Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Ingin Bertemu


__ADS_3

Devan dan Keyna memutuskan untuk pulang dan tidak menginap di kediaman keluarga Erland, lebih tepatnya Devan yang memutuskan dan Keyna hanya mengikuti saja.


"Ada apa?" tanya Devan seolah mengerti jika ada sesuatu yang mengganggu pikiran Keyna dan ingin ia tanyakan.


"Gak kok," ucap Keyna.


"Aku tidak akan memberikan kesempatan lagi jadi cepat katakan ada apa?" tanya Devan.


"Hem, waktu di rumah Mama tadi siapa yang datang?" tanya Keyna.


"Orang gak jelas, udah gak usah dipikirin," ucap Devan.


'Kalau tau gini kan aku gak tanya pasti ujung-ujungnya disuruh diem gak boleh mikirin ini itu, tadi di rumah Mama juga kayak gitu, kan aku jadi makin penasaran,' ucap Keyna dalam hati.


"Tapi, tadi Aldy kayak takut banget kalau dia dibilang pengkhianat emangnya kenapa kok sampai Aldy di tuduh kayak gitu? makanya tadi aku tanya siapa yang dateng, aku denger katanya dia temennya Aldy ya, tapi kok banyak yang gak suka gitu sama temennya aldy? emangnya dia salah apa?" tanya Keyna.


"Bukan apa-apa, aku harap kamu tidak penasaran untuk masalah itu atau kamu akan dapat masalah," ucap Devan.


"Apa kamu perhatian denganku?" tanya Keyna.


"Itu bukan perhatian, itu adalah peringatan karena kalau sampai kamu terlibat maka kamu akan sangat menyusahkan bukan hanya untukku, tapi untuk keluargaku jadi lebih baik kamu diam dan jangan ikut campur, kamu hanya perlu menurut seperti anjing terhadap Tuannya," ucap Devan.


Tanpa Devan sadari ucapannya tersebut membuat Keyna sakit hati, 'Bagaimana bisa Devan memberikan perumpamaan yang sangat menyakitkan padahal aku ini istrinya, tapi dia menganggap ku seperti anjing dengan Tuannya,' ucap Keyna dalam hati.


Keyna ingin sekali menangis saya ini, tapi ia mencoba untuk menahannya, ia tidak mau dianggap lemah oleh Devan dan akhirnya harus direndahkan kembali.


Beberapa saat kemudian, Devan dan Keyna pun sampai di mansion mewahnya, "Kamu naiklah dulu, aku masih ada kerjaan dan ingat jangan cari masalah," ucap Devan lalu berjalan menuju ruang kerjanya bersama Mike dan Dennis.


Sedangkan, Keyna kembali ke kamarnya, "Hem, sendiri lagi, aku ini udah nikah, tapi kayaknya masih belum punya pasangan aja, padahal aku sama Devan gak ada perjanjian apapun soal pernikahan, tapi kenapa seolah-olah aku sama Devan ada perjanjian gini ya?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


"Udahlah gak usah mikirin itu, lebih baik aku mandi terus istirahat," lanjut Keyna.


***


Disisi lain, Devan sudah berada di ruang kerjanya, "Kenapa Mike? sepertinya dari tadi kau ingin membicarakan sesuatu?" tanya Devan.


"Maaf, Tuan, tadi saya mendapat kabar jika di perusahaan terdapat kesalahan dalam menerbitkan jumlah nominal untuk persediaan tahun ini," ucap Mike.


"Apakah perusahaan mengalami kerugian?" tanya Devan.


"Tidak Tuan, tapi banyak investor yang mempertanyakan mengenai kebenaran itu dan meminta untuk mengadakan rapat dengan Tuan," ucap Mike.


"Apa si berandalan Toy ada di dalam list?" tanya Devan.


"Iya, Tuan," ucap Mike.


"Kalau begitu tentukan kapan akan diadakan rapatnya," ucap Devan.


"Apa Tuan yakin, seandainya ini semua rencana dari Toy maka bisa jadi Tuan Devan akan terkena masalah?" tanya Mike.


Ia tahu bagaimana obsesinya Toy dengan perusahaan milik Devan, sebab itu ia sampai membeli beberapa saham miliki Devan.


"Kau tidak perlu tanya hal itu Mike, tugasmu hanya menyiapkannya dan undang para pemegang saham dan ah iya satu lagi kirim berkas yang waktu itu ada di dalam kotak hitam," ucap Devan.

__ADS_1


"Kotak yang ada di dalam mobil hitam milik Tuan?" tanya Mike.


"Hem," jawab Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike lalu keluar dari ruang kerja Devan.


"Ada apa?" tanya Devan kepada Dennis.


"Tuan, saya ingin memberitahukan jika senjata api MG-42 dan M2HB 'Ma Deuce' BMG sudah datang dan saat ini berada di ruang bawah tanah," ucap Dennis.


"Wah! akhirnya barang incaranku sudah datang, bagus Dennis lanjutkan pekerjaanmu dan satu lagi sekarang pilih obat penenang terbaik yang ada di dunia karena aku ingin menenangkan seseorang," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Dennis.


"Ah satu lagi buat dosis yan paling kuat, tapi jangan sampai membuat seseorang meninggal karena aku akan bersenang-senang terlebih dahulu," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Dennis dan pergi dai ruang kerja Devan.


