Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Ini Perintah


__ADS_3

"Jordan menatap Celine dengan tatapan yang sulit diartikan, lo jangan sok tau," elak Jordan.


"Dan, siapapun yang ngeliat cara lo deket sama Keyna juga tau kali kalau lo itu punya rasa sama Keyna," ucap Celine.


"Keyna, tau gak soal ini?" tanya Jordan yang tanpa sadar dia mengiyakan perkataan Celine jika ia menyukai Keyna.


Celine pun tersenyum mendengar pertanyaan Jordan, "Keyna, gak tau kok, lo kan tau kayak gimana Keyna, dia itu orangnya gak bakal tau kalau bukan lo sendiri yang ngomong ke dia kalau lo suka sama dia," ucap Celine dan diangguki Jordan.


"Untung aja Keyna gak tau," ucap Jordan.


"Kenapa lo gak bilang aja yang sebenarnya ke Keyna kalau gue suka sama dia, lo udah sembunyiin perasaan lo ke Keyna lama banget loh, Dan?" tanya Celine.


"Gue masih belum siap, gue rasa masih ada waktu buat gue persiapin semuanya sebelum gue bilang perasaan gue ke Keyna," ucap Jordan.


"Ini cuma saran dari gue, lebih baik lo mundur Dan karena gimanapun lo gak bakal bisa dapatin Keyna," ucap Celine lalu pergi meninggalkan Jordan.


Jordan sendiri tidak mengerti apa yang di maksud Celine, "Apa Celine gak suka ya kalau gue punya perasaan sama Keyna? atau jangan-jangan Celine suka sama gue?" tanya Jordan pada dirinya sendiri yang tentunya mengejutkan bagi Jordan, tapi Jordan tidak ingin memikirkannya.


Disisi lain, Keyna yang saat ini berada di ruangannya langsung melihat beberapa hasil pemotretannya yang nantinya akan ia unggah di media sosialnya, setelah kasusnya dengan Miss Kelly banyak perusahaan yang membatalkan atau mengganti model.


Keyna tentunya memaklumi hal itu karena mereka pastinya tidak ingin terkena kasusnya yang nantinya akan merugikan bagi perusahaannya dan untuk di kantor sendiri masih banyak orang yang menatap atau memandang rendah Keyna.


Bahkan ada yang secara terang-terangan mengaku tidak menyukai Keyna dan ingin Keyna segera keluar dari kantor, tapi Keyna tidak mempedulikannya, selama Keyna masih memiliki kontrak kerjasama maka Keyna tidak akan meninggalkan kantor.


Miss Kelly sendiri diketahui keberadaanya karena setelah semua ini terjadi tiba-tiba saja Miss Kelly menghilang saat semua kebusukannya terbongkar.


Entahlah tidak ada yang tau keberadaan Miss Kelly, namun banyak yang beranggapan jika Miss Kelly telah pergi ke negara lain dengan uang perusahaan dan untuk Michael sendiri dia sudah diamankan oleh pihak berwajib, Keyna tidak ditahan karena tidak ada bukti yang mengarah padanya.


Sedangkan untuk First entertainment, Keyna mendengar kabar jika seseorang telah mengambil alih, tapi Keyna tidak tau pasti siapa orang itu yang jelas Keyna dan juga para model dan staff sangat berterima kasih kepada orang itu yang berani mengambil resiko besar untuk mengambil alih First entertainment yang berada diambang kehancuran.


"Woy! ngelamun apa sih?" tanya Celine yang saat ini berada di depan Keyna dan membuat Keyna terkejut.


"Loh, kamu kapan datangnya kok aku gak tau?" tanya Keyna.


"Ya iyalah mana lo tau kalau lo sendiri dari tadi ngelamun aja, mana gue panggil-panggil gak jawab lagi," omel Celine.


"Hehehehe, maaf, ada apa emangnya, Lin?" tanya Keyna.


