Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Keguguran!


__ADS_3

Beberapa saat kemudian mereka pun sudah sampai di kediaman keluarga Erland, "Sayang, akhirnya kamu mampir juga ke rumah, Mama kangen banget loh sama kamu," ucap Mama Vanka dengan memeluk erat Keyna.


"Ma, biarin kita masuk kedalam rumah dulu baru setelah itu Mama bisa bicara sepuasnya sama Keyna," ucap Devan.


"Hush, kamu ini ganggu aja, yaudah sayang ayo kita masuk ke dalam, disana udah rame loh," ajak Mama Vanka dan menggandeng lengan Keyna untuk masuk kedalam rumah.


Devan yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya, entah apa yang buat Keyna disayang oleh keluarganya.


Devan pun mengikuti Mama Vanka dan ternyata benar disana sudah kumpul keluarga besar Erland, "Aduh akhirnya Keyna datang, lama banget sih," ucap Tante Ryna.


"Tau nih Devan," cibir Mama Vanka.


"Kan Keyna sama Devan gak tau kalau ternyata semuanya ada di sini," ucap Keyna.


"Kamu itu jangan belain suami kamu ini," ucap Mama Vanka.


Devan yang terkenal dengan kekejaman hanya diam saja saat berhadapan dengan keluarga besarnya, lebih tepatnya perempuan di keluarga besarnya bahkan mereka tidak takut saat Devan menatap mereka dengan tatapan yang tidak bersahabat.


"Halo Kakak cantik," sapa Clara.


"Halo juga Clara, lama gak ketemu ya gimana keadaan kamu?" tanya Keyna.


"Tenang Kak, Clara itu selalu baik-baik aja kok," ucap Clara.


"Halo Kakak cantik," ucap Aldy dengan menirukan gaya bicara Clara.


"Apa sih Kak Aldy ini, gak jelas banget," ucap Clara dengan kesal.


"Al, udah deh gak usah di godain Clara nya," ucap Kak Ella, Kakak dari Aldy.


(Silsilah keluarga Dante ada di Bab 29 ya!)


"Kak Keyna gimana sama calon dedek bayinya sehat-sehatkan didalam perut Kak Keyna?" tanya Aldy yang membuat semua orang disana terkejut termasuk Keyna.


Sedangkan, Devan hanya menatap Aldy dengan tatapan yang sulit diartikan.


"SAYANG KAMU HAMIL!" teriak Mama Vanka dan menghampiri Keyna lalu memeluk Keyna dengan sayang.


"Akhirnya, Mama bakal punya dua cucu hiks hiks," lanjut Mama Vanka yang masih memeluk Keyna sambil menangis.


Keyna bingung harus menanggapi sikap Mama Vanka, Keyna merasa kasihan karena semua yang ada dipikiran Mama Vanka tidak terpenuhi bahkan sampai saat ini pun Keyna belum pernah melakukan hal yang dilakukan pasangan suami istri pada umumnya.


Saat Keyna akan menjawab pertanyaan dari Aldy tiba-tiba ia dikejutkan dengan jawaban dari Devan.


"Keyna keguguran, Ma," ucap Devan.


"Keguguran! kok bisa?" tanya Papa Alex yang tentunya terkejut dengan perkataan Devan.


"Iya, Keyna sama Devan gak tau kalau Keyna hamil dan Keyna masih melakukan pekerjaannya jadi dia kecapean dan keguguran," ucap Devan dengan santai.


"Ya ampun sayang, seharusnya kamu tinggal sama Mama aja pasti Mama bakal jaga kamu sama cucu Mama hiks hiks," ucap Mama Vanka dengan tangisan yang semakin kencang.


'Wah Devan pintar sekali berakting, dia harus mendapatkan penghargaan aktor pendatang baru terbaik,' ucap Keyna dalam hati.


Devan hanya menatap Keyna dan menaikkan alis kanannya, "Maaf ya Ma, Keyna juga masih baru, jadi Keyna gak tau kalau Keyna lagi hamil," ucap Keyna dengan raut wajah sedihnya.

__ADS_1


'Maafin Keyna Ma, Keyna harus bohong ke Mama,' ucap Keyna dalam hati.


"Yaudah, kamu harus tetep jaga kesehatan nanti biar Kakak bantu," ucap Kak Ella.


"Makasih ya, Kak," ucap Keyna.


Kediaman Erland sangat ramai dengan obrolan masing-masing hingga suara ledakan terdengar dari luar, "Ada apa?" tanya Om Frans.


"Sepertinya ada yang bermain dengan kita," ucap Om Danar suami dari Tante Rany dan Ayah dari Aldy.


"Ayo kita lihat," ucap Om Frans.


"Kalian di dalam jangan ada yang keluar," ucap Papa Alex.


Para lelaki pun keluar untuk melihat apa yang terjadi dan untuk para perempuan hanya diam di tempat yakni di ruang tamu, "Kok perasaanku gak enak ya," ucap Tante Rany.


"Mama, jangan mikir yang aneh-aneh, kita tunggu yang lain aja ya," ucap Ella.


"Acha, kamu gapapa kan?" tanya Mama Vanka.


"Acha, gapapa kok Ma, Mama tau kan siapa Acha kalau masalah kayak gini mah gampang dan gak akan buat Acha takut," ucap Acha dengan tenang.


Berbeda dengan Keyna yang mulai takut dan khawatir, Keyna yang melihat Kakak iparnya itu sangat kagum dengan sikap tenangnya, padahal saat ini Kak Acha sedang mengandung.


Mama Vanka yang melihat Keyna gugup pun langsung memegang tangan sang menantu,


"Kamu gapapa kan?" tanya Mama Vanka.


