Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
Jejak


__ADS_3

Sinta mendapatkan informasi dari detektive swasta yang disewanya mengenai keberadaan Dylan dan ketiga buah hati mereka.


Mereka berada di Malaysia. Memiliki kedai makanan dan tinggal di apartement.


Tubuh Keanu terlihat kurus. Air mata Sinta menetes melihat foto Dylan dan anak-anak mereka berdua. Kerinduannya membuncah.


Dia baru meninggalkan mereka selama beberapa bulan tetapi sudah banyak perubahan yang dia lihat. Dari video dan foto yang diberikan detektif swastanya.


Tubuh Keanu yang mengurus. Dylan yang keliatan pendiam. Wajahnya menyiratkan kerinduan, kedukaan dan kesedihan. Dirinya bertahan demi anak-anak mereka.


Sinta tidak tahan melihat sorot mata Dylan seakan menguak semua kesedihan dan kepahitan hidupnya tanpa bisa disembunyikan.


Aku juga sangat mencintai dan merindukanmu!


Sinta membatin dalam hati. Lupakan aku! Cari penggantiku! Aku tidak bisa kembali padamu dan anak-anak kita. Aku terlalu lemah. Dean mengancam akan mencelakaimu dan anak-anak. Saat ini, aku tengah mengandung anak Dean. Aku membenci Dean dan anaknya. Anak ini akan membayar semua perbuatan ayahnya pada kita semua. Aku berjanji! Kita akan bersama tetapi tidak sekarang. Tapi, jika  kau menemukan wanita lain yang bisa mengurusmu dan anak-anak kita. Tidak usah memikirkanku. Anggap aku sudah tidak ada. Mungkin memang kita harus berpisah dan memiliki jalan hidup kita masing-masing. Apa yang membuatmu dan anak-anak bahagia. Membuatku bahagia.


Callista kelihatan lebih dewasa dari umurnya. Berubah dalam semalam menjadi kakak yang sabar pada adek-adeknya.


Sapphire sendiri menjadi penurut kepada kakaknya.


"Aku ingin kau mengambil foto dan video mereka. Ini makanan kesukaan anakku yang bungsu. Tolong sampaikan. Rahasiakan identitasku.  Aku juga ingin kau menyampaikan hadiahku untuk anak-anakku ketika mereka berulang tahun. Hanya itu yang bisa kulakukan untuk mereka. Tolong rahasiakan semuanya. Jangan sampai suamiku mengetahuinya. Dia akan  sangat marah."


"Baik, nyonya."


Sinta menghapus air matanya. Menyimpan semua foto dan video yang dikirim ke hape dengan nomor khusus. 


"Aku harus pergi sekarang. Suamiku sering mencariku."


"Baik, nyonya."


Sinta beranjak pergi. Memakai kacamata hitamnya menyembunyikan air matanya.


Memasuki mobilnya kembali ke kantornya. Gadgetnya berbunyi. Dean.


"Ada apa sih kau menelponku?" Sahut Sinta sebal.


"Aku ingin tahu bagaimana keadaanmu. Masak gak boleh?"


"Kau menanyakan keadaanku setiap dua jam sekali. Kalau tidak kutahan. Setiap setengah jam sekali kau menelponku."


"Mengapa kau marah-marah?"


"Kau mau aku bagaimana?"


"Kau pernah mengkhianatiku. Aku tidak bisa mempercayaimu. Mengertilah!"

__ADS_1


"Aku kurang mengerti apa? Kau sudah mengancamku dan keluarga kecilku. Kau sudah membuatku dan Dylan tak berdaya. Mau apalagi?" Bentak Sinta kesal.


"Aku ingin kau menjaga kepercayaanku. Itu saja."


"Memangnya aku ngapain?"


"Kau bertemu siapa barusan?"


"Kau memata-mataiku? Kau benar-benar keterlaluan! Aku benci padamu!"


"Kau sudah menyia-nyiakan kepercayaanku. Mana bisa aku mempercayaimu?"


"Lepaskan aku. Kumohon! Banyak perempuan yang bisa kau pilih. Aku tidak bahagia bersamamu. Aku kehilangan Dylan dan anak-anakku. Aku yakin, Dylan mau menerima anak yang kukandung dan bisa mengerti semua yang sudah terjadi. Kau memaksaku. Aku tidak bermaksud mengkhianatinya."


"Aku tidak bisa! Kau milikku! Selamanya milikku!"


"Kau gila!"


"Aku tidak peduli apa yang kau katakan! Aku tidak akan segan membunuh Dylan dan anak-anakmu kalau kau tidak mematuhi aturanku."


"Aku tidak mendekati mereka. Kalau itu maksudmu. Aku hanya ingin memberikan hadiah ulang tahun bagi anak-anakku. Makanan kesukaan anakku yang bungsu."


"Kau tahu, aku tidak suka kalau kau memikirkan masa lalumu. Semua sudah berlalu."


