Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Kenapa Kamu Bohong?


__ADS_3

Pagi harinya, Keyna pun terbangun dan merasakan tubuhnya di peluk dengan erat oleh seseorang dan Keyna segera melihat ke seseorang saat ini berada di hadapannya.


Keyna hanya tersenyum melihatnya lalu melihat ke sekelilingnya dan betapa terkejutnya Keyna saat melihat banyak orang yang sudah ada didalam kamar inapnya, semua keluarga Keyna dan Devan ada disana dan menatap horor ke arah Keyna.


Keyna yang mulai sadar pun langsung membangunkan Devan, "Dev, bangun banyak orang disini," bisik Keyna dan menggoyangkan lengan kekar Devan.


Devan pun mulai terganggu dan membuka matanya secara perlahan dan yang ia lihat pertama kali liat ialah dada Keyna lalu tanpa aba-aba Devan mengecup dada Keyna dan beralih ke bibir Keyna.


Setelah itu, barulah Devan duduk dan terkejut melihat keluarganya yang ada di kamar inap Keyna dengan tatapan tajam ke arah dirinya, namun Devan dapat mempertahankan wajah datarnya sehingga tidak terlihat terkejut.


Berbeda dengan Devan, Keyna justru gugup apalagi setelah perlakuan Devan yang mengecup dada dan bibirnya tadi yang pastinya keluarga mereka tau.


"Kalian ngapain disini?" tanya Devan, namun belum turun dari brankar.


"Kenapa emangnya Kak? kita ganggu ya?" tanya Vio dengan menaikkan turunkan alisnya.


"Gak, cuma tanya aja," ucap Devan lalu turun dan keluar dari kamar inap tersebut.


"Kakak, gimana jantung Kakak aman gak?" tanya Vio menghampiri Kakak ipar nya dengan heboh.


"Hah! eng-aman kok," ucap Keyna dengan gugup.


"Gak usah gugup Kak, Kak Devan gak gigit kok, tapi Vio gak tau sih Kakak pernah di gigit Kak Devan apa belum," goda Vio dan Keyna tentu saja merasa malu.


"Yaudah, gapapa, nanti Devan pasti gigit kamu kok," ucap Mama Bella yang semakin membuat Keyna malu.


"Adikku tercinta ternyata bisa sakit ya," ejek Kak Kelvin.


"Apa sih Kak, Keyna ini sakit loh harusnya Kak Kelvin itu puji Keyna bukannya ngejekin Keyna," ucap Keyna dan berpura-pura sedih.


"Kamu ini ya sehari aja jangan ngeledekin Adiknya, dewasa dikit harusnya kamu jaga Adik kamu bukannya ngeledekin," ucap Kak Anggi.


Keyna yang mendengarnya pun langsung tersenyum ke arah Kak Anggi "Makasih, Kakak ipar cantikku," ucap Keyna.


"Loh, Kenzie nya mana, Kak?" tanya Keyna.


"Kenzie Kakak sembunyiin biar kamu gak macam-macam sama anak Kakak," ucap Kak Kelvin.


"Astaga, Kak Kelvin ini tau aja," ucap Keyna.


"Sayang, kamu kemarin malam nyenyak ya tidurnya?" tanya Mama Vanka.


"Iya, Ma, kenapa emangnya?" tanya Keyna.


"Soalnya waktu Mama datang kemarin kamu gak keganggu sama sekali bahkan kamu sama Devan makin erat pelukannya," ucap Mama Vanka dan membuat Keyna kembali malu karena itu artinya pelukannya semalam dipergoki Mama Vanka.


"Kamu kapan ngasih cucu ke Mama, Key?" tanya Mama Bella.


"Doain aja ya Ma, Keyna juga pengen, tapi kan emang belum di kasih aja lagipula gak ada yang tau kan kapan bakal dikasihnya," ucap Keyna.

__ADS_1


"Kamu udah berusaha belum? Devan udah nyentuh kamu belum?" tanya Mama Bella.


Keyna pun semakin gugup mendengar pertanyaan Mama Bella, Keyna tau arah pembicaraan Mama Bella yaitu hubungan intim suami-istri, tidak mungkin Keyna mengatakan yang sebenarnya jika selama ini ia tidak pernah melakukan hal intim selayaknya suami-istri pada umumnya dengan Devan.


"U-udah kok, Ma," ucap Keyna.


'Maaf ya Ma, Keyna bohong ke Mama, Keyna gak tau harus gimana, Keyna masih belum siap kehilangan kehormatan Keyna meskipun Devan itu suami Keyna, tapi Key akan memberikannya jika memang Devan meminta, tapi selama ini Devan pun tidak pernah meminta ke Key, sekali lagi maaf ya Ma. Keyna sayang Mama,' ucap Keyna dalam hati.


"Iya, gapapa, yang pentingkan kalian udah usaha," ucap Mama Bella dengan tersenyum.


Kak Kelvin pun mendekat ke arah Keyna, "Kenapa kamu bohong?" tanya Kak Kelvin.


Pertanyaan Kak Kelvin tentunya membuat Keyna gugup dan merasa takut karena rahasianya diketahui Kak Kelvin bahkan pertanyaan Kak Kelvin membuat tubuh Keyna membeku mendengarnya dan untung saja hanya Keyna dan Kak Kelvin yang tau.


