Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Secara Random


__ADS_3

Rahang Devan mengeras saat mendengar perkataan Keyna, "Ngomong sekali lagi," ucap Devan dengan penekanan.


"A-aku mau cerai," ucap Keyna yang mulai takut karena aura Devan.


"Setelah semua yang aku lakuin sekarang kau minta cerai! dasar tidak berguna. Ingat ini, aku tidak akan menceraikan mu meskipun kau bersimbah darah dan berlutut untuk meminta cerai dariku," ucap Devan dengan mencengkram kedua pipi Keyna, lalu keluar dari kamar tersebut dan lebih memilih meninggalkan Keyna dengan amarah yang tidak bisa ditahan.


Devan butuh hiburan yakni dengan membunuh, Devan mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Mike, "Mike, bawa siapapun dari jalanan untuk ku bunuh!" perintah Devan.


Mike, yang mendengar Tuannya ingin membunuh orang secara random pun terkejut, padahal Devan sudah mulai mengurangi kebiasannya ini, tapi kali ini Devan melakukan kebiasaan yang dulu sering ia lakukan yakni membunuh orang secara random.


"Sepertinya emosi Tuan saat ini sedang tidak baik, sebenarnya apa yang anda lakukan Nyonya sampai Tuan Devan melakukan kebiasaan yang dulu ia lakukan," gumam Mike.


Namun, Mike tetap memenuhi keinginan Devan, jika tidak maka ia harus menanggung semuanya.


Setelah puas dengan aksinya Devan kembali ke mansion nya dan saat ia masuk kedalam mansion ia melihat Keyna yang sedang duduk di sofa ruang tamu, Keyna lantas menengok dan melihat Devan, dengan cepat Keyna berlari kearah Devan dan menubruk dada bidang Devan, "Maaf," lirih Keyna.


Bukannya menjawab Devan justru pergi meninggalkan Keyna, Keyna tidak tau harus berbuat apa, ia ingin menangis dan berteriak saat ini, Keyna berjalan mengikuti Devan sampai di depan kamarnya.


"Kau mau tidur di kamar ini atau di kamar tamu? kalau kau ingin tidur disini biar aku yang tidur di kamar tamu?" tanya Devan tanpa menengok Keyna sedikitpun.


Keyna sudah tidak bisa menahan tangisannya, Keyna langsung memeluk Devan dari belakang dan menangis, "Maaf, aku tadi belum bisa berpikir dengan jernih," ucap Keyna.


"Aku tidak butuh maafmu sekarang kau pilih mau tidur dimana?" tanya Devan tanpa membalas pelukan dari Keyna.


"Aku tidur dengan mu, terserah dimanapun itu," ucap Keyna.


"Kalau begitu kau tidurlah dikamar utama biar aku tidur di kamar tamu," ucap Devan dan melepaskan pelukan dari Keyna.


Keyna saat ini duduk termenung di ranjang king size-nya, "Semua ini karena tindakan gegabah ku," gumam Keyna.


# Flashback On #


Keyna saat ini berada di kamar rasanya sangat mengantuk, tapi Keyna kembali lapar lebih tepatnya hanya nyemil, akhirnya Keyna memutuskan untuk turun kebawah dan mengambil beberapa cemilan yang ada di dapur, namun saat akan kembali keatas, Keyna tidak sengaja mendengar percakapan para pelayannya.


"Kamu tau gak kalau Nona Riana sekarang ada di kota," ucap salah satu pelayan.


"Nona Riana yang anaknya Tuan Arik?" tanya pelayan lainnya.


"Iya, Tuan Arik yang mantan pengacara keluarga Erland," jawabnya.


"Terus kenapa emangnya?" tanya pelayan lainnya.


"Kamu gak pernah denger ya, kalau Nona Riana itu sebenarnya dijodohin sama Tuan Devan, eh tau-taunya sekarang Tuan Devan udah nikah sama Nyonya Keyna," jawabnya.


"Masa sih, kenapa aku gak tau? tapi kayaknya Nona Riana gak pernah kesini deh?" tanya lainnya.


"Nona Riana emang gak pernah kesini, dia biasanya ke rumah Nyonya besar," jawabnya.

__ADS_1


"Emangnya Nyonya besar akrab ya sama Nona Riana?" tanya lainnya.


"Banget, malah aku yang denger sendiri waktu itu kalau Nyonya besar pengen Nona Riana jadi menantunya," jawabnya.


Mereka tidak sadar jika percakapan mereka sedari tadi didengar oleh Keyna, "Jadi disini aku yang salah dong karena udah jadi penghalang antara Devan sama Riana," gumam Keyna.


Ia pun kembali ke kamarnya karena tidak kuat mendengar pembicaraan para pelayan dan lebih memilih menunggu Devan hingga saat Devan masuk Keyna akhirnya meminta cerai dari Devan, tapi setelah melihat Devan yang begitu marah Keyna hanya bisa diam.


Beberapa saat kemudian, Bi Nani pun datang dan memeluk Keyna, "Nyonya dengar semua pembicaraan dari para pelayan ya?" tanya Bi Nani.


Bukannya menjawab Keyna justru semakin menangis, "Nyonya tau, dulu memang Nyonya besar sempat menjodohkan Tuan Devan dengan Nona Riana karena jasa Tuan Arik untuk keluarga Erland, tapi setelah Nyonya besar bertemu dengan Nyonya, Nyonya besar sangat senang bahkan Nyonya besar menyesal sudah pernah menjodohkan Tuan Devan dengan Nona Riana karena Nyonya besar tau jika Nona Riana tidak tulus dengan Tuan Devan," ucap Bi Nani.


