Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
Hana


__ADS_3

Usia belum mencapai dua puluh tahun tapi kehidupannya sudah demikian pahit.


Ayah yang dipercaya dan melindungi mereka sekeluarga. Tergoda oleh seorang janda yang memiliki tiga anak. Meninggalkannya, ibunya dan adik-adiknya.


Ibunya yang notabene ibu rumah tangga banting setir menjadi penjual nasi uduk dan gorengan untuk menafkahi keempat anaknya.


Mereka semua dikeluarkan dari sekolah yang mahal dan baik. Pindah ke sekolah gratis dan sangat berbeda dengan sekolahnya dahulu.


Wc rusak. Lapangan rusak. Air tidak ada. Anak-anak dari latar belakang yang berbeda. Mulai ayahnya buruh kasar, tukang ojek, pemulung, germo, bandar narkoba,   pengusaha yang putus asa mengatasi anaknya yang nakal. Ditolak bersekolah di sana sini dan hanya sekolah itu yang mau menerima anaknya apa adanya. 


Ada pula orang tua yang bekerja sebagai pegawai dan anaknya yang suka tawuran juga mengalami hal sama ditolak bersekolah di sana sini. Hampir semua latarbelakang ada. Tetapi mereka yang bersekolah di sana rata-rata memiliki masalah karakter dan sosial.


Hana sendiri, selain membantu ibunya berjualan. Bekerja serabutan mulai menjaga toko, spg,  sampai menjadi pembantu infal. Untuk membantu ibunya menopang perekonomian keluarga mereka.


Diperkosa oleh anak majikannya. Ketika usianya delapan belas tahun. Bekerja sebagai pembantu.  Tuan muda yang kaya raya tetapi sangat pengecut. Memiliki seorang tunangan dan sederet pacar tetapi begitu beringas terhadap gadis papa dan tidak berdaya seperti dirinya.


Dirinya begitu terhina. Saat diusir dari rumah tempatnya bekerja. Alih-alih meminta maaf apalagi bertanggung jawab. Dirinya difitnah menggoda anak majikannya tersebut dan dicap perempuan gatal.


Gajinya tidak dibayar. Wajahnya diludahi oleh majikannya. Rambutnya dijambak dan pipinya ditampar.


Penderitaannya belum berakhir. Dituduh merebut suami orang saat bekerja sebagai bartender. Karena salah seorang pelanggannya yang gemar memberikan tips dan hadiah.


Kemiskinan, hal-hal buruk yang menimpanya membuatnya membalas dendam pada lingkungannya.


Ibarat orang yang dituduh padahal mereka tidak melakukannya. Seperti pepatah bilang kadung basah, mandi sekalian.


Hana berubah menjadi pemburu suami orang. Untuk melampiaskan kemarahan juga dendamnya atas apa yang menimpa keluarga serta nasib buruk yang menimpanya.


Tujuannya hanya satu. Menghancurkan rumah tangga orang lain untuk membalas ketidakberdayaannya atas kekejaman hidup kepadanya.


Dia akan berpindah pada yang lain begitu rumah tangga tersebut hancur sampai dia bertemu dengan Ahkam.


Ahkam sempat menolak dirinya karena sudah memiliki istri. Membuatnya penasaran dan tidak terima penolakan tersebut.


Tetapi semakin saling mengenal mereka saling jatuh cinta.


Hana jatuh cinta pada karakter Ahkam yang penyayang, sabar, lembut dan setia.


Hana mengakhiri petualangannya. Memutuskan menikahi Ahkam sebagai pelabuhan terakhirnya dan melupakan semua dendam serta kepedihan di dalam kehidupannya. Berdamai dengan hidupnya.

__ADS_1


Hana sendiri hanya tamat SMA dan tidak berminat untuk melanjutkan pendidikannya lagi.


Dirinya sempat bersitegang dengan nyonya Haliza, mantan istri suaminya yang menolak untuk dimadu.


Takdir berpihak kepadanya. Dirinya menjadi nyonya Ahkam. Menyandang status sebagai istri. Kehidupannya banyak berubah. Nasib keluarganya juga berubah drastis.


Dia bisa membelikan ibunya sebuah rumah.  Menyekolahkan dan menguliahkan adik-adiknya ke tempat yang jauh lebih baik.


Ahkam tidak hanya membantu menaikkan harkat dan martabat keluarganya tetapi juga mengubah perekonomian mereka semua.


Pernikahan mereka tentu saja tidak mulus. Mulai cap pelakor dan mendompleng kekayaan suaminya menerpa dirinya. Hana memilih tutup kuping dan memasang kaca mata kuda.


Nyonya Haliza, mantan suaminya sangat membencinya. Tapi dia tidak ambil pusing. Bukankah kita tidak bisa menyenangkan semua orang?


Melabraknya tanpa sepengetahuan suaminya.


"Kau memang wanita murahan dan rendah! Merebut suami orang! Gatal!"  Dirinya diamuk oleh nyonya Haliza yang menampar juga menjambak rambutnya. Tidak cukup berhenti sampai disitu. Meludahinya. 


Dirinya kehilangan kesabaran dan membalas mendorong nyonya Haliza hingga terjatuh.


"Kau nenek sihir!" Makinya.


