Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Aku Sangat Membencimu


__ADS_3

Hari ini Keyna sedang santai di balkon kamarnya karena hari ini hari weekend jadi Keyna tidak pergi ke agensi.


Sedangkan, Devan entahlah sejak tadi pagi ia sibuk setelah Mike datang dan mengatakan ada hal penting yang harus ia urus.


Saat sedang santai Keyna teringat akan tiga orang yang akan bekerja disini.


"Astaga, aku lupa," ucap Keyna lalu turun ke lantai 1.


"Bi Nani, tiga orang yang kemarin Keyna bilang mau kerja disini udah dateng belum?" tanya Keyna.


"Sudah Nyonya, Pak Bimo sedang menjelaskan apa saja yang harus mereka lakukan," ucap Bi Nani.


"Huh, yasudah, Keyna pikir mereka belum datang, oh iya Bi, nanti kalau mereka ingin tidur disini gapapa, suruh mereka tidur di tempat biasanya aja ya," ucap Keyna.


"Baik, Nyonya," ucap Bi Nani.


"Halo Kak Keyna," sapa Clara dan Vania yang baru saja datang.


"Kalian kenapa disini?" tanya Keyna.


"Kita mau ngajak Kak Keyna jalan-jalan gimana Kak mau kan?" tanya Clara.


"Kenapa gak bilang dari kemarin kalau tau gitu tadi Kakak izin ke Devan?" tanah Keyna.


"Ini juga baru kepikiran mau keluar," ucap Clara.


"Kenapa kamu gak sama temen-temenmu aja?" tanya Keyna.


"Bosen Kak, setiap hari di sekolah ketemu mereka masa pas weekend ketemu mereka lagi, makanya aku ajak Kak Vania juga biar seru gitu para ciwi-ciwi jalan-jalan," ucap Clara.


"Jalan-jalan kemana emangnya?" Keyna.


"Ke mall Kak," ucap Clara.


"Kenapa gak ke pantai aja daripada di mall, gak bosen apa kalau jalan-jalan pasti ke mall terus kayak gak ada tempat lain aja?" tanya Keyna.


"Sebenarnya Clara gak masalah sih Kak, yaudah kalau gitu kita ke pantai yang deket-deket aja," ajak Clara dengan semangat.


"Tapi, aku belum izin ke Andra kalau harus ke pantai, aku bilangnya ke mall," ucap Vania.


"Yaudah, kalau gitu kamu telepon Kak Andra dan bilang kalau kita ke pantai," ucap Keyna dan diangguki Vania.


Vania pun akhirnya menghubungi Andra dan tersambung, Vania segera memberitahu Andra jika mereka akan jalan-jalan ke pantai, beberapa saat kemudian muka Vania pun berubah menjadi sedih.


"Kenapa?" tanya Clara dengan suara pelan karena telepon tersebut masih tersambung.


"Gak dibolehin," jawab Vania pelan.


"Sini biar aku yang bilang ke Kak Andra," ucap Keyna lalu Vania pun memberikan ponselnya ke Keyna.

__ADS_1


^^^Halo, ini aku Keyna.^^^


Kenapa, lo mau izin ke pantai, jawaban gue tetep sama gak!


^^^Tapikan ada aku sama Clara terus juga nanti aku ajak Dennis.^^^


Lo sadar gak sih, setelah lo ada di keluarga Erland lo itu pembawa sial, lo gak mikir apa, Vania lagi hamil dia gak bisa pergi jauh-jauh apalagi ke pantai, lo belum hamil makanya lo gak tau gimana bahayanya ibu hamil kalau jalan jauh-jauh, untung gue izinin Vania pergi ke mall jadi gak usah banyak tingkah deh lo.


Sakit, itulah yang dirsakan Keyna, ia pikir semua keluarga Erland menerimanya dengan lapang dada ternyata pikirannya salah.


Setelah mendengar perkataan Andra yang begitu menyakitkan, Keyna baru tahu jika tidak semua orang yang baik didepannya menyukainya juga.


^^^Yaudah, kalau kamu gak ngizinin, aku juga gak masalah kok.^^^


Bagus, jangan sampai Vania dan anak gue kenapa-napa, awas aja kalau sampe mereka kenapa-napa, lo yang bakal gue salahin pertama kali.


Setelah mengatakan hal tersebut, Andra pun memutuskan sambungan teleponnya.


"Gak boleh ya Kak?" tanya Clara.


"Hem, kita ke mall aja deh, ke pantainya kapan-kapan aja gimana atau kita di rumah aja sambil ngapain gitu?" tanya Keyna.


"Kita ke mall aja yuk," ajak Clara yang diangguki Keyna dan Vania.


Setelah bersiap-siap, mereka pun menuju mall dekat mansion Devan, tentunya Keyna sudah terlebih dahulu meminta izin ke Devan dan untungnya Devan mengizinkannya.


Keyna juga tidak ingin pergi jauh karena ia masih teringat perkataan Andra jika Vania tidak boleh jauh-jauh.


