Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Bekerjasama


__ADS_3

Devan masuk kedalam kamar dan masih Keyna masih tertidur, lalu Devan pun membersihkan tubuhnya dan menaruh bajunya di ranjang khusus yang hanya bisa dibuka oleh Devan agar Keyna tidak tau tentunya. Setelah itu, ia pun merebahkan tubuhnya di samping Keyna.


Pagi harinya, Keyna terbangun terlebih dahulu dan ia tersenyum karena hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan sang suami, saat ini Keyna berada di dalam pelukan Devan, bukannya melepaskan pelukannya, Keyna justru kembali menutup matanya dan merasakan kehangatan dalam pelukan tersebut.


Namun, karena hari ini Keyna akan ada pertemuan dengan Presdir Marva Grup maka dengan berat hati Keyna pun bangun dan membersihkan tubuhnya, setelah itu ia keluar dan mengganti baju lalu membangun Devan.


"Dev, bangun kamu tidak ke kantor," Keyna terus berusaha membangunkan Devan hingga beberapa saat kemudian Devan pun membuka matanya.


"Bangun," ucap Keyna.


Devan terus menatap Keyna dan hal itu membuat Keyna menjadi salah tingkah hingga secara tiba-tiba Devan mengecup bibir Keyna dan membuatnya terkejut bukan main.


"Udah, cepet bangun dan siap-siap aku mau bantu Mama dulu," ucap Keyna lalu keluar, sedangkan Devan tidak tau jika Keyna pergi karena saat ini ia tengah salah tingkah.


"Mama masak apa?" tanya Keyna.


"Astaga sayang, kamu ngagetin Mama aja, ini Mama cuma masak sayur sama ikan," ucap Mama Vanka.


"Mau Keyna bantu, Ma?" tanya Keyna.


"Gak usah sayang, ini juga mau selesai kok kan ada bibi disini yang bantuin Mama mendingan kamu bikinin Devan jus aja soalnya biasanya Devan kalau pagi gini kan jarang sarapan, jadi Mama suka bikin jus," ucap Mama Vanka.


"Devan suka jus apa, Ma?" tanya Keyna.


"Hem, Devan itu suka jus apel sih biasanya," ucap Mama Vanka lalu Keyna pun membuatkan Devan jus.


Selesai membuat jus, Keyna pergi ke kamar dan saat masuk kedalam kamar. Keyna melihat Devan yang sangat tampan dengan kemeja biru dan jas navy nya, "Biar aku pasangkan dasinya," ucap Keyna lalu menghampiri Devan dan mulai memasang dasi untuk Devan.


"Aku sudah buatkan kau jus," lanjut Keyna.


Devan sendiri hanya menatap Keyna, entah apa yang ada dipikiran Devan, Keyna pun tidak tau.


Mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuju meja makan, disana sudah ada Mama Vanka, Papa Alex dan juga Clara.


"Halo, Kak Keyna, makin cantik aja deh," sapa Clara.


"Kamu nih bisa aja ya," ucap Keyna.


"Hehehe," Clara hanya tersenyum.


"Ngapain kesini? d rrumah bahan makanan kamu udah habis," tanya Devan dengan datar.


"Ya gak lah Kak, di rumah bahan makanan banyak kok," ucap Clara.


"Terus ngapain kesini?" tanya Devan.


"Gapapa, cuma pengen aja boleh kan, Ma?" tanya Clara.


"Boleh dong sayang, yaudah yuk dimakan, kamu juga Devan udah deh gak usah banyak tanya gitu orang Clara juga biasanya kan makan disini," ucap Mama Vanka.


Mereka pun makan dengan tenang sampai selesai, "Kak Key, Clara mau ikut ke tempat kerjanya Kakak boleh gak?" tanya Clara.


"Gimana ya, bukannya gak boleh, tapi kan Kakak takut nanti kamu dimarahin kalau ikut soalnya di tempat Kakak itu orangnya pada nyeremin," bisik Keyna.


"Gapapa Kak, lebih nyeremin kak Devan, jadi Clara mah udah kebal sama orang yang nyeremin," bisik Clara dan membuat Keyna tertawa.


"Hahahaha, kamu nih ya, yaudah nanti kamu masuk ke ruangku aja biar gak ketemu orang yang nyeremin," bisik Keyna.


"Siap," ucap Keyna dengan semangat.


"Dev, aku berangkatnya bareng Clara aja," ucap Keyna dan bukannya menanggapi Keyna, Devan justru keluar diikuti Mike.


