
Dean dan Sinta terancam masuk penjara. Dean dengan tuduhan pelecehan seksualnya sedangkan Sinta dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.
Ayah Dean mengamuk pada putranya. Ibunya dengan susah payah menahan kemarahan ayahnya.
"Lihat anak bedebah ini! Tidak bisa menahan nafsunya sama sekali. Lihat apa yang dia lakukan pada keluarga kita!"
"Yah! Dia anak kita. Ini pasti ulah isterinya yang tidak becus mengurus anak kita!"
"Kau itu jadi ibu, jangan bisanya memanjakan anak saja! Lihat perbuatan anakmu dan kau masih berani menyalahkan Sinta? Kalau bukan karena Sinta, perusahaan kita sudah gulung tikar. Kau kan tahu bagaimana persaingan bisnis?"
"Tapi dia anakmu. Darah dagingmu!"
"Harus test dna! Aku tak percaya anak iblis ini anakku!"
"Kau menuduhku berselingkuh?"
"Kau selalu memanjakannya. Kau merusaknya!"
"Ayah! Maafkan aku! Aku akan menebus kesalahanku."
"Bagaimana kau akan menebus kesalahanmu? Kau tidak melihat bagaimana isterimu bersusah payah menyelesaikan sekolahnya, merintis karir keartisannya dan menggapai jabatannya yang sekarang ini? Dia yang melindungi keluarga ini."
"Ayah! Maafkan aku!"
"Kau tidak pernah menurut! Kau sudah tau kalau isterimu kepala daerah. Kau memimpin perusahaan. Semua orang akan mencari-cari kesalahan dan kelemahanmu. Mengapa kau tidak mematuhiku?"
Dug! Ayah Dean meninju anaknya.
"Jangannnnn!!!" Ibunya Dean berteriak histeris melihat anaknya terjengkang.
"Kau benar-benar kejam! Kau bukan manusia!" Ibunya Dean memarahi suaminya, "Aku mengandungnya sembilan bulan dan melahirkannya dengan mempertaruhkan hidup dan matiku. Kau seenaknya saja menyiksanya."
"Kau bukan satu-satunya wanita di dunia yang hamil dan melahirkan tapi mereka bisa mendidik anak mereka dengan baik."
"Kumohon, jangan bersikap kejam terhadapnya. Kasihanilah, anakmu."
"Dia sudah menghancurkan semua. Usaha keluarga kita terancam bangkut begitu Sinta dicopot dari jabatannya. Kau pikir kau bisa memimpin perusahaan kalau perusahaannya tidak ada? Bangkrut! Bagaimana kau menghidupi keluarga ini?"
"Ayah! Maafkan aku! Aku sudah mengecewakanmu."
"Yah! Aku dan pengacaraku sedang mencari cara untuk mengatasi semua." Sinta membuka suaranya.
Semenjak dia menjabat sebagai kepala daerah, kedua mertuanya terutama ayah mertuanya berubah drastis padanya.
Apalagi dia dapat menjalankan pekerjaannya sangat baik sekaligus bisa melindungi perusahaaan ayah mertuanya.
Semenjak menjabat, Sinta melakukan banyak pengaturan dan penertiban.
Mengatur semuanya dengan proposional. Mengatur insentif. Mengatur pendapatan daerah lebih efisien.
Penerimaan diatur dengan sangat baik. Mengatur semua urusannya dengan proposional dan bijaksana.
__ADS_1
Mengatur kerja sama-kerja sama dengan rapi dan teratur.
Mengatur prioritas pekerjaannya. Mengatasi semua permasalahan sesuai porsinya.
Menimbang semua permasalahan dengan bijaksana.
Mengatur dan mengelola sumber dana dengan sangat baik karena tanpa kemampuan manajemen yang baik tidak mungkin semua urusan bisa terlaksana dengan baik.
Mengawasi dan mengatur semua layanan masyarakat bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Tentu saja, tidak semua bergembira akan hal ini terutama mereka yang tidak suka dengan semua pengaturan tersebut dan membawa sejumlah konsekuensi.
Dia juga menyelesaikan kerumitan-kerumitan masalah di berbagai bidang dan layanan.
Memenuhi semua hak mereka sehingga tidak ada yang bisa saling mengintimidasi.
Tentu saja, bisa dibayangkan betapa banyak musuh yang mengincarnya.
Seperti yang Dean katakan, hatinya terbuat dari baja sehingga dia nyaris tidak bergeming menghadapi semua hal yang memang harus dihadapinya.
Perusahaan mertuanya juga termasuk salah satu perusahaan yang selalu membantunya dalam melayani masyarakat.
Jika dia tidak menolongnya dari kebangkrutan maka uang yang akan dihabiskan untuk layanan yang sama akan jauh lebih besar.
