Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Ajakan Keyna


__ADS_3

"Kau bisa bicara yang jelas sebelum marah-marah kan, kalau kau langsung marah-marah seperti ini bagaimana aku jawabnya," ucap Devan.


"Huh, oke, kenapa Kakak bunuh Dion?" tanya Aldy.


"Oh jadi masalah Dion, kenapa memangnya? apa kau marah karena temanmu itu sudah tidak ada?" tanya Devan.


"Kak, aku serius kenapa Kakak membunuhnya?" tanya Aldy yang menatap tajam Devan.


"Apa aku harus diam saja saat istriku dilecehkan oleh b*j*ng*n seperti dia?" tanya Devan.


"Apa maksud Kakak?" tanya Aldy.


"Kau tahu, aku selama ini bersabar dengan pria itu, tapi kesabaranku ada batasnya jadi kalau kau ingin membelanya itu terserah mu," ucap Devan.


"Bagaimana cara Kakak membunuh Dion?" tanya Aldy.


"Sangat mudah, aku tidak menggunakan tanganku karena aku tidak ingin mengotori tanganku hanya untuk pria seperti dia," ucap Devan.


"Apa Kakak menyuruh anak buah Kakak menembak Dion?" tanya Aldy dan Devan hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku juga tidak ingin anak buahku membunuh pria tidak tau diri itu," ucap Devan.


"Lalu bagaimana cara Kakak membunuh Dion kalau tidak menyuruh anak buah Kakak?" tanya Aldy.


"Kenapa kau menanyakan hal itu?" tanya Devan.


"Aku ingin melihat jasadnya, bagaimanapun juga dia masih temanku," ucap Aldy.


"Teman yang setia, tapi sayang kau tidak akan bisa melihat jasadnya," ucap Devan.


"Kenapa tidak bisa?" tanya Aldy, ia semakin bingung bagaimana Devan membunuh Dion.


"Karena saat ini Dion sudah berada di perut Leon," ucap Devan dengan santai.


"Maksud Kakak apa? Kakak kasih daging Dion ke Leon?" tanya Aldy.


"Dion dimakan Leon secara hidup-hidup," ucap Devan.


"Kak Devan bercanda kan, gak mungkin Kakak ngasih Dion ke Leon?" tanya Aldy.


"Aku tidak bercanda, kalau kau tidak percaya, aku akan kirimkan videonya, kau tau bukan kalah aku sangat tidak suka seseorang mengusik hidupku," ucap Devan lalu masuk kedalam rumah.


"Kenapa jadi seperti ini?" tanya Aldy dengan suara pelannya.


"Om tahu kamu yang memberitahukan mengenai kumpul keluarga saat itu, Dy. Devan juga tahu, tapi dia diam karena Ryna yang memohon kepada Devan untuk tidak menyakitimu," ucap Papa Alex lalu mengikuti Devan masuk kedalam rumah.


"Maaf, Om," gumam Aldy.


"Iya, semuanya sudah berlalu sekarang kamu kembali ke dalam aja," ucap Papa Alex lalu Aldy pun masuk kedalam rumah.


"Kenapa kamu kayak sedih gitu, Dy?" tanya Keyna saat melihat Aldy masuk kedalam rumah dengan wajah sedihnya.


"Kakak jangan muncul di hadapanku dulu ya, kalau Kakak muncul di hadapanku rasanya aku pengen banget bunuh kakak," ucap Aldy yang tentunya membuat Keyna terkejut.


Akhirnya Keyna memutuskan untuk menjauh dari Aldy, Keyna masih takut saat Aldy terus menatapnya ,'Ada apa dengan Aldy? kenapa dia menatapku dengan sangat menakutkan seperti itu?' tanya Keyna dalam hati.


Saat ini ruang tamu sangat ramai karena semua keluarga besar Erland berkumpul, Devan yang melihat Keyna seperti ketakutan pun akhirnya Devan mengikuti arah pandang Keyna. Devan mengerutkan keningnya saat melihat Aldy yang menatap Keyna seperti ingin menguliti Keyna.