Beberapa saat kemudian, Mike pun datang dengan kotak hitam, "Mike, buka kotak itu!" perintah Devan.


Mike pun membuka kotak hitam tersebut dan terdapat berkas-berkas yang sudah cukup lama karena terlihat warna kertas tersebut yang sudah mulai pudar dan menjadi kecoklatan.


"Mike, cari pria ini. Dia yang menjadi dalang kematian Om Zacky, aku yakin itu!" perintah Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike.


"Tuan, maaf saya lancang bertanya," ucap Mike dengan hati-hati karena ia takut jika Devan marah.


"Apa?" tanya Devan.


"Menurutmu?" tanya Devan.


"Maaf, Tuan," ucap Mike.


"Aku akan balas dendam dengan dia, tapi tidak dengan tanganku sendiri," ucap Devan yang membuat Mike mengerutkan keningnya.


Mike tidak tau apa saja rencana yang dimiliki Tuannya, ia hanya melakukan apapun yang disuruh Devan, tapi ia tidak berani untuk menanyakannya.


"Kita buat keluarga Dion hancur, besok kita akan ke negara C, kita buat kejutan untuk keluarga pecundang itu," ucap Devan.


"Tapi, Tuan besok ada rapat dengan para pemegang saham," ucap Mike.


"Kalau begitu kita berangkat setelah rapat, apa ada jadwal lain besok?" tanya Devan.


"Besok Tuan Devan juga ada pertemuan dengan manager First Entertainment," ucap Mike.


"Suruh seseorang menggantikan ki, aku tidak ingin menunda hadiahku untuk Dion," ucap Devan dan diangguki Mike.


"Mike, apa Keyna sudah masuk kedalam kamarnya?" tanya Devan.


"Iya, Tuan, tadi saya suruh Bi Nani untuk memeriksa Nyonya Keyna dan saat ini Nyonya Keyna sedang istirahat didalam kamarnya," ucap Mike.


"Bagus, keberangkatanku kali ini jangan sampai di ketahui Keyna," ucap Devan.

__ADS_1


"Baik, Tuan," ucap Mike.


"Kau boleh pergi dan periksa kembali orang yang memberitahukan acara hari ini ke Dion!" perintah Devan.


"Ah iya, Mike, aku juga curiga ke orang yang sudah meneror Keyna jadi jangan lupa periksa dia," lanjut Devan dan diangguki Mike.


"Apa Tuan ingin memberikan dia pelajaran hari ini?" tanya Mike.


"Tidak, biarkan dia tenang sebelum dia bertemu dengan seorang iblis ini," ucap Devan dan Mike pun pergi dari ruang kerja Devan.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kau bahagia pengkhianat, aaah banyak sekali pengkhianat yang ada di sekelilingku," gumam Devan dan mencoba untuk memejamkan matanya.


Baru saja ia memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya berdering dan memperlihatkan siapa yang meneleponnya, "Halo ada apa?" tanya Devan.


"Aku ingin bertemu Sammy bisa gak?" tanya Rangga, ya orang yang menelpon Devan adalah Rangga sahabat Devan.


"Kenapa kau ingin bertemu Sammy?" tanya Devan.


"Gue ini juga mantan sahabat dari Sammy, jadi penasaran lah gimana keadaannya," ucap Rangga.


"Dia udah sekarat jadi gak butuh orang buat jenguk dia," ucap Devan.


"Astaga, Van, jahat banget mulut lo. Gue pengen ketemu dia, gue gak pernah ketemu sama dia kurang lebih selama 6 tahun, gue juga pengen tau kali gimana kondisi dia," ucap Rangga.


"Kapan lo berangkat?" tanya Devan.


"Gue ini udah ada di negara X," ucap Rangga.


"Kenapa lo kasih tau gue kalau lo pengen ketemu Sammy, tapi lo udah di negara X dasar b*doh," maki Devan.


"Ya, karena kalau gue bilangnya pas disana pasti lo bakal ngelakuin apapun buat halangin keberangkatan gue kan kalau gue udah di negara X setidaknya lo gak akan ngelakuin hal aneh kan," ucap Rangga.


"Lo lupa kalau disana gue juga punya anak buah hah, gue bisa nyuruh anak buah gue buat bunuh lo sekarang juga," ucap Devan.


"Van, santai dong, gue udah ijin ke Tante Vanka kok dan Tante Vanka juga ngizinin gue buat ketemu Sammy, masa lo gak sih," ucap Rangga.


"Dua hari lagi gue bakal ke negara X, lo kesana nya nanti setelah gue udah di negara X," ucap Devan.


"Kelamaan, Van, kalau nunggu lo," ucap Rangga.


"Terserah lo, kalau lo gak mau yaudah lo gak usah ketemu sama Sammy," ucap Devan.


"Oke oke, gue bakal nunggu sampe lo dateng, tapi kalau bisa agak cepetan ya," ucap Rangga, tapi tidak direspon oleh Devan justru Devan memutuskan sambungan telepon tersebut.


Setelah memutuskan sambungan telepon tersebut, Devan pun membuka laci kedua pada meja kerjanya, Devan menatap sendu foto 4 pria yang berada di puzzle diamond yaitu sebuah restoran yang sangat terkenal di negara A.


"Seharusnya kalian tidak membuatku kecewa," gumam Devan.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2