
Disisi lain, di sebuah apartemen yang tak terlalu besar. Keyna sedang merasa mual fan tubuhnya sangat lemas, "Kamu beneran gapapa?" tanya Kikan.
Ya, Keyna saat ini bersama Kikan di tempat yang entahlah Keyna tidak tahu karena Kikan yang tiba-tiba datang saat Keyna masuk ke dalam bus dan Kikan juga yang mengurus semua kebutuhan Keyna.
Keyna sempat bertanya pada Kikan, tapi Kikan mengatakan jika ia tahu semuanya dan Kikan ingin menemani masa sulit Keyna sebagai sahabat dan keluarga bukan sebagai asisten.
"Aku gapapa, Kan. Tapi, aku bener-bener gak kuat daritadi mual terus dan waktu aku keluarin gak ada yang keluar hiks hiks," ucap Keyna.
"Kok bisa ya? padahal kan kamu gak pernah Mul sebelumnya," tanya Kikan.
"Kayaknya baby-nya lagi kangen sama papanya deh soalnya sebelum ini aku gak pernah mual kayaknya gini karena Devan yang biasanya mual," ucap Keyna.
"Kayaknya Presdir Devan bucin banget sama kamu ya," ucap Kikan.
"Gak lah, Devan gak bucin ke aku. Tapi, emang baby-nya aja yang pinter," ucap Keyna.
"Hehehe, kamu udah pernah periksa kandungan kamu belum?" tanya Kikan.
"Udah pernah sih waktu itu sama Devan," ucap Keyna.
"Bagaimana s deh, aku kirain kamu sendirian," ucap Kikan.
"Gak lah, oh iya Kan. Aku mau tanya, ehm yang tahu kalau aku di sini siapa aja?" tanya Keyna.
"Cuma aku doang," ucap Kikan.
"Kamu serius cuma kamu doang?" tanya Keyna dan diangguki Keyna.
"Terus Celine gimana?" tanya Keyna.
"Dia gak tahu, waktu di bus aku bilang ke dia kalau aku akan pulang ke rumah kakek karena kakekku sakit dan gak ada yang ngerawat. Aku juga udah izin kantor untuk beberapa hari," ucap Kikan.
"Kan," panggil Keyna.
"Kenapa?" tata Kikan.
"Kayaknya aku gak akan kerja lagi di sana, percuma juga aku kabur kalau endingnya aku masih kerja di sana karena nanti pasti bakal ketemu sama Devan," ucap Keyna.
"Iya, aku tahu kok," ucap Kikan.
"Terus kamu gimana kalau aku udah gak kerja di sana? kamu bakal cari model lain?" tanya Keyna.
"Ya gak lah, aku bakal keluar juga. Aku itu cuma asisten dari model Keyna dan gak nerima model lain," ucap Kikan.
"Makasih Kikan dan maaf karena ku udah buat kamu pengangguran," ucap Keyna.
"Gak masalah, kita kan sekarang sama-sama pengangguran," ucap Kikan dan mereka berdua pun tertawa melupakan semua yang terjadi pada mereka.
'Aku akan jaga Keyna seperti yang dikatakan Jordan,' ucap Kikan dalam hati.
# Flashback On #
Kikan yang tengah sibuk dengan berkas milik Keyna pun dikejutkan dengan dering ponselnya.
__ADS_1
"Ish, siapa sih yang nelpon ini, ganggu banget," gumam Kikan dan mengangkat sambungan telepon tersebut.
^^^Halo, siapa ya?^^^
I-ini aku
Kikan pun melihat siapa yang menelponnya.
^^^Oh Jordan, ada apa, Dan?^^^
***Kan, aku mau minta tolong boleh?
^^^Tolong apa?^^^
tolong jaga Keyna***.
^^^Jaga Keyna? maksudnya?^^^
Aku gak tahu, tapi aku ngerasa ada yang gak beres, aku dari tadi telpon dia. Tapi, Keyna gak ngangkat teleponku.
^^^Dia lagi istirahat kali, kan dia emang cuti beberapa hari karena ada sakit.^^^
Iya sih, tapi aneh aja gitu karena setahuku Keyna gak pernah kalau gak jawab telponnya.
^^^Okey, nanti aku coba hubungin Keyna.^^^
I-iya.
^^^Kamu kenapa, Dan? kok suara gagap gitu?^^^
^^^Sama-sama, Dan. Kalau ada apa-apa kamu bilang ke aku aja.^^^
Setelah itu, Jordan pun memutuskan sambungan teleponnya.
"Jordan kenapa deh kok aneh gitu?" tanya Kikan pada dirinya sendiri.