'Sabar Key, emang suamimu itu berbeda dengan orang-orang,' ucap Keyna dalam hati.

__ADS_1


Keyna dan Clara pun berangkat bersama, "Sudah lama ya tidak bertemu, bagaimana keadaan Kak Gita?" tanya Clara yang saat ini berada di mobil dan menuju tempat kerja Keyna.


"Kamu kenal sama Gita, Ra?" tanya Keyna.


"Seluruh keluarga Kak Devan juga tau kali Kak, Kak Gita ini salah satu pengawal perempuan kepercayaan keluarga Erland," ucap Clara.


"Terima kasih atas pujiannya, Nona Clara," ucap Gita.


"Itu bukan pujian, tapi ya emang kenyataan kok," ucap Clara.


"Oh iya, Kak, Kak Keyna itu model ya?" tanya Clara dan diangguki Keyna.


"Pantas Kak Keyna itu cantik banget, tau gak Kak, aku pas pertama kali liat Kak Keyna, wah kayak ngeliat bidadari cantik banget," ucap Clara.


"Kamu itu ya Ra, lebay banget," ucap Keyna.


"Hehehe, kalau aku gak lebay nanti gak dikasih uang sama Kak Devan," ucap Clara.


"Hah! maksudnya?" tanya Keyna.


"Eh, gak kok kak, bukan apa-apa, kak itu tempat kerja Kak Keyna," ucap Clara dan menunjuk sebuah bangunan yang terlihat sederhana.


Setelah beberapa saat kemudian mereka berdua pun sampai di tempat kerja Keyna, "Yuk, masuk," ajak Keyna.


Mereka berdua pun masuk kedalam bangunan tersebut, "Kamu ke ruangan Kakak dulu ya nanti kalau udah kita ke tempat pemotretan," ucap Keyna dan diangguki Clara.


"Dia siapa, Key?" tanya Kikan.


"Oh iya itu kan, dia Clara keponakannya Devan," ucap Keyna.


"Oh, hai kenalin aku Kikan asistennya Keyna," sapa Kikan dengan mengulurkan tangannya.


"Halo, Kak Kikan, aku Clara keponakan suaminya Kak Keyna," ucap Clara.


"Eh tunggu, Kak kian tau kan kalo Kak Keyna udah nikah?" tanya Clara karena tadi Keyna mengatakan jika di tempat kerjanya banyak yang tidak tau jika ia sudah menikah.


"Loh Kak Kikan gak diundang?" tanya Clara.


"Panjang kah ceritanya, kapan-kapan aja deh aku cerita," ucap Kikan.


"Yaudah, yuk Key. Sebelum telat nanti malah berabe lagi," ajak Kikan.


"Inget ya Ra, kamu disini aja jangan kemana-mana," peringat Keyna.


"Iya Kakakku tercinta," ucap Clara.


Keyna dan Kikan pun menuju ruang rapat yang akan digunakan untuk pertemuan dengan Presdir Marva Grup.


Sesampainya di ruang rapat, Keyna dan Kikan segera masuk, "Wah, semuanya udah dateng ternyata," bisik Kikan.


"Iyalah, kalian aja yang telat bahkan liat tuh mak lampir aja udah dateng," ucap Celine dengan kesal karena sedari tadi menunggu Keyna dan Kikan yang tak kunjung datang.


"Hehehe, jangan marahlah cantik tadi ada kendala," ucap Kikan.


"Mana, ?" tanya Keyna.


"Angela, hari ini lagi sakit makanya aku agak keteteran," ucap Celine.


"Sini kalian, ada gosip baru nih," ucap Jennifer.


"Gosip apa?" tanya Celine.


"Aku denger Sisy dan Pak Justin putus," ucap Jennifer.

__ADS_1


"Hah! kok bisa bukannya waktu itu mereka liburan bareng kenapa sekarang udah putus aja?" tanya Kikan.


"Nah itu aku juga gak tau, soalnya nih ya tadi pagi Pak Justin posting foto bareng cewek lain, mereka lagi liburan di pantai gitu," ucap Jennifer.


"Udah deh jangan gosip apalagi gosipnya tentang mak lampir males banget tau," ucap Celine.


"Halo semuanya," sapa Miss Kelly degan senyum yang tak pernah luntur pada wajahnya.


"Halo juga Miss cantik," ucap mereka serempak.


Meskipun tempat kerjanya masih berkembang, namun untuk solidaritas sesama model cukup bagus kecuali Sisy dan gengnya tentunya, meskipun begitu banyak yang ingin memakai Sisy menjadi model merek mereka karena Sisy salah satu model yang paling terkenal di agensi.


"Oke, semuanya Presdir Marva Grup udah datang inget ya jangan malu-maluin," ucap Miss Kelly.


"Miss, gimana Presdirnya cakep gak?" tanya Jennifer.


"Wuuuh, jangan ditanya lagi Jen, Presdirnya cakep banget, Miss aja langsung kecantol, udah Miss samperin Presdir dulu," ucap Miss Kelly lalu keluar dari ruang rapat.


Setelah beberapa saat kemudian, Miss Kelly pun datang bersama seorang pria, "Baik, Presdir saya akan memperkenalkan Presdir Marva Grup yang akan bekerjasama dengan First entertainment," ucap Miss Kelly.


"Saya Devan Radya Erland selaku Presdir dari Marva Grup," ucap Devan dengan tegas.


Keyna yang sedari tadi sedang membenarkan bajunya saat semua orang berdiri ia juga ikut berdiri, namun ia tidak melihat ke depan sehingga ia tidak tau jika pria yang saat ini berada di depan merupakan suaminya.


Saat Devan memperkenalkan namanya, Keyna pun heran mengapa namanya tidak asing baginya hingga akhirnya Keyna langsung mendongakkan kepalanya dan melihat pria yang berada di depannya.


Keyna membelalakkan matanya karena terkejut melihat Devan yang berada di depan sana begitupun dengan Kikan dan Celine yang juga terkejut melihat suami dari sahabat mereka.


Ya, Kikan sudah tau jika Devan adalah suami Keyna karena kemarin Keyna menunjuk foto Devan.


"Jadi, Tuan Devan ini yang akan membiayai semuanya untuk acara fashion show the future kita nanti. Selain itu, perusahaan juga akan memilih model untuk menjadi model produk dari Marva Grup," ucap Miss Kelly yang membuat semua orang yang ada disana senang bukan main.


Bagaimana tidak, Marva Grup terkenal dengan perusahaan terbaik di negeri tersebut. Selain itu, Marva Grup juga dikenal dengan kesulitan untuk masuk ke perusahaan nomor 1 di negeri A tersebut.


Bahkan untuk orang yang membersihkan Marva Grup pun harus dipilih dari yang terbaik. Sebab itu, tak heran jika banyak yang senang saat Miss Kelly mengatakan jika mereka akan menjadi model untuk Marva Grup.


"Bagaimana, Tuan Devan?" tanya Miss kelly.


"Permisi Miss, untuk semuanya nanti akan saya urus sesuai dengan perintah dari Tuan Devan," ucap Mike.


"Baiklah, kalau begitu kita mulai rapatnya," ucap Miss Kelly.


Miss Kelly pun mulai mempresentasikan acara fashion show the future tersebut tentunya dan acara kali ini bukan hanya bekerjasama dengan beberapa fotografer dan juga para desainer, tapi juga dengan staf lainnya. Selesai mempresentasikannya Miss Kelly sangat gugup karena takut mendapat kritikan yang sangat tajam dari Devan.


"Hem, Saya tau kenapa banyak perusahan yang tidak ingin menginvestasikan uang mereka ke perusahaan ini," ucap Devan.


"Maksud, Tuan?" tanya Miss Kelly.


"Karena dalam presentasi kalian sangat buruk, seolah-olah kalian hanya membutuhkan uang dan tidak memilih-milih mana yang akan menarik orang untuk melihat fashion show the future yang kalian buat," ucap Devan.


"Tapi, Tuan ini sudah kami buat sangat teliti, bahkan kami juga sudah merencanakan ini sejak lama," ucap Miss Kelly.


"Ini hanya saran, jangan gunakan indoor karena akan sangat boring, gunakan outdoor ah satu kali kalian punya banyak model kenapa hanya satu model yang paling menonjol itu sangat menjijikan seolah-olah model kian hanya dia aja," ucap Devan.


"Baik tuan, akan kami perbaiki ulang," ucap Miss kelly.


"Mike," panggil Devan.


Mike pun paham maksud dari Devan dan memberikan semua berkas ke arah Miss Kelly, "Ini rencana awal fashion show the future yang digabung dengan rencana perusahaan kalian," ucap Steve setelah itu Devan pun keluar dari ruang rapat.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2