Sedangkan Keyna dan Vania hanya mengikuti Clara dan sesekali membeli barang-barang yang mereka sukai, selama mengelilingi mall dan berburu barang-barang yang ada di mall, Keyna hanya membeli parfum dengan aroma floral.


Itupun setelah Keyna mendengar penjelasan dari penjual parfum mengenai aroma parfum floral, dimana parfum dengan aroma floral ini katanya lebih mengedepankan wangi bunga yang aromatik dan memberikan kesan feminin serta romantis, parfum wangi floral ini juga termasuk yang parfum populer dan disukai banyak wanita, aromanya yang klasik dan pas untuk digunakan dalam berbagai suasana, karena penjelasan itu akhirnya Keyna memilih untuk membeli parfum ini dan ini pertama kalinya Keyna membeli parfum dengan harum seperti ini.


Keyna biasanya menggunakan parfum dengan aroma gourmand yang lebih ke arah manis dari campuran vanilla dan tonka bean, aroma tonka bean sendiri bisa dibilang mirip biji kopi.


Jadi parfum dengan aroma gourmand ini mirip seperti dessert nan manis dengan rempah seperti kayu manis, cokelat, dan madu.


Untuk Clara sendiri sudah membeli beberapa pakaian dan sepatu serta novel dan untuk Vania, ia membeli beberapa novel dan juga bantal untuk menyusui, entahlah apa yang dipikirkan Vania, padahal kandungannya masih beberapa Minggu bahkan belum mencapai 16 Minggu.


"Sekarang kita pulang yuk, udah sore ternyata, gak kerasa ya kita lama banget jalan-jalan di mall," ajak Clara.


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali ke mansion Devan, sesampainya disana, Clara pamit terlebih dahulu tanpa masuk kedalam mansional karena ia sudah di telpon orangtuanya sedari tadi. Sedangkan, Vania dan Keyna pun langsung memasuki mansion mewah tersebut.


Baru saja mereka masuk, mereka dikejutkan dengan seseorang yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Sayang," panggil Vania lalu mereka berdua pun menghampiri Andra yang duduk sendirian disana. Ya, orang itu adalah Andra.


"Kamu sudah selesai belanjanya?" tanya Andra dengan mengusap sayang kepala Vania.


"Iya, sudah," ucap Vania dengan semangat.

__ADS_1


Andra melihat ke arah Keyna yang berdiri di dekat sofa tempat duduk Vania, "Bisa kita bicara sebentar," ucap Andra.


"Iya, silahkan," ucap Keyna.


"Tidak disini," ucap Andra.


"Kenapa tidak disini saja?" tanya Keyna.


"Ini hal yang sangat rahasia dan tidak seharusnya orang lain tau," ucap Andra.


"Baiklah, kita bicara di halaman saja kalau begitu," ucap Keyna.


"Terus aku disini sendirian?" tanya Vania.


"Sebentar ya sayang gak lama kok, aku ada urusan sama Keyna," ucap Andra.


"Huh, yaudah iya, tapi bener lo ya jangan lama-lama, awas aja kalau lama," ucap Vania dan diangguki Andra.


"Ada hal apa yang ingin Kak Andra bicarakan sampai orang lain tidak boleh tau?" tanya Keyna.


"Aku ingin kau menjauhi Vania," ucap Andra dengan nada dinginnya berbeda saat Keyna berada didekat Vania tadi.


"Kenapa?" tanya Keyna.


"Karena aku tidak ingin, kau juga tidak pantas untuk dekat dengan keluargaku," ucap Andra.


"Tapi, Kenapa Kak Andra tidak menyukaiku? apa aku pernah melakukan kesalahan sama Kakak?" tanya Keyna.


"Tidak, aku hanya tidak suka saja denganmu, bagiku kau itu tidak pantas dan tidak setara dengan keluarga Erland, entahlah apa yang membuat Kak Devan mau memilihmu," ucap Andra.


"Apa yang harus kulakukan supaya Kakak mau menerima kehadiranku di keluarga Erland?" tanya Keyna.


"Tidak ada," ucap Andra yang menekankan setiap katanya.


"Sebegitu bencikah Kak Andra denganku?" tanya Keyna.


"Iya, aku sangat membencimu, sangat!" ucap Andra yang mulai emosi lalu mengambil paper bag dari tangan Keyna dan melemparkan isinya ke tanah hingga pecah.


"Apa yang kau lakukan, kalau kau memang tidak suka denganku yasudah, tapi kau tidak perlu merusak barang-barangku," ucap Keyna yang sudah tidak dapat menahan emosinya.


"Dasar munafik," ucap Andra lalu mendorong Keyna hingga terjatuh diatas tanah dan membuat pakaian yang Keyna kenakan kotor.


Setelah mendorong Keyna, Andra pergi meninggalkan Keyna tanpa membantu Keyna yang sedikit kesusahan karena bajunya basah terkena lumpur.


Tanpa Andra dan Keyna sadari seseorang sedari tadi melihat tindakan yang dilakukan Devan, "Tidak bisa dibiarkan aku akan buat perhitungan dengannya," gumam orang itu.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2