Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Kabur


__ADS_3

Disisi lain, Devan yang sejak kemarin berada di markas pun dibuat geram karena beberapa penyusup yang sudah berhasil membuat jual beli n*rk*b* yang kelompok Eternal lakukan batal.


Karena itu, setelah makan malam kemarin Devan tanpa basa basi langsung ke markas bahkan ia sampai lupa untuk berpamitan pada sang istri.


"Harusnya kau yang bawa barang itu b*doh!" teriak Devan pada salah satu anak buahnya.


"Maafkan saya Tuan, saya lalai. Tapi, kemarin Edrik mengatakan jika itu memang perintah Tuan," ucap Pio.


"Lalu kau percaya begitu saja," ucap Devan.


"Iya Tuan, saya percaya karena memang yang membawa barang tersebut Edrik dan kemarin adalah pertama kalinya bagi saya untuk membawa barang tersebut ke pembeli," ucap Pio yang sangat dengan amarah Devan.


"Bagaimana? apa kau sudah mendapatkan lokasi pengkhianat itu?" tanya Devan.


"Iya Tuan, dia saat ini berada di apartemen milik kekasihnya," ucap Mike.


"Dasar b*doh," ucap Devan.


"Kita pergi ke apartemen itu sekarang," lanjut Devan.


"Baik Tuan," ucap Mike.


Devan dan beberapa anak buahnya pun menuju tempat Edrik si pengkhianat kelompok Eternal itu.


Sesampainya d apartemen tersebut tanpa basa basi Devan langsung masuk ke dalam karena memang sebelumnya ia sudah mengancam pemilik apartemen untuk memberikannya kunci cadangan dan karena takut penjaga tersebut pun memberikannya dan setelah itu Devan pun membunuhnya agar ia tidak memberitahukannya pada siapapun.


Devan langsung mencari keberadaan Edrik dan saat akan membuka salah satu pintu, ia mendengar suara d*sahan seorang perempuan dari dalam ruangan tersebut.


"Ternyata dia tengah berpesta ya setelah berkhianat," gumam Devan dan langsung mendobrak pintu tersebut.


Benar saja apa yang Devan pikirkan ternyata Edrik tengah berhubungan badan dengan seorang perempuan yang tak lain adalah kekasihnya.


Edrik dan kekasihnya yang tengah naked pun langsung menoleh dan mereka cukup terkejut, Edrik langsung saja menutupi tubuhnya dengan sang kekasih.


"Tu-tuan Devan," ucap Edrik yang sangat kentara jika ia gugup saat ini.


"Ternyata kau tengah berpesta setelah berkhianat ya, kalian begitu biarkan anak buahku juga ikut berpesta. Kau berpesta karena berhasil karena telah menggagalkan jual beli barang ku dan anak buahku berpesta karena aku telah rugi ratusan juta karena mu. Satu lagi, aku akan di wakilkan oleh anak buahku karena aku sudah punya istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah," ucap Devan.


"Mike, bawa pengkhianat itu dan kalian silahkan berpesta," ucap Devan.


Mike dan beberapa anak buahnya pun langsung membawa Edrik, namun sebelum itu Devan menghentikannya dan ia menyuruh anak buahnya yang lain untuk berhubungan badan dengan kekasih Edrik.


Edrik pun berteriak histeris saat melihat sang kekasih yang sangat ia cintai digilir oleh anak buah Devan.


Setelah puas, Devan pun menyuruh Mike dan beberapa anak buahnya untuk membawa Edrik ke markas.


Sesampainya di markas, Edrik di bawa penjara bawah tanah dan Devan langsung memukul kepala Edrik beberapa kali hingga otak Edrik retak dan Edrik meninggal saat itu juga.

__ADS_1


"Kalian lihat bukan, aku tidak pernah main-main dengan perkataanku, pengkhianat akan mati saat itu juga," ucap Devan.


Semua orang yang ada di sana sangat takut dengan apa yang baru saja mereka lihat salah satunya Miss Kelly, bahkan ia berteriak histeris saat melihat mata Edrik yang melotot kearahnya.


Devan pun langsung memilih pergi, namun, sebelum pergi Devan terlebih dahulu menghampiri seorang tahanan yang sudah lama berada di sana.


"Kenapa kau sangat menyedihkan?" tanya Devan.


"Bukan aku yang sangat menyedihkan, tapi kau," ucap pria tersebut.


"Aku? kenapa aku bisa menyedihkan?" tanya Devan.


"Kau butuh seseorang yang mampu membuatmu berubah, kau seperti bukan dirimu," ucapnya.


