
Boys will be boys. Dylan, Keanu dan Syarif sepakat untuk menghabiskan waktu mereka di toko mainan, cd games dan buku.
Mereka memisahkan diri dengan anak-anak perempuan.
“Kita tidak akan tahan menemani mereka yang maniak berbelanja.” Ujar Dylan diamini oleh Keanu dan Syarif.
“Yeah, kita akan mati kebosanan.”
“Yeah.”
Di toko mainan mereka asyik melihat-lihat mainan yang sangat menarik perhatian mereka.
“Boneka hero ini keren kan?” Tanya Keanu.
“Yeah.” Jawab ayahnya dan Syarif nyaris bersamaan.
Mereka juga melihat kereta api lengkap dengan relnya. Hotwill dengan tracknya. Mobil dan helikopter dengan remote control yang paling menarik perhatian mereka.
“Bagaimana kalau kita beli ini? Kita akan mainkan di halaman belakang rumah atau di lapangan atau taman?”
“Yeah.” Keanu dan Syarif menjawab dengan semangat.
Mereka membeli helikopter dan mobil remote kontrol. Dylan juga membeli rel kereta api lengkap dengan relnya.
Hampir seluruh isi toko mainan menarik perhatian mereka. Terutama permainan-permainan yang memang sangat menarik perhatian mereka bertiga.
Sebelum membayar dan membungkus mainan tersebut. Mereka mencoba mainan tersebut satu per satu.
“Pa, kita cuma bertiga mengapa kau membeli empat?” Tanya Keanu pada ayahnya.
“Kalian melupakan Emier?”
“Untuk apa membelikan Emier?”
“Memang kau mau meminjamkan mainanmu?” Tanya ayahnya.
“Buat apa dipinjamkan? Tidak usah diajak main saja. Kan selesai!”
“Tidak boleh seperti itu, Kean! Emier adikmu juga walaupun berbeda ayah. Tapi tetap dia adikmu.”
“Dia bukan adikku!” Sahut Keanu keras kepala, “Aku sangat membencinya! Aku ingin dia mati!”
“Kean! Mengapa kau sangat membenci Emier?”
“Dia merebut mama. Aku sangat benci padanya!”
“Sayang, Emier tidak merebut mama. Tidak ada yang merebut mama.” Ujar Dylan lembut mengusap kepala putranya.
Keanu menumpahkan tangisnya pada ayahnya. Memeluk ayahnya sambil menangis.
“Mama pergi meninggalkan kita karena Emier dan ayahnya kan?”
“Bukan sayang. Mama memang harus pergi meninggalkan kita. Bukan karena Emier dan ayahnya.”
“Tapi kenapa?”
“Sabar ya sayang, nanti setelah kau dewasa. Aku akan menjelaskan semua padamu dan kakak-kakakmu. Kumohon, jangan membenci Emier lagi. Dia adikmu. Bukan dia yang merebut mama. Bukan ayahnya juga. Tapi memang Tuhan sudah menakdirkan demikian.” Dylan mengusap rambut anaknya dengan lembut.
Keanu menumpahkan tangisnya pada ayahnya. Memeluk ayahnya sambil menangis.
__ADS_1
“Anything happened for a reason.” Ujar Dylan lembut.
“What reason? I lost her. I almost died. Remember?”
“But you are not. Everyone has their own faith. We can not force.”
“I hate her. Emier and also him. The cruelest.”
“Don’t put grudges on yourself. We can not change anything that had happened. And everything happened with God willing’s. Do you want mad at Him?”
“No, ofcourse. I mad at him. Not Him.”
“He can not do anything without God’s permission.”
“Do you want to say that its okay for you losing mom?”
“Ofcourse not. But I knew she were leaving not because of me but Him. Not because of us but Him. We just had to except that. Now, we have a new family, Emier and his father. And if I am marriying mrs Haliza, we will have another family, Syarifah, Syarif, mrs Hana and mr Ahkam.”
“But both of you canceled the engagement.
I like her a lot. I want her to be my mom.”
“Both of us not ready yet. If we were meant each other, God will give us the way.”
