
Saat ini, Keyna dan Devan sudah berada di mansion dan Devan melihat perubahan pada diri Keyna, 'Dia kenapa?' tanya Devan dalam hati.
Saat mereka sedang duduk santai di sofa ruang tamu tiba-tiba ponsel Keyna berdering dan Keyna pun mengangkat telepon tersebut,
^^^Halo^^^
Anak nakal ya kamu, mentang-mentang udah nikah lupa sama keluarga!
^^^Astaga Ma, jangan teriak-teriak sakit nih telinga Keyna.^^^
Makanya kalau kamu mau Mama gak teriak-teriak kamu ke rumah Mama, kamu itu udah berabad-abad gak pulang tau!
^^^Iya, nanti Keyna pulang ke rumah Mama.^^^
Jangan sendirian, kamu kalau pulang ajak suami kamu, sesibuk apapun dia, dia harus tetap menyempatkan diri gitu loh.
^^^Iya Mamaku yang cantik, seksi, bahenol pokoknya nanti Keyna ke rumah, udah ya Keyna matiin dulu dadah muaaah!^^^
"Kenapa Mama telepon?" tanya Devan.
"Biasanya jiwa berlebihan Mamaku kambuh," ucap Keyna.
Devan hanya menganggukkan kepalanya karena memang ia sudah tau bagaimana sikap gat berlebihan Mama Bella bahkan Devan juga sering mendengar cerita dari Keyna mengenai pertengkaran aneh yang sering terjadi di keluarga sang istri itu.
"Oh iya Dev, kan Mama minta aku pulang ke rumah terus juga bilang untuk ngajak kamu sekalian gitu, ehm kira-kira kamu ada waktu gak atau kalau emang kamu sibuk gapapa kok, aku gak maksa juga nanti biar aku yang bilang ke Mama, Mama pasti ngerti kok kalau kamu punya banyak kerjaan?" tanya Keyna.
"Aku belum jawab padahal, tapi kamu sudah bilang bicara panjang lebar," ucap Devan.
"Hehehe, jadi gimana?" tanya Keyna.
"Nanti aku temani aku pulang ke rumah lagian aku juga udah lama gak pulang ke rumah Mama Bella," ucap Devan dan membuat Keyna tersenyum.
.
Devan dan Keyna saat ini dalam perjalanan menuju rumah Papa Erwin, sesampainya disana Keyna pun berjalan terlebih dahulu dan meninggalkan Devan.
"MAMA!" panggil Keyna dengan heboh.
"Aduh, suara kamu bikin telinga Mama mau copot tau gak," omel Mama Bella.
"Hehehe, Keyna hanya tersenyum tidak bersalah.
"Loh mana menantu ganteng Mama? dia gak ikut lagi?" tanya Mama Bella sedih wajah sedih.
Belum sempat Keyna menjawab, Devan sudah masuk kedalam rumah dan menjawabnya terlebih dahulu, "Devan disini kok, Ma," ucap Devan.
"Menantu Mama emang ganteng banget, Mama sampai jatuh cinta lagi loh, kalau saja kamu belum nikah udah Mama jadiin pacar kamu," ucap Mama Bella.
__ADS_1
"Kalaupun Devan belum nikah, Devan juga gak mau kali sama Mama," ucap Keyna lalu pergi meninggalkan Mama Bella sebelum sesuatu melayang kepadanya.
"Dasar anak itu, yaudah kamu masuk dulu ya ganteng," ucap Mama Bella.
"Papa mana, Ma?" tanya Devan.
"Oh iya, Papa lagi di taman belakang sama Kelvin," ucap Mama Bella.
"Kalau begitu Devan ke Papa dulu," ucap Devan dan diangguki Mama Bella.
"Pa," panggil Devan yang membuat Papa Erwin dan Kak Kelvin mengalihkan pandangannya kearah Devan.
"Van, udah lama?" tanya Kak Kelvin.
"Gak kok, baru aja," ucap Devan.
"Gimana kerjaan kamu?" tanya Papa Erwin.
"Ya, begitu Pa," ucap Devan.
"Papa bingung kok bisa ya Keyna suka sama kamu yang cueknya minta ampun?" tanya Papa Erwin dan diangguki Kak Kelvin.
"Namanya juga cinta, Pa," ucap Kak Kelvin.
"Papa," panggil Kenzie dan berlari kearah Devan lalu duduk dipangkuan Devan.
"Lah! Papa kamu yang ini Kenzie bukan yang itu," ucap Kak Kelvin.
"Yaudah kalau gitu sini ke Papa," ucap Kak Kelvin dengan mengulurkan tangannya.
Namun Kenzie menggelengkan kepalanya.
"Ndak au, Zie aunya ama uncle Van ja," ucap Kenzie dan memeluk Devan.
"Masih kecil udah tau mana yang cakep," ucap Kak Anggi membawa beberapa cemilan lalu kembali kedalam.
"Yang, jangan ikut-ikutan kayak anaknya deh!" teriak Kak Kelvin dan Kak Anggi pura-pura tidak mendengarnya.
"Van, udah cocok loh," ucap Papa Erwin.
