
Hari itu merupakan saat yang tidak terlupakan baginya. Ibarat hari yang sangat cerah dan tiba-tiba digulung badai.
Ibarat sawah hijau yang subur dan menguning. Tidak ada angin dan hujan, dilanda banjir bandang yang menghabiskan seluruhnya tanpa sisa.
Sapphire dijemput oleh orang yang sama sekali asing baginya. Tidak mendapatkan ibunya yang biasanya menjemputnya, adik dan kakaknya.
Pihak sekolah mengatakan bahwa ibunya tidak dapat menjemputnya. Dia harus ikut dengan orang yang dimintai tolong oleh ibunya untuk menjemput dirinya.
Di dalam mobil sudah ada Callista dan Keanu. Mobil meluncur dan mereka dibawa ke suatu tempat. Hotel yang sangat bagus dan nyaman.
Mereka mengatakan bahwa ibu mereka sedang ada urusan. Mereka harus menunggu di sana sampai ayah mereka pulang.
Keanu menolak berada di sana. Mulai menangis dan merengek minta pulang dan bertemu dengan ibu mereka.
Tidak mau meminum dan memakan apa pun. Orang tersebut mulai merasa kewalahan.
Mereka dibawa masuk kembali ke mobil dan setelah sampai. Rumah terlihat sangat sepi. Tidak ada mama di rumah.
Christina mengatakan bahwa mama pergi bersama seseorang. Beberapa saat yang lalu. Tidak meninggalkan pesan apa pun. Seseorang yang tidak pernah dilihatnya sama sekali.
"Mama kalian seperti sedang ada urusan dengan seseorang yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Mamamu tidak mengatakan apa pun dan pergi begitu saja." Jawab Christina yang sedang membersihkan dapur dan bersiap untuk pulang. Sedangkan James berada di kandang.
Orang asing tersebut menitipkan mereka kepada James dan Christina sampai ayah mereka pulang. Mereka tidak pernah bertemu dengan ibu mereka sejak saat itu.
Mereka mulai merasa gelisah karena ibu mereka tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya.
Christina dan James menemani mereka sampai ayah mereka tiba ke rumah.
Wajah ayah tidak seperti biasanya. Terlihat sangat sedih. Matanya terlihat memerah.
Sapphire dan Keanu mulai rewel menanyakan keberadaan ibu mereka sedangkan Callista memilih diam dan membantu membujuk kedua adiknya.
Callista membantu ayahnya mengurus Sapphire. Menyediakan makanannya. Menghiburnya. Membujuknya.
Ayah mereka memusatkan perhatian pada Keanu yang terus menangis mencari ibu mereka.
Tidak ada yang bisa membujuknya makan atau meminum susunya. Atau menghentikan tangisannya.
Ayah mereka tidak bisa berbuat apa pun selain membujuk dan memeluk Keanu dengan penuh kesabaran.
__ADS_1
Ayah mereka mengatakan