
Keanu sudah memasuki sekolah kindergarten. Sedangkan Callista sudah berada di Gymnasium atau sekolah menengah pertama di Swiss. Sapphire di sekolah dasar.
Dylan merencanakan liburan bersama anak-anak dan isterinya ke tempat-tempat liburan yang sudah dipilihnya.
"Aku ingin ke Amerika. Ke Disneyland dan Hollywood." Rengek Callista.
"Kita sudah memiliki tempat liburan sendiri."
"Teman-temanku banyak yang sudah ke sana. Mereka tidak tertarik dengan cerita liburanku."
"Kau tahu kita tidak bisa liburan kemana pun selain yang sudah ditentukan ayahmu."
Wajah Callista mendadak murung dan sedih membuat hati Dylan tidak tega.
"Baiklah, kita akan berlibur ke Amerika tetapi hanya kali ini saja, ya sayang?"
Wajah Callista mendadak berbinar. Memeluk ayahnya dengan erat.
"Terima kasih, pa! Your the best!"
Ayahnya tertawa.
"Kau jangan suka memanjakannya!" Tegur Sinta, "Kau tahu sangat beresiko jika kita memilih tempat liburan yang lain."
"Kau tenang saja! Selama ini tidak ada yang terjadi pada kita. Sebaiknya kita jangan terlalu paranoid."
"Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada keluarga kita."
"Callista benar. Kita selalu berlibur ke tempat-tempat yang tidak dikunjungi keluarga biasa. Kupikir kita sudah bisa mengatasi semuanya dengan baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
"Aku tidak ingin kehilangan kau dan anak-anak." Sinta memandang wajah suaminya dengan resah.
"Tenanglah! Semua baik-baik saja. Kita akan selalu bersama." Dylan meraih pundak isterinya. Memeluknya erat. Mengecup dahi isterinya dengan mesra.
Mereka tidak menunjukkan kemesraan mereka sebagai suami isteri di depan anak-anak mereka kecuali sebatas mencium kening atau pipi.
"Jika ada yang mengetahui aku masih hidup. Semua akan berubah sangat kacau." Sinta menangis di dalam pelukan Dylan.
"Tanpa kebohongan ini. Kita tidak akan memiliki apa yang kita miliki pada saat ini. Tak akan ada kita, Callista, Sapphire dan Keanu."
"Aku merasa kita membangun istana pasir. Setiap saat hancur jika disapa ombak."
"Aku mengerti kekhawatiranmu. Aku juga mengalami ketakutan yang sama. Tapi kita juga harus mengupayakan kehidupan senormal mungkin. Setidaknya buat anak-anak kita."
"Kehidupan kita sangat normal, sempurna dan indah. Mungkin kita harus menghindari tempat-tempat yang mungkin bisa membawa kita ke dalam masalah. Tapi sisanya, semuanya baik dan sempurna."
"Kehidupan kita terasing. Dari keluarga. Dari tanah kelahiran kita. Callista hanya ingin berlibur ke tempat teman-temannya menghabiskan liburan mereka. Kupikir, berlibur ke Amerika tidak akan ada bedanya sama sekali."
"Jika kau berkeras dan sudah mengambil keputusan. Aku bisa apa?"
__ADS_1
"Bisa diem gak?"
Kontan mereka berdua tertawa.
Saat liburan yang dinantikan seluruh anggota keluarga tiba. Semua sudah memiliki aktifitas mereka masing-masing sehari-harinya.
Callista, Sapphire dan Keanu sibuk bersekolah juga ekstrakurikuler mereka. Dylan dengan pekerjaannya. Sinta dengan kegiatannya menjual hasil kebun dan peternakan sendiri.
Dylan membuatkan sebuah toko di sebelah rumah mereka untuk Sinta berjualan produk home made buatannya juga toko floristnya.
Juice buah segar dari kebun mereka sendiri. Jeruk dan anggur.
Susu hasil perahan James dari peternakan mereka sendiri. Youghurt dari susu kambing yang mereka buat sendiri.
Keju dan butter homemade serta hasil kebun sayur mayur dari kebun mereka sendiri. Menyatu dengan toko florist dari bunga yang mereka tanam sendiri.
Menggaji satu orang pegawai, Ethan, untuk membantunya dan James mengurus kebun, peternakan dan penjualan produk homemade yang mereka hasilkan.
Christina juga diperbantukan untuk membuat juice segar dari kebun jeruk dan anggur yang mereka miliki.
Ethan sendiri membantu membuat youghurt dari susu kambing. Keju dan butter dari susu sapi. Yang diperah James.
Sinta sendiri memetik sayur mayur dan bunga ditaruh di toko miliknya.
