Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Ayo!


__ADS_3

Keyna hari ini sudah di perbolehkan pulang, ia pun pulang dengan Devan yang ada di sampingnya dan juga Mama Vanka dan Vio.


"Akhirnya Keyna bisa pulang juga," ucap Keyna.


"Kamu beneran gapapa sayang? apa kamu gak di rawat di rumah sakit beberapa hari lagi gitu?" tanya Mama Vanka.


"Keyna beneran udah gapapa kok, Ma. Kalau di rumah sakit terus Keyna malah bosen," ucap Keyna.


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di mansion mewah milik Devan. Saat masuk ke dalam mansion tersebut Keyna sudah di sambut oleh beberapa pelayan dan pengawal yang bekerja di sana.


Selain itu, keluarga besar Erland juga ada di san bahkan Kikan dan William tak lupa Celine dan Rangga juga ada di sana.


Mereka pun akhirnya mengobrol satu sama lain, Keyna sendiri bersama adegan Kikan.


"Aku tadi udah coba nyapa, tapi dia cuma ngelirik doang gak bales sapaanku," ucap Kikan.


"Jangankan kamu, aku aja kemarin ajak Celine ngobrol, tapi dia juga gak nanggepin. Mungkin Celine butuh waktu," ucap Keyna dan diangguki Kikan.


"Tapi, sampai kapan?" tanya Kikan.


"Aku juga gak tahu," ucap Keyna.


"Biar aku aja yang maju duluan," ucap Kikan dan menghampiri Celine yang duduk di sofa sendirian dan ia tengah menggendong Abraham.


"Lin," panggil Kikan.


Lagi-lagi Celine hanya melirik pada Kikan lalu kembali fokus pada Abraham, "Aku sama Keyna mau minta maaf, kita berdua udah jahat karena gak ngasih tahu kamu apa-apa," ucap Kikan.


Keyna yang sejak tadi diam saat melihat apa yang dilakukan Kikan pun langsung menghampiri Kikan dan Celine karena ia mendengar namanya disebut.


"Hem," jawab Celine.


"Astaga, Lin. Aku bicara panjang kali lebar kali tinggi, tapi kamu malah jawabnya hem," ucap Kikan.


"Anak aku lagi tidur, jadi jangan keras-keras," ucap Celine.


"Eh, iya maaf lupa," ucap Kikan.


"Lin, maafin kita ya terutama aku yang udah sembunyiin semuanya. Aku cuma takut aja waktu itu," ucap Keyna.


Keyna dan Kikan yang melihat Celine menghela napas pun merasa gugup sendiri, "Iya, aku maafin kalian. Aku juga minta maaf karena udah bersikap kayak anak kecil, harusnya aku ngertiin kalian terutama kamu, Key. Kamu pasti ngelakuin ini semua karena ada alasan dan setelah aku pikir sih emang bener kalau aku aja gak yakin apa aku bisa gak ngasih tahu Rangga soal keberadaan kamu," ucap Celine.


"Celine," panggil Keyna dan Kikan secara bersamaan lalu mereka berdua pun memeluk Celine.


"Ish, kalian ini ya, kan udah di bilangin jangan kenceng-kenceng nanti kalau anak aku nangis gimana coba," ucap Celine.


"Lupa lagi," ucap Kikan.


"Oh iya, aku belum ngucapin selamat atas pernikahan kamu sama Kak Rangga dan juga selamat karena udah jadi seorang ibu," ucap Keyna.


"Terimakasih atas ucapannya, aku juga mau ngucapin selamat karena kamu udah balikan sama Devan," ucap Celine.

__ADS_1


"Aku gak pernah putus ya sama Devan," ucap Keyna.


"Iya, emang gak putus. Tapi, pergi ninggalin Devan," ucap Kikan.


"Jangan nyindir ya kamu," ucap Keyna.


"Hehehe, iya iya bumil," ucap Kikan.


"Ini kenapa kok pada pelukan gitu?" tanya Mama Vanka.


"Biasa Tante lagi temu kangen," ucap Celine.


"Tante gak diajak nih," ucap Mama Vanka.


"Sini, Ma," ucap Keyna.


Mama Vanka pun ikut larut dalam pelukan tersebut dan setelah itu, merek kembali mengobrol dan melupakan semua yang pernah terjadi diantara mereka.


Mereka menganggap semua itu tidak pernah terjadi dan hubungan ketiganya masih sama seperti dulu sebelum Keyna dan Kikan pergi meninggalkan Celine tanpa kabar.


Sore harinya, semua orang pun pulang karena memang acara kumpul hari ini begitu dadakan.


Disisi lain, semua pelayan merasa senang karena Nyonya mereka baik-baik saja, sejujurnya mereka sangat khawatir saat melihat Keyna tidak sadarkan diri waktu itu, tapi untung saja keadaan Keyna semakin membaik.


