Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Itu Kau Tau


__ADS_3

Keyna semakin histeris karena anak buah Dion berhasil membawanya kedalam mobil dan ternyata didalam mobil sudah ada Dion dengan senyum yang mengembang dan terlihat menjijikkan bagi Keyna.


"Hai cantik, sepertinya kau sangat bahagia bertemu denganku ya, aku tau kau pasti merindukan aku bukan," ucap Dion dan tangan nakalnya mengelus wajah cantik Keyna.


Keyna pun menghempaskan tangan Dion dan menatap tajam Dion, "Wow, aku tau kenapa Devan menikahi mu karena kau sangat cantik bahkan selama aku hidup kau wanita tercantik yang pernah kutemui, oh tunggu aku tidak salah kan memanggilmu wanita atau aku harus menggantinya menjadi perempuan atau gadis," ucap Dion.


"Apa maumu?" tanya Keyna dengan nada ketusnya.


"Kau sangat to the point sekali Nyonya Erland, baiklah aku akan mengatakan apa keinginanku, aku mau kau layani aku, buat aku puas di ranjang bagaimana, aku juga ingin merasakan kenikmatan yang Devan rasakan," ucap Dion.


Setelah mengatakan itu, tiba-tiba saja Dion meloloskan celananya hingga tinggal ****** ******** saja, tentunya hal itu membuat Keyna terkejut, bagaimana bisa Dion melepaskan begitu saja.


Saat ini Keyna berada didalam mobil hanya dengan Dion, sedangkan anak buahnya menunggu diluar untuk berjaga-jaga.


Keyna semakin terkejut saat Dion mendekatkan dirinya dan berusaha untuk melecehkannya dan dengan sisa tenaganya Keyna menampar pipi Dion, "Kau berani melawan, kau tidak perlu takut kau hanya perlu menikmatinya saja, kau pasti tau bagaimana rasanya bukan, aku pastikan ini tidak akan sakit seperti pertama kali kau melakukannya dengan Devan," ucap Dion.


Keyna semakin takut saat jarak diantara mereka sangat dekat, Keyna kembali melayangkan pukulan ke arah Dion dan Dion sendiri langsung menampar Keyna agar berhenti memberontak.


"Aku bilang diam dan nikmati saja apa susahnya sih," ucap Dion yang mulai meninggikan suaranya bahkan Dion mulai mengungkung Keyna hingga sulit bergerak.


"Sekarang nikmati ya sayang jangan bergerak nanti kau sakit loh kalau bergerak," ucap Dion dengan lembut.


"Dasar b*jingan!" teriak Keyna lalu menggigit lengan Dion dan menyemprotkan sesuatu yang diberikan oleh Gita tadi saat didalam mobil.


Keyna berhasil lepas dari kungkungan Dion, lalu bersiap untuk keluar, tapi sebelum itu Keyna menghadap ke arah Dion yang mengerang kesakitan pada matanya dan dengan cepat Keyna membenturkan kepalanya ke kepala Dion dan hal itu membuat Dion semakin mengerang kesakitan begitupun dengan Keyna, tapi ia masih bisa menahan rasa sakitnya.


"Dasar pria mes*m, bahkan punyamu kalah dengan punya Devan jadi mana bisa aku puas, b*doh!" teriak Keyna pada Dion.


Setelah itu, Keyna pun segera keluar dari mobil tersebut dan baru saja keluar, Keyna keluar ternyata sudah dihadang oleh anak buah Dion, "Nona, silahkan kembali kedalam sebelum sesuatu terjadi pada anda," ucap anak buah Dion.


"Aku tidak mau!" tolak Keyna lalu berjalan meninggalkan mobil Dion, namun langkahnya terhenti saat melihat Gita dan Pak Nardy yang sudah terluka parah dan lebam di sekitar wajahnya.


Baru saja Lea akan menghampiri Pak Nardy dan Gita tiba-tiba saja tangannya sudah ditahan oleh anak buah Dion, "Bawa wanita itu masuk!" perintah Dion.


"Aku tidak mau!" tolak Keyna yang memberontak untuk dilepaskan.


Usaha Keyna kembali gagal karena ia saat ini berada di dalam mobil bersama Dion, "Kau wanita yang tidak tau diri, aku sudah berbaik hati padamu, tapi kau malah melawanku," ucap Dion dengan tangan yang memegang mata dan kepalanya.


