Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
Happy Moment


__ADS_3

Mendengar pertunangan Dylan dan Haliza memicu pertengkaran antara Sinta dan Dean.


Dean tidak dapat menahan rasa cemburu dan curiganya.


“Aku sudah sangat mengenal pola kalian berdua. Kalian memancingku agar mempercayai kalian berdua. Kemudian mengkhianatiku.”


“Kau bicara apa sih?” Sahut Sinta kesal. Dirinya baru saja pulang dari tempat kerjanya. Dean sudah menyambutnya dengan wajah masam.


“Aku bermaksud mengajak Emier mencari hadiah pernikahan bagi Dylan dan Haliza. Emier mengatakan padaku bahwa mereka tidak akan menikah. Batal menikah. Bisa kau jelaskan padaku?”


“Haliza merasa belum siap.”


“Aku tidak seharusnya mempercayai kalian berdua!”


“Kenapa kau jadi marah-marah?”


“Mungkin Haliza tau kalau Dylan tidak sepenuh hati kepadanya.”


“Kau sok tau! Dia dikhianati suaminya. Semua orang yang mengalami trauma pasti tidak akan dapat dengan mudah menerima orang lain dalam hidup mereka.”


“Apalagi orang itu Dylan!” Ujar Dean sinis.


“Mengapa kau bersikap sangat menyebalkan.”


“Kau tahu mengapa aku seperti itu.”


“Semua sudah berlalu. Kau juga tau mengapa hal itu terjadi.”


“Aku bukan bermaksud mencurigai kalian berdua. Pertunangan yang tiba-tiba dibatalkan? Sounds familiar.”


“Pertunangan mereka batal bukan berarti mereka tidak memiliki kesempatan lagi. Waktunya belum tepat. Semua terlalu cepat. Mereka membutuhkan waktu.”


“Hanya satu yang bisa membuatku kembali mempercayai kalian berdua.”


“Apa itu?”


“Kehamilanmu.”


“Kita memang sudah sepakat akan menambah momongan. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apa pun lagi. Aku sudah mendapatkan anak-anakku kembali. Aku akan melakukan apa pun agar aku tetap bersama mereka. Mendampingi mereka semua tanpa terkecuali.”


“Apakah aku bisa mempercayaimu?”


“Aku tahu. Aku dan Dylan melakukan kesalahan. Tapi seperti yang sudah kukatakan. Saat itu kami tidak melihat jalan lain. Dan kami pikir. Kami tidak akan kembali lagi selamanya. Akan memulai hidup baru selamanya. Aku tidak bisa lagi memahamkanmu jika kau tidak mau mengerti.”


“Kau tidak tahu apa yang kualami saat itu. Aku seperti orang bodoh meratapi kematian palsumu. Dylan mengetahui keberadaanmu tetapi bungkam.Semua berakhir saat aku menemukanmu by accident.”


“Jadi apa maumu? Kau ingin memisahkanku dengan anak-anakku.”


Dean tercenung.


“Aku tidak ingin memisahkanmu dengan anak-anakmu. Emier juga sangat senang memiliki saudara-saudara. Aku ingin kau tidak mengkhianati kepercayaanku lagi.”


“Baiklah. Aku berjanji. Anak-anakku adalah segalanya. Jika aku mengingkari janjiku. Anak-anakku sebagai taruhannya.”


“Baiklah aku mempercayaimu.”


***


Sinta memulai program kehamilannya. Ada dua zigot berjenis kelamin lelaki dan perempuan yang disuntikkan ke rahimnya.


Bukan kembar identik. Karena berasal dari dua sel telur dan ******.


Sinta bermaksud memberikan kejutan pada seluruh anggota keluarga pada saat merayakan rumah barunya.

__ADS_1


Rumah barunya dihias sedemikian rupa..Didominasi warna baby  pink dan blue.


Balon-balon digantung serta dihias di sudut-sudut ruangan. Memenuhi kolam renang.


Untuk mempercantik dekor juga dihiasi dengan bunga Mawar,  Aster, Dahlia dan Camelia pink. Dirangkai dengan Forget me not, Mawar dan Heaven Blue Morning Glory. Rangkaian bunga yang didominasi biru dan pink. Diselingi bunga bernuansa putih. Untuk menambah keindahannya. Peony putih, kembang sepatu, gardenia dan mawar.


Aneka minuman dan makanan kesukaan anak-anak dipesan. Makanan prasmanannya. Kimlo, sapi lada hitam, ayam saus mentega, tempura dan cah buncis sosis bakso.


