bahasa yang halus ini gak, dia bentak kita," ucap Kikan.


"Gue emang capek dan gue gak perlu kalian jengukin, gue bukan anak kecil lagi, gue gak butuh kalian lebih baik kalian jangan buang energi kalian buat gue. Sekarang kalian berdua pergi, gue enek banget lihat muka kalian berdua!" ucap Celine dan berteriak pada akhirnya kalimatnya.


Kikan pun menghempaskan belanjaan yang tadi ia beli dengan Keyna ke ranjang Celine, "Gue masih baik, ini buat lo," ucap Kikan lalu keluar dari kamar Celine.


"Ngapain lo masih disini? lo juga pergi sana!" usir Celine.


"Lin, kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin aku ya," ucap Keyna.


"Gue gak butuh kalian hiks hiks, gue udah gak baik buat deket sama kalian lagi," ucap Celine yang semakin histeris, Keyna dengan cepat memeluk Celine kembali.

__ADS_1


"Lin, ada aku sama Kikan, kamu gak perlu khawatir, kamu kenapa? aku sama Kikan gak bakal tau kalau kamu gak bilang ke aku ataupun ke Kikan apa masalah yang kamu hadapi, Lin," tanya Keyna dengan lembut agar emosi Celine tidak terpancing.


"Gue udah gak suci lagi, Key," lirih Celine.


"Maksud kamu apa, Lin? aku gak paham," tanya Keyna.


"Aku udah gak perawan Key, aku sekarang udah bukan gadis lagi," ucap Celine.


"Apa! siapa yang ngelakuin itu, Lin?" tanya Kikan.


Kikan sedari tadi memang tidak sepenuhnya keluar dari apartemen Celine, ia menunggu di depan kamar Celine yang masih sedikit terbuka dan Kikan mendengar dengan jelas semua perkataan Celine. Tentunya ia terkejut dengan apa yang didengarnya, tapi bukan saatnya untuk menyalahkan Celine, ia harus tau siapa yang melakukannya terlebih dahulu.


"Aku gak tau hiks hiks," ucap Celine.


"Lin, kamu bisa cerita ke aku, tapi kalau kamu masih belum siap aku gak maksa, yang penting sekarang kamu istirahat aja dulu ya, kamu tenangin diri kamu dulu," ucap Keyna.


"Sebenarnya saat di negara X itu...," Celine pun bercerita mengenai kejadian di negara X yang membuatnya seperti ini.


# Flashback On #


Celine yang baru saja selesai pemotretan langsung menuju hotel tempat ia menginap karena ia akan pulang pada dini hari sekitar jam 3. Sedangkan, untuk staff sudah pulang setelah pemotretan, oleh karena itu Celine sekarang sendirian menuju hotel, begitupun saat pulang nanti.


Celine kembali ke hotel dengan santai, hingga tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan membawa Celine ke sebuah kamar yang ada di hotel tersebut, "Hei, siapa lo? pergi gak dari gue," tanya Celine dengan memberontak, tapi apalah daya kekuatannya kalah oleh pria itu.


"Diam, j*lang, akan ku pastikan rencanaku berhasil, aku akan membuatnya terlihat sempurna," gumam pria itu.


Celine ingin pergi dari kamar itu, tetapi pria itu kembali menariknya hingga jatuh di atas ranjang dan pria itu mengapit Celine dengan kedua kakinya, seolah-olah tidak memperbolehkan Celine pergi.


"Sadar dong, jangan kayak gini napa hiks hiks," ucap Celine, tapi tidak direspon oleh pria itu.


Pria itu justru semakin gencar melucuti pakaian Celine dan pakaiannya.


Pria itu terus menggempur Celine hingga pukul 2 dini hari, Celine yang merasakan sakit di bagian tubuh bawahnya tetap bangun dan pergi dari tempat laknat itu, karena jam 3 ia harus segera pulang.