"Kalau kau masih melihat Keyna seperti itu akan ku pastikan hari ini kau tidak akan memiliki mata sebelah kanan," ucap Devan dengan dingin dan membuat semua orang yang awalnya sibuk dengan dunianya masing-masing pun menoleh kearah Devan.

__ADS_1


"Ada apa, Dev? kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Mama Vanka.


Devan tidak menjawab pertanyaan Mama Vanka dan masih menatap Aldy yang masih menatap Keyna, Devan berdiri dan menarik kerah pakaian yang dikenakan Aldy.


Aldy tentunya terkejut dengan tindakan Devan karena memang sedari tadi Aldy fokus dengan Keyna sampai tidak mendengarkan ancaman Devan, Tindakan Devan tentunya membuat semua orang yang ada di sana terkejut.


"Kau tidak dengar perkataanku hah, aku bilang kalau kau berani menatapnya maka mata sebelah kananmu akan ku ambil, jadi karena kau tidak mengindahkan peringatanku maka bersiap-siaplah untuk kehilangan mata kananmu," ucap Devan.


"Kak," panggil Aldy.


"Kenapa hah, kau pikir aku tidak tau kalau dari tadi kau menatap istriku dengan tatapan ingin membunuhmu itu," ucap Devan.


"Dev, udah," ucap Mama Vanka, Devan pun kembali duduk disebelah Keyna dan menggenggam tangan Keyna.


Suasana menjadi canggung bahkan sedari tadi terasa sangat hening, "Ini kenapa jadi diem kayak gini sih kan gak enak jadinya," ucap Kak Ella.


"Tau nih, kalau udah selesai kita pulang aja yuk sayang," ucap Andra lalu menggenggam tangan Vania dan pergi meninggalkan kediaman keluarga Erland.


"Kalau begitu kami pulang dulu ya Kak, kapan-kapan kita kesini lagi," ucap Tante Ryna.


Beberapa saat kemudian, semua keluarga lainnya pun pulang dan saat ini hanya ada keluarga Papa Alex yang di ruang tamu karena semua orang sudah kembali ke rumahnya masing-masing, "Kalian tidurlah," ucap Papa Alex.


Tanpa basa basi, Devan membawa Keyna naik ke kamarnya, "Dev, maaf, karena aku semuanya jadi kayak gini," ucap Keyna yang merasa bersalah.


"Sudahlah, lebih baik kau tidur jangan memikirkan hal ini," ucap Devan dan diangguki Keyna.


.


Pagi harinya, Keyna membuka matanya, namun ia terkejut saat mendapati dirinya berada didalam kamar Devan, lebih tepatnya kamar mereka di mansion milik Devan.


Keyna melihat sekelilingnya dan tidak mendapati Devan, "Devan kemana? kenapa aku bisa ada disini kayaknya kemarin aku di kamarnya Devan yang di rumah Mama Vanka deh?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


"Tuan Devan sudah pergi dari tadi pagi Nyonya," ucap Ganish.


"Dari tadi pagi, kalau aku boleh tau, jam berapa aku pulang ke rumah ini, Ganish?" tanya Keyna.


"Nyonya pulang tadi jam 2 malam," ucap Ganish.


"Oh yasudah," ucap Keyna lalu keluar rumah untuk pergi ke kantor.


"Nyonya tidak makan terlebih dahulu," ucap Salma.


"Gak deh, aku akan makan dengan teman-temanku saja nanti di kantor," ucap Keyna dan diangguki Salma.


Keyna saat ini berada di kantin bersama dengan Kikan dan Celine tentunya, Kikan sedari tadi mengacuhkan Celine karena ia masih marah dengan Celine yang tidak memberitahukan Ayah dari anak yang dikandung Celine.