"Kamu istirahat dulu ya sayang, Kita pulang," ucap Mama Bella dan diangguki Keyna.


"Vio, disini aja ya Ma, jagain Kak Keyna," ucap Vio.


"Yaudah, kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin Mama atau Papa," ucap Mama Vanka dan diangguki Vio.


***


Disisi lain, setelah Devan keluar dari kamar inap Keyna, ia segera menuju hotel terdekat dan membersihkan tubuhnya, Devan tadi meminta Mike untuk membawakan pakaiannya.


Setelah bersiap-siap, Devan pun keluar dengan gagahnya dan masuk kedalam mobil, "Mike, bagaimana apa kau sudah tau siapa yang membuat Keyna seperti ini?" tanya Devan.


"Ini, Tuan," ucap Mike dan memberikan Ipad-nya ke arah Devan.


"Dia adalah manager di agensi tempat Nyonya Keyna bekerja yaitu Miss Kelly, Tuan," ucap Mike.


"Oh, jadi dia orangnya, orang yang tidak kompeten bahkan dia memilih model hanya karena uang," ucap Devan.


"Apa perlu saya bawa dia ke markas, Tuan?" tanya Mike.


"Jangan dulu karena kita masih ada kerjasama dengan dia, kita biarkan dia hidup tenang dan bebas, tapi setelah itu kita hancurkan sesuatu yang berharga dari dia," ucap Devan.


"Maksud Tuan?" tanya Mike.


Devan pun menatap Mike melalui kaca spion yang ada di dalam mobil tersebut, "Hentikan keuangannya," ucap Devan dan diangguki Mike.


'Bahkan perempuan yang ada di markas ku belum mati dan kau sudah berani mengganggu istriku, sepertinya aku harus membuat permainan baru supaya kau tau siapa orang yang kau lukai, istri dari Devan Radya Erland. Kalau kau tau nama itu dalam dunia kejahatan, maka akan ku pastikan kau tidak akan berani macam-macam,' ucap Devan dalam hati dengan seringainya.


"Jangan buat masalah dengan agensinya, cukup dengan orangnya," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike.


Mereka saat ini sampai di sebuah rumah sederhana bahkan terlihat bukan seperti rumah melainkan gubuk karena hampir tidak layak untuk dihuni, Devan pun keluar dan langsung menuju rumah tersebut diikuti Mike dan beberapa bodyguard.


"A-ada apa ya?" tanya seorang nenek dengan menggunakan tongkat.

__ADS_1


"Jadi kau nenek dari siapa Mike namanya?" tanya Devan.


"Aurel, Tuan," ucap Mike.


"Ah iya, Aurel. Bahkan aku tidak ingat namanya," ucap Devan.


"Aurel hiks hiks cucuku sunguh malang nasibnya, ada apa anda mencari cucu saya, cucu saya hilang entah kemana hiks hiks keluarganya pun hilang," ucap Nenek Aurel.


"Hem, drama dimulai," gumam Devan.


Devan langsung masuk dan menabrak Nenek Aurel hingga Nenek Aurel terjatuh dan memegang pinggulnya yang terbentuk pintu, "Maaf, tapi ada apa ya anda kesini dan masuk kedalam rumah saya dengan tidak sopan?" tanya Nenek Aurel.


"Hei tua, asal kau tau aku sangat malas harus mengurus j*lang itu, aku kira keluarganya cuma ayah, ibu sama saudaranya, tapi taunya dia juga punya nenek jadi aku harus membereskannya," ucap Devan.


"Maksudmu apa?" tanya Nenek Aurel.


"Ck, kau ingin bertemu dengan keluarga si j*lang itu, kalau begitu hari ini aku akan pertemukan kau dengan mereka," ucap Devan.


"Dimana mereka? biar aku yang akan mencarinya," tanya Nenek Aurel.


"Wah kau yakin, masalahnya mereka semua sudah ada di dalam perutnya Leon," ucap Devan.


"Leon? siapa Leon?" tanya Nenek Aurel.


"Singa peliharaanku," ucap Devan.


Nenek Aurel yang terkejut pun langsung terduduk di lantai dan menangis.


"Anakku hiks hiks, kau apakan keluarga anakku?" tanya Nenek Aurel.


"Tidak aku apa-apakan mereka, semua sudah ada di perut Leon, kecuali Aurel tentunya, dia harus bahagia dulu," ucap Devan.


"Bahagia?" tanya Nenek Aurel.


"Iya, sebentar lagi kau akan jadi eyang, tapi harus sabar," ucap Devan.


"Kenapa anda lakukan itu kepada keluarga anak saya?" tanya Nenek Aurel.


"Tanyakan saja pada cucu perempuanmu itu," ucap Devan.


"Oke sudah selesai, aku berubah pikiran kau tidak akan ikut keluarga anakmu ke perut Leon, karena aku baik maka kau aku pilihkan untuk bergabung dengan arang," ucap Devan lalu keluar dari rumah tersebut.


'Selamat menikmati pertunjukannya,' ucap Devan dalam hati.


Setelah itu mobil yang ia tumpangi pun melesat pergi jauh dari rumah atau gubuk tersebut.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2