Pekerjaannya sangatlah tidak mudah serta penuh tekanan. Dia bersyukur memiliki orang-orang yang sangat mendukung dan juga membantu meringankan tugas serta tanggung jawabnya yang sangat berat.
"Apa kata pengacaramu?"
"Dia sudah meneliti kasusnya. Words against word."
"Maaf yah! Tapi itu memang istilahnya. Kata-kata melawan kata-kata. Penggugat tidak memiliki bukti langsung."
"Apa maksudmu bukti langsung?"
"Saksi yang melihat atau mengetahui kejadian tersebut, hasil visum, rekaman cctv atau suara."
"Mereka ada di dalam kamar hotel tentu saja tidak ada cctv di dalam kamar."
"Hasil rekaman cctv, memperlihatkan mereka berdua mendaftar di lobby dalam keadaan mabuk. Berjalan menuju lift, keluar lift serta menuju kamar dan semua dalam keadaan mabuk."
"Maksudmu, gugatan tersebut hanya berdasarkan kesaksian wanita tersebut? Bukankah korban memang bisa bersaksi?"
"Memang bisa. Tetapi kesaksian tunggal itu sangat sulit diterima kalau tidak ada bukti yang mendukungnya."
"Maksudmu apa? Kau jangan berbelit-belit. Suamimu masuk penjara atau tidak?"
"Tergantung bukti yang menyertai."
"Bisakah kau berbicara lebih jelas?"
"Tidak semua kasus pelecehan seksual bisa diterima apalagi kalau tidak ada bukti langsung. Kecuali kalau korbannya banyak dan yang bersangkutan memang dikenal sebagai predator seksual hampir dipastikan tidak bisa menghindar tapi dalam kasus Dean, words against words peluangnya 50:50."
__ADS_1
"Maksudmu, kemungkinan suamimu masuk penjara 50 persen dan itupun tergantung bukti."
"Iya, yah…."
"Bagaimana dengan kasusmu sendiri?"
"Kemungkinan aku masuk penjara karena penggunaan budget tambahan itu tidak terbantahkan tetapi aku sedang berusaha membela diriku dengan mengajukan bukti tidak langsung."
"Kau bilang hakimnya sudah dipegang pihak lawan?"
"Benar. Aku dan pengacaraku akan menggunakan media massa dan sosial untuk mempengaruhi opini masyarakat."
"Apa maksudmu mempengaruhi opini masyarakat? Bukankah itu tidak boleh?"
"Mempengaruhi hakim apalagi sampai menyetirnya juga tidak boleh. Sebagai gantinya, dengan mempengaruhi masyarakat diharapkan ada semacam kontrol sosial. Keseimbangan. Pelanggaran yang aku lakukan pun karena pelanggaran sebelumnya tetapi tentu ini harus aku buktikan dan pertanggungjawabkan. Aku akan bekerja sama dengan pengacaraku, detektif swasta dan jurnalis."
"Sepertinya, kau sudah siap menghadapi semuanya?"
"Apalagi pilihanku? Aku bersyukur memiliki tim yang solid dan saling mendukung. Tanpa mereka aku tidak bisa melakukan apapun."
"Baiklah, itu semua baru asumsi dan prediksimu tetapi bagaimana kondisi kita saat ini?"
"Sangat buruk."
"Apa maksudmu sangat buruk?"
"Dean terancam masuk penjara. Kemungkinan aku akan masuk penjara dan perusahaan ayah akan bangkrut karena harus mengembalikan dana yang kuberikan pada ayah untuk mengatasi perbaikan pekerjaan perusahaan ayah. Sejumlah proyek yang akan kuberikan pada perusahaan ayah dialihkan pada perusahaan kompetitor ayah."
Ayah Dean memegang jantungnya.
"Yah!" Ibu mertuanya berteriak.
"Ayah!" Dean membopong tubuh ayahnya.
"Ayah, maafkan aku!" Sinta menyesal mengungkapkan keadaan yang sebenarnya pada ayah mertuanya tetapi keadaan mereka semua memang tidak baik-baik saja.
Dia memang memiliki sejumlah rencana tetapi efektivitasnya?
Semua baru dimulai dan dia tidak bisa memastikan bagaimana semua urusan ini akan berakhir.
Ayah Dean dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan untuk jantungnya.
Ibu Dean menangis sepanjang perjalanan dan di rumah sakit melihat kondisi suaminya.
"Bertahanlah, yah! Semua akan baik-baik saja. Kau jangan terlalu banyak berpikir."
Sinta menggenggam tangan ayah mertuanya, "Aku berjanji semua akan baik-baik saja, yah!"
Ayah Dean menggelengkan kepalanya.
Dean menggenggam tangan ayahnya yang satu lagi.
__ADS_1
"Ayah, serahkan semua kepada Tuhan!"
Ayah Dean menganggukkan kepalanya. Butiran bening meleleh dari kedua sudut matanya.