"Anak-anakku membutuhkanku. Setidaknya biarkan aku dan Dylan mengurus anak-anak kami bersama."


"Aku berjanji akan menjaga kepercayaanmu."


"Kau jangan mimpi! Aku tidak akan membiarkan dia melarikanmu lagi. Aku sudah tau akal bulus kalian berdua. Kalian akan merencanakan lari. Mungkin kali ini aku tidak akan pernah bisa menemukanmu lagi!"


"Untuk apa kau menahan orang yang tidak mencintaimu?"


"Kau tengah mengandung anakku. Aku selalu mencintai dan memperhatikanmu. Kau pasti membalas cintaku. Jika kau tidak mencintaiku sama sekali, aku tidak peduli."


"Kau terobsesi! Kau gila!" Air mata Sinta kembali mengalir.


"Jangan membuat kesabaranku habis! Kendalikan dirimu! Aku tidak ingin mengasarimu!"


Sinta menghapus dengan susah payah. Air matanya yang kerap mengalir membasahi kedua pipinya.


"Aku bukan barang. Aku manusia. Punya perasaan dan pilihan. Tidak seharusnya kau memaksaku."


"Aku tidak pernah menganggapmu barang. Sebelum kau mengkhianatiku  Aku selalu menghormatimu. Bersabar menunggumu membalas cintaku. Tapi apa yang terjadi? Apa kau bisa dipercaya? Aku pernah sangat mempercayaimu. Apa balasanmu padaku?  Kau isteriku. Kau tidak boleh berlaku nusyuz padaku. Menikah dengan orang lain padahal statusmu masih isteriku."


"Apa pilihanku? Kau selalu memaksaku untuk menjabat. Melindungi perusahaan keluargamu. Aku mengalami tekanan mental. Hanya Dylan yang memahaminya. Apakah jika aku berkata terus terang padamu. Kau akan menceraikanku?"

__ADS_1


"Aku tidak ingin bercerai denganmu. Itu masalahnya. Hak talak ada di aku."


"Tapi kalau isteri tidak menyukai suaminya dia bisa mengajukan gugatan cerai."


"Kalau kau mau bercerai denganku. Fine! Akan kuurus kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Dylan."


"Dia hanya melindungiku."


"Apa pun alasannya. Dia yang melakukannya."


"Hentikan! Jangan ganggu Dylan dan anak-anakku."


"Kau harus menurut padaku. Jika kau ingin mereka selamat. Dylan bisa mengurus anak-anakmu. Jika dia dipenjara. Siapa yang akan mengurus anak-anakmu? Aku tidak akan mengijinkan mereka tinggal bersamaku. Kalau kau tidak ingin anak-anakmu menjadi sasaran pelampiasan dendam serta sakit hatiku."


"Jangan kau sakiti mereka. Kumohon."


"Apa kau masih minta cerai?"


Sinta menggelengkan kepalanya,"Tidak!"


Airmata mengalir di kedua belah pipinya.


"Bagus! Aku melihat sudah ada pengertian disini!"


"Mengapa kau terobsesi padaku?"


"Mengapa kau terobsesi pada Dylan?"


"Kami saling mencintai. Wajar kalau saling terobsesi."


"Sebelum kita menikah. Apa namanya kalau bukan cinta? Kau berubah drastis setelah kita menikah?"


Sinta terdiam. Transmigrasi itu? Dia tidak bisa mengetahui apa pun tentang hubungannya dengan Dean sebelumnya. Dia juga tidak bisa menjelaskan pada Dean karena akan dianggap berbohong dan mencari-cari alasan.


"Apakah sebelum menikah kita saling mencintai?"


"Kita selalu saling memuaskan satu sama lain."


"Itu tidak bisa jadi indikasi cinta."


"Lalu darimana mengukurnya? Aku tidak bisa melihat hatimu. Kau menikmati setiap sesi percintaan kita walaupun aku memang membayarmu karena itu pekerjaanmu."


"Tetapi setelah menikah, aku tidak mau melayanimu!" Karena transmigrasi itu. Dean seperti orang asing baginya. Dia sendiri bukan pelacur. Anak kelas tiga sma yang tidak memiliki hubungan apalagi pengalaman dengan lelaki. Sehingga tidak mungkin dia bisa melayani Dean walaupun status mereka menikah. Transmigrasi tersebut, membuat Dean sangat asing baginya. Dia merasa Dean mengintai dan ingin memperkosanya.


Berbeda dengan Dylan yang tidak pernah memaksakan hubungan mereka berdua. Dalam pikiran Dylan hanya berusaha melindungi dan melakukan yang terbaik untuknya.

__ADS_1


Cinta mereka tumbuh secara alamiah tanpa paksaan. Hubungan mereka juga terjalin dengan manis. Di atas pengertian dan cinta yang tulus juga kepercayaan…..


__ADS_2