Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
Focus


__ADS_3

Sinta semakin menikmati hari-harinya di penjara. Dengan semua kesibukannya. Dia tidak merasakan bedanya kehidupan sebelum dan sesudah masuk penjara.


Bahkan dia masih bisa membantu penggantinya untuk menjalankan pekerjaannya walaupun hanya lewat email, telepon dan kunjungan.


"Bagaimana dengan kebijakan pemutihan dan keringanganan juga prodeo bagi yang tidak mampu?"


"Itu hak mereka. Kau harus memberikannya. Aku sudah membuat agar mereka mudah mengajukan klaim. Kuncinya pengawasan pada tingkat rt, rw dan lurah. Mereka yang menyalahgunakan jabatan yang harus ditindak bukan aturannya yang diubah dan menyesuaikan."


"Bagaimana kau menyelesaikan kerumitan ini? Kau tau bagaimana memusingkannya mereka semua."


"Apakah kau mengubah susunan staff yang sudah kubentuk?"


"Hmm, ya…."


"Kau tanya saja sama Tania. Mengapa aku membentuknya seperti itu. Kau harus mendapatkan tim yang mendukung kebijakan dan pekerjaanmu atau yang kau dapatkan kebisingan dan kesimpangsiuran."


"Baiklah, aku tidak tahan dengan cara kerja beberapa orang makanya kuganti."


"Mereka bisa dipercaya dan sangat efisien. Mungkin mereka keliatan santai dan meragukan kalau kau mempermasalahkan hal-hal kecil tetapi mereka sangat bisa diandalkan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang rumit."


"Aku juga menghadapi masalah dengan para pengusaha."


"Apa yang kau ubah?"


"Aku mengaturnya lebih baik."


"Lebih baik bagaimana? Semua pengaturan itu berimbas pada layanan masyakarat. Mereka akan mengeluh kalau kau mengubah sesuatu yang penting dan berimbas pada layanan tersebut."


"Begitu kah? Maksudku supaya bisa lebih proposional."


"Proposional bagaimana? Aku tidak mengerti maksudmu. Delapan puluh persen memang dialokasikan untuk layanan."


"Itu kurang proposional menurutku."


"Itu menurutmu karena kau bukan masyarakat."


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Kau tanya saja Bagas. Dia akan memberikan penjelasan yang kau butuhkan. Tapi kau dengarkan pakai telinga dan hati karena akan sulit menjelaskan kalau kau hanya memaksakan persepsimu sendiri tanpa melihat seluruh persoalan secara menyeluruh."


"Baiklah. Aku berharap mendapatkan penjelasan darimu."


"Kita berbeda dalam menimbang dan memutuskan. Akan menjadi debat kusir kalau kau memaksakan penjelasanku. Aku sudah mempercayakan pada Bagas karena kemampuan komunikasinya sangat baik dan efektive."


"Baiklah, aku akan tanya Bagas."

__ADS_1


"Nanti aku akan minta Bagas mendampingimu."


Kabar menggembirakan datang dari pengacaranya ketika mengunjungi Sinta.


"Kau bisa bernafas lega. Tidak ada kasus pelecehan seksual pada kasus suamimu."


"Alhamdulillah."


"Hasil test rekam jejak rahim negatif. Ditemukan jejak tiga orang pria tetapi tidak satu pun milik suamimu."


"Alhamdulillah."


"Kemungkinan ****** tumpah di sprei karena suamimu mabuk berat dan kemungkinan dalam kondisi berahinya memuncak sehingga terjadi ejakulasi tetapi tanpa penetrasi."


"Maksudmu seperti orang kalau mimpi basah?"


"Ya, seperti itu. Dalam keadaan mabuk, dia menelanjangi dirinya sendiri tetapi dia tidak melakukan hubungan intim. Tetapi terjadi ejakulasi seperti orang mimpi basah."


"Dia berkata sejujurnya tetapi karena mabuk dia tidak bisa mengingat semuanya."


"Aku juga sudah memiliki sangkaan terhadap tiga pria tersebut dan sedang melakukan crosscek."


"Siapa ketiga pria tersebut?"


"Aku meminta ijin pengadilan untuk melakukan penyelidikan dan penyadapan kepada ketiganya karena aku menemukan fakta memang ketiganya yang sedang dekat dengannya."


"Aku mencari bukti dan saksi. Catatan hotel, rekening koran, saksi dan percakapan telepon, whatsapp, ig, telegram, email, surat bahkan notes. Petugas hotel, tetangga, keluarga, sahabat, teman, orang-orang yang  mengenal mereka, cctv, rekaman video, suara, foto dan lain-lain."


"Baiklah. Lalu?"


"Salah satu adalah ayah si janin."


"Apa latar belakang ketiganya?"


"Mahasiswa, pengusaha dan politikus. Dua terakhir sudah memiliki isteri."


"Apakah dia sengaja menjebak suamiku?"


