Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Ancaman Keyna


__ADS_3

"Aku menahan mereka juga karena ada alasan lain dan bukan hanya karena kamu," ucap Devan.


"Maksud kamu?" tanya Devan.


"Aku menahan mereka karena mereka yang meminta sendiri," ucap Devan dan tersenyum yang membuat Keyna merinding.


"Kenapa mereka minta ditahan? bukannya waktu aku ke sana mereka sendiri yang berteriak untuk meminta keluar?" tanya Keyna.


"Aku hanya akan mengatakan ini ke kamu sayang," ucap Devan.


"Apa?" tanya Keyna.


"Aku punya prinsip, jika orang yang aku tahan mengatakan ingin keluar dari tempat tersebut itu artinya mereka ingin berada di sana selamanya dan jika mereka mengatakan, mereka ingin berada di sana itu artinya mereka ingin keluar," ucap Devan.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Keyna yang tidak mengerti dengan jalan pikiran sang suami.


"Ya, bisa karena bagiku saat orang mengatakan ingin keluar artinya dia tidak ingin hidup tanpa ada kesakitan, saat dia keluar akan aku pastikan jika dia akan semakin bertindak sesukanya dan sebaliknya jika orang itu mengatakan ingin berada di dalam sana karena itu artinya dia tidak ingin dunia tahu jika dia pernah ada dan aku tidak suka itu. Bagaimanapun aku akan membenci orang yang pasrah dengan hidupnya, kalian boleh meminta, tapi jangan menyerah," ucap Devan.


"Aku gak paham deh, tapi bukannya kalau mau minta keluar juga kamu gak akan mengeluarkan mereka?" tanya Keyna.


"Ya, memang benar. Aku tidak akan mengeluarkan mereka jika mereka mengatakan ingin keluar, tapi jika mereka mengatakan untuk memperbaiki hidup mereka maka akan aku keluarkan mereka meskipun tetap aku pantau kehidupan mereka," ucap Devan.


"Apa tidak ada yang pernah mengatakan untuk memperbaiki hidup mereka?" tanya Keyna.


"Tidak sama sekali, mereka lebih suka mengatakan di sana terlalu menyakitkan dan ingin hidup bebas, selain itu mereka juga mengatakan jika mereka tidak ada maka keluarga mereka akan tidak punya apa-apa karena mereka yang bekerja. Itu bukan urusanku, aku hanya ingin mendengar kata yang aku inginkan dan bukan rengekan mereka," ucap Devan.


"Kalau aku yang meminta kamu buat lepasin mereka, kamu juga gak akan melepaskan mereka?" tanya Keyna.


"Aku sudah bilang bukan, kalau aku akan melepaskan mereka karena aku ingin melepaskan mereka dan bukan karena orang lain, aku harap kamu mengerti," ucap Devan.


"Tapi, Dev. Apa yang kamu lakukan ini salah, kamu bisa dihukum karena kamu menyekap orang sesukamu," ucap Keyna.


Devan pun menatap tajam Keyna, "Aku tidak suka jika kau membahas masalah ini, tapi karena kau penasaran maka aku akan membahasnya. Aku melakukannya bukan sesukaku dan untuk masalah hukuman, aku tidak khawatir karena dalam dunia ini hukum bisa di beli ah saja bukan hukum yang bisa dibeli, tapi aparatur negara yang bisa dibeli. Kau tinggal pilih, mau yang mana, denda atau hukuman penjara," ucap Devan.


Devan mengatakan hal tersebut dengan santai, tapi Keyna merasa takut dengan Devan apalagi Devan memanggilnya tidak menggunakan "kamu" melainkan "kau" yang artinya Devan marah karena apa yang mereka bahas kali ini.


Keyna pun memeluk Devan, "Maaf, aku udah bahas ini, aku cuma gak mau kamu kenapa-napa," ucap Keyna.


Devan yang sadar akan perkataannya pun langsung membalas pelukan sang istri, "Maaf sayang, aku juga gak bermaksud buat marah ke kamu, aku hanya terbawa suasana. Tapi, aku sayang banget sama kamu," ucap Devan.


"Sayang, ini baby Arsen rewel kayaknya haus deh," ucap Mama Vanka.

__ADS_1


Keyna pun melepaskan pelukan tersebut, "Kamu mandi dulu deh, biar aku siapin semuanya. Aku juga aku nyusuin baby Arsen," ucap Keyna.


"Iya," jawab Devan.