Celine tidak dapat melihat pria itu, karena saat bangun kamar terlihat masih gelap dan pria itu juga sedikit telungkup sehingga Celine tidak dapat melihat dengan jelas, yang ada dipikiran Celine saat ini adalah pergi dari tempat ini sebelum ia pria itu bangun dan melihat keberadaannya.


Saat sampai di bandara pun Celine langsung pulang ke apartemennya dan mengurung diri disana, ia tidak ingin bertemu siapapun, ia takut pria itu datang.


# Flashback Off #


Keyna dan Kikan yang mendengar cerita sahabatnya itupun langsung memeluk Celine, "Kamu hebat kok, Lin. Disini kamu gak salah apapun, jadi kamu jangan pernah nyalahin diri kamu sendiri ya, paham," ucap Keyna.


"Tapi, aku udah kotor nanti kalau aku hamil gimana? aku gak tau ayah dari anak ini hiks hiks," tanya Celine yang membuat Keyna dan juga Kikan bingung.


"Hei, kalau pun nanti kamu hamil kan anak kamu nanti punya aunty hebat kayak kita jadi kamu gak perlu takut ya, nanti kita bakal jagain kamu sama anak kamu juga," ucap Keyna.


"Makasih ya dan juga maaf karena tadi aku bentak kalian, niatku tadi itu pengen ngusir kalian, aku gak mau kalian punya temen kayak aku, aku juga takut kalau kalian malu punya temen kayak aku lagi," ucap Celine.

__ADS_1


"Aku gak malu kok punya temen kayak kamu, aku malah seneng soalnya aku punya temen sekaligus keluarga sehebat kamu," ucap Keyna.


"Bener kata Keyna, aku juga minta maaf udah marah tadi mana aku panggilnya pake lo gue lagi, aku gemes aja sama kamu, tapi setelah tau alasannya aku ngerasa bersalah banget loh," ucap Kikan.


"Aku paham kok pasti kamu tadi sempat kecewa sama aku kan," ucap Celine.


"Iya sih, tapi sekarang gak kok, kita ini sahabatan jadi kalau ada apa-apa kita harus saling terbuka ya," ucap Kikan yang diangguki Keyna dan Celine.


"Btw, tubuh cowoknya bagus gak, Lin?" tanya Kikan.


"Ya, lumayan sih kalau aku lihat," ucap Celine dengan pipi yang merona.


Celine memang tidak mengingat wajah pria itu, tapi ia tau jika di lengan kanan pria itu terdapat tato berbentuk bunga dan kupu-kupu yang berwarna senada yaitu biru.


Tapi biarkanlah itu menjadi rahasia Celine, ia tidak ingin memberitahukannya agar sahabatnya tidak heboh sendiri.


"Udah gak usah bahas itu lagi, kita ganti topik aja," ucap Keyna.


"Yaudah, kalau gitu sekarang kamu makan aja, pasti kamu belum makan kan dari tadi, kasihan loh cacing-cacing diperut kamu belum kamu kasih makan" ucap Kikan.


"Aku gak ada nafsu makan sama sekali loh," ucap Celine.


"Tapi, kamu harus makan biar kamu sehat, lihat muka pucat, mata sembab, bibir kering, kulit merah, mengenaskan sekali, kamu gak kayak Celine yang aku kenal loh," ucap Keyna.


"Namanya juga sedih, Key, masa mikirin perawatan sih," ucap Celine yang membuat suasana sedikit mencair.


"Nih makan, kurang baik apa aku coba," ucap Kikan dan memberikan potongan buah apel ke arah Celine.


"Makasih yaw," ucap Celine.


"Oh iya, kamu gimana jadinya kapan kamu kerja lagi?" tanya Kikan.


"Hem, kayaknya dua hari lagi aja deh, besok aku masih istirahat dulu, jujur bagian bawahku masih sakit," ucap Celine.


"Sesakit itu ya?" tanya Kikan dan diangguki Celine.


"Key, pas pertama kali kamu sama Devan, sakit kayak gini gak?" tanya Celine.


Keyna yang sedang minum jus pun langsung tersedak mendengar pertanyaan dari Celine.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2