Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
Korean Choux


__ADS_3

Dylan bersiap untuk menjemput anak-anaknya dari sekolah ke rumah. Filzah dan Mariyah bersiap mengambil alih pekerjaan Dylan.


"Tolong customer yang disana minta nasi lemak sama es campur. Sedangkan yang disana minta nasi kari, lemak dan teh tarik. Ini bon pesanan-pesanan mereka. Aku harus berangkat sekarang. Keanu, Sapphire dan Callista sebentar lagi pulang sekolah."


"Baik, bang."


Dylan bergegas keluar dari kedainya. Berjalan menuju apartementnya. Menuju basement. Memasuki mobilnya dan mengendarainya ke sekolah tempat ketiga anaknya bersekolah.


Untuk memudahkan antar jemput dan kegiatan-kegiatan sekolah mereka. Didaftarkan dalam satu sekolah yang dipilih oleh ketiga anaknya.


Saat Dylan berlalu menjemput kedua anaknya. Saat kedua pegawai wanitanya membicarakan bos mereka.


"Kudengar isterinya melarikan diri?"


"Benar kah? Selingkuh? Suami setampan, sebaik dan sesetia itu? Aku mau jadi isterinya!" Sahut Filzah dengan mata melayang ke angkasa, "Akan kusayangi ketiga anak tersebut seperti anakku sendiri."


"Kau belum pernah menikah. Tidak tahu bagaimana rasanya mengurus anak dan rumah tangga. Lebih baik aku saja yang sudah janda dan punya anak."


"Memangnya tuan kita mau sama kau yang sudah janda? Kebanyakan orang mencari yang masih gadis dan perawan."


"Siapa yang bilang? Orang kalau sudah berumah tangga dan gagal. Lebih praktis berpikirnya."


"Tapi tuan kita seperti sangat acuh."


"Mungkinkah patah hati?"


"Entahlah! Tidak terlihat dia suka menggoda atau merayu gadis-gadis atau wanita-wanita. Gay kah?"


"Gay punya anak tiga?"


"Banyak yang seperti itu. Tapi dia juga tidak terlihat menggoda atau jelalatan dengan lelaki?"


"Sepertinya trauma atau patah hati."


***


Dylan menjemput ketiga buah hatinya dan mengantarkan mereka pulang ke flat mereka.


"Bagaimana sekolahmu, Cal?"


"Baik. Hanya saja, tadi Hani mengajakku mengobrol sehingga kami berdua ditegur Miss Amara."


"Kau kan bisa bilang sama Hani. Kalau mengobrol jangan pas jam sekolah. Jelas saja gurumu tersinggung. Kau dan temanmu tidak memperhatikan pelajarannya."


"Kami bertengkar."


"Kenapa?"


"Aku menyalahkannya dan dia tidak menerimanya."

__ADS_1


"Mungkin kau bisa membahasnya dengan lebih perlahan. Jangan langsung menyalahkan. Biarkan dia memproses konsekuensi yang kalian jalani. Lebih bagus kalau dia yang berkata sendiri padamu bahwa tidak seharusnya kalian mengobrol dan dihukum."


"Aku spontan marah. Karena kami langsung dimarahi dan dihukum."


"Ya sudah gak apa-apa! Salah temanmu juga mengajakmu mengobrol di saat jam pelajaran sehingga kalian dimarahi. Tapi lain kali jangan langsung memarahinya dulu. Liat dulu bagaimana reaksi temanmu setelah kalian dihukum."


"Yeah. Hani keliatan menyesal. Dia juga tidak berani mengajakku mengobrol selama pelajaran berlangsung."


"Berarti kau tidak perlu memarahinya. Karena dia sudah mendapatkan pelajaran dari apa yang dilakukannya. Dia sudah mengerti akibat dari perbuatannya."


"Yeah, pa!"


"Kalau kau Shappire. Bagaimana?"


"Ahsan sering sekali mengganggu dan mengejekku."


"Sudah kau laporkan pada gurumu?"


"Sudah. Dia juga sudah meminta maaf tapi tetap saja begitu."


"Baiklah, besok kita akan berbicara pada Ahsan. Aku akan mengobrol dengannya bersamamu. Kita tanya baik-baik. Mengapa dia suka mengganggumu. Bagaimana?"


"Baiklah."


"Kalau kau sendiri bagaimana? Jagoan kecilku?" Tanya Dylan pada anak bungsunya.


"Aku akan ikut pentas drama untuk perpisahan sekolah."


Sesampainya mereka di apartement. Callista, Sapphire dan Keanu merebahkan diri di sofa ruang tamu.


Dylan menuju kulkas dan mengeluarkan kotak kue korean choux. Memindahkannya ke piring. Membawanya ke ruang tamu. Menyimpan kembali sisa kue di dalam kotak ke kulkas.