"Keyna gapapa kok, Ma," ucap Keyna yang mencoba tetap tenang, ia tidak mau membuat yang lain khawatir.


Perlu di ketahui bahwa seluruh keluarga Erland tau mengenai identitas keluarganya yang merupakan penguasa di dunia gelap, tapi Keyna sebagai anggota baru keluarga Erland tidak tau mengenai hal itu, jika yang lain tetap tenang karena kejadian seperti ini bukanlah hal baru bagi mereka, tapi bagi Keyna ini merupakan hal yang baru dihadapinya.


"Biarin aja, La. Kamu tau kan gimana mereka, gak mungkinlah mereka bakal ninggalin kita," ucap Kak Acha.


Disisi lain, para lelaki yang mendengar keributan dari luar pun memutuskan untuk keluar, "Ada apa ini?" tanya Papa Alex.


"Oh, ada pengkhianat ternyata, ada apa kesini?" tanya Om Danar.


"Kalian semua masih bisa bersenang-senang didalam setelah apa yang kalian perbuat pada keluarga ku, kalian ingat bukan kalau kalian sudah lama memisahkan aku dan adikku," ucap Dion emosi.


"Kalau awalnya kacung ya tetep aja bakal jadi kacung gak bakal berubah," ejek Andra.


"Andra, kalau ngomong bener," ucap Om Frans.


"Orang sepertimu sangat tidak pantas untuk ada disini, lebih baik bawa teman-temanmu pergi dari sini," ucap Kak Jeffry suami dari kak Acha.


"Aku tidak akan pergi sebelum kalian kembalikan adikku," ucap Dion.


"setelah kelakuan b*jatnya, aku tidak bodoh untuk mengembalikannya padamu," ucap Jeffry yang mulai emosi.


"Devan, kau memang pintar dalam hal strategi dan penjualan, tapi kau gagal memilih anak buah, bagaimana bisa kau punya anak buah seperti sampah ini?" tanya Papa Alex.


"Devan, juga bingung, Pa. Mungkin saat itu Devan masih ngantuk untuk memilih dia, sekarang Devan baru sadar kalau dia tidak ada gunanya," ucap Devan.


"Kalian semua keluarga yang b*adab, kalian pasti akan mendapatkan balasan yang terburuk," ucap Dion.

__ADS_1


"Pa, aku sangat ingin menghancurkan dia, apa bisa?" tanya Andra.


"Izinlah ke Jeffry karena semua permasalahan ini hanya dia yang pantas menghukum Dion dan keluarganya," ucap Om Danar.


"Kak Jeffry, bisa aku bermain dengan dia?" tanya Andra.


"Mainlah, tapi jangan sampai dia mati, buat dia sakit saja, kemarin kau membunuh sandera kesayanganku," ucap Kak Jeffry.


"Hehehe, aku kemarin khilaf kak, janji yang ini gak bakal mati kok," ucap Andra.


Diantara keluarga besar Erland, Andra dan Devan lah yang terkenal kejam, dingin, cuek dan tanpa belas kasihan, tapi jika mereka berdua dibandingkan, maka yang paling kejam adalah Devan.


"Kalian mau jadiin aku mainan kalian, kalian tidak akan bisa karena aku sudah membuat jebakan didalam rumah besar keluarga Erland," ucap Dion dengan bangga.


"Jebakan? maksudmu apa?" tanya Aldy.


Aldy sedari tadi hanya diam karena ia masih bersahabat dengan Dion, tapi jika tindakan Dion menyakiti keluarga besarnya maka ia tidak akan tinggal diam.


"Tenanglah sahabat, aku tidak akan berbuat hal buruk pada keluargamu," ucap Dion.


"Dy, apa kamu yang membocorkan acara hari ini ke sampah satu ini?" tanya Om Frans.


"Gak Om, Aldy berani sumpah kalau bukan Aldy yang kasih tau Dion, lagian setelah kejadian yang Aldy ke rumahnya Kak Devan, itu adalah yang terakhir kali Aldy bantu Dion dan setelah itu udah gak lagi," ucap Aldy.


"Awas aja sampai kamu yang bilang," ucap Om Danar.


"Gak, Pa," ucap Aldy.


"Kau tau bukan kalau hilangnya Dito tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Erland dan kau selalu saja menyalahkan keluarga Erland," ucap Devan.


"Omong kosong, kau mau aku percaya dengan ucapan busuk mu," ucap Dion.


"Kalau kau tidak percaya tidak masalah karena tidak ada ruginya juga untukku," ucap Devan.


"Oke, kalau kalian tidak mau mengembalikan Dito, tapi aku punya satu permintaan ke kalian," ucap Dion.


"Apa?" tanya Om Frans.


"Berikan aku saham perusahaan keluarga Erland dan juga Marva Grup maka akan ku anggap semuanya selesai, bagaimana?" tanya Dion.


"Astaga ternyata tujuan utamamu hari ini untuk mendapatkan saham, kenapa tidak bilang dari tadi?" tanya Om Danar.


"Dasar Dion, kau sangat tidak terduga," ucap Aldy.


"Aku tidak masalah kau menginginkan saham Marva Grup, tapi aku tidak habis pikir nilai dari adikmu yang ternyata seharga saham," ucap Devan.


"Terserah kau mau mengatakan apa, aku tidak peduli. Tapi, bagaimana dengan tawaranku kau pasti tertarik bukan?" tanya Dion.


"Aku tidak tertarik dengan tawaranmu," ucap Devan.


"Kalau begitu kita lihat apa yang akan terjadi didalam sana," ucap Dion yang menunjuk kediaman Erland dengan dagunya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2