"Kau orang yang sangat keji, kau bahkan tidak pantas disebut manusia!" teriak Keyna.


"Hehe, harusnya kau katakan itu pada suamimu bukan padaku, karena semua yang kau ucapkan itu menggambarkan sifat suamimu," ucap Dion.


Dion pun memegang kuat pundak Keyna dan dengan br*ngsek nya menurunkan lengan baju Keyna hingga terlihatlah pundak mulus Keyna lalu Dion mengecupnya dan hal itu membuat Keyna terkejut dengan cepat Keyna menggigit telinga Dion.


"Aaa! kau wanita murahan beraninya kaiKa menggigit telingaku," teriak Dion.


"Kau yang br*ngsek beraninya kau melecehkan ku," teriak Keyna.


Dion tiba-tiba merobek pakaian atas Keyna hingga memperlihatkan pundak mulus dan belahannya, "Kau b*jingan!" maki Keyna dengan berusaha menutupi tubuh atasnya.


"Kau sangat menggoda, sepertinya juniorku sangat senang karena aku akan memasuki mu," ucap Dion dan menatap tubuh atas Keyna.

__ADS_1


key aku melepaskan high heels-nya dan memukul mata Dion hingga berdarah, Keyna sudah tidak peduli lagi yang paling penting sekarang Keyna harus keluar dan pergi sebelum ia dimangsa Dion, dengan cepat keluar dari mobil tersebut dan menyemprotkan cairan yang diberikan Gita kepada anak buah Dion.


Saat berhasil lolos dari Dion dan anak buahnya Dion, Keyna tidak melihat keberadaan Pak Nardy dan juga Gita hingga ia melihat ke depan dan memperlihatkan seseorang yang sedari tadi ia panggil dalam hatinya.


key aku berlari ke arah Devan dengan kaki telanjang dan tubuh atas yang hampir telanjang pula, sesampainya disana Keyna langsung menabrakkan tubuhnya pada tubuh kekar Devan, Keyna memeluk erat Devan, Keyna takut sangat takut bahkan Keyna menangis dalam pelukan hangat suaminya tersebut.


Devan sendiri saat sampai disana pun terkejut saat melihat Pak Nardy dan juga Gita yang sudah terkapar tidak berdaya dan Devan segera menyuruh anak buahnya untuk membawa mereka ke rumah sakit.


Baru saja Devan akan menghampiri anak buah Dion yang belum menyadari keberadaannya, justru Devan dikejutkan dengan keadaan Keyna yang baru saja keluar dari mobil tersebut dan berlari kearahnya dan memeluknya erat, Devan sadar jika saat ini Keyna sangat ketakutan, akhirnya Devan membalas pelukan Keyna tak kalah erat.


"Udah gapapa, kamu aman sekarang," ucap Devan yang berusaha untuk menenangkan Keyna.


"A-aku takut," lirih Keyna.


"Wah! ada suaminya ternyata, kau tau Devan istrimu ini sangat cantik bahkan aku hanya melihat pundaknya sudah tergoda, kau pasti sangat menikmatinya saat di atas ranjang bukan," ucap Dion yang keluar dengan pakaian lengkap.


"Br*ngsek," maki Papa Alex dan menghajar Dion hingga ia terluka parah.


"Papa," panggil Devan.


"Papa menyesal membiarkannya berkeliaran," ucap Papa Alex yang masih emosi.


"Sayang kamu gapapa," ucap Mama Vanka yang tiba-tiba menarik Keyna kedalam pelukannya hingga pelukan Keyna pada Devan pun lepas.


"Mama hiks hiks," ucap Keyna yang tidak bisa menahan tangisnya.


"Dennis, bawa para perempuan pulang ke kediaman Erland!" perintah Papa Alex.


"Lalu apa rencanamu terhadap orang ini, Dev?" tanya Papa Alex.


"Aku ingin membunuhnya, Pa," ucap Devan.


"Bagus, pilihan yang tepat jika kau tidak segera membunuhnya maka akan ada korbannya lagi," ucap Papa Alex.


"Bawa dia, Papa yang akan menyelesaikan ini," ucap Papa Alex.


Setelah itu, Devan dan beberapa anak buahnya pun membawa Dion dengan keadaan yang mengenaskan.


