Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
Hidup Baru


__ADS_3

Pernikahan yang sangat sederhana dilangsungkan dengan khusuk dan sakral.


Mungkin latar belakang pernikahan yang membuat pernikahan tersebut terasa sangat berbeda.


Sinta sendiri merasa pernikahannya kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya.


Pernikahan sebelumnya terjadi dalam keadaan bingung bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang pelacur.


Tidak siap melayani suami yang sangat asing baginya. Dia tidak bermaksud nusyuz tetapi Dean benar-benar sangat asing baginya. Apalagi dia juga tidak pernah berhubungan dengan lelaki mana pun. 


Bagaimana seandainya tiba-tiba seorang wanita bertransmigrasi ke dalam tubuh pelacur dan harus menjalankan tugasnya sebagai isteri? Apakah mereka bisa melayani suami mereka begitu saja? Dosa atau merupakan konsekuensi logis dari suatu keadaan di luar kendali mereka sendiri?


Dean adalah suaminya tetapi lelaki satu-satunya yang dikenalnya dengan baik. Hati dan jiwanya menerimanya begitu saja adalah Dylan.


Perhatian serta perlindungannya membuat Sinta merasa nyaman dan aman. Dylan adalah guardian angelnya.


Makna cinta belum tentu semua orang tahu. Tapi yang pasti cinta akan menyentuh hati dan jiwa. Dengan pernikahan yang dilangsungkan antara Sinta dan Dylan mungkin juga akan menyentuh raga.


Sedangkan bersama Dean semua terasa sangat sulit. Karena hati dan jiwanya tidak mengenali Dean sehingga walaupun mereka menikah. Sulit bagi Sinta menyerahkan raganya. Bukan sengaja seperti itu tapi karena merasa asing dengan suaminya sendiri. Kemungkinan karena transmigrasi tersebut.


Bagaimana pun wanita makhluk perasaan. Mereka bukan *** machine. Kecuali mungkin profesi mereka sebagai pekerja seksual komersial yang harus mencari nafkah dengan cara seperti itu. Mereka mengabaikan emosi dan perasaan mereka. 


Tetapi jika bukan pekerja seksual komersial tentu hal itu akan sangat sulit. Wanita adalah makhluk perasaan. Mereka hanya melakukan hubungan seksual jika memang mereka mencintai pasangan mereka atau merasa nyaman dengan pasangan mereka.


Jika hati dan jiwa mereka menolak tentu sangat sulit bagi mereka untuk menjalankan tugas mereka sebagai isteri.


Jika suami dianjurkan berlaku lembut, romantis dan baik. Agar isteri mereka bisa menyayangi dan mencintai mereka. Karena wanita bukan makhluk logika yang bisa berpikir praktis. Sebagian besar wanita mereka bisa menuruti suami mereka karena sifat lembut, baik, sabar dan pengertiannya.


Seandainya dia tidak bertransmigrasi. Mengenal Dean seperti dia mengenal Dylan mungkin semuanya akan berbeda.


Dia tidak akan mungkin menikahi Dylan dan memutuskan tali pernikahannya. Karena hati dan jiwanya tertaut pada Dean bukan Dylan.


Airmatanya menetes ketika mencium tangan Dylan. Selesai melangsungkan akad nikah. Penghulu memintanya untuk mencium tangan suaminya.


Sinta tidak bisa menahan haru yang menyesaki dadanya. Dia merasa bahwa Dylan adalah pemilik hati dan jiwanya. Mungkin itu yang dinamakan jodoh. Membawa ketentraman dan juga ketenangan.


Bersama Dylan semua terasa lebih mudah. Pikirannya menjadi lebih tenang dan nyaman. Tidak merasa sendiri.  Ibarat peta, Dylan bisa menunjukinya jalan agar tidak tersesat.

__ADS_1


Menjadi tergantung tetapi bukan dalam arti yang merusak. Sebaliknya, dia juga lebih mudah menemukan jalan hidupnya.


Meninggalkan apa yang memang seharusnya dia tinggalkan sejak lama atau pertama kali bertransmigrasi.


Tetapi tidak ada daya yang bisa membuatnya melakukan hal yang sesuai dengan keinginannya karena Dean dan orang tuanya sangat berbeda dengan Dylan.


Sinta tidak bermaksud membandingkan keduanya. Hanya saja keduanya terasa sangat berbeda. Ibarat aksara. Dean seperti aksara peradaban jaman kuno yang mungkin hanya dipahami sebagian orang atau orang yang berasal dari peradaban tersebut.


