Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
Callista


__ADS_3

Semenjak kepergian ibunya yang mendadak seperti hilang ditelan bumi. Membuat Callista berubah menjadi anak yang murung dan pendiam.


Melihat adik bungsunya dirawat di rumah sakit. Ayahnya terlihat sangat terpukul, sedih dan berusaha menanggung semuanya sendiri. 


Sebagai putri sulung, tidak ingin membebani ayah dan saudara-saudaranya yang lain. Jika ayahnya sibuk memperhatikan dan mengurus Keanu.


Callista mendampingi Sapphire yang juga sangat terpukul dengan kepergian ibu mereka. Membantu ayahnya membersihkan dan mengurus flat mereka. Mengerjakan tugas-tugas sekolahnya sendiri. Membantu Sapphire. Menggantikan ibu dan ayah mereka yang kerap membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumah mereka.


Menangis seorang diri sesaat sebelum tidur. Ritualnya yang baru setelah kepergian ibu mereka.


Dia enggan menampakkan kesedihannya pada ayah dan saudara-saudaranya tetapi juga tidak bisa menahan kepedihan hatinya akan kepergian ibu yang sangat dicintainya. Miliknya yang paling berharga di dunia ini.


Keanu paling terpukul. Karena dia yang paling muda usianya dan paling dekat dengan ibu mereka.


Hampir setiap malam mengigau memanggil ibu mereka. Tidak mau makan. Tubuhnya demam tinggi membuat ayah mereka menjadi panik. 


Callista dan Sapphire terpaksa mengurus diri sendiri ketika Keanu dirawat di rumah sakit karena demam tinggi dan tidak mau makan sama sekali.


Dylan menyewa asistent rumah  tangga selama Keanu sakit  untuk menemani kedua putrinya di flat mereka. Dirinya tidak bisa berkonsentrasi menemani putra bungsunya karena mengkhawatirkan kedua putrinya tidak ada yang menjaga mereka.


Kebiasaan Callista yang baru memiliki sebuah diari untuk menuangkan semua kerinduannya kepada ibunya.


Ma, aku pulang sekolah dan kau sudah tidak ada….


Aku sangat sedih dan bingung. Aku menunggumu tapi kau tidak kunjung tiba….


Papa bilang kau harus pergi tiba-tiba. Nenek memerlukanmu dan tidak bisa bersama kami lagi karena nenek sudah tua dan hanya kau yang bisa merawat nenek….


Air mata Callista tumpah. 


Aku sendiri belum pernah bertemu dengan nenek. 


Tapi jika kau memang harus menjaga nenek. Aku bukan tidak bisa mengerti. Tapi aku sangat tidak tega melihat Sapphire, Keanu, papa dan aku sendiri sangat merindukanmu….


Mengapa kau tidak membawa nenek tinggal bersama kita?


Aku dan adik-adik pasti sangat senang jika nenek bisa bersama kita.


Papa bilang tidak mungkin nenek bersama kita karena nenek dirawat di rumah sakit dan kau harus menungguinya.


Ma, dimana pun kau berada. Aku selalu merindukanmu….


Semoga kau bisa cepat berkumpul bersama kami semua….


Walaupun ayahnya tidak pernah mengeluhkan ketiadaan ibunya tetapi Callista bisa merasakan betapa ayahnya merindukan ibunya.


Callista tidak pernah melihat ayahnya meneteskan airmata tetapi dia juga yakin ada saat dimana ayahnya sepertinya.


Saat ibunya pergi dan Keanu  dirawat di rumah sakit. Callista melihat mata ayahnya merah. Wajah ayahnya sungguh mengundang iba. Berbicara kepadanya dan Sapphire dengan tegar. Meminta mereka berdua menjaga diri mereka dengan ditemani asistent rumah tangga yang disewa ayah mereka selama menemani Keanu di rumah sakit.


Sapphire sendiri selalu merengek menanyakan keberadaan ibunya. Meminta bantuannya untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya. 

__ADS_1


"Callista! Dimana mama? Aku ingin bertemu dengan mama!" Rengek Sapphire.


"Mama sedang menjaga nenek. Ada aku dan papa. Mama tidak bisa berada di dua tempat. Nenek membutuhkan mama sedangkan kita masih ada papa." Callista memeluk Sapphire yang terus menangisi ketiadaan ibu mereka.


"Apa kau tidak ingin bertemu dengan mama?" Rengek Sapphire.


"Tentu saja. Aku ingin bertemu dengan mama tapi kan tidak bisa. Mama harus menjaga nenek." 


Sapphire menghentikan tangisnya. Melihat Callista begitu tegar dan kuat.


"Apakah kita bisa bertemu dengan mama lagi?"


"Tentu!"


"Kapan?"


"Aku tidak tahu tapi kita tidak bisa memaksakan sesuatu yang tidak bisa kita ubah."


