Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
LDR


__ADS_3

Hubungan jarak jauh, pernikahan Sinta dan Dylan serta sikap Dylan yang santai menghadapi sikap fragile Sinta.


Membuat Sinta memiliki ruang untuk memproses semua hal yang menimpa dirinya.


Dylan juga membantunya menyewa psikiater dengan layanan rumah. Sehingga Sinta merasa nyaman dan tidak merasa sedang mengobati kejiwaannya yang terguncang. Mengalami serangkaian kejadian yang menimpanya.


Megan adalah psikiater home caring yang disewa Dylan untuk menyembuhkan Sinta yang terguncang.


"Untuk apa kau menyewa psikiater? Aku tidak gila!"


"Psikiater bukan untuk orang gila saja. Salah kalau kau berpikir begitu. Psikiater sama seperti dokter. Menyembuhkan penyakit. Hanya saja dokter mengobati tubuh kita yang sakit. Sedangkan psikiater mengobati jiwa kita yang sedang terguncang atau terluka."


"Kau terlalu berlebihan."


"Aku tidak berlebihan. Gangguan kecemasanmu meningkat kalau kau teringat pada semua hal yang menimpamu. Ditambah pernikahan kita. Sedangkan kau sendiri masih bingung dengan pernikahanmu yang sebelumnya."


"Haruskah aku mengikuti sesi pengobatan psikiatriku?"


"Ya, kau harus mengukutinya. Agar kau bisa melanjutkan hidupmu dengan nyaman. Tidak ragu, sensitif, bingung, cemas, takut, sedih dan marah. Kau harus bisa menghadapi dan mengelola semua emosi negatifmu."


Megan membantu Sinta untuk memahami realitas yang sedang dihadapinya.


"Keinginanmu untuk bercerai terlebih dahulu sangat tidak mungkin menimbang situasinya."


"Tetapi aku merasa bersalah. Aku merasa memiliki dua pernikahan. Aku tidak bisa melayani Dylan karena merasa aku masih isteri orang lain."


"Kau tidak pernah melayani suamimu sebelumnya sejak kalian menikah. Secara tekhnis kalian tidak pernah menjadi suami isteri."


"Tapi pernikahan tersebut masih ada karena kami tidak pernah bercerai dan aku masih hidup. Aku melakukan serangkaian kejahatan, tidak mau melayani suamiku, memalsukan kematianku dan menikah kembali." Sinta menangis. Mengeluarkan semua emosinya. Dia merasa sangat terguncang.


"Apakah kau mau menceritakan semuanya lagi?"


"Aku harus menceritakannya lagi? Semua sangat menyakitkan buatku."


"Agar kau lebih memahami realitasnya. Aku tidak memaksamu tetapi sepertinya kau tidak memahami atau menerima realitas seperti seharusnya."

__ADS_1


"Seperti yang kukatakan, realitasnya adalah aku melakukan berbagai kejahatan."


"Kau membangun persepsi tentang dirimu sendiri sangat negatif. Belum kau menambahnya dengan konsep dosa. Itu membuatmu kondisimu  semakin berat dan dilematis. Apakah kau memahami konsep poliandri?"


"Memiliki dua orang suami."


"Memiliki seperti apa? Apakah jika kau memiliki dua orang suami dan kau hanya melayani salah satunya disebut poliandri?"


"Poliandri adalah memiliki dua suami. Masalah apakah kau melayani keduanya atau tidak. Atau hanya salah satunya tidak menjadi masalah."


"Siapa yang bilang tidak menjadi masalah? Poliandri terkait dengan budaya dan agama tertentu. Ada yang memang menganut poliandri dan mereka memang memiliki suami lebih dari satu dan melayaninya secara bergantian. Bukan sekedar memiliki banyak suami tanpa hak dan kewajiban di dalamnya."


"Aku tidak merasa membaik dengan percakapan kita. Aku merasa melakukan pembenaran."


"Jika kau ingin sembuh dari penyakitmu. Kau harus memahami kerumitan permasalahanmu dan fokus pada maksud perbuatannya bukan persepsi yang kau bangun sehingga tidak seperti benang kusut."


"Seperti yang kukatakan aku melakukan poliandri dan memalsukan kematianku." Sinta kembali menangis.


"Poliandri melayani dua orang suami pada saat yang bersamaan. Kau tidak pernah melayani mantan suamimu. Saat ini kau juga belum bisa menjalankan kewajibanmu sebagai isteri karena persepsi yang kau bangun."


"Aku tidak ingin berpoliandri karena hal itu dosa. Agama yang kuanut melarang hal itu."


"Agar aku bisa melarikan diri dari keadaan yang menimpaku. Sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Menyelamatkan kondisi mentalku."


"Jika kau sudah menyadari bahwa kau memang harus melarikan diri dari keadaan yang sudah di luar kendalimu. Artinya jika kondisinya normal kemungkinan kau akan mengajukan cerai jika ingin menikah lagi?"


"Ya kau benar."


"Apakah kematian palsumu menurutmu bisa disamakan dengan surat cerai atau "cerai mati"?


"Seharusnya bisa. Karena aku membuat hal itu agar bisa memutuskan hubunganku dengan masa laluku."


"Mengapa kau masih ragu atau sulit menerimanya?"


"Karena aku masih merasa aku berpoliandri."

__ADS_1


"Hanya kau sendiri yang bisa membangun kembali persepsimu dengan proposional. Dan berdamai dengan kenyataan yang sedang kau jalani. Aku tidak bisa membantumu menanamkan persepsi tersebut. Karena kau tidak akan pernah bisa keluar dari kegamanganmu kalau kau tidak menyatukan sendiri antara persepsi dengan realitas yang kau jalani. Harus kau lakukan  sendiri. Karena ini bukan brainwashing atau pencangkokan pemikiran. Kau harus memprosesnya  dengan baik. Ibarat makanan. Aku tidak bisa memaksa menyuapkan makanan ke dalam mulutmu. Apalagi kalau kau tidak bisa menerima, mengunyah dan menelannya. Kau memuntahkan kembali makanan yang kuberikan padamu. Atau kau mengemutnya. Dan melepehkannya. Bisa kah kau memahami perumpamaan yang kuberikan?"


"Iya. Aku harus memproses semuanya sendiri. Kau hanya membantuku memberikan stimulan."


"Iya. Kau sebenarnya sangat cerdas. Bisa memproses semuanya dengan baik. Tetapi karena kau mengalami guncangan emosi dan perasaan membuat keadaanmu menjadi rumit dan dilematis."


"Apa yang harus kulakukan? Semua yang terjadi sangat menekanku." Sinta kembali menangis.


"Pahami keterbatasanmu. Apakah kau memiliki pilihan atau tidak?"


"Apa maksudmu?"


"Jika kau memiliki pilihan dan kau tidak melakukan yang lebih baik. Wajar kau merasa bersalah. Kau bisa bercerai dengan mantan suamimu tapi kau tidak melakukannya. Tetapi kalau kau memang tidak memiliki pilihan tentu kau harus berpikir lebih praktis dan realistis."


"Maksudmu kalau aku tidak dalam kondisi melarikan diri. Semua keadaan normal. Aku tidak minta cerai kepada Dean dan menikahi Dylan. Hal itu tidak bisa dibenarkan?"


"Yeah. Walaupun ada juga orang yang bertahan pada pernikahan mereka secara resmi karena alasan-alasan yang formalitas bukan secara tekhnis mereka masih menikah. Misal karena alasan anak. Memiliki hutang bersama yang harus ditanggung dan diselesaikan  bersama. Jangan kau pikirkan kondisi-kondisi yang lebih rumit. Sebelum kau benar-benar sembuh karena akan menambah kebingunganmu. Fokus pada masalahmu sendiri."


"Sejujurnya, aku memang tidak memiliki pilihan. Aku tidak mungkin mengajukan cerai. Aku juga tidak mungkin bertahan di dalam kondisi tersebut. Seperti yang Dylan katakan. Karakter dan mentalku akan sangat hancur. Keadaannya terlalu berat dan sulit untuk kujalani."


"Ya, kau sudah menceritakannya secara rinci. Aku juga berpikir tidak mungkin kau bertahan dalam keadaan seperti itu. Kau melarikan diri dari keadaan tersebut. Jiwamu masih sangat terguncang apalagi bertahan?"


Aku ingin kau memikirkan hal ini dan jangan memikirkan yang lainnya dulu. Pahami keputusan memalsukan kematian ini apakah tujuannya? Karena jika kau memang melakukan poliandri maka kau tidak akan berusaha memutuskan salah satunya."


Sesi dihentikan karena Sinta masih sangat terguncang dan belum bisa sepenuhnya menyatukan antara persepsi dengan kenyataan yang harus dihadapinya.


"Yang membuatmu dalam kebingungan adalah kau membangun persepsimu sendiri mengabaikan realitas. Kau ingin melakukan semuanya dengan sempurna. Tetapi kondisimu sangat terbatas dan kau tidak memiliki pilihan seperti yang kau inginkan. Selama kau membenturkan persepsimu dengan kenyataan yang ada, kau tidak akan bisa melanjutkan hidupmu dan selalu ragu."


"Bisakah kita lanjutkan besok? Pikiranku sangat lelah. Memproses semua ini membuatku menguras semua energi dan emosi yang kumiliki."


"Baiklah. Kita akan melanjutkannya lain waktu. Kau ingin aku menemanimu berkuda?"


"Aku ingin berkuda seorang diri."


"Baiklah. Aku akan kembali sekarang."

__ADS_1


"Megan, terima kasih."


"Yeah, aku harap kau segera pulih. Kau hanya harus merasa yakin dengan hal-hal yang memang sudah kau pahami pertimbangan kondisinya dengan baik."


__ADS_2