"Iya kah, aku baru tahu. Aku akan pertimbangkan ucapanmu itu, tapi aku belum memberitahumu ya jika aku sudah menikah, lihat cincin jelek yang ada di tanganku ini," ucap Devan yang menunjukkan cincinnya.


"Selamat atas pernikahanmu, tapi sayang sekali aku tidak bisa melihat itu," ucapnya.


"Tidak masalah, aku justru senang karena kau tidak bisa hadir di pernikahanku karena Jiak kau hadir di pernikahanku maka dapat ku pastikan kau akan menangis karena patah hati, hahaha," ucap Devan.


"Apa maksudmu?" tanyanya.


"Kau harusnya sudah mengerti," ucap Devan.


"Apa sebenarnya yang kau maksud? siapa istrimu?" tanyanya lagi.


"Seseorang yang sangat kau cintai, kau akan tahu nanti karena aku akan menyatukan kalian berdua," ucap Devan dan berdiri.


"Dasar b*jingan kau Devan!" teriak pria tersebut.


"Ya, aku tahu itu," ucap Devan.


Devan melihat jam dan ternyata saat ini sudah jam 5 pagi, "Mike, kita pulang sekarang. Rasanya aku ingin istirahat di kamar," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Devan.


Jam 6 pagi, barulah Devan sampai di rumah dan Devan pun langsung ke kamar. Sesampainya di kamar, ia tidak melihat keberadaan Keyna.


"Dimana dia? apa dia sedang di taman?" tanya Devan pada dirinya sendiri.


"Biarlah, dia pasti sedang di taman sekarang," lanjut Devan dan ia pun memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Cukup lama Devan tertidur, ia terbangun karena dering ponselnya. Devan malas Devan lun mengangkat sambungan telepon tersebut.


^^^Halo^^^


Namun, tidak ada jawaban dari si penelepon dan Devan langsung memutuskan sambungan telepon tersebut.

__ADS_1


"Dasar orang iseng," gumam Devan.


Saat akan kembali tertidur ia melihat jam yang ada di ponselnya, "Udah jam 10 aja, kemana Keyna? apa dia sudah ada di bawah? gak mungkin dia ke kantor kan karena aku sudah memberikannya cuti selama satu Minggu," tanya Devan.


Devan pun membersihkan tubuhnya dan turun ke bawah untuk mencari keberadaan sang istri, "Keyna dimana?" tanya Devan.


"Nyonya Keyna belum turun sejak tadi Tuan," ucap Bi Nani.


"Belum turun, dia tidak ada di kamar," ucap Devan.


Ucapan Devan tentunya membuat semua orang yang ada di sana terkejut karena pasalnya sejak tadi mereka tidak melihat keberadaan Keyna sama sekali.


"Tapi, kamu tidak melihat Nyonya Keyna sama sekali Tuan sejak tadi pagi," ucap Bi Nani.


"Bukannya tadi pagi sekitar jam 6 pagi, Keyna ada di taman belakang," ucap Devan.


"Tidak, Tuan. Saya sejak tadi pagi tidak melihat Nyonya Keyna di taman belakang karena malam harinya Nyonya Keyna bilang akan bangun siang, jadi saya juga tidak menyiapkan sesuatu bahkan saat saya membersihkan beberapa sampah yang ada di halaman tidak melihat Nyonya Keyna," Yap Ganish.


"Apa maksudmu? Keyna tidak ada? bagaimana bisa?" tanya Devan dengan suara yang mulai meninggi.


"Kami juga tidak tahu, Tuan. Kamu kira Nyonya Keyna masih ada di kamar," Tapi Bi Nani.


"Dia tidak ada di kamar," ucap Devan.


Devan mencoba menghubungi Keyna berkali-kali, tapi sayang tidak ada jawaban, "Ish, kemana dia? kenapa gak ngasih tahu aku perginya?" tanya Devan.


"Mike, cari tau dimana Keyna," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike dan ia pun mulai menjalankan tugasnya.


Sudah 5 jam Devan mencari keberadaan Keyna, tapi tetap saja tidak ada hasil, "Bagaimana, Mike?" tanya Devan.


"Nyonya pergi dini hari Tuan dan saat itu para penjaga juga tengah berada di halaman samping karena mereka menemukan penyadap di sana," ucap Mike.


"Mana cctv-nya?" tanya Devan.


"Ini Tuan," ucap Mike.


Devan pun memeriksa cctv tersebut dan benar saja ia melihat Keyna yang pergi drakor yang dengan membawa tas kecil.


"Cari Keyna sampai ketemu," ucap Devan dengan tatapan membunuhnya.


"Baik, Tuan," ucap Mike.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2