"Apakah Keanu akan baik-baik saja?"


"Tentu! Kau sudah membuat pekerjaan rumahmu?"


"Belum. Mau kah kau membantuku?"


Callista menganggukkan kepalanya, "Tentu! Mana pe ermu?"


Mereka mengerjakan pe er Sapphire bersama-sama. Ibu mereka biasa membantu Sapphire mengerjakan pe ernya. Atau ayah mereka. Tetapi ibu mereka saat ini sedang membantu nenek sedangkan ayah mereka sedang mengurus Keanu.


"Cal! Aku kangen sama mama."


"Tidak bisa kah, kau bilang sama papa. Supaya membawa kita bertemu dengan mama?"


"Tidak bisa. Papa bilang kita tidak bisa menemui dan mengganggu mama."


Air mata Sapphire meleleh. Callista mengusap air mata adiknya.


"Mama selalu membacakanku cerita sambil memelukku sebelum tidur."


"Aku akan melakukannya untukmu. Bagaimana?"


Sapphire menganggukkan kepalanya. Callista membacakan cerita sampai Sapphire tertidur.  Dia juga memeluk adiknya. Memastikan Sapphire tertidur sangat lelap baru melepaskan pelukannya.


Setelah Sapphire tidur. Callista memilih menulis diarinya. Menuangkan semua kerinduannya pada ibunya. Menceritakan bagaimana dia bisa menggantikan tugas ibunya hari itu. 


Setelah kantuk menyerang. Callista menghentikan aktifitasnya. Mematikan lampu dan tertidur di samping Sapphire. Memeluk adiknya.


Di dalam tidurnya. Dia bermimpi bertemu dengan ibunya. Wajah ibu yang sangat dirindukannya.


"Ma!"


"Sayang!"

__ADS_1


Mereka saling berpelukan.


"Ma! Jangan pergi! Kami sangat merindukanmu!" Callista memeluk ibunya sangat erat.


Ibunya membalas pelukannya. Perasaan hangat mengalir ke dalam diri dan hatinya.


"Ma!" Tangisnya pecah.


"Sayang! Jangan menangis! Kau jaga Sapphire dan Keanu untukku!"


"Ma!"


Ibunya melepaskan pelukannya dan berjalan menjauhinya.


"Ma! Jangan tinggalkan aku! Kumohon!"


"Sayang! Aku harus pergi! Jaga papa dan saudara-saudaramu! Aku mencintaimu!"


"Ma!" Callista terbangun. Dia menangis di dalam mimpinya. Hatinya begitu sedih. Semua hanya mimpi. Semua terasa nyata tetapi hanya mimpi.


Callista mengusap airmatanya yang mengalir deras dari kedua belah pipinya.


"Ma! Kami sangat merindukanmu! Kapan kita bisa bertemu lagi? Kuharap nenek bisa segera sembuh dan kau bisa bersama kami lagi!"


Pagi harinya. Sebelum menyiapkan dirinya sendiri. Callista membantu Sapphire menyiapkan dirinya sendiri.


Membuat sarapan yang mudah untuk mereka berdua. Roti dioles dengan selai coklat. Menuang segelas susu dari kulkas.


Erna, asistent rumah tangga yang disewa ayahnya. Sedang mencuci dan menggosok pakaian mereka semua.


Begitu mereka berdua sekolah. Erna berbelanja dan memasak makanan untuk mereka berdua. Serta membersihkan flat mereka.


"Cal! Kapan Keanu dan papa pulang?"


"Aku tidak tahu. Selama Keanu belum sembuh dari sakitnya dan harus dirawat. Papa akan menemaninya di rumah sakit."


"Aku merindukan mereka berdua."


"Aku juga tapi saat ini Keanu sakit dan harus dirawat. Tidak bisa pulang ke rumah sampai dinyatakan sembuh oleh dokter."


Sapphire sangat senang menerima telpon dari ayahnya. Mencurahkan semua keluh kesahnya. Menanyakan kapan ayah dan adiknya pulang.


"Aku juga merindukanmu, sayang!" Suara ayahnya membujuk Sapphire.


"Kapan kau dan Keanu pulang? Aku ingin bertemu dengan mama."


"Keanu belum sembuh. Dokter belum mengijinkannya pulang. Kita tidak bisa menganggu ibumu yang sedang merawat nenekmu."


"Aku kangen mama!"


"Kita semua kangen mama tapi nenek sedang membutuhkan mama. Ada aku, Callista dan Keanu."

__ADS_1


"Yeah! Tapi aku ingin bertemu mama." Rengek Sapphire.


"Sayang! Kau harus sekolah kan? Nanti kau dan Callista terlambat. Kita sambung lagi setelah kau pulang sekolah, ya? Jangan menangis, sayang. Anak papa, anak yang manis, hebat dan baik hati. Bisa kah aku berbicara dengan Callista?"


__ADS_2