Makanan prasmanan terletak di dalam rumah sedangkan makanan non prasmanan disusun berjejer rapi mengelilingi kolam renang.


Spageti bolognaise. Bakso. Spageti brulle. Cheese burger. Dim sum, Pizza dan Hot dog. Aneka minuman kekinian.


Sinta mengundang Haliza dan anak-anaknya. Mereka sudah menjadi satu keluarga. Walaupun Haliza dan Dylan tidak jadi menikah. Entah belum waktunya atau memang demikian adanya.


Haliza datang dengan wajah ceria membawa sepuluh kotak besar donat.


Syarifah dan Syarif langsung bergabung dengan yang lain. Mereka bermain basket di belakang halaman samping rumah. Bersisian dengan kolam renang.


“Keanu!” Teriak Syarif.


“Ayo bergabung bersama kami.” Teriak Keanu.


“Cool house Kean!”


“Yeah.”


“Apakah ada lapangan bola?”


“Nope! Mama bilang terlalu luas. Kalau kita mau bermain bola bisa menyewa lapangan futsal atau ke lapangan bola saja.”


“Yeah, right.”


Mereka bergabung bermain basket three on three. Emier ikut bergabung bersama saudara-saudaranya. Peluh yang bercucuran. Dengan tabah dan bersemangat mengikuti permainan basket tersebut.


Walaupun usianya paling muda tetapi dia terlihat paling bersemangat dan tabah. Mereka semua sangat antusias bermain.


Callista dan Syarifah tidak satu kelompok. Demikian juga dengan Keanu dan Syarif.


Callista, Syarif dan Emier melawan Syarifah, Sapphire dan Keanu.


Callista berlari gesit merebut bola dari tangan Sapphire. Melemparnya ke Emier. Keanu bermaksud menjegal Emier kembali. Emier melompat dan melempar bola pada Syarif. Bola didrible dan menshut bola. Dan masuk.


Permainan terpaksa dihentikan karena acara akan dimulai. Mereka mengganti pakaian mereka yang basah dengan keringat.


Acara diisi dengan aneka hiburan. Musik dan nyanyian juga kuiz. Kebanyakan yang hadir adalah teman-teman sekolah Callista, Sapphire, Keanu dan Emier.


Selain Haliza, Sinta juga mengundang mantan suami Haliza dan istri mudanya. Juga orang tua dari teman-teman anak-anaknya tersebut.


Sinta juga menyediakan aneka jajanan dan makanan yang  diletakkan di lapangan basket. Untuk mereka yang kemungkinan kurang berkenan dengan hidangan yang disajikan.


Aneka makanan pinggir jalan mulai pecel lele, bakso, siomay, nasi goreng kambing, sate padang dan madura juga nasi kapau.


Es kelapa, cincau, dawet dan es durian. Dibuat stand-stand kecil. Diatur dengan rapi.


Kupikir tidak ada yang terlewat. Sinta membatin dalam hati.


Acara bergulir dari waktu ke waktu. Sampai dengan puncak acara.


Suasana berubah menjadi hening. Semua yang hadir menantikan acara yang tertulis di undangan  dengan sebutan acara puncak.


Sinta memberikan pidatonya menyambut acara puncak.


“Acara yang sudah ditunggu-tunggu. Terutama oleh yang membuat dan punya idenya....”

__ADS_1


Kontan mereka yang hadir tergelak.


Dean menyalakan slide.


Slide yang diiringi lagu yang sudah dipilih.


Foto Emier yang diedit duduk seorang diri. Lagu lonely milik Justine Bieber mengiringi.  Kemudian slide berganti dengan foto-foto Emier bersama saudara-saudaranya. Its beautiful day, Michael Bubble sebagai soundtrack. Berbagai moment ketika mereka makan bersama, bermain dan berkumpul di ruang keluarga. Hang out dan berlibur bersama.


Kemudian slide berganti lagi dengan foto sepasang bayi lelaki dan perempuan. Lagu Hallonya Adele mengiringi.


Terakhir foto test pack dengan dua garis biru dengan tulisan its baby boy and girl!


Emier yang paling terkejut dengan berita bahagia tersebut. Dia tidak bisa menahan air matanya turun. Memeluk ibunya dengan sangat erat.


Ayahnya berkata sambil tertawa, “Anak lelaki tidak menangis.”


Emier tersipu malu. Menghapus air matanya tetapi kembali turun. Ayahnya memeluk tubuhnya erat dan mencium pucuk kepalanya. “Menangislah sepuasmu! Aku hanya menggodamu.”


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2