"Lo tadi lagi mikirin apa sih sampe kayak gitu?" tanya Celine.


"Gak mikirin apa-apa kok, kenapa emangnya?" tanya Keyna.


"Ck, lo mah kebiasaan kalau gue tanya itu jangan tanya balik," omel Celine.


"Lah, tapi aku memang gak mikirin apa-apa kok tadi," ucap Keyna.


"Masa," ucap Celine dan diangguki Keyna.


"Sekarang aku tanya, kamu kenapa kesini kok gak ke ruangan kamu sendiri?" tanya Keyna.


"Gak boleh gue kesini?" tanya Celine.


"Ya, boleh dong," ucap Keyna.


"Key," panggil Celine.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Keyna.


"Hem, menurut lo gimana sikap Jordan?" tanya Celine.


"Maksudnya?" tanya Keyna.


"Maksud gue itu sikap Jordan ke lo tuh kayak gimana menurut lo?" tanya Celine.


"Jordan itu baik orangnya terus juga perhatian," ucap Keyna.


"Kalau seandainya jordan suka sama lo gimana, Key?" tanya Celine.


Keyna yang awalnya fokus pada Ipad-nya pun langsung menatap ke arah Celine, "Maksud kamu apa sih sumpah aku bingung banget loh?" tanya Keyna.


"Ya, kalau seandainya Jordan suka sama lo gimana menurut lo?" tanya Celine.


"Kalau aku sih ya terserah sih namanya juga kan perasaan orang gak ada yang tau, tapi kalau Jordan suka aku itu gak mungkin," ucap Keyna.


"Kok lo yakin banget, emangnya lo gak suka sama Jordan? dia itu salah satu fotografer yang paling di gilai para model loh?" tanya Celine dan mendapatkan gelengan kepala dari Keyna.


"Aku itu udah nganggep Jordan sebagai temen gak lebih, Jordan juga pasti kayak gitu udah nganggep aku temen gak lebih, jadi gak mungkin aku suka sama dia lagian aku juga udah punya suami, aku gak mungkin khianati suami aku," ucap Keyna.


"Btw, lo kayaknya sayang banget sama suami lo," ucap Celine.


"Harus dong, Lin. Dia kan suamiku jadi aku harus sayang dong sama dia, sekarang rumahku sama prioritasku itu dia," ucap Keyna.


"Semoga lo sama suami lo langgeng terus ya, gue seneng banget liat lo bahagia kayak gini," ucap Celine.


"Iya, makasih doanya ya, Lin," ucap Keyna.


"Kenapa sih Vi berisik banget?" tanya Celine.


"Kamu balik ke ruangan kamu, kamu itu ada tamu malah keluyuran sih," omel Via.


"Siapa tamunya?" tanya Celine.


"Mana gue tau, udah lo samperin aja di ruangan lo," ucap Via.


"Oke, Key. Gue balik dulu ya," pamit Celine lalu pergi meninggalkan Keyna.


.


Disisi lain, Devan saat ini sudah berada di kantornya, "Tuan, sepertinya Tuan Baron bersungguh-sungguh saat mengatakan akan memata-matai Tuan Joseph," ucap Mike.


Namun, tidak ada jawaban dari Devan hingga suasana ruangan tersebut tiba-tiba saja berubah dan terasa mencekam bahkan Mike rasanya ingin segera keluar dari ruangan tersebut dan kakinya juga sudah tidak bisa menahan bebannya lagi.


"Aku tidak perlu memberitahumu mengenai kesalahanmu bukan," ucap Devan dengan dingin dan benar-benar menakutkan.


"Iya, Tuan," jawab Mike.


"Kalau begitu lakukan hukumanmu, tapi aku mau kau melakukannya lebih parah dari yang dilakukan Dennis, jika Dennis hanya dipeluk, tapi kau tadi pagi sampai dikecup, huh benar-benar menjijikkan," ucap Devan.


