Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Tanya Apa, Ma?


__ADS_3

Keyna saat ini berada di kamarnya dengan Mama Vanka tentunya, setelah perdebatan yang cukup sengit antara Mama Vanka dan Papa alexy, akhirnya Papa Alex mengalah dan membiarkan Keyna tidur dengan Mama Vanka.


Keyna juga sudah berulang kali mengatakan pada Mama Vanka jika ia tidak masalah kalau seandainya Devan ingin menghukumnya, tapi Mama Vanka justru emosi dan semakin gencar mengatakan Mama Vanka akan tidur dengan Keyna dan inilah keputusannya dimana Keyna tidur dengan Mama Vanka.


Sedangkan, Devan tidur di kamar sebelah kamar yang digunakan Keyna dan Mama Vanka lalu Papa Alex tidur di kamar tamu yang ada di lantai 1, Mama Vanka menyuruh Devan dan Papa Alex untuk tidur satu kamar, tapi mereka berdua menolaknya.


"Sayang, kamu mau cerita masa kecilnya Devan gak?" tanya Mama Vanka.


"Mau, Ma. Emang gimana Ma ceritanya?" tanya Keyna dengan semangat.


"Mama ceritain Devan kecil ya," ucap Mama Vanka dan diangguki Keyna.


"Devan itu dari kecil anaknya udah mandiri loh ya waktu itu usianya sekitar 5 tahunan dan kamu tau gak padahal jarak umur Devan sama Kakaknya itu 4 tahun, tapi dari kecil Devan yang lebih dewasa, disaat anak kecil seusianya main sama temen-temennya, Devan dari kecil harus belajar banyak hal mulai dari bisnis keluarga, tata krama sama dia juga harus latihan bela diri...," ucapan Mama Vanka dan terhenti karena Keyna yang menyelanya.


"Berarti Devan jago bela diri dong, Ma?" tanya Keyna.


"Wah! kalau itu mah gak usah ditanyain lagi, Devan itu dari kecil hampir setiap sore dia selalu latihan sama Kakeknya atau Papanya di halaman rumah, makanya Devan itu sekarang jago banget, bahkan Papa kamu aja yang melatih Devan sampai kalah loh," ucap Mama Vanka.


"Wah! hebat ya Devan," ucap Keyna dengan rasa kagum.


"Kapan-kapan kamu minta ajarin Devan bela diri supaya nanti kalau seandainya Devan sibuk bekerja terus kamu diapa-apain kamu bisa ngelawan," ucap Mama Vanka dan diangguki Keyna.


"Mama lanjut ya ceritanya, karena Devan dari kecil mandiri dan dewasa makanya dia jarang sekali mengeluh kalau dia sedang sakit atau pas dia capek, bahkan kita satu keluarga kadang gak tau kalau Devan itu lagi sakit karena gak kelihatan kalau Devan sakit tau-tau kita lihat obat di tempat sampah yang ada di kamar Devan," ucap Mama Vanka.


"Udah gitu pernah nih waktu itu Devan pulang dari camping dan besoknya dia udah belajar dan latihan lagi, terus dua hari setelahnya pas Mama mau bersih-bersih kamar Devan, Mama lihat ada obat sakit kepala untuk orang dewasa, Mama panik dan langsung bilang ke Papa dong dan pas Papa tanya ke Devan barulah Devan bilang kalau dia baru sakit. Saat itu Mama marah karena Mama sebagai ibu tidak tau jika anak Mama sakit dan yang lebih parah Devan meminum obat yang dianjurkan untuk orang dewasa bukan untuk anak seusianya, bahkan setelah itu Devan kembali ke aktivitas biasanya," lanjut Mama Vanka.


"Maaf, Ma, tapi gini Ma. Kan Devan waktu itu masih kecil dan kenapa kok gak dibatasi aja latihannya kalaupun memang Devan memaksa harusnya dia dialihkan ke hal yang mungkin lebih tidak menguras energinya, jadi kenapa malah seakan-akan Mama biarin Devan tetap melakukan aktivitas seperti biasanya?" tanya Keyna.


