
Wajah Dylan sangat berseri-seri memandang wajah puteranya yang baru lahir.
"Aku memberinya nama Kenzo. Kau akan menjaga ibu dan kakak-kakak perempuanmu."
Dylan mencium bayi lelakinya dengan mesra. Buah cintanya dengan Sinta. Bersemi karena empati dan simpati melihat keadaan Sinta.
Dylan tidak berhasil menyelamatkan nama baik dan karir Sinta. Semua menjadi kacau balau ketika pengacara Sean menyogok hakim dan menghancurkan semua barang bukti. Membunuh saksi. Helena juga terbunuh.
"Keadaan menjadi berbalik karena pengacara yang disewa Sean. Aku akan memalsukan kematianmu dan membawamu lari dari sini."
"Apakah kau sudah mengatakan pada Dean?"
"Tidak mungkin aku mengatakan pada Dean. Dia belum tentu setuju. Dia akan berusaha mengembalikan jabatanmu walaupun sudah tidak mungkin. Namamu sudah rusak. Aku mengkhawatirkan keadaan mentalmu kalau kau tetap bertahan."
"Kita akan melarikan diri tanpa sepengetahuan Dean?"
"Aku tidak memiliki pilihan lain. Hanya ini yang bisa kulakukan untuk melindungi dirimu."
"Tetapi aku isterinya. Bagaimana mungkin aku lari dari suamiku?"
"Kau dan Dean tidak pernah berhubungan suami isteri."
"Darimana kau mengetahuinya?"
"Helena menceritakan semuanya padaku. Mengapa Dean berselingkuh darimu. Kau tidak mau melayaninya."
"Aku…."
"Sudahlah! Tidak ada yang tersisa. Semua kerja kerasku sia-sia. Helena terbunuh. Semua barang bukti dilenyapkan dan semua saksi terbunuh. Mereka memfitnahmu. Mengatakan bahwa aku merekayasa semua bukti dan saksi."
Wajah Sinta bimbang, "Bagaimana mertua dan suamiku?"
__ADS_1
"Kau harus fokus pada dirimu sendiri. Aku hanya bisa menyelamatkanmu. Kau tidak mungkin bisa bertahan dengan semua tekanan yang ada."
"Tidak ada pilihan lain?"
"Tidak ada pilihan lain. Aku sudah memikirkan semuanya. Hanya ini cara yang bisa kupikirkan untuk menyelamatkanmu dari keadaan yang tidak terkendali."
Akhirnya, dengan berat hati. Sinta menyetujui rencana Dylan. Kematian Sinta dipalsukan.
Dylan membayar orang untuk mengeluarkan surat keterangan yang menerangkan bahwa mayat yang ditemukan terbakar adalah milik Sinta.
Dylan juga mengurus surat kematian Sinta memberikannya pada Dean yang tampak sangat berduka.
"Aku benar-benar suami yang tidak berguna! Tidak dapat melindungi isteriku sendiri." Air mata Dean mengucur dengan deras saat menerima surat kematian Sinta dari Dylan.
"Ini yang terbaik. Jika Sinta masih hidup dia tidak akan bisa bertahan dengan semua tekanan yang ada."
"Aku akan berusaha memulihkan nama baiknya. Mengembalikan jabatannya. Semua akan baik-baik saja. Seperti sebelumnya. Aku bisa mengembalikan semuanya." Sahut Dean dengan emosional. Dylan memahami kesedihan Dean sehingga dia tidak berpikir dengan jernih. Bahwa keadaan tidak akan bisa kembali seperti sebelumnya.
Mereka tidak hanya merendahkan, menghina, melecehkan dan memfitnahnya. Menghancurkan karakternya. Lack of competence and trust issue is the hardest. Belum pemanfaatan yang akan dilakukan oleh keluarga Dean dan mungkin Dean sendiri. Semuanya akan semakin menghancurkan kondisi mental Sinta. Yang dikhawatirkan Dylan, Sinta akan mengalami depresi atau penghancuran karakter.
Menjadi sasaran kebencian dan fitnah. Bagaimana pun dia berusaha melindunginya. Tak akan mampu mencegah penghancuran karakter tersebut yang akan menyebabkan Sinta sakit mental berat.
"Tidak semudah itu. Semua bukti lenyap, saksi terbunuh belum fitnah yang dilontarkan bahwa semua rekayasa. Keadaannya terlalu berat!"
Seperti dugaannya, Dean ingin agar Sinta tetap bertahan dan memperjuangkan nama serta karirnya yang sudah hancur lebur.
Dylan terpaksa merekayasa kematian Sinta dan membawanya pergi jauh ke kaki gunung Alpen.
Membelikannya sebuah rumah kayu. Dengan kandang kuda, sapi dan kambing di belakang rumah yang terletak agak jauh dari rumah.
