Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
Baby Boy


__ADS_3

Callista dan Sapphire tumbuh semakin besar. Callista sudah mengenyam pendidikan sekolah dasar sedangkan Sapphire sudah masuk ke kindergarten.


"Kita belum memiliki anak lelaki." Sahut Dylan ketika mereka hendak beranjak tidur.


"Ku pikir, laki-laki dan perempuan sama saja."


"Tentu saja berbeda. Laki-laki akan menjaga keluarga. Saudara perempuan dan ibunya. Mereka juga sudah besar apakah kau tidak kehilangan pekerjaanmu mengurus bayi?"


Sinta tertawa mendengar ucapan suaminya.


"Bagaimana sayang?" Tanya suaminya mengecup isterinya dengan mesra.


"Akan kupikirkan?"


"Bagaimana kalau kita langsung ambil tindakan?"


"Buat apa bertanya padaku kalau pada akhirnya kau memutuskan sendiri?"


"Siapa yang bertanya? Aku hanya memberitahu dengan menggunakan kalimat tanya."


Kelahiran Keanu membuat keluarga mereka semakin marak. 


Satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. Membuatnya mendapat perlakuan yang berbeda.


Mainannya berbeda dengan kedua kakak perempuannya. Walaupun awalnya Keanu tidak mengerti.


"Sayang, ini boneka untuk anak perempuan. Anak lelaki tidak bermain boneka. Ini mainanmu." Sinta menyodorkan mobil-mobilan kepada Keanu.


Sapphire sudah di kelas sekolah dasar sedangkan Callista dua tahun lagi memasuki sekolah menengah pertamanya.


Keanu sendiri sudah berusia tiga tahun dan setahun lagi akan memasuki kindergarten.


"Aku ingin boneka!"


"Boneka untuk anak perempuan."Bujuk ibunya.


"Boneka!"


"Mau ke toko mainan?"


Keanu menganggukkan kepalanya.


"Kita ke sana dan pulangnya menjemput kedua kakakmu. Bagaimana?"


Keanu mengangguk dengan wajah berbinar. Sesampai di toko mainan. Sinta mengajaknya ke tempat boneka-boneka heroik.


"Kau bisa memilih boneka sepuasmu."


Keanu dengan antusias memilih. Dia menyukai batman, hulk, spiderman dan superman.


"Ini keren!"


"Aku senang kau menyukainya."


"Aku juga mau ini." Keanu menunjuk bantal berupa lambang batman.


"Baiklah. Kita akan beli perlengkapan untuk kamarmu. Sepertinya kau menyukai batman."


"Aku juga suka spiderman."


"Yeah. Kita akan beli seprei batman, spiderman dan superman berserta boneka bantalnya. Bagaimana?"


Jake memiliki adik lelaki yang seusia dengan Keanu.  Jika Jake bersahabat akrab dengan Callista maka John, adek Jake berteman akrab dengan Keanu.

__ADS_1


Sapphire sudah semakin besar dan dia mulai mengerti banyak hal. Jake dan Callista menerimanya bergabung bermain dengan mereka.


Dylan sangat bahagia memiliki seorang anak lelaki. Bukan berarti, dia membedakan anak-anaknya sendiri.


Memiliki Keanu seperti memiliki harapan ada yang menjaga Sinta dan anak-anak perempuannya.


"Kau anak lelaki. Kau akan menjaga ibu dan kakak-kakak perempuanmu."


"Seperti spiderman?"


"Yeah. Spiderman, batman dan superman."


"Aku akan menjaga mama, Callista dan Sapphire." Sahut Keanu dengan wajah polosnya.


Keanu dan John sangat dekat. Mereka kerap bermain bersama. Mereka juga berencana memasuki kindergarten yang sama seperti Callista, Jake dan Sapphire.


Keanu dan John sangat suka bermain bola. Mereka juga suka berkuda. Callista, Sapphire dan Jake dengan ditemani Sinta dan James.


Keanu paling suka ditemani berkuda oleh ayahnya. Dylan selalu menyempatkan waktu untuk Keanu jika sedang berada di Swiss. Mereka berkuda dan main bola. 


Karena Keanu anak satu-satunya lelaki. Teman bermainnya, ayahnya atau John.


Jake sesekali bergabung jika bermain bola. Jake juga sangat menyukai bola seperti anak lelaki lainnya.


Bola merupakan permainan yang sangat disukai anak-anak lelaki.


"Bermain bola itu sangat baik buat anak lelaki."


"Mereka kinestetis. Bisa mengeluarkan energi mereka juga. Berekspresi dan bereksplorasi."


"Sebaiknya kalau nanti mereka bersekolah. Masukkan ke klub sepak bola."


"Mereka belum masuk kindergarten. Nanti saja dibicarakan sambil melihat minat bakat dan potensi mereka juga."