***
"Kita akan melihat Amerika!" Seru Callista sambil melompat-lompat diikuti kedua adiknya. Membuat kedua orang tuanya tertawa.
"Mengapa kau ingin ke Amerika?" Tanya ibunya.
"Disneyland, melihat kota para artis dan aktor terkenal. Hollywood."
"Baiklah!" Sinta menjadi tidak tega melihat wajah anaknya yang begitu gembira dan bahagia. Mengakui bahwa keputusan Dylan menuruti permintaan Callista sepertinya memang tepat.
Mereka menginap di Millenium Biltmore Los Angeles yang terletak di pusat kota.
Menyewa dua kamar. Executive King Room untuk mereka berdua. Club 2 double untuk ketiga buah hati mereka.
"Kita bisa berkeliling naik kereta atau taksi." Sahut Dylan sesampainya di kamar ketiga buah hatinya.
"Yey!" Ketiganya melompat-lompat kegirangan.
"Callista! Kau bertugas menjaga kedua adikmu. Jangan biarkan mereka berkeliaran sendiri. Jika kalian ingin jalan-jalan harus memberitahukan aku atau ibumu. Kami akan menemani kalian. Tidak boleh berpergian atau berkeliaran sendiri. Mengerti?"
"Mengapa pa?" Tanya Keanu.
"Pertama, takut nanti kesasar. Jika kami tidak bisa menemukan kalian maka kalian akan hilang di sini. Kedua, takut diculik. Penculik mengincar anak-anak yang suka berkeliaran sendiri tanpa diawasi orang tua mereka."
"Kapan kita akan ke Disneyland?"
__ADS_1
"Besok. Hari ini kita istirahat dulu dan berjalan berkeliling kota. Bagaimana?"
"Asyik!"
Callista, Sapphire dan Keanu sangat antusias mengunjungi North Weddington Recreation. Mereka sangat senang bermain di sana. Sinta dan Dylan mengawasi mereka bertiga sambil mengobrol.
"Kehidupan normal itu seperti ini." Keluh Sinta pada suaminya.
"Kita tidak punya pilihan lain. Terpenting kita bisa bersama-sama."
"Melihat mereka bergembira berada di taman kota. Naik bis dan kereta. Menikmati kehidupan di tengah kota. Aku merasa sangat bersalah."
"Jangan membesarkan sesuatu. Hidup di pedesaan juga menyenangkan. Di kaki gunung. Udaranya sejuk dan bersih."
"Kupikir, berlibur ke pedesaan sangat menyenangkan tetapi bersekolah, sosialisasi dan menjalank rutinitas harian. Di kota mungkin masih menjadi pilihan."
"Tidak juga. Kau mungkin lupa betapa jenuhnya aktifitas di kota yang sangat padat. Macet. Polusi udara. Kesibukan yang tidak ada habisnya."
"Kupikir kau benar. Ritme kehidupan tetap lebih nyaman di pedesaan. Udara bersih dan sejuk. Tanaman hijau. Tanah yang luas untuk tempat tinggal, toko, kebun dan peternakan."
"Yeah."
***
Suasana yang antusias karena banyak yang menghabiskan liburannya di sini.
Callista dan Sapphire ditemani ayah mereka menaiki berbagai wahana.
Sedangkan Sinta dan Keanu yang belum memenuhi syarat untuk menaiki wahana-wahana tersebut memilih pergi ke toko ice cream, kue dan roti.
Sinta memesan segelas es kopi cappucino dengan cream. Milkshake coklat untuk Keanu. Banana split.
Donat, waffle dengan ice cream di atasnya dan aneka roti dengan beragam isian.
"Aku ingin ikut dengan Callista, Sapphire dan papa." Rengek Keanu.
"Kau belum memenuhi syarat. Nanti dicari wahana yang bisa kau naiki. Tapi tidak sekarang. Tunggu Callista, Sapphire dan papa selesai menjelajahi wahana-wahana tersebut. Ok?"
Keanu menganggukkan kepalanya. Mencoba menghapus kekecewaannya.
Pesanan mereka berdatangan memenuhi meja mereka.
"Hiburlah dirimu dengan ice cream dan aneka makanan manis."
Keanu menyedot milkshakenya. Mengambil donat coklat yang terlihat sangat lezat. Mulai memakan makanan dan minuman yang mereka pesan. Ibunya benar, perasaannya lebih nyaman. Amarah dan rasa kesalnya perlahan menghilang.
Sinta menyeruput es kopi cappucinonya. Ketika dirinya dikejutkan oleh sebuah suara.
"Sinta?"
__ADS_1