Devan saat ini sudah berada di markas, namun bukan penjara bawah tanah yang ia tuju melainkan ke sebuah tempat yang dihuni oleh hewan kesayangan Devan yaitu Leon.


"Kau benar-benar membuatku muak, aku selama ini masih baik padamu, tapi kau justru semakin menjadi saja," ucap Devan.


"Kau memang pantas mendapatkannya, apa kau tau istrimu itu sangat nikmat untung saja aku tadi sempat mencicipinya," ucap Dion.


Devan mengetatkan rahangnya saat mendengar perkataan Dion, "Wah, ternyata istriku sudah kau cicipi, baguslah kalau begitu," ucap Devan.


"Kau sepertinya tidak menyukai istrimu," ucap Dion.


"Menurutmu," ucap Devan dengan menaikkan alis kanannya.


"Kau mau bertemu saudaramu tidak? sebelum kau bertemu dengan ayah dan ibumu di neraka," ucap Devan lalu mengambil ponsel yang ada pada Mike.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Devan pun mengarahkan layar ponsel tersebut pada Dion dan betapa terkejutnya Dion saat tau siapa orang yang berada di layar ponsel tersebut.


"Dion, apa yang kau lakukan? aku disini berusaha untuk tetap hidup, tapi kau malah menghancurkan semuanya, kau masih waras kan?" tanya orang tersebut.


"Di-dika, kau masih hidup?" tanya lirih Dion yang tidak percaya jika keluarga satu-satunya masih hidup, ia kira Dion sudah tidak bernyawa karena mengingat perilaku keluarga Erland yang kejam.


"Ya, aku masih hidup dan mungkin sebentar lagi aku akan meninggal, semua ini karena mu Kak, asal kau tau aku hidup tergantung bagaimana kau bersikap dengan keluarga Erland dan aku kecewa saat mendapat kabar bahwa kau sudah melecehkan istri dari Tuan Devan," ucap Dika yang sangat jelas nada kekecewaannya.


"Maafkan aku, aku tidak tau kalau semua itu akan mempengaruhi mu," ucap Dion.


"Semuanya sudah terlambat sebentar lagi mungkin kau akan mendengar kabar kematianku, aku hanya ingin memberitahumu sebelum aku meninggal. Aku memiliki istri dan seorang anak di sini, mereka tidak salah apapun jadi jika kau berhasil selamat tolong jaga mereka untukku," ucap Dika.


"Dev, apa kau yang selama ini mengurung Dika?" tanya Dion.


"Bukan aku sih lebih tepatnya keluargaku, tapi aku yang bertanggungjawab," ucap Devan.


"Kenapa kau melakukannya?" tanya Dion yang sudah meninggikan suaranya karena terlalu emosi dengan Devan dan keluarganya.


"Kau pasti tau kenapa aku mengurungnya bukan," ucap Devan.


"Apa karena dia hampir melecehkan Acha Kakakmu?" tanya Dion.


"Itu kau tau, dia pantas mendapatkan itu," ucap Devan.


"Kau dan keluargamu benar-benar kejam, Dev," ucap Dion.


"Itu kau tau," ucap Devan.


"Tuan Devan, jangan lakukan hal diluar batas pada Kak Dion, beri dia hukuman apapun, tapi yang sewajarnya saja," ucap Dika.


"Biarkan Devan melakukan apapun, dia tidak akan puas jika aku baik-baik saja, aku akan menyerahkan apapun untukmu Dika, aku akui semua ini salahku," ucap Dion.


"Tidak, Kakak harus tetap selamat," ucap Dika.


"Hahaha, banyak drama kalian, aku tidak terlalu suka drama yang episodenya terlalu banyak," ucap Devan.


"Tuan Devan, tolong jangan lukai anak dan istriku, aku tau semua ini salahku dan juga Kak Dion," ucap Dika.


"Aku masih belum ingin membunuhmu jadi kau tidak perlu khawatir dan aku akan memberikan pertunjukan hebat untukmu, kau pasti menyukainya," ucap Devan.


"Bawa pecundang ini kedalam," ucap Devan dan diangguki anak buahnya.


Anak buah Devan pun membawa Dion kedalam dan membiarkannya sendirian, sedangkan Devan dengan setia menatap kaca yang memperlihatkan bagaimana keadaan didalam dan tentunya dengan panggilan video yang masih tersambung pada Dika.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2