"Mama sering meminta untuk Devan tidak terlalu memforsir kegiatannya, Mama juga pengen Devan bermain dengan anak seusianya, tapi Devan selalu menolak, dia pernah menurut, tapi tidak sampai tiga hari Devan sakit dan merengek untuk kembali berlatih. Ya akhirnya mau tidak mau Mama harus membiarkannya agar Devan tidak merengek dan sakit, Devan kecil itu sangat keras kepala menurun dari Kakeknya bahkan dia keras kepalanya sampai sekarang," ucap Mama Vanka.


"Apa Kak Acha juga kayak Devan, Ma?" tanya Keyna.


"Kamu tau, Papa itu dulu orang yang keras banget mulai dari cara mendidik Acha, Devan dan Vio, Acha juga gak jauh beda dari Devan bedanya saat udah dewasa Acha mulai memilih hidupnya sendiri dan Papa tidak melarang itu karena Acha sudah memiliki bekal untuk hidupnya begitupun Devan, tapi Devan tidak memilih seperti Acha, dia memilih bertahan dengan apa yang diajarkan Papa sampai saat ini, dan asalkan kamu tau Papa itu hanya mengajarkan kepada mereka sampai mereka sudah memilih keputusan untuk diri mereka sendiri, lalu Vio masih belum bisa memilih karena Papa sama Mama masih anggap Vio masih remaja dan belum bisa mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri," ucap Mama Vanka.


"Berarti ini memang keinginan Devan?" tanya Keyna.

__ADS_1


"Ya, bisa dibilang begitu, jika Devan sudah memutuskan sesuatu maka itu akan terjadi dan berlaku di kehidupannya, seperti menikah dengan kamu," ucap Mama Vanka.


Keyna pun menoleh ke arah Mama Bella dan mengerutkan keningnya, "Maksud, Mama?" tanya Keyna.


"Dulu itu Mama sering mendesak Devan untuk segera menikah, tapi dia selalu menolak dan waktu Mama mulai pasrah dengan Devan, tiba-tiba Devan berkata ke Mama, 'Apa Mama masih mau Devan menikah?' tanya Devan saat itu, ya Mama jawab iya dong, orangtua mana sih yang gak mau anaknya menikah, terus Mama tanya dong sama Devan memangnya dia sudah punya calon kok tanya itu ke Mama dan Devan malah jawab kayak gini, 'Belum,' jawab Devan, lah kan Mama bingung eh ternyata selang beberapa hari, Devan dikenalin Mama ke kamu," ucap Mama Vanka.


'Ada satu lagi yang buat Mama janggal yaitu saat Devan mengatakan, 'Devan sudah merencanakan ini dari lama jadi Mama tidak perlu khawatir,' ucap Devan saat itu, Mama bingung maksud Devan, tapi Mama akan percaya dengan Devan,' ucap Mama Vanka dalam hati.


Meskipun sampai saat ini perkataan Devan itu memenuhi pikiran Mama Vanka, tapi Mama Vanka tidak akan memberitahukannya kepada Keyna, ia akan menunggu Devan yang memberitahukannya secara langsung.


"Mama tau, Keyna aja masih kayak gak nyangka kalau Keyna udah nikah, padahal dari dulu Keyna sering banget diatur kencan buta sama Mama, tapi Keyna punya seribu cara buat nolak atau batalin kencan buta nya, tapi waktu Keyna ketemu sama Devan yang dulu Keyna kira teman kencan buta nya Keyna, Keyna tidak pernah berpikir buat nikah sama Devan," ucap Keyna.


Semua keluarga sudah tau bagaimana kisah Devan dan Keyna mulai dari Keyna yang salah mengenali Devan sebagai teman kencan buta nya hingga Devan yang meminta restu ke rumah Keyna secara tiba-tiba.


"Sayang, boleh Mama tanya sesuatu ke kamu," ucap Mama Vanka.


"Tanya apa, Ma?" tanya Keyna.