Membuat sebuah kebun agar Sinta dapat menjalani keseharian dan rutinitasnya dengan nyaman. Sebagai healing dari semua masalah yang menimpa serta dialaminya.
__ADS_1
Sinta tampak shock dengan semua hal yang menimpanya. Dylan juga tidak bisa selalu menemaninya karena pekerjaannya yang menumpuk.
Dylan bolak-balik Swiss dan Indonesia untuk mengurus Sinta serta pekerjaannya.
Setelah enam bulan berlalu, Dylan memutuskan untuk melamar dan menikahi Sinta.
Awalnya Sinta menolak karena status pernikahannya.
"Dengan surat kematian yang kuberikan pada Dean maka pernikahan kalian berdua sudah berakhir. Apalagi kau juga tidak pernah melayaninya sebagai suami. Sehingga pernikahan kalian tidak benar-benar ada. Massa iddahmu juga sudah lewat. Karena keadaan yang sulit dan rumit. Kita tidak dapat mengurus segala sesuatunya seperti seharusnya. Mengajukan cerai dan menikah diketahui secara umum. Aku terpaksa menyembunyikanmu disini. Pernikahan kita juga hanya diketahui oleh kita berdua, wali hakim dan saksi-saksi. Karena semua keluargamu juga sudah menganggapmu mati."
"Apakah pernikahan kita sah?"
"Keadaannya darurat. Kita tidak punya pilihan lain yang bisa membebaskan kita dari keadaan ini. Aku berjanji, seandainya keadaan bisa kembali normal. Kita akan mengajukan perceraianmu dan mengulangi pernikahan kita kalau kau masih meragukannya."
"Aku memiliki seorang paman. Saudara seayah dengan ayahku. Dia tinggal di kota kecil di Italia. Bisakah, dia menjadi wali kita menikah. Kupikir kalau ada wali yang bisa menikahkan kita. Pernikahan kita sah dan tidak perlu berpikir untuk mengulanginya lagi. Aku khawatir kita akan melakukan zina jika pernikahan kita tidak sah."
"Baiklah, aku akan mencari saudara ayahmu dan memintanya untuk merahasiakannya. Kupikir memang sebaiknya kita menikah dengan seorang wali jika hal itu dimungkinkan."
Pernikahan mereka yang sangat sederhana dihadiri oleh penghulu, wali keluarga yaitu saudara seayah dari ayah Sinta yang masih single. Paman Sinta berjanji untuk tidak mengatakan apapun tentang pernikahan tersebut. Apalagi setelah mendengar penjelasan dari keponakan dan suaminya tersebut.
Paman Sinta tersebut sudah tinggal di luar negeri sejak lama sehingga sudah lama tidak pernah berhubungan dengan keluarga di Indonesia. Sehingga tidak sulit baginya untuk merahasiakan pernikahan tersebut serta menyimpannya sebagai rahasia.
Dua orang saksi lelaki yang menjadi saksi pernikahan mereka berdua.
"Aku merasa berdosa kepada Dean. Seperti memiliki dua orang suami."
"Pernikahanmu dengan Dean sudah berakhir dan mungkin memang tidak pernah dimulai. Jika kau melayaniku dan Dean pada saat yang bersamaan. Itu namanya kau berpoliandri. Atau kau berhubungan intim dengan orang selain suamimu. Itu artinya kau berzina atau berselingkuh. Tapi kau tidak pernah melayani Dean. Atau berhubungan intim dengan yang bukan suamimu. Kau tidak melakukan poliandri maupun zina. Kematian palsumu sudah mengakhiri hubungan pernikahan kalian selamanya. Tidak ada alasan kau merasa seperti itu. Karena hanya aku suamimu. Pernikahan kita yang berlaku bukan yang sebelumnya. Kau hanya memiliki satu pernikahan bukan dua. Monogami bukan poliandri. Pahamilah."
Keputusan menikah dengan Dylan bukanlah keputusan yang mudah bagi Sinta. Tetapi dengan dukungan Dylan, Sinta akhirnya bisa memutuskan.
"Secara substansial, kau dan Dean tidak memiliki hubungan suami isteri dan pernikahan. Mungkin bisa diibaratkan kalian berpacaran hanya saja di dalam pernikahan. Kehidupanmu yang sesungguhnya bersamaku. Aku yang menjaga, melindungi serta akan merawatmu. Kalau kita tidak menikah. Aku khawatir kita justru akan berbuat dosa. Bagaimana kalau kita tergelincir kepada zina? Tetapi kalau kita menikah? Halal bukan kalau kita saling mencurahkan kasih sayang dan cinta?"
__ADS_1
Sinta merasa bahwa Dylan adalah guardian angelnya….