Setelah itu, Kikan pun kembali pada aktifitasnya. Tapi, tiba-tiba saja ia teringat perkataan Jordan dimana Keyna tidak dapat dihubungi akhirnya Kikan pun mencoba menghubungi Keyna dan benar saja, Keyna tidak dapat dihubungi.
"Lah, Keyna kok tumben banget gak bisa dihubungi mana ponselnya mati lagi," gumam Keyna.
Kikan mencoba untuk mengabaikannya, tapi tiba-tiba saja ia ikut khawatir dengan keadaan Keyna dan akhirnya Kikan menuju mansion Devan.
"Gak ada apa-apa kok, gila ya sih Jordan buat aku ke sini jam segini. Kayak maling aja aku jadinya," gumam Kikan.
Baru saja Kikan akan pergi dari tempat tersebut, tiba-tiba saja Kikan melihat Keyna pergi dari mansion tersebut dan Kikan pun mengikuti Keyna hingga akhirnya ia sampai di terminal.
Kikan terus mengikuti Keyna dan ia teringat jika ia pernah melihat Keyna menangis saat di kamar mandi kantor dan mendengar sedikit perkataan Keyna yang dia tidak kuat dengan sikap dingin Devan dan ingin pergi dari Devan.
Maka dari itu, Kikan menyimpulkan jika Keyna sudah menyerah dengan sikap Devan. Kikan pun menyiapkan semuanya dengan menunggu bus tersebut penuh lalu setelah semuanya selesai, Kikan langsung masuk dan duduk di samping Keyna.
Ia terus di tanyai oleh Keyna, tapi Kikan dapat memberikan jawaban yang mampu membuat Keyna diam dan tidak bertanya kembali.
# Flashback Off #
__ADS_1
"Key, kamu makan apa?" tanya Kikan.
"Malam salad yang kemarin aja deh Kan," ucap Keyna.
"Jangan salad lagi dong, kasihan baby-nya makan salad terus," ucap Kikan.
"Udah gapapa, kita harus hemat Kan dan cari pekerjaan buat kebutuhan kita di sini," ucap Keyna.
"Kalau itu mah gampang, Key. Serahin aja ke aku, aku udah pesen ayam sama sayur," ucap Kikan.
Keyna dan Kikan sebenarnya tinggal di apartemen milik Kikan, apartemen tersebut hadiah saat Kikan lulus kuliah dengan predikat terbaik.
Apartemen ini merupakan salah satu apartemen dengan privasi terbaik di kota C, sebab itu Keyna tidak perlu takut karena Devan akan sulit untuk masuk ke apartemen ini kalau ia tidak memiliki apartemen di sini.
"Udah enakan?" tanya Kikan.
"Udah mendingan lah, tapi nih ya Kan. Masa aku udah kangen sama Devan, aku itu gak bisa tidur kalau gak dipeluk sama Devan," ucap Keyna.
"Pasti pelukannya Presdir Devan hangat banget ya makanya kamu gak bisa tidur kalau gak dipeluk Presdir Devan," ucap Kikan.
"Ya, bisa dibilang kayak gitu," ucap Keyna.
"Jadi gimana ini, kita balik apa gimana. Mumpung masih 3 hari loh ini?" tanya Kikan.
"Gak, kita di sini aja jangan pulang. Aku masih belum sanggup kalau harus ketemu sama Devan," ucap Keyna.
"Oke, tapi Key, orangtua kamu gimana?" tanya Kikan.
"Nah itu aku juga gak tahu, aku lupa kalau ada orangtuaku. Semoga aja mereka gak tahu dan Devan gak ngasih tahu mereka, kalua sampai merek tahu bisa-bisa mereka bakal nyeret aku untuk balik ke Devan apalagi Mama," ucap Keyna.
"Iya, sih. Tante Bella itu menakutkan banget," ucap Kikan.
Saat tengah mengobrol lagi-lagi Keyna merasa mual dan ia pun langsung saja ke kamar mandi.
Setelah beberapa saat, akhirnya keadaan Keyna sudah lebih baik dan ia sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.
"Kayaknya Presdir Devan kangen deh sama kamu," ucap Kikan.
"Ngawur kamu, Kan. Devan gak mungkin lah kangen sama aku," ucap Keyna.
"Mungkin aja, buktinya kamu daritadi mual terus loh," ucap Kikan.
"Teori ngawur itu," ucap Keyna.
"Hehehe, biar kayak orang pinter gitu aku," ucap Kikan.
"Untung kamu sahabat aku, Kan. Kalau gak udah gak tau lagi aku," ucap Keyna.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.