Sedangkan Dylan seperti huruf latin yang hampir semua orang mengerti. Setidaknya, itu yang dirasakan Sinta kepada mereka berdua.


Yang satu berpikir sangat rumit sedangkan yang lainnya berpikir sangat simple dan mudah dipahami.


Jika wanita bisa diibaratkan seperti alat musik. Mereka yang bisa memainkannya bisa menikmati nada indah dan merdu. Tetapi jika mereka tidak bisa memainkannya maka tentu hanya nada yang sangat mengganggu dan bising yang bisa mereka hasilkan.


Pernikahan mereka juga membuatnya terhubung pada pamannya yang sudah lama hilang dari keluarganya. Paman Kevin, saudara seayah ayahnya. 


"Kau harus berjanji merahasiakannya. Keluarga hanya tahu kalau aku sudah meninggal di dalam kebakaran."


"Mengapa kau harus berbohong?"


Dylan menceritakan semuanya kepada Paman Kevin tanpa melewatkan satu pun.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan menikahkan kalian serta akan menyimpannya rapat-rapat demi kesehatan mental Sinta."


"Terima kasih, paman!" 


Sinta dan Dylan menyalami paman Kevin dan memeluknya mengucapkan terima kasih.


Pernikahan tersebut hanya dihadiri penghulu, wali mereka yaitu paman Kevin yang masih single, dua orang saksi lelaki dan mereka berdua.


Selesai mereka menikah, Dylan meninggalkan Sinta seorang diri.


"Kau langsung kembali ke Indonesia dan meninggalkanku disini?"


"Aku tidak ingin mendesak apalagi membuatmu bingung. Kupikir, sebaiknya aku memberikanmu waktu."


"Aku tidak bermaksud membuat semuanya menjadi sulit."

__ADS_1


"Aku mengerti." Dylan mengecup dahi Sinta. 


Sinta merasa bahwa Dylan memberikannya ruang dan kebebasan untuk memutuskan.


Kebiasaan Dylan membawakan Sinta sekotak coklat dan kue kesukaannya.


Sinta sendiri memasakkan makanan kesukaan Dylan. Steak, pasta, masakan Indonesia yang sangat segar seperti sayur asem dan ayam bakar.


Jika ada yang berkata bahwa cinta seperti tanaman. Jika rajin dirawat, disiangi, disirami dan diberi pupuk. Akan bersemi dan tumbuh subur.


Mereka saling bertukar cerita saat mereka saling bertemu. Jarak menjadi indikator untuk mengukur cinta di antara mereka berdua. Karena cinta dan rindu menjadi saling berkaitan satu sama lain.


Mereka kerap membicarakan Dean. Membicarakan secara terbuka. Bahkan Dylan mengijinkan untuk melihat Dean melalui media sosialnya.


"Aku melihat share postingannya tentang berita kematianku." 


"Kau berteman dengannya?"


"Dengan identitas palsu tentu. Tidak apa-apa kan?"


"Tidak apa-apa. Apa yang mengganggu pikiranmu?"


"Ketika kami menikah. Dia berselingkuh dengan Helena. Walaupun kemudian dia menghentikannya. Tetapi melihat keadaannya saat ini. Seolah dia hanya mencintaiku dan itu agak membuatku menjadi bingung."


"Maafkan aku. Kalau tidak salah kau kan bekas pelacur kesayangan Dean. Dia menikahimu agar bisa mencairkan warisannya. Sekaligus kau yang terbaik dalam melayaninya di tempat tidur. Tapi semua berubah setelah kalian menikah. Kau sudah tidak mau melayaninya lagi. Itu yang kudengar dari Helena. Suamimu berselingkuh dengannya bukan karena mencintainya tetapi karena kau tidak mau melayaninya. Mengabaikan kebutuhan biologisnya. Mereka bertemu dalam keadaan mabuk dan semua terjadi begitu saja."


"Helena menceritakan semuanya padamu?"


"Iya. Menurutku kau melayaninya hanya demi uang."


"Apa yang kau ketahui tentang Dean?"


"Dia rajin mendatangi pemakamanmu. Membawakanmu bunga."


"Benarkah?"


"Dean ingin memulihkan nama baik serta karirmu yang sudah hancur. Aku juga khawatir dia dan keluarganya memanfaatkanmu untuk kepentingan mereka. Aku hanya menginginkan yang terbaik bagimu."

__ADS_1


__ADS_2