"Kan, maaf ya, aku tau salah, aku kan udah cerita semuanya ke kamu sama Keyna," ucap Celine.


"Hem," jawab Kikan yang masih tidak menatap Celine.


"Nanti dia mau ngajak aku jalan-jalan, kalian mau ikut gak sekalian kenalan sama dia?" tanya Celine.


"Maulah," ucap Kikan dengan semangat.


"Kan!" peringat Keyna.


"Hehehe, gapapa Key. Kita ikut aja, aku penasaran sama Ayahnya si baby cakep gak," ucap Kikan.


"Kalau gitu gimana lalu kita triple date aja," ucap Celine.

__ADS_1


"Triple date?" tanya Keyna.


"Iya, jadi nanti aku sama Ayahnya si baby, Kikan biar bawa ayang bebnya terus kamu bawa suami kamu," ucap Celine.


"Boleh tuh, aku kabarin ayang bebku dulu," ucap Kikan lalu menghubungi kekasihnya.


Sedangkan, Keyna hanya diam, ia tidak berani mengajak Devan untuk triple date.


"Kenapa diem aja, Key, kamu kabarin Presdir Devan, ajak Presdir Devan buat triple date, emang kamu mau nanti kamu jadi obat nyamuk antara aku sama Kikan," ucap Celine.


"Tapi, kenapa gak kamu sama Ayahnya si baby aja terus biar aku sama Kikan berdua gitu?" tanya Keyna.


"Gak ah, nanti malah kalian berdua yang jadi nyamuknya, kalau kalian bawa pasangan masing-masing kan enak gitu," ucap Celine.


"Tapi nanti Ayahnya si baby malah gak nyaman gitu, kan rencananya kamu mau jalan-jalan sama dia doang," ucap Keyna.


"Santai aja, kalau masalah itu gampang dia juga pernah bilang kapan-kapan mau jalan kok sama temen-temenku, yaudah hari ini aja mumpung nanti kita pulangnya cepet," ucap Celine.


"Aku udah kabarin pacarku dan dia mau, kamu gimana, Key? Presdir Devan mau gak?" tanya Kikan.


"Dia belum kabarin Presdir Devan, ayolah Keyna," ucap Celine.


"Yaudah, bentar aku kabarin dulu, tapi aku gak janji ya Presdir Devan mau, kalian kan tau sendiri kan gimana sifat Presdir Devan," ucap Keyna.


"Iya gapapa," jawab Celine dan Kikan.


Keyna pun menghubungi nomor Devan hingga beberapa saat kemudian, Devan pun mengangkat sambungan telepon tersebut.


Ada apa?


^^^Hem, Dev. Ini kan Celine nanti mau ngajak triple date, kamu mau ikut gak? kalau kamu gak aku ikut gapapa kok, aku juga gak maksa, lagian kamu pasti sibuk di kantor.^^^


Aku belum jawab padahal, tapi kamu sudah berkata seperti itu.


^^^Bagaimana? tapi aku tidak memaksa kok, aku juga bisa membatalkannya nanti.^^^


Nanti aku ikut, nanti aku jemput


Setelah mengatakan hal itu, Devan pun lalu memutuskan sambungan telepon tersebut.


Jawaban Devan tentunya membuat Keyna terkejut, ia pikir Devan akan menolaknya, tapi justru Devan menerimanya dan mau triple date dengan teman-temannya.


"Gimana Presdir Devan mau?" tanya Celine.


"Huh, iya dia nanti jemput aku," ucap Keyna.


"Akhirnya cita-cita kita dulu buat triple date tercapai juga," ucap Celine dengan semangat.


Disisi lain, Devan bingung dengan jawabannya tadi, "Kenapa aku tiba-tiba mengiyakan ajakan Keyna, Devan sadarlah," gumam Devan.


Meskipun begitu Devan tidak menyesal telah mengiyakan ajakan Keyna tadi untuk triple date, justru Devan tersenyum lebar karena ajakan Keyna.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2