"Kamu pengen punya anak gak? maksud Mama itu kamu udah siap jadi ibu belum?" tanya Mama Vanka.


"Kalau Mama tanya itu ke Keyna, pasti Keyna bakal jawab, wanita mana yang jika sudah menikah tidak ingin punya anak, bahkan wanita yang belum menikah pun ada yang menginginkan seorang anak, apalagi Keyna yang sudah menikah, meskipun Keyna pengen punya anak, tapi Keyna masih belum siap jika harus menjadi ibu dalam waktu dekat ini," ucap Keyna.


"Makasih ya, Ma. Udah mau ngertiin Keyna," ucap Keyna dan diangguki Mama Vanka.


"Kita asik ngobrol sampai gak kerasa udah malem, sekarang kita tidur ya," ucap Mama Vanka, Keyna pun membalasnya dengan tersenyum.


Pagi harinya, Keyna dan Mama Vanka sudah bangun dan berada di dapur, "Mana sih para lelaki ini, udah mau siang juga?" tanya Mama Vanka yang kesal karena Devan dan Papa Alex tidak terlihat sejak tadi.


"Mungkin masih tidur, Ma, Keyna bangunin Devan dulu ya," ucap Keyna.


"Yaudah, Mama juga mau bangunin Papa kamu dulu," ucap Mama Vanka.


key aku pun akhirnya masuk kedalam kamar yang ada di sebelah kamarnya, Keyna melihat Devan sedang tertidur dengan posisi telungkup dengan kebiasaannya yaitu bertelanjang dada, meskipun itu sudah menjadi kebiasaan Devan, tapi tetap saja Keyna merasa malu dan sering menutup wajahnya, ia belum siap dengan keterbukaan dari Devan, padahal Devan biasa saja, tapi Keyna saja yang memang dasarnya malu bahkan sampai gugup lalu Keyna pun berjalan menuju ke arah Devan.


"Van, bangun udah mau siang," ucap Keyna.

__ADS_1


Bukannya menjawab Devan justru membalikkan tubuhnya dan menarik Keyna kedalam pelukannya, saat ini posisi Keyna berada di atas Devan.


"Van, bangun," ucap Keyna.


Bukannya melepaskan pelukan tersebut, Devan justru semakin mengeratkan pelukannya dan menelusupkan wajahnya ke leher Keyna.


"Van, geli," ucap Keyna karena ia merasakan napas Devan yang ada di lehernya.


Hingga suara pintu pun terbuka dan terdengar suara perempuan yang sangat nyaring, ialah Mama Vanka.


"Kalian lama ba...nget, eh maaf Mama ganggu kalian ya, yaudah deh kalau gitu kalian lanjutin lagi aja deh," ucap Mama Vanka yang membuat Devan dan Keyna langsung melihat Mama Vanka yang sedang menatap horor kearah Keyna dan Devan.


"Oh iya Van, Mama sih terserah cowok apa cewek, tapi kalau bisa Mama request sih cowok ya," ucap Mama Vanka lalu menutup pintu kamar tersebut.


Setelah Mama Vanka pergi, Keyna pun berusaha untuk melepaskan pelukan Devan, tapi nihil tenaga Devan terlalu kuat jika dibandingkan dengan tenaga Keyna, bahkan Keyna tidak bergerak dari posisi awalnya.


"Devan, aku gak bisa napas nih," ucap Keyna.


Devan mulai melonggarkan pelukannya, tapi tetap tidak melepaskan pelukannya, "Key, gimana?" tanya Devan.


"Gimana apanya?" tanya Keyna yang tidak mengerti maksud dari pertanyaan Devan.


"Request dari Mama," ucap Devan yang berhasil membuat pipi Keyna merona.


"Apa Sih kok jadi kayak Mama gini sih kamu," ucap Keyna.


"Gimana jadi apa gak kalau iya ayo," ucap Devan.


"Hem, kamu yakin?" tanya Keyna.


"Ya iyalah masa gak yakin yaudah ayo ini udah nanggung banget kita kalau gak jadi, mumpung kamu lagi di atas ku," ucap Devan.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2