
Keyna masuk kedalam kamar dan melihat Devan yang sedang tertidur lalu ia pun membangunkannya, "Dev bangun, bukannya hari ini kamu kerja," ucap Keyna dengan menggoyangkan tubuh Devan.
"Hem," jawab Devan.
"Jangan hem aja ayo bangun, aku siapin bajumu dulu," ucap Keyna lalu mengambilkan baju untuk Devan yang saat ini sudah beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi.
Keyna kembali ke dapur untuk melihat makanannya, setelah beberapa saat kemudian Devan pun turun menuju ke meja makan, "Aku dengar kamu tidak sarapan nasi kalau pagi?" tanya Keyna.
Bukannya menjawab pertanyaan dari sang istri, Devan justru memperhatikan Keyna dan hal itu membuat Keyna menjadi salah tingkah.
"Ah lupakan saja," ucap Keyna.
Devan ngambil omlet yang ada di piring Keyna, "Kenapa kamu ambil omletku?" tanya Keyna, namun devan justru dengan santainya memakan omlet milik Keyna dan setelah itu ia keluar rumah bersama Mike.
"Ada apa dengannya, tuh kan omletku tinggal dikit," gumam Keyna kesal.
"Apa Nona ingin saya buatkan lagi?" tanya Bi Nani.
"Tidak perlu Bi, saya hampir telat pemotretan ini," ucap Keyna dan menghabiskan rotinya setelah itu ia pun pergi.
"Nona ingin pergi kerja?" tanya salah satu pelayan pria disana saat Keyna sudah berada di depan pintu.
"Iya, Pak Nardy. Kenapa memangnya?" tanya Keyna.
"Nona Keyna bisa masuk kedalam mobil karena Tuan Devan sudah memerintahkan saya sebagai supir khusus untuk Nona Keyna," ucap Pak Nardy.
"Supir? untuk apa?" tanya Keyna.
"Untuk mengantarkan kemanapun Nona Keyna ingin pergi," ucap Pak Nardy.
"Tidak perlu, Pak. Saya bisa berangkat sendiri kok," ucap Keyna.
"Tapi, ini adalah perintah Tuan Devan dan saya tidak bisa membiarkan Nona pergi begitu saja sendirian mulai sekarang saya akan mengantarkan kemanapun Nona Keyna pergi," ucap Pak Nardy.
"Tapi...," ucapan Keyna terhenti lantaran seorang perempuan datang.
"Permisi Nona, saya Gita, pengawal pribadi Nona," ucap Gita.
"Hah pengawal pribadi, tapi aku gak butuh pengawal pribadi," ucap Keyna.
"Maaf Nona, tapi Tuan Devan yang meminta saya untuk mengawal Nona secara langsung," ucap Gita.
"Astaga, kenapa aku harus dikawal sih lagian aku gak kenapa-napa juga?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.
"Silahkan Nona," ucap Gita.
"Tunggu, apa kamu bisa mengawalku dari jarak yang jauh agar rekan-rekanku tidak curiga?" tanya Keyna.
"Tentu Nona, jika itu keinginan anda akan saya penuhi," ucap Gita.
"Yaudah kalau gitu, kita berangkat sekarang," ucap Keyna.
Sesampainya di agensinya, Keyna segera keluar dari mobil, "Nona silahkan pakai ini, jika Nona tidak ada dalam jangkauan saya setidaknya saya tau keberadaan Nona," ucap Gita dengan memberikan sepasang anting pada Keyna.
__ADS_1
"Anting," ucap Keyna.
"Iya Nona, ini perintah dari Tuan Devan," ucap Gita.
"Hem baiklah," ucap Keyna dan menggunakan anting tersebut.
Keyna pun masuk kedalam agensi sedangkan Gita berada di luar agensi, namun ia tetap memantau Keyna melalui anting dan juga melalui cctv yang sudah di retas oleh anak buah Devan sebelumnya sehingga memudahkan Gita untuk membatasi Keyna.
"Halo Key, akhirnya ya lo masuk juga," ucap Celine.
"Kenapa emangnya? kamu kangen banget ya sama aku Lin?" tanya Keyna.
"Idih ogah banget deh Key, tapi kayaknya Jordan kangen banget deh sama lo," ucap Celine dan melihat ke arah Jordan yang saat ini menghampiri Keyna.
"Hai Key, apa kabar?" tanya Jordan.
"Baik Dan, aku pergi dulu ya takut Kikan nunggu lama," ucap Keyna.
"Key, bisa bicara berdua?" tanya Jordan.
"Bisa kok Dan, tapi gak sekarang ya soalnya aku habis ini ada pemotretan kalau gitu aku ke ruangan dulu ya dah," ucap Keyna lalu berjalan menuju ruangannya.
"Sabar ya Dan," ucap Celine lalu menyusul Keyna.
"Aku harap kesabaranku membuahkan hasil yang baik Key," gumam Jordan.
Keyna masuk kedalam ruangannya, "Akhirnya Keyna, kamu datang juga, tapi kamu lama banget sih," ucap Kikan.
"Hehehe maaf Kan, tadi ada iklan bentar kalau gitu sekarang kita mulai aja pemotretannya," ucap Keyna.
"Oke Kan, kalau gitu kamu duluan aja nanti aku nyusul," ucap Keyna dan diangguki Kikan.
Kikan pun pergi sedangkan Keyna mengganti bajunya menggunakan baju olahraga karena pemotretan kali ini bertemakan olahraga.
Setelah itu, Keyna pun menuju gedung yang dimaksud Kikan, "Key cepetan," ucap Kikan dan Keyna pun segera berlari menghampiri Kikan.
"Maaf lama udah mulai pemotretannya?" tanya Keyna.
"Belum kok ini juga baru mau setting peralatannya," ucap Kikan.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Keyna pun memulai pemotretan baju olahraganya setelah kurang lebih satu jam akhirnya pemotretan selesai, "Wuh akhirnya selesai juga," ucap Kikan.
"Keyna kan," ucap seorang pria yang merupakan fotografer dalam iklan tersebut yaitu Willy.
"Iya, ada apa ya?" tanya Keyna.
"Oh tidak ada apa-apa kok, aku hanya ingin berkenalan saja. Ngomong-ngomong tadi kamu keren banget, kamu bisa dengan lues bergaya di depan kamera," ucap Willy.
"Terima kasih atas pujiannya saya merasa tersanjung karena mendapatkan pujian dari seorang fotografer ternama seperti anda," ucap Keyna.
"Tidak perlu merasa seperti itu karena menurut saya apa yang saya katakan memang benar adanya, oh iya kalau ada waktu bagaimana kalau kita makan di salah satu restoran ternama di kota nanti. Saya yang akan traktir, anggap saja itu adalah sebagai bentuk apresiasi saya karena kamu bagus banget tadi selama pemotretan?" tanya Willy.
"Gimana Kan, kamu mau?" tanya Keyna.
__ADS_1
"Ya mau lah Key, mana gratis lagi," ucap Kikan.
"Mungkin ada kesalahpahaman disini," ucap Willy.
"Kesalahpahaman apa?" tanya Keyna.
"Sebenarnya aku hanya ingin mengajak kamu saja Key," ucap Willy.
"Kenapa Kikan gak diajak? dia kan asistenku?" tanya Keyna.
"Ya, mungkin lain waktu kita bisa makan bersama dengan Kikan, tapi untuk kali ini hanya berdua bagaimana?" tanya Willy.
"Saya sangat berterima kasih karena apresiasi anda, tapi maaf saya tidak bisa. Mungkin lain kali sama Kikan, kalau begitu saya permisi," ucap Keyna lalu pergi dari gedung tersebut dan diikuti Kikan.
"Baru juga ketemu udah minta makan bareng aja, jangan mau, Key," ucap Kikan.
"Emang kamu tadi liat aku nerima ajakan dia?" tanya Keyna.
"Ya gak sih," ucap Kikan.
"Nah! aku gak mau ya lagian dia bukan tipeku," ucap Keyna.
"Tipemu yang kayak gimana Key nanti biar aku carikan hehehehe?" tanya Kikan.
"Kamu yang carikan, kamu sendiri juga masih jomblo Kan," ucap Keyna.
"Hehehe iya juga ya gak jadi deh," ucap Kikan.
"Oh iya besok aku ada pemotretan lagi Kan?" tanya Keyna.
"Gak ada sih, besok cuma rapat mengenai model buat Marva Grup aja," ucap Kikan.
"Marva Grup, bukannya itu perusahaan terbaik di seluruh negeri ya?" tanya Keyna dan diangguki Kikan.
"Terus kenapa Marva Grup mau model dari agensi kita yang bisa dibilang bukan agensi yang besar-besar amat?" tanya Keyna.
"Aku juga gak tau, tapi yang aku denger sebenarnya agensi udah ngirim proposal buat kerjasama dari dulu, tapi gak ada respon dari Marva Grup terus tiba-tiba beberapa hari yang lalu Marva Grup nerima proposal kita dan minta rapat di agensi, aneh bukan seharusnya kan rapatnya di Marva Grup yang lebih besar dan bagus, tapi Marva Grup justru minta rapatnya di agensi kita yang kecil ini," ucap Kikan.
"Bener juga kamu Kan, apa jangan-jangan Presdir mereka punya kelainan ya?" tanya Keyna.
"Hush! jangan ngomong kayak gitu nanti kalau ada mata-mata Presdir Marva Grup bisa gawat karir kamu, Key," ucap Kikan.
"Masa ada mata-mata sih, Kan?" tanya Keyna.
"Kamu gak tau aja Key, Presdir Marva Grup itu terkenal dingin bahkan banyak karyawannya yang takut sama dia, tapi dia cakep banget. Aki pernah ketemu sama dia di salah satu acara, aki aja klepek-klepek kalau aku sih gak masalah sama cowok yang dingin dan kejam kayak Presdir Marva Grup orang dia ganteng jadi semuanya terselesaikan dengan cepat," ucap Kikan.
"Kamu tuh ya Kan, kalau masalah cowok ganteng aja cepet banget coba jalau masalah lainnya pasti gak nyambung-nyambung," ucap Keyna.
"Hehehe, harus dong," ucap Kikan.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.