"Cocok apanya, Pa?" tanya Devan.
"Udah cocok jadi Ayah, kamu gak mau apa punya anak?" tanya Papa Erwin dan Devan hanya tersenyum mendengarnya, jujur saja ia masih belum bisa untuk memberikan cucu baik itu untuk orangtuanya ataupun untuk orangtua Keyna.
"Kakak gak kebayang deh kalau nanti kamu punya anak gimana wajahnya, kamu gantengnya gak ngotak terus Keyna juga gitu cantik," ucap Kak Kelvin dengan memelankan kata 'cantik' takut Keyna mendengarnya.
"Kamu tau gak, Van, kalau setiap pasangan itu pengen banget punya keturunan andai kata ada suami yang tidak pengen punya anak pasti yang istri pengen banget punya keturunan, gak mungkin dua-duanya gak mau, kamu sama Keyna gak boleh nyerah, kamu harus terus berusaha," ucap Papa Erwin.
__ADS_1
Perkataan Papa Erwin membuat Devan merasa bersalah terutama pada Keyna, 'Kenapa aku jadi kayak gini? ngapain juga aku ngerasa bersalah?' tanya Devan dalam hati.
"Sebentar l, Papa mau ke Mama kamu dulu ini ada yang nelpon soalnya," ucap Papa Erwin yang diangguki Devan dan Kak Kelvin.
"Van, kalau kamu memang tidak suka dengan Keyna bilang ke aku, aku bakal bawa Keyna, aku tau kalau kamu tidak menyukai Keyna bukan, jadi lepaskan dia, aku sebagai kakaknya ingin Keyna bahagia bukan seperti ini. Aku merestui kalian karena aku percaya padamu, tapi kamu menghancurkan keperjakaanku," ucap Kak Kelvin.
"Maksud Kak Kelvin apa?" tanya Devan.
"Sekarang aku tanya apa kamu menyukai Keyna?" tanya Kak Kelvin dan membuat Devan diam seribu bahasa.
"Aku sudah tau jawabanmu jadi kembalikan adikku," ucap Kak Kelvin.
"Gak," jawab Devan.
"Aku bahkan tau kalau kau tidak pernah menyentuhnya bukan, jadi bagaimana bisa kalian memiliki keturunan jika Keyna saja belum pernah kamu sentuh layaknya istri di luaran sana," ucap Kak Kelvin.
"Aku memang belum menyukai Keyna, tapi aku ingin Keyna selalu ada di dekatku, aku akan berusaha untuk menyukainya. Bukan hanya menyukainya, tapi juga mencintainya dan membahagiakannya Kak Kelvin bisa pegang kata-kataku," ucap Devan.
"Oke, kalau sampai kamu mengecewakanku, maka jangan salahkan aku untuk mengambil Keyna dan kamu tidak berhak lagi atas Keyna," ucap Kak Kelvin dan diangguki Devan.
Entahlah apa yang terjadi pada Devan, tapi kali ini ia merasa jika itu bukan dirinya karena dalam hidup Devan, ia tidak pernah menuruti perkataan orang lain.
Setelah perbincangan itu seketika suasana menjadi canggung yang ada hanya celotehan Kenzie yang entahlah Devan dan Kak Kelvin pun tidak mengerti.
.
Disisi lain, Keyna saat ini sedang bersama Kak Anggi dan Mama Bella di dapur, "Keyna, kamu gak mau ngasih Mama cucu apa?" tanya Mama Bella.
"Hem, bahas nya itu lagi, Mama gak ada hal lain yang harus dibicarain apa bosen tau gak Mama nanyanya itu terus," ucap Keyna.
"Gak ada hal lain yang perlu Mama bicarain, Mama itu udah gak sabar pengen punya cucu dari Devan tau gak," ucap Mama Bella dan membuat Keyna memutar matanya malas.
"Bener kata Mama, Kakak juga gak sabar tau punya ponakan yang ganteng sama cakep," ucap Kak Keyna.
"Kak Anggi Mah," ucap Keyna.
"key aku, kamu harus cepet ngasih cucu untuk Mama loh ya, tunggu! apa jangan-jangan kamu belum ngasih hak-nya Devan, kalau kamu emang belum ngasih, kamu harus segera ngasih hak-nya Devan nanti Devan malah cari cewek lain lagi buat pelarian soalnya dia belum dikasih jatah sama istrinya," ucap Mama Bella.
"Mama apa-apaan sih, Keyna sama Devan nikah juga udah beberapa bulan ya masa Keyna belum ngasih hak-nya Devan sih, lagian pernikahan Keyna dan Devan masih baru banget dan belum juga setahun jadi santai ajalah," ucap Keyna.
"Tapi kita gak ada yang tau isi hati suami kamu Key, siapa tau Devan pengen banget punya anak, tapi dia takut kamu-nya yang gak mau," ucap Kak Anggi.
Tiba-tiba Keyna teringat akan perempuan yang ada dipangkuan Devan saat ia di rumah sakit, 'Apa aku harus ngasih hak-nya Devan ya?' tanya Keyna dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.