Mata Keanu berbinar melihat kue kesukaannya.  Mengambil dan memakannya satu per satu hingga tinggal setengahnya.


"Kau menyukainya?"


Keanu menganggukkan kepalanya.


"Besok mau sarapan dengan kue ini?"


Keanu menganggukkan kepalanya.


Callista dan Sapphire ikut mencicipi kue tersebut tetapi tidak sebanyak Keanu yang memang sangat menyukainya.


"Kalau kalian sangat lelah. Ganti baju kalian dan tidurlah di kamar."


Sapphire dan Callista menuju kamar mereka. Sedangkan Dylan menggandeng Keanu menuju kamar mereka. Mengganti pakaian Keanu dan juga dirinya. Dan menemaninya tidur.


Tubuhnya juga sangat lelah. Bangun pagi, mengurus keperluan anak-anaknya,  bekerja di kedai. Menjemput anak sekolah. Mereka tertidur nyenyak sekitar satu jam. Dylan tidur memeluk Keanu. Sementara Callista memeluk Sapphire.

__ADS_1


Di dalam mimpinya, Dylan bertemu dengan Sinta. Istri yang sangat dirindukannya.


"Sinta! Aku sangat merindukanmu!" Dylan berlari ke arah istrinya.


"Aku juga!"


Mereka saling berpelukan melepas rindu.


"Bagaimana anak-anak?"


"Mereka baik. Kau sendiri bagaimana?"


"Aku merindukanmu dan anak-anak kita. Bagaimana Keanu? Apakah dia menyukai kue yang kukirim untuknya?"


"Kue itu darimu?" Dylan terbangun tiba-tiba. Dadanya terasa sangat sesak. Semua hanya mimpi walaupun terasa sangat nyata.


Hatinya terasa perih. Satu sisi dia bisa melepaskan kerinduan pada istrinya tetapi di satu sisi jiwanya begitu nelangsa dan merana. Menyadari bahwa mereka akan terpisah selamanya.


Ini seperti kematian. Walaupun kau ada tapi aku tak bisa melihat apalagi menyentuhmu. 


Merebutmu dari Dean adalah suatu kesalahan. Mungkin bisa dibilang karma. Tapi melihat ketiga buah hati kita. Merupakan karma yang bermakna dan membuahkan cinta.


Aku tidak bisa mengerti mengapa mereka bisa menduakan belahan jiwanya. Menyakiti hati istri mereka? Karena bagiku, kau satu-satunya. Tak ada yang bisa memaksaku setia apalagi mencinta. Tak pernah berpikir untuk menabur luka apalagi membuatmu merana.


Hati dan jiwaku memilihmu sebagai belahan jiwaku. Aku tak pernah merasa ragu apalagi menyesal mengenal dan memilihmu sebagai cinta sejatiku.


Di tengah prahara pernikahan karena pengkhianatan dan atau perceraian. Sedangkan kita dipisahkan dan diceraiberaikan secara paksa. Apakah ini yang dinamakan ujian cinta?


Setiap cinta memiliki ujiannya kalau tidak diuji dengan kesetiaan, pengkhianatan, kematian juga keadaan.


Apakah Dean merebutmu kembali karena dendam dan sakit hati atau dia merasakan cinta yang sama besarnya seperti yang kurasakan?


Banyak yang bilang bahwa lelaki tidak bisa hidup hanya dengan satu wanita. Tapi hal itu tidak berlaku bagiku dan Dean.


Kau, satu-satunya wanita bagiku dan Dean. Kita bertiga terlibat cinta segitiga. Mungkin kau sendiri menjadi ambigu. Hatimu bisa mendua karena cinta penuh dilema.


Aku cemburu atau mulai tidak mempercayaimu? Atau takut kehilanganmu? 


Cinta adalah misteri. Rahasia Ilahi. Tiada satu pun yang bisa mengerti. Mengapa bertahta di hati? Terganti atau abadi? Semua tergantung kadar kemurnian cinta itu sendiri.


Cinta obsesi atau ambisi atau memang sejati? 


Dylan bangun dari tempat tidurnya. Keanu masih tertidur nyenyak. Jam menunjukkan pukul empat sore. Dia tidak kembali lagi ke kedai. Setelah jam pulang sekolah, saatnya mengurus dan menemani anak-anaknya kembali. 


Jam enam sore kedainya akan ditutup. 


Memutuskan untuk mandi, sholat ashar dan memasak makanan untuk anak-anaknya.


Memiliki dada ayam yang sudah diberi garam dan lada di kulkas.

__ADS_1


Dia ingin membuat chicken katsu. Menumis brokoli, potongan wortel, baby corn dan bakso sebagai sayurannya. Dia akan menumis sayuran-sayuran tersebut menggunakan margarine. Menambahkan kaldu jamur, garam gula, minyak wijen dan saos tiram. Mengukus tahu yang sudah dibumbui dengan kaldu jamur.


__ADS_2