Namun, sebelum Keyna menyiapkan semuanya Devan tiba-tiba mengecup bibirnya, "Vitamin buat aku lebih semangat," ucap Devan dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Dasar," gumam Keyna dan mengambil alih baby Arsen.


Keyna pun mulai memberikan asi pada baby Arsen di atas kasur dan tak lama setelah itu Devan keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutupi pinggang hingga lututnya.


Keyna segera menoleh ke samping agar ia tidak melihat tubuh atletis sang suami, "Kenal hem?" tanya Devan dan duduk di pinggir ranjang.


"Gak kenapa-napa, kamu ganti baju dulu, aku udah siapin baju kamu. Kalau kamu gak ganti baju, nanti kamu masuk angin lagi," ucap Keyna yang masih menoleh ke samping.


"Lihat aku sayang," ucap ucap Devan dan menarik dagu Keyna agar ia menatap Devan.


"Kok merah gitu?" tanya Devan.


"Udah ah, kamu sana ganti baju jangan godain aku terus," ucap Keyna.


"Yang, bukan aku loh yang godain kamu, tapi kamu yang godain aku," ucap Devan.


"Aku gak godain kamu, tapi kamu. Buktinya ini, kamu buka-bukaan, apanya yang gak godain aku coba," ucap Devan menunjuk dada Keyna.


Ya, baju Keyna memang terbuka karena Keyna tengah menyusui baby Arsen dan Keyna juga tidak terlalu suka jika harus memakai penutup saat di dalam kamar.


"Kamu apaan sih, aku lagi nyusuin baby Arsen ya bukannya godain kamu," ucap Keyna.


"Iya, aku tahu sayangku cintaku. Tapi, masalahnya aku itu tergoda," ucap Devan.


"Ya, itu mah salah kamu, udah kamu pakai baju sana," ucap Keyna.


"Iya iya astaga, kayak gak pernah lihat tubuh aku aja kamu itu," ucap Devan.


"Diem," ucap Keyna dan akhirnya Devan pun memakai bajunya.


"Nanti keluar mau?" tanya Devan.


"Maksudnya?" tanya Keyna.


"Ke markas," ucap Devan.

__ADS_1


"Kamu mau ke markas, yaudah kamu ke markas aja," ucap Keyna.


"Aku lagi ngajakin kamu ini, kamu mau ikut ke markas gak soalnya aku nanti mau ke markas?" tanya Devan.


"Kayaknya gak deh, aku lagi males banget keluar rumah," ucap Keyna.


"Yaudah, kalau gitu kamu di rumah aja ya. Kalau ada apa-apa kamu kabarin aku," ucap Devan dan diangguki Keyna.


"Kamu ke markasnya sekarang?" tanya Keyna.


"Iya, aku ke markasnya sekarang biar nanti aku pulangnya gak kemalaman lagipula kamu gak bisa tidur kan kalau gak ada aku," ucap Devan.


"Enak aja, aku bisa tidur ya walaupun gak ada kamu," ucap Keyna.


"Kalau gitu nanti kayaknya aku pulang agak malaman, jadi kamu kalau mau tidur, tidur duluan aja," ucap Devan.


"Ish, kamu mah. Gak ya, kamu kalau pulang jangan malam-malam nanti kamu kecapean lagi," ucap Keyna.


"Gak kok, aku dari dulu udah terbiasa pulang malam," ucap Devan.


"Yaudah kalian gitu terserah kamu, tapi awas aja ya kalau kamu minta jatah gak akan aku kasih," ucap Keyna dan fokus pada baby Arsen.


"Eh, ngancemnya gak asik deh, yaudah iya aku pulangnya gak malam-malam," ucap Devan dan menghampiri sang istri karena tidak terima dengan ancaman Keyna.


"Aku pergi dulu ya," pamit Devan dan mengecup Keyna.


"Papa cari uang dulu ya jagoan," lanjut Devan dan mengecup pipi sang putra.


Bukan hanya mengecup pipi sang putra, Devan juga mengecup dada sang istri dan tentunya hal itu membuat Keyna terkejut lalu Keyna memukul pundak Devan dan Devan hanya tersenyum jahil padanya.


"Hehehe, lumayan," ucap Devan dan keluar dari kamar sebelum mendapatkan pukulan cinta dari sang istri.


"Kok Papa kamu jadi jahil banget ya sayang, padahal katanya Papa kamu itu mafia kejam loh eh tau-taunya malah gak jelas kayak tadi," ucap Keyna dan baby Arsen hanya berceloteh ria.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2