Ya, Mike tadi belum melakukan hukumannya karena tiba-tiba ada urusan mendadak di perusahaan sehingga Devan harus menunda hukuman yang akan di dapatkan Mike.


"Baik, Tuan," jawab Mike.

__ADS_1


"Satu lagi Mike carilah pasangan entah itu hanya one night stand atau pacar sungguhan terserah aku tidak peduli yang penting nanti kenalkan pada Keyna, ini perintah jadi kau harus segera mendapatkan pasangan secepatnya," ucap Devan.


Mike menatap Devan dengan perasaan bingung, sejak kapan Devan mengurus masalah pasangan untuk dirinya, padahal selama ia bekerja dengan Devan ia tidak pernah ditanyai atau disuruh mencari pasangan.


Tapi, tiba-tiba Mike teringat saat Keyna mengecupnya mungkin karena alasan itu Devan menyuruhnya untuk mencari pasangan dan hal itu disetujui saja oleh Mike.


"Mike, kau tadi bilang apa soal Baron?" tanya Devan yang baru saja teringat perkataan Mike sebelum Devan menanyakan kesalahannya tadi.


"Tuan Baron sepertinya bersungguh-sungguh saat mengatakan akan memata-matai Tuan Joseph," ucap Mike.


"Bagaimana kau bisa seyakin itu?" tanya Devan.


"Saya sudah menyuruh anak buah saya untuk memata-matai Tuan Baron dan ternyata Tuan Baron memang sedang mendekati Tuan Joseph dan sepertinya Tuan Joseph juga tidak curiga Tuan," ucap Mike.


"Kau seyakin itu, bagaimana jika Baron sudah merencanakan itu semua agar dia tidak dikatakan pengkhianat untuk yang kedua kalinya?" tanya Devan yang mampu membungkam Mike.


Meskipun Mike sangat pintar dan cerdik, tapi jika dibandingkan dengan Devan maka ia bukan apa-apa, Mike sangat pintar di bidang akademik, tapi Mike kurang di bidang strategi, sebab itu biasanya Devan lah yang merancang strategi dan Mike yang menjalankannya.


Devan tiba-tiba melemparkan sebuah foto ke meja kerjanya, "Itu adalah pertemuan mereka untuk mengkhianati ku," ucap Devan lalu memutar sebuah rekaman suara.


#


"Aku akan mendekatimu dan kau harus berpura-pura untuk menyambut ku dan jangan curiga terhadapku," ucap Baron.


"Kenapa aku harus melakukannya?" tanya Joseph.


"'Karena saat ini Devan sedang mencari informasi mengenai keluargamu, aku juga diperintahkan nya untuk memata-matai mu makanya kau harus mau kerjasama denganku supaya nyawaku dan nyawamu aman, bagaimana?" tanya Baron.


"Tapi, kenapa Tuan Devan ingin mencari tau mengenai keluargaku?" tanya Joseph.


"Aku juga tidak tau soal itu, tapi bagaimana dengan tawaranku tadi?" tanya Baron.


"Oke, aku akan melakukannya," ucap Joseph.


"Tapi, apa kau yakin jika Tuan Devan tidak akan tau?" tanya Joseph.


"Jangan panggil nama bedebah itu, aku sangat muak mendengarnya dan kau tidak perlu khawatir semuanya akan aman," ucap Baron.


#


"Bagaimana Mike?" tanya Devan dengan seringainya.


"Maaf, Tuan. Semua ini terjadi karena saya kurang teliti dalam menangani kasus ini," ucap Mike.


"Lakukan hukuman sebanyak 3 kali," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike.


"Kita akan ke markas sekarang, untuk hukumanmu lakukan setelah pulang, aku tidak sabar bertemu dengan para tahananku dan tidak sabar memakamkan seseorang hari ini," ucap Devan dan kembali mengeluarkan smirk nya.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2