Kehadiran Keanu terasa istimewa sudah pasti. Anak lelaki satu-satunya. Kerap membuat Callista cemburu melihat kedekatan Dylan dengan Keanu.


"Aku juga mau dicukur."


"Kau perempuan. Kau juga sudah besar. Apa kau tidak malu dicukur seperti anak lelaki?"


"Aku tidak suka rambut panjang."


"Kau boleh memotong pendek rambutmu tapi jangan dicukur seperti lelaki. Kan ada model rambut pendek untuk perempuan. Modis dan manis."


Sapphire seperti Callista  juga ingin meniru adik lelaki dan ayahnya ketika mereka berenang.


"Kau mau apa!" Teriak ayahnya panik. Melihat Sapphire ingin membuka pakaiannya. Dia mengambil celana pendek selutut dan meletakkannya di kursi.


"Aku ingin memakai celana renang selutut seperti kau dan Keanu."


"Kau anak perempuan. Pakaian renangmu berbeda dengan kami. Kau tidak boleh membuka bagian atas tubuhmu. Hanya mengenakan celana selutut seperti kami."


"Mengapa kau membedakan aku dan Keanu?" Sapphire tetap berkeras membuka bajunya.


"Ma!" Teriak Dylan.


Sinta tergesa mendatangi mereka.


"Ada apa? Aku sedang mencuci piring."


"Sapphire ingin membuka pakaiannya. Berenang hanya menggunakan celana selutut seperti aku dan Keanu."


"Sapphire! Kau anak perempuan. Tidak boleh membuka bagian atas tubuhmu."

__ADS_1


"Mengapa tidak boleh?"


"Perempuan berbeda dengan lelaki. Seperti mainan juga berbeda. Bagian atas tubuh bagi anak perempuan tidak boleh diperlihatkan."


"Memang kenapa?"


"Malu. Apa kau tidak malu memperlihatkan pantatmu?"


"Tentu aku malu."


"Begitu juga dengan bagian atas tubuh perempuan. Tidak untuk diperlihatkan. Kenakan baju renang untuk anak perempuan dan jangan membantah kalau kau belum bisa memahaminya. Setidaknya turuti mama dan papa demi kebaikanmu. Ok?"


Sapphire menganggukkan wajahnya sambil cemberut.


"Jangan cemberut. Nanti wajahmu berkeriput seperti nenek-nenek, mau?" Sahut Sinta menggoda putrinya.


Sapphire menggelengkan kepalanya.


"Semua ada waktunya bagimu untuk memahami. Kalau kau belum bisa mengerti setidaknya patuhi kami. Ok?"


Sapphire mengangguk. Sinta mencium dan memeluk anaknya.


"Thanks honey!" Sahut Dylan.


"Don't mention it!"


"Aku tidak akan bisa mengatasi anak-anak tanpamu." Dylan mengecup isterinya dengan mesra.


"Aku juga tidak bisa menjalankan tugasku sebagai ibu tanpa dukunganmu." Sinta membalas mencium suaminya sambil memeluknya.


Keluarga mereka semakin lengkap dengan kehadiran Keanu.


"Akhirnya kita memiliki anak lelaki."


"Anak lelaki dan perempuan sama saja." Sinta mengingatkan suaminya.


"Iya, sama saja. Tapi tetap saja, kalau bisa memiliki anak lelaki kenapa tidak?"


Dylan dan Keanu sering bermain gelut. Callista dan Sapphire sering ingin bergabung bersama mereka berdua.


"Anak perempuan tidak bermain gelut. Tidak boleh bermain kasar dengan anak perempuan." Sahut Dylan.


"Ini permainan lelaki." Seru Keanu tidak mau kalah.


"Mengapa harus dibedakan anak lelaki dengan perempuan."


"Anak perempuan harus diperlakukan dengan baik dan lembut. Harus dilindungi bukan diajak berkelahi. Bagaimana kalau kita bermain petak umpet?"


Callista dan Sapphire mengangguk dengan wajah berbinar. 


"Berhentilah bermain! Makan dulu!" Teriak Sinta.


"Nanti ma!"


"Makan dulu. Nanti dilanjutkan lagi permainannya. Mama juga mau ikut bermain. Tetapi sehabis kita makan. Bagaimana?"


"Ayo, kita makan dulu. Nanti kita lanjutkan lagi."


Mereka bergegas menuju meja makan. Mengambil tempat masing-masing.


"Perutku lapar." Sahut Callista mengendus bau makanan diikuti kedua adiknya.


"Tentu saja lapar. Sudah waktunya makan. Terlalu asyik bermain seringkali mengabaikan rasa lapar. Sehingga tidak terasa perut sudah keroncongan dan minta diisi."

__ADS_1


__ADS_2