"Kalau menurut keterangan suamimu tidak. Suamimu ke tempat hiburan itu spontan. Kemungkinan mereka berdua mabuk berat. Mungkin mereka memang merencanakan berhubungan intim. Kalau merujuk pada keterangan mereka berdua. Telanjang, ketika sadar tetapi karena mereka terlalu mabuk. Mereka tidak melakukan apapun selain tidur dalam keadaan telanjang. Pada saat itu ejakulasi suamimu terjadi. Mungkin saja, di alam bawah sadarnya, dia merasa berhubungan intim. Demikian pula si penggugat tapi hanya sebatas alam bawah sadar mereka masing-masing. Karena kenyataannya, keduanya dalam keadaan tidak sadar karena terlalu mabuk."


"Jadi penggugat sendiri berasumsi. Kemungkinan ketika telat datang bulan dan hamil. Dia mengira benih suamiku karena dia mengira mereka berhubungan intim pada saat itu. Sedangkan, dia sendiri memiliki hubungan dengan tiga pria lainnya."


"Iya, seperti itu."


"Baiklah, kasus hukum suamiku sudah selesai. Tidak ada kasus. Bagaimana dengan kasusku?"

__ADS_1


"Kasusmu sedang berjalan. Kau ditahan karena ancaman hukumanmu lebih dari lima tahun. Kasusmu juga berat tuduhan korupsi dengan ganti rugi satu triliun rupiah. Penahananmu untuk kepentingan penyelidikan dan atau penyidikan berdasarkan pasal 24 (1) dan (2) KUHAP adalah 20 (dua puluh hari) akan diperpanjang selama 40 (empat puluh hari)."


"Dua bulan aku ditahan untuk kepentingan penyidikan atau penyelidikan?"


"Iya, kau harus dibebaskan kalau penyelidikan atau penyidikan belum selesai pada masa waktu itu."


"Baik. Lalu?"


"Setelah penahanan selama maksimal enam puluh hari untuk proses penyidikan atau penyelidikan. Untuk kepentingan penuntutan umum berdasarkan pasal 25 (1) dan (2), maksimal penahanan dua puluh hari dan bisa diperpanjang selama tiga puluh hari."


"Setelah proses penyidikan atau penyelidikan selesai, aku kembali ditahan untuk kepentingan penuntutan umum selama maksimal lima puluh hari?"


"Ya, betul. Terakhir, kau akan ditahan untuk kepentingan pemeriksaan hakim berdasarkan pasal 84 selama tiga puluh haru kemudian diperpanjang selama enam puluh hari."


"Setelah selesai penuntutan umum, aku kembali ditahan untuk pemeriksaan hakim maksimal sembilan puluh hari. Total dua ratus hari aku mendekam di penjara untuk kepentingan proses hukum kasusku sebelum hakim menjatuhkam vonisnya?"


"Iya, seperti itu. Kasusmu berat tidak bisa dengan jaminan dan kau tidak diijinkan kemanapun apalagi ke luar negeri."


"Iya, aku tau. Kasusku sangat berat sehingga aku tidak bisa kemana pun dan tidak bisa ditebus dengan jaminan bahkan tahanan rumah pun tidak bisa."


"Ya, seperti itu. Aku sedang berusaha mengumpulkan bukti tetapi aku tidak tahu apakah waktunya cukup. Tetapi rencanaku, aku tidak akan mengeluarkannya sampai peninjauan kembali."


"Apa maksudmu?"


"Ada semacam cacat hukum pada keputusan yang akan dikeluarkan karena hanya bersifat formil mengabaikan substansial. Faktanya, perusahaan mertuamu diincar oleh kompetitornya dengan memasukkan orang-orang ke dalamnya. Aku harus bisa membuktikan konspirasi ini. Karena konspirasi ini yang menyebabkan kau menyalahgunakan kekuasaanmu. Dan memang itu tujuan mereka."


"Apa sebaiknya kau berhenti saja?"


"Mengapa begitu?"


"Kasus ini terlalu berat."


"Kau jangan putus asa begitu. Ada hubungan kasualitas dalam kasus ini. Yang aku butuhkan kesaksian dan program perlindungan saksi yang efektif. Kemungkinan mereka akan dilindungi seperti kau dilindungi."


"Apa maksudmu?"


"Saksi-saksi itu akan diincar untuk dibunuh. Akan dijaga ketat dan mereka yang berniat membunuh akan langsung dibunuh."


"Apa?" Wajah Sinta terlihat shock.


"Akan sangat sulit membuktikan kasus ini kalau para saksi tersebut terbunuh."


"Biarkan saja aku menjalani hukuman ini. Sudah ada satu orang terbunuh. Aku tidak ingin semua menjadi lebih buruk."


"Kau tidak usah banyak berpikir. Fokus saja pada kasusmu. Everything happened for a reason....

__ADS_1


 


__ADS_2