"Tapi, Bi. Keyna ngerasa udah salah karena merebut Devan," ucap Keyna yang masih sesenggukan.


"Nyonya gak salah, Nyonya lihat bukan bagaimana mana marahnya Tuan Devan saat mendengar Nyonya meminta cerai," ucap Bi Nani dan membuat Keyna pun melihat ke arah Bi Nani.


"Bi Nani, mendengar semuanya?" tanya Keyna dan diangguki Bi Nani.


"Dengan marahnya Tuan Devan yang seperti tadi Bibi dapat pastikan kalau saat ini Tuan Devan mulai membuka hatinya untuk Nyonya jadi Bibi mohon jangan sia-siakan ya Nyonya," ucap Bi Nani.


Setelah mendengar perkataan Bi Nani, Keyna pun sadar jika keputusannya untuk meminta cerai salah, akhirnya Keyna pun menunggu Devan untuk pulang, namun sayang Devan masih marah dengannya hingga meninggalkan Keyna sendirian dan lebih memilih tidur di kamar tamu.


# Flashback Off #


Perasaan ketan tidak tenang sampai-sampai Keyna tidak bisa tidur karena hujan lebat disertai angin kencang dan benar saja beberapa saat setelah lampu kamar pun mati, Keyna sangat ketakutan.


"Dev, aku takut," lirih Keyna dan tanpa sadar air matanya sudah menetes.


"Dev," panggil Keyna dengan suara pelannya dan semakin sesenggukan.


Keyna menutupi tubuhnya dengan selimut karena terlalu takut dengan kegelapan hingga suara pintu yang terbuka dan suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya menambah rasa ketakutan Keyna.


Keyna menutup matanya rapat-rapat dan tidak bergerak sedikitpun sampai seseorang berbaring disebelahnya dan memeluk pinggang Keyna dengan tangan kekarnya.


"Sudah jangan nangis lagi, gak ada apa-apa," ucap Devan yang menenangkan Keyna.


Ya, orang itu adalah Devan, saat lampu mati Devan teringat jika Keyna, takut dengan kegelisahan akhirnya ia memutuskan untuk masuk kedalam kamar utama, ia tidak peduli mengenai marahnya tadi yang jelas saat ini Devan khawatir jika Keyna sedang ketakutan.


"Takut," gumam Keyna dan membalas pelukan Devan.


"Udah gak usah takut sekarang tidur," ucap Devan, Keyna pun akhirnya terlelap di pelukan Devan.


.


Pagi harinya, Keyna membuka matanya dan tidak melihat Devan di sampingnya, "Tadi malam Devan kesini kan? apa jangan-jangan aku cuma halusinasi? tapi kenapa kayak nyata banget?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


Saat ini Keyna sangat menyesal telah meminta cerai dari Devan karena setelah mengatakan hal itu Keyna semakin merasa jauh dari Devan, entahlah Keyna juga bingung dengan dirinya saat ini yang jelas Keyna tidak suka itu.

__ADS_1


"Nyonya," ucap Bi Nani yang baru saja masuk kedalam kamarnya.


"Ada apa, Bi?" tanya Keyna.


"Ada Nona Kikan dibawah," ucap Bi Nani.


"Oh iya Bi nanti Keyna kebawah," ucap Keyna lalu Bi Nani pun pergi.


Hari ini Keyna dan Kikan sepakat untuk mengunjungi salah satu televisi nasional karena Celine saat ini akan melakukan wawancara disana, Setelah siap-siap akhirnya Keyna pun keluar dari kamarnya dan turun untuk bertemu Kikan.


"Hai, Kan. Ayo berangkat sekarang," ucap Keyna.


"Yaudah, yok," ucap Kikan.


"Dennis, aku perginya sama Kikan aja ya soalnya dia kan juga bawa mobil," ucap Keyna.


"Baik, Nyonya," ucap Dennis dengan menganggukkan kepalanya.


Mereka menggunakan mobil Kikan untuk menuju tempat penyiaran tersebut, sesampainya disana mereka pun menuju tempat yang sudah Celine katakan sebelumnya.


"Celine," panggil Kikan.


"Kalian udah sampai juga, gimana penampilanku cantik gak?" tanya Celine.


"Kamu cantik banget sumpah, emang ya aura ibu hamil itu tidak mengecewakan," bisik Kikan.


"Apa sih," ucap Celine.


"Lin, gak ada yang mau kamu jelasin ke aku?" tanya Keyna.


"Jelasin apa, Key?" tanya Celine.


"Hem, soal cowok yang pernah kamu temui didepan agensi," ucap Keyna dan membuat tubuh Celine menegang.


"Kalau kamu masih belum mau cerita juga gapapa kok, aku gak maksa juga yang penting sekarang kamu fokus dengan wawancaranya, ingat jangan kecewakan nama agensi loh," ucap Keyna.


"Huh, kapan-kapan ya aku bakal cerita semua ke kalian, tapi gak sekarang, kasih aku waktu dulu," ucap Celine.


"Iya, kamu gak usah merasa terbebani ya, aku cuma tanya aja kok, kamu juga gak ada kewajiban untuk jelasin kok," ucap Keyna dan diangguki Celine.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2