"Aku dan suamimu sudah berbaik hati menawarkan poligami tapi kau dengan sombong menolaknya! Sekarang kau marah-marah padaku?"


"Dasar wanita gila! Siapa yang tidak marah suaminya direbut!"


"Kau yang gila!"


"Kau!"


Mereka saling jambak-jambakan. Saling memukul dan mencubit sehingga dipisahkan. Dengan rambut acak-acakan dan tubuh penuh luka. Keduanya dipegangi oleh masing-masing orang yang melerai mereka dengan pandangan penuh kebencian satu sama lain.


"Kalian berdua bikin malu!" Ujar orang yang memisahkan mereka.


Hana merasa geram dengan sikap Haliza yang sangat membencinya dan mempermalukannya. Dia memasukkan adik bungsunya di sekolah yang sama dengan anak Haliza, Syarifah.


Haliza yang panas melihat gaya Hana yang petantang petenteng. Membuatnya murka dan menumpahkan kemarahannya pada mantan suaminya.


"***** okbmu! Kayak orang kampung! Norak! Memasukkan adeknya ke sekolah yang sama dengan Syarifah dan Syarif!"

__ADS_1


"Ada apa kau datang marah-marah?"


"Kau tidak tahu kelakuan istri mudamu yang kaget jadi orang kaya!"


"Apa maksudmu? Buat apa mengurusi istriku? Kita sudah bercerai."


"Dia memasukkan adiknya ke sekolah yang sama dengan anak kita."


"Lalu kenapa? Itu sekolah umum. Siapa saja bisa masuk ke sana."


"Kau benar-benar sangat menyebalkan!"


"Kau gak bisa move on dariku tapi meminta cerai? Lucu!"


"Siapa yang bilang aku tidak bisa move on darimu? Gede rasa!"


"Buktikan saja kau bisa move on. Gak usah banyak omong. Sampai segala satu sekolah aja kayak orang kebakaran jenggot. Itu bukan sekolah privat jadi siapapun bisa masuk ke sana asal dapat tempat dan bayar." 


"Kalian berdua sama saja gilanya!"


Kecantikan Hana memang seperti menyihir suaminya. Begitu juga dengan kemudaannya.


Walaupun sakit hati. Nyonya Haliza berusaha tegar. Tidak ada seorang wanita pun tidak merasa sakit dikhinati.


Baginya hidupnya saat ini bersama kedua buah hatinya. Syarifah dan Syarif. Dia sudah menganggap suaminya mati. Sehingga tidak perlu merasakan sakit hati. Terpenting hidupnya bersama anak-anaknya baik-baik saja.


Hana sendiri sebagaimana streotype istri kedua. Muda, cantik dan seksi. Sudah pasti di atas angin dibandingkan istri pertama.


Hana sepenuhnya menyadari bahwa suaminya sangat membutuhkan dan mencintainya. 


"Makanya jadi istri yang bener." Ujarnya pada Haliza.


"Apa maksudmu jadi istri yang benar? Kau pikir kalau kau tua renta suamiku bernafsu padamu?  Kau merasa di atas angin karena cantik dan muda. Kau itu iblis betina! Kau gunakan kecantikan dan kemudaanmu untuk merusak rumah tangga orang lain. Perempuan sepertimu. Memiliki masa lalu kelam. Dipermainkan laki-laki yang tau nilaimu yang sesungguhnya. Mantan suamiku dibutakan oleh nafsu. Mungkin kau jatuh cinta pada suamiku. Tapi jika suamiku tidak memiliki apa-apa. Kau masih mencintainya? Kalian berdua sama saja bejatnya! Yang satu jatuh cinta karena cantik, seksi dan muda. Yang satu jatuh cinta karena karakter dan harta. Botol ketemu tutupnya."


"Percuma kau marah-marah. Suamimu tidak akan kembali padamu!"


"Wanita tolol! Kau kira aku mau menerima mantan suamiku kembali? Kau memungut sampah dan kau yang harus bertanggung jawab. Aku bukan tipe wanita yang buta karena cinta. Aku tidak tahu apa yang kau alami. Tapi bagiku, kalian berdua tidak berarti apa pun. Aku bersyukur kau memungut mantan suamiku. Aku akan membuktikan hidupku akan lebih baik dari kalian berdua. Hidup itu sederhana. Kau berbuat baik maka kau akan mendapatkan kebaikan. Kau berbuat jahat maka kau juga akan mendapatkan hal yang sama. Kau tertipu dengan rupa dan kemudaanmu. Semua orang sama terbuat dari ruh. Fisik hanya bungkus. Jika kau mati, memang kau bisa membawa fisikmu bersamamu. Kau akan mempertanggungjawabkan apa yang harus kau pertanggung jawabkan! Secara ruh bentukmu mungkin dibandingkan kuntilanak masih bagusan kuntilanak!"


Hana menahan amarahnya,"Ucapanmu sangat kasar!"

__ADS_1


"Baru ucapan saja kau sudah sakit hati. Bagaimana dengan perbuatanmu yang tidak punya hati!" Bentak Nyonya Haliza,"Sebelum aku ikutan gila. Aku sebaiknya menjauhi kalian berdua!"


__ADS_2