Keyna sendiri saat ini masih berada di ruang tamu karena ia tengah asik memakan cemilannya dengan menonton televisi, Keyna mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya karena ia merasa ada yang aneh.


"Kenapa?" tanya Devan yang baru saja masuk ke dalam rumah setelah mengantarkan keluarganya sampai di depan rumah.


Keyna awalnya ingin ikut, tapi Devan melarangnya dan menyuruh Keyna istirahat sehingga mau tidak mau Keyna pun menuruti perkataan Devan.


"Oh, dia udah gak kerja di sini," ucap Devan dan membuat Keyna mengerutkan keningnya.


"Dia udah gak kerja di sini? kok bisa ? padahal waktu itu dia butuh banget pekerjaan ini, tapi sekarang dia malah ga kerja," tanya Keyna.


"Dia mungkin sudah bertemu dengan Kakak tercintanya," ucap Devan.


"Salma punya Kakak, perasaan Salma pernah bilang kalau Kakaknya itu udah meninggal deh," ucap Keyna.


"Kamu tidak perlu memikirkan itu," ucap Devan dan diangguki Keyna.


Ya, pelayan yang telah melakukan teror, mencelakai Keyna dan Mama Vanka serta meracuni Keyna adakah Salma salah satu pelayan di mansion nya.


Devan sudah mengetahui semuanya dan saat ini Salma akan mendapatkan apa yang dia inginkan yaitu bertemu dengan Kakaknya.


Devan memandang lekat sang istri, sedangkan Keyna yang di kandang hanya mampu menahan malu.


"Kenapa kamu ngelihat aku gitu banget? ada yang aneh ya sama aku?" tanya Keyna.


"Iya, ada yang aneh sama kamu," ucap Devan.


"Aneh? apa yang aneh sama aku?" tanya Keyna.

__ADS_1


"Kamu aneh karena kamu cantik banget, aku bahkan gak bisa mengalihkan pandanganku dari kamu," ucap Devan.


Perkataan Devan kali ini mampu membuat Keyna melayang ke langit bahkan wajah Keyna sudah merah layaknya kepiting rebus karena gombalan pertama yang Devan lontarkan.


"Muka kamu kenapa kok merah gitu hem?" tanya Devan.


"Gak kenapa-napa kok," ucap Keyna.


Bukannya diam, Devan justru mendekati sang istri dan mengecup pelipis Keyna.


"Kamu tahu gak kalau berhubungan badan saat hamil di trimester ketiga itu bagus untuk persalinan," ucap Devan.


Ya, Keyna juga pernah mendengar hal tersebut dulu saat ia masih berada di kota C bahkan Dokter menyarankan agar Keyna berhubungan badan dengan Devan saat itu agar mempermudah persalinannya nanti.


"Sayang," panggil Devan dan membuyarkan lamunan Keyna.


"Eh, iya, kenapa?" tanya Keyna.


"Kamu belum jawab ucapanku loh," ucap Devan.


"Memang kamu bilang apa?" tanya Keyna.


"Usia kehamilan kamu ini bagus kalian berhubungan badan," ucap Devan.


"Terus?" tanya Keyna.


"Ayo!" ajak Devan.


"Ayo kemana?" tanya Keyna.


"Ya, berhubungan badan," ucap Devan.


Belum sempat Keyna bersuara, Devan terlebih dahulu menarik tangannya dengan lembut dan ia menuntun Keyna menuju kamar.


Sesampainya di kamar, Devan pun benar-benar melakukan apa yang ia minta pada Keyna tadi dan ini adalah kedua kalinya bagi mereka untuk sedekat ini.


Jika sebelumnya saat pertama kali mereka melakukan kegiatan tersebut, Devan begitu kasar dan Devina melakukannya tidak sadarkan diri yang artinya bukan karena keinginan Devan.


Namun, untuk kali ini Devan melakukannya dengan sangat lembut bahkan Devan mengatakan kata-kata yang menyejukkan untuk Keyna sehingga membuat Keyna begitu nyaman dan secara perlahan Keyna pun mulai mengimbangi perlakuan lembut Devan.


Devan melakukannya dengan lembut karena memang ia tidak ingin terjadi sesuatu pada istri dan anaknya.


Beberapa saat kemudian, Devan dan Keyna pun menyelesaikan kegiatan mereka, Devan memilih untuk membaringkan tubuhnya di samping sang istri.


"Terimakasih, sayang," ucap Devan dan mengecup lembut bibir Keyna.


Karena ia sudah tidak memiliki kekuatan lagi sehingga Keyna hanya mampu tersenyum tipis dan masih dapat di lihat Devan.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2