“Well, I just can not understand my mother.” Ceplos Syarif, “She cried when except the proposal but then she change her mind.”
“She is confuse. Everything is too fast. Don’t blame her. Everything happen for a reason.”
“Yeah.” Sahut Syarif.
"Do you like Emier?" Tanya Dylan pada Syarif.
"Just tell us the truth. Ignore me." Ujar Keanu.
"Yeah, he is kind, smart, very low profile for rich kid's like him. I think he is perfect."
Wajah Keanu mencelos.
"You said ignore you." Sahut Syarif.
"But you have a feeling and emphaty, haven't you?" Ujar Keanu ketus.
"You are talking like a lady! Chicken!"
Mereka bertengkar mulut dan hampir adu jotos.
"Hey! Stop!" Dylan melerai keduanya, "Kean! Syarif just trying to tell the truth like you were asking. Please, respect him for that."
"I know he has everything while me nothing! I hate him for that!" Seru Keanu marah.
"You got me, Callista and Sapphire, is not enough?"
Keanu memeluk ayahnya erat, "Although you said he didn't steal my mom but for me, he and his father doing something that unforgiven for me. I am glad to have you all but I also feel it's a tragedy losing my mom."
“Ok! I understand that you are in deep console. Your mom is the most treasure for you. Losing her is a tragedy. Its okay if you are not okay. But when you can get through everything. Forgive them for your own sake. Come to terms to reality. Ok, son?”
Keanu menganggukkan kepalanya.
“Feeling better?” Tanya ayahnya.
__ADS_1
Keanu menganggukkan kepalanya.
“Bagaimana kalau kita ke toko cd games?”
“Yey!” Seru kedua anak lelaki tersebut kegirangan. Mereka sampai berhighfive.
Dengan semangat mereka menuju toko cd games. Membeli cd games yang menarik perhatian mereka.
Toko games tersebut seperti surga dunia bagi mereka bertiga. Mereka memilih cd-cd yang mereka sukai dan mencobanya sebelum membeli.
Mereka menyukai (video game) konsol and mobile gaming. Cd games untuk video game consol’s gaming.
Setelah puas menghabiskan waktu di toko mainan. Dylan memutuskan menelpon Haliza.
“Apakah kalian sudah selesai berbelanja?”
“Belum, sedang memilih pakaian pesta untuk anak-anak perempuan.”
“Astaga! Kalian belum selesai berbelanja dari tadi?”
“Aku baru selesai membeli pakaian rumah dan sehari-hari. Callista dan Syarifah ada undangan pesta ulang tahun temannya.”
“Baiklah. Sebaiknya kami ke toko buku dulu. Kalau sudah selesai kabari. Ok?”
“Ok!”
“Bagaimana pa?” Tanya Keanu.
“Mereka belum selesai berbelanja. Can you imagine that?” Sahut Dylan tertawa diikuti yang lain.
Mereka berjalan menuju toko buku. Keanu dan Syarif menyukai buku komik dan anime. Sedangkan Dylan lebih memilih autobiography, non fiksi dan novel-novel bertema thriller yang sangat seru.
Sebuah novel menarik perhatiannya. Tentang drama rumah tangga. Sejujurnya dia tidak suka novel-novel percintaan atau drama. Tetapi hubungannya dengan Haliza dan juga Sinta membutuhkan semacam penjelasan. Mungkin dia bisa mendapatkan ide dari novel-novel drama rumah tangga semacam ini.
Dylan mulai membaca blurb nya. Mengambil sebuah buku yang sengaja dibuka bungkusnya digunakan sebagai sampel.
Mulai membaca isinya. Dan sepertinya sangat menarik. Tokoh Diandra mirip dengan Haliza. Dan Maharani walaupun kisahnya tidak mirip dengannya dan Sinta. Tetapi berhasil membuat si tokoh pria tidak bisa move on dan selalu memenuhi pikiran serta hati si tokoh pria.
Kupikir aku akan membeli buku ini. Siapa tau aku bisa mendapatkan ide dari buku ini. Who knows?
__ADS_1