
"Bagaimana?" tanya Devan yang melihat Dokter Vega tersenyum.
"Nyonya tidak sedang mengandung Tuan," ucap Dokter Vega.
"Hah! bukannya dia sedang hamil soalnya dari tadi mengeluh perutnya sakit dan juga ingin makan yang aneh-aneh," ucap Devan.
"Apa perut Nyonya sakit?" tanya Dokter Vega.
"Iya, Dok," ucap Keyna.
"Tapi, saya tidak melihat adanya tanda-tanda kehamilan pada Nyonya Keyna," ucap Dokter Vega.
"Iya, memang saya gak hamil gimana saya hamil orang saya sekarang masih datang bulan, terus juga masa pengen makan yang aneh-aneh aja dibilang ngidam sih," ucap Keyna dengan kesal.
"Jadi Nyonya sedang datang bulan, kalau begitu merasakan sakit saat datang bulan itu hal yang wajar Tuan," ucap Dokter Vega.
"Itu artinya dia gak hamil?" tanya Devan.
"Benar, Tuan. Nyonya Keyna belum hamil," ucap Dokter Vega.
Devan segera keluar dari ruangan tersebut karena ia salah, padahal ia sebelumnya sangat yakin jika Keyna tengah hamil.
"Kan udah aku bilang tadi kalau aku gak hamil, kamu sih Van gak percaya," ucap Keyna.
"Kamu pulang bareng Pak Nardy, aku masih ada urusan," ucap Devan lalu masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Keyna.
"Hah! dia ninggalin aku," gumam Keyna.
"Mari, Nyonya," ucap Gita yang sudah keluar dari mobil.
Keyna pun masuk kedalam mobil dan menuju ke mansion "Gita," panggil Keyna.
"Iya, Nyonya," jawab Gita.
"Kenapa Devan akhir-akhir ini sering banget keluar rumah ya? apa dia punya pekerjaan lain selain di kantor?" tanya Keyna.
"Maaf, Nyonya. Saya juga kurang tau mungkin Nyonya bisa tanyakan langsung pada Tuan Devan," ucap Gita.
Gita tentunya tidak berani mengatakan yang sebenarnya pada Keyna karena Devan pernah mengatakan padanya untuk merahasiakan semuanya dari Keyna karena Keyna masih belum tau mengenai kehidupan Devan yang sebenarnya.
Mereka pun sampai di rumah mewah Devan, Keyna sendiri langsung masuk kedalam rumah, "Bi, Devan udah pulang?" tanya Keyna.
"Bukannya hari ini Tuan pergi ke negara X, Nyonya," ucap Bi Nani.
"Hah! Devan pergi ke negara X!" Keyna tentunya terkejut dengan apa yang dikatakan Bu Nani pasalnya Devan tidak mengatakan apapun padanya.
"Apa Nyonya belum tau jika Tuan hari ini pergi ke negara X?" tanya Salma.
"Ah! tentu aku tau, tapi aku lupa kalau hari ini dia perginya, hehehe aku tadi biasa banyak kerjaan jadi lupa, tapi Devan udah bilang kok kalau dia mau ke negara X," ucap Keyna.
Bohong tentunya, karena sebenarnya Devan tidak pernah memberitahukan mengenai kepergiannya ke negara X pada Keyna.
__ADS_1
Keyna sendiri mengatakan hal tersebut agar ia terlihat seperti istri yang memang tau tentang suaminya meskipun pada kenyataannya berbanding terbalik.
"Kalau gitu aku ke kamar dulu, aku gak makan soalnya tadi sebelum pulang aku udah makan jadi aku langsung istirahat aja ya," ucap Keyna lalu menuju kamarnya.
Didalam kamar, Keyna merasa gagal menjadi istri karena ia tidak mengetahui apa-apa tentang Devan, "Apa alasan kamu sebenarnya Dev, untung aku tadi pinter cari alasan kalau gak mereka pasti bakal curiga mengenai pernikahan aneh kita hiks hiks hiks," ucap Keyna yang sudah tidak dapat menahan tangisannya.
"Dev, apa aku salah kalau aku mengharapkan kebahagiaan di pernikahan kita hiks hiks aku juga pengen punya pernikahan kayak orang-orang, mereka saling menyayangi dan mengetahui apapun mengenai pasangannya, sedangkan aku gak tau apa-apa mengenai kamu," lanjut Keyna.
Keyna pun membersihkan tubuhnya dan setelah itu langsung merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya, "Dev, aku juga pengen punya anak, tapi aku takut suatu saat nanti kamu gak suka anakku dan kamu menyakitinya saat aku gak ada," gumam Keyna lalu memejamkan matanya menuju alam mimpi.
***
Disisi lain, setelah mengetahui jika Keyna tidak hamil. Devan pun memutuskan untuk pergi ke bandara karena memang hari ini ia harus ke negara X mengurus kelompok mafianya yang ada disana.
Devan sengaja tidak memberitahukan kepergiannya pada Keyna karena ia pikir Keyna tidak perlu tau sedetail itu mengenai dirinya, "Tuan, apa anda yakin tidak ingin memberitahu Nyonya karena takutnya Nyonya mencari Tuan karena khawatir?" tanya Mike.
Mike hanya takut jika Keyna merasa sedih dengan kepergian Devan yang secara mendadak.
"Biarkan saja," ucap Devan.
"Baik, Tuan," ucap Mike.
Mike tidak bisa memaksa Devan karena ia tau betul jika Devan adalah orang yang keras kepala dan sangat susah di beritahu.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Devan dan Mike serta beberapa anak buahnya sampai di negara X.
"Mike, kita langsung ke markas, aku ingin melihat rupa dari pemimpin musuh kita yang sudah ada di markas," ucap Devan dengan seringai yang terlihat menakutkan.
"Baik, Tuan," ucap Mike.
Rumah tersebut menjadi bangunan termahal di negara X, rumah tersebut bukan hanya sebuah rumah melainkan sebuah markas mafia dan hanya anggota kelompok tersebut yang tau jika rumah tersebut adalah tempat para mafia.
"Selamat datang, Tuan," ucap salah satu anggota kelompok tersebut saat melihat Devan masuk kedalam rumah megah tersebut.
"Bagaimana? Apa ada masalah selama aku tidak ada disini?" tanya Devan.
"Tidak Tuan, semuanya baik-baik saja hanya saja beberapa hari lalu senjata kita dicuri oleh seseorang dan setelah diselidiki ternyata dia orang dari negara A," ucap pria bertato tersebut.
"Aku sudah mendengarnya, aku kesini ingin melihat rupa dari musuhku," ucap Devan.
"Dia ada didalam Tuan," ucapnya.
Devan pun segera masuk kedalam lebih tepatnya ke sebuah ruangan yang disana terdapat seorang pria dengan telanjang dada dan hanya menggunakan celana hitam panjang dengan tubuh yang diikat di tiang yang ada di ruangan tersebut.
"Oh, halo musuh. Kita berjumpa lagi," sapa Devan.
"B*ngsat kau Devan," ucapnya.
"Wow, sabar. Aku baru saja sampai di negara X dan aku langsung mendapat kata-kata mutiara darimu, ternyata tubuhmu sudah sangat kurus kering dan tidak terawat ya, Mike kau ini bagaimana seharusnya kau biarkan mereka memberi makan musuh kesayanganku ini," ucap Devan.
"Baik, Tuan nanti akan saya sampaikan," ucap Mike.
__ADS_1
"Bagus, oh iya Steve tolong ambilkan air minum untukku kalau bisa yang lama karena aku ingin berbicara tiga mata dengan pria ini," ucap Devan dan mendapat tatapan tajam dari pria tersebut.
"Kenapa? apa perkataanku salah? kau kan memang cuma punya satu mata jadi tidak salah dong kalau aku bilang tiga mata atau hanya dua mata karena satu-satunya matamu akan ku buat hancur juga seperti 6 tahun lalu?" tanya Devan.
Mike pun keluar dari ruangan tersebut dan membiarkan Devan bersama pria tersebut, "Lama tidak bertemu Sam," ucap Devan dengan sendu.
"Heh, kau selalu berpura-pura jahat Devan kenapa? apa kau belum puas menyikasaku selama 6 tahun?" tanya Sammy, ya pria tersebut adalah Sammy.
"Hem, sayangnya aku masih belum puas setelah mata, kakimu. Aku tertarik dengan lidahmu supaya kau tidak banyak bicara kasihan anak buahku harus mendengarkan omonganmu yang gak jelas," ucap Devan.
"Tubuhku udah gak lengkap Van, kau boleh melakukan apapun aku gak akan berontak," ucap Sammy.
"Bagus memang harus begitu," ucap Devan.
"Aku dengar kau sudah menikah, selamat ya atas pernikahanmu semoga istrimu kuat dengan sikap keras kepalamu," ucap Sammy.
"Istriku sangat kuat dengan sikapku, oh iya adikmu sepertinya sangat membenciku sampai-sampai dia ingin mencelakai istriku. Dua kali dia meneror istriku yang pertama dia meneror dengan bangkai kelinci dan yang kedua dia meneror istriku dengan mayat anak perempuan, lumayan menarik bukan," ucap Devan.
"Maksudmu apa? adikku masih ada? tapi bukannya dia sudah meninggal karena kecelakaan pesawat?" tanya Sammy.
"Nah, aku itu yang ingin ku ketahui, tapi aku akui, aku kecolongan karena membiarkan adikmu berkeliaran di sekitar istriku, tapi aku ingin melihat sejauh mana tindakannya, kalau aku sudah muak nanti akan ku kirim dia kesini bersama kakak tercintanya," ucap Devan lalu diakhiri dengan tawa kencangnya.
"Jangan buat adikku terluka, musuhmu itu aku bukan adikku," ucap Sammy.
"Ya, aku tau. Tapi, kau harus tau siapapun yang berhadapan denganku itu artinya keluarganya pun terlibat," ucap Devan.
"Aku pikir setelah menikah kau akan berubah Van, ternyata dugaanku salah, kau sama saja seperti iblis," ucap Sammy.
"Wah, aku sangat rindu dengan julukanmu yang menyebutku iblis, sudah berapa lama aku tidak mendengarnya langsung darimu. Oh iya, kau tau aku menikah dengan istriku sekarang karena apa yang pertama karena aku harus punya citra yang baik di publik, masa orang-orang harus tau kalau aku ini seorang mafia yang kejam kan gak enak di dengernya makanya aku butuh orang lain untuk membuat citraku lebih baik dan yang kedua karena aku ingin suatu saat nanti membunuh istriku untuk balas dendam ke seseorang," ucap Devan.
"Kau gila, untuk apa kau membunuh istrimu?" tanya Sammy.
"Karena aku harus membuat seseorang menderita dengan membunuh istriku," ucap Devan.
"Apa kau ingin membunuh istrimu karena Zayn?" tanya Sammy.
Sedangkan, Devan hanya menunjukkan seringai nya setelah mendengar nama yang di sebutkan Sammy lalu setelah itu, ia pergi dari ruangan tersebut.
Namun sebelum keluar Devan terlebih dahulu menghampiri Sammy, "Adikmu lumayanlah, tapi kalau adikmu berulah lagi akan aku pastikan adikmu akan digilir oleh anggotaku," bisik Devan lalu keluar dari ruangan tersebut.
"Jangan sakiti adikku Devan Radya Erland!" teriak Sammy.
"Aku tau kau benci dengan Zayn, tapi yang kau lakukan itu sangat keterlaluan sampai harus membunuh istrimu yang sepertinya dia tidak tau siapa kau sebenarnya, kenapa persahabatan kita jadi seperti ini Van, aku pengen kita kayak dulu saat kuliah," gumam Sammy.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1