Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Seorang Mafia!


__ADS_3

Devan saat ini dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Erland karena tadi Papa Alex memintanya untuk ke sana.


Sesampainya di kediaman keluarga Erland, Devan pun langsung masuk ke dalam ruang kerja Papa Alex.


"Pa," panggil Devan.


"Apa benar orang yang meneror Keyna bahkan mencelakai Keyna dan Mama mu waktu itu adalah pelayan yang ada di rumahmu?" tanya Papa Alex.


"Iya, Pa. Dia adalah adik kandung Sammy, dia balas dendam karena Sammy Devan sekap dan karena itu adiknya Sammy jadi sendirian karena orangtua mereka juga sudah Devan bunuh," ucap Devan.


"Papa sebenarnya sudah mendengar semuanya, tapi Papa ingin memastikannya sendiri. Papa dengar juga Sammy sudah meninggal," ucap Papa Alex.


"Iya, Pa," ucap Devan.


"Bagaimana bisa Sammy meninggal? setahu Papa, kamu tidak akan membunuh Sammy, bukan?" tanya Papa Alex.


"Ya, Devan tidak akan membunuh Sammy, tapi karena memang nasib Sammy yang terlalu buruk sehingga dia meninggal karena kekurangan darah," ucap Devan.


"Papa juga dengar kalau Keyna sudah tahu siapa kamu," ucap Papa Alex.


"Iya, Pa. Keyna sudah tahu kalau Devan adalah mafia," ucap Devan.


"Apa reaksi Keyna? apa dia membencimu?" tanya Papa Alex.


"Ya, begitulah, Pa. Seharusnya Devan tidak perlu memberitahukannya pada Papa, Papa pasti sudah tahu kan," ucap Devan dan diangguki Papa Alex.


Ya, Papa Alex tahu saat Keyna berteriak dan menyuruh Devan untuk pergi dari ruangannya.


"Apa Mama tahu kalau Keyna sudah tahu identitas Devan?" tanya Devan dan mendapatkan gelengan kepala dari Papa Alex.


"Mama kamu gak tahu karena Papa gak ngasih tahu, Papa sengaja cari tahu dan ternyata dugaan Papa benar," ucap Papa Alex.


"Devan juga belum tahu ke apa Keyna bisa sampai di markas, Devan udah suruh Dennis untuk mencari tahu," ucap Devan.


"Ini," ucap Papa Alex dengan memberikan ponselnya.


"Apa ini, Pa?" tanya Devan.


"Keyna mendapatkan telepon dari nomor itu," ucap Papa Alex.


"Maksud Papa, Keyna dapat telepon dan akhirnya Keyna pergi ke markas?" tanya Devan.


"Iya, setelah Papa selidiki ternyata Keyna mendapat telepon dari pelayan pengkhianat itu ah ke ih tepatnya adik dari Sammy. Keyna melakukan apa yang disuruh pelayan itu yaitu melacak keberadaan mu melalui laptop pelacak mu," ucap Papa Alex.


"Ah, jadi pelayan itu yang melakukannya. Itu artinya dia memang sengaja datang saat anak buah devan sedang mencarinya," ucap Devan.


"Ya, kau benar. Dia memang sengaja melakukannya agar Keyna tahu siapa kamu sebenarnya," ucap Papa Alex.

__ADS_1


Devan pun menghela napas karena segala pertanyaan yang sejak kemarin ada di pikirannya akhirnya ia ketahui juga.


"Apa Keyna masih seperti kemarin?" tanya Papa Alex.


"Iya, Pa. Devan tidak perlu menjelaskan lagi karena Papa sudah tahu bagaimana hubungan Devan dan Keyna sekarang," ucap Devan dan diangguki Papa Alex.


"Kalau begitu, untuk urusan kelompok Eternal biar Papa yang urus dan kamu urus hubungan kamu dengan Keyna," ucap Papa Alex.


"Iya, Pa. Terimakasih," ucap Devan.


Papa Alex sangat terkenal saat mendengar kata terimakasih keluar dari mulut sang putra, "Apa kamu sangat mencintai Keyna?" tanya Papa Alex.


"Iya, Devan sangat mencintai Keyna bahkan Devan akan melakukan apapun agar Keyna tetap bertahan di samping Devan," ucap Keyna.


"Apa kamu sudah melupakan balas dendammu?" tanya Papa Alex.


"Sekarang semuanya itu tidak ada apa-apanya bagi Devan, Devan tidak peduli dengan kematian Hilya karena sekarang Devan Sandra jika Hilya hanya ilusi bagi Devan, Hilya hanya masa lalu. Devan hanya tidak terima karena yang Hilya cintai saat itu Zayn bukan Devan, dari dulu Hilya memang bukan jodoh Devan sebab itu Hilya pergi dan datanglah Keyna yang merupakan jodoh Devan. Devan akan menjaganya sampai maut memisahkan," ucap Devan.


Mendengar ucapan Devan, Papa Alex pun bangga pada sang anak yang sudah mau berubah tidak seperti dulu.


"Papa akan melakukan apapun agar Keyna tetap berad di sampingmu," ucap Papa Alex.


"Terimakasih, Pa. Tapi, Papa tidak perlu melakukan apapun karena ini adalah tugas Devan untuk membuat Keyna bertahan dengan Devan," ucap Devan dan diangguki Papa Alex.


"Papa sangat bangga padamu, Van. Sekarang kamu mampu membuktikan kalau kamu kayak menjadi penerus keluarga Erland yang sesungguhnya," ucap Papa Alex.


"Untuk saat ini Devan sedang tidak ingin melakukan apapun yang berkaitan dengan bisnis," ucap Devan.


"Maafin Devan jika selama ini Devan sering melakukan tindakan yang kurang Papa suka," ucap Devan.


"Ya, Papa maafkan kamu dan maafkan Papa juga jika selama ini Papa selalu menuntut kamu dalam setiap hal," ucap Papa Alex dan diangguki Devan.


Setelah drama ayang cukup panjang akhirnya Devan kembali ke rumah sakit untuk menjaga sang istri dan anaknya.


Tapi, Devan tidak masuk ke dalam kamar inap Keyna karena ia masih ingat jika Keyna tidak mengizinkannya untuk berada di samping Keyna.


"Dev, kenapa gak masuk?" tanya Papa Erwin yang baru saja datang dan akan masuk ke kamar inap Keyna.


"Oh itu, Pa. Ini Devan masih ada urusan kerja, Papa masuk aja dulu gapapa," ucap Devan.


"Kamu baru datang kan?" tanya Papa Erwin.


"Iya, Pa," ucap Devan.


"Masuk dulu aja, kasihan Keyna gak ada yang manjain, urusan pekerjaan nanti kamu lanjutin," ucap Papa Erwin.


"Gak bisa, Pa. Ini harus sekarang Devan kerjakan," ucap Devan.

__ADS_1


"Oh, yaudah kalau gitu Papa masuk dulu, nanti kalau selesai langsung masuk aja ya," ucap Papa Erwin.


"Iya, Pa," ucap Devan.


Setelah itu, Papa Erwin pun masuk ke dalam kamar inap Keyna dan di dalam kamar inap Keyna hanya ada Mama Vanka dan Mama Bella.


"Kamu beneran ada masalah sama Devan?" tanya Papa Erwin saat masuk ke dalam kamar inap Keyna.


"Papa kamu udah dibilang gak suka di bahas lagi," ucap Mama Bella.


"Ya, Papa gak mau bahas lagi. Tapi, Papa kasihan lihat Devan di depan kamar kamu, daritadi dia lihat pintu kamar ini terus dan waktu Papa suruh masuk dia bilang ada pekerjaan dan dia gak bisa masuk," ucap Papa Erwin.


Ya, saat Mama Vanka yang menenangkan Keyna tadi memang diketahui Papa Erwin dan Mama Bella karena tadi mereka datang saya Keyna masih menangis dan Mama Vanka pun bercerita pada Papa Erwin dan Mama Bella jika antara Devan dan Keyna sedang terjadi sesuatu, tapi Mama Vanka tidak tahu apa karena Mama Vanya tidak berani tanya pada Keyna takutnya Keyna berpikir yang tidak-tidak.


Tapi, tadi Mama Bella justru bertanya dan membuat Keyna yang sudah mulai tenang kembali menangis, namun Keyna tidak mengatakan apapun dan akhirnya mereka bertiga pun menyerah untuk mengetahui apa yang membuat Keyna menangis dan membiarkan Keyna dan Devan menyelesaikan masalah mereka sendiri.


"Key, jawab Papa?" tanya Papa Erwin dengan tegas.


Jika seperti ini, Keyna sudah tidak dapat berbuat apa-apa, "Se-sebenarnya Keyna yang suruh Devan pergi dari sini," ucap Keyna.


"Kenapa?" tanya ketiganya.


"Ka-karena Keyna ingin Devan pergi! Keyna gak sanggup sama Devan, Keyna ingin pisah dari Devan hiks hiks, Mama sama Papa gak tahu gimana Devan sebenarnya, Devan itu jahat, kejam dan pembunuh. Keyna juga akan dibunuh sama Devan jika Keyna ada di samping Devan karena Devan nikahin Keyna hanya untuk balas dendam, perempuan yang disukai Devan suka sama orang lain dan orang itu suka sama Keyna, kalian lihat sekarang apa yang terjadi pada Keyna hiks hiks hiks. Devan itu jahat, Devan itu seorang mafia!" teriak Keyna.


"Kecilkan suaramu, anakmu masih tidur," ucap Papa Erwin dan Keyna pun menatap anaknya yang masih terlelap dengan tenang di dalam box bayi.


"Sejahat-jahatnya Devan padamu, apa pantas seorang istri memperlakukan seorang suami seperti itu, menyuruhnya pergi begitu," ucap Papa Erwin.


"Papa," panggil Keyna yang tidak percaya dengan reaksi Papa Erwin.


"Jangan pernah meminta pisah pada Devan, apa kamu tidak memikirkan anakmu yang masih bayi," ucap Papa Erwin.


"Keyna bisa rawat anak Keyna sendiri," ucap Keyna.


"Apa kamu bisa menjamin jika suatu saat ini anakmu akan bahagia tanpa kehadiran seorang Ayahnya?" tanya Papa Erwin.


"Papa, kenapa Papa justru membela Devan?" tanya Keyna.


"Papa tidak membela siapapun, Papa hanya berandai-andai jika ini terjadi di masa depan," ucap Papa Erwin.


"Benar kata Papa kamu, tolong jangan minta pisah dari Devan. Maafkan Devan sayang, Mama yakin Devan juga tidak akan setuju kalau kamu meminta pisah," ucap Mama Vanka.


Keyna pun menatap Mama Vanka, Papa Erwin dan Mama Bella, "Apa kalian semua sudah tahu kalau Devan itu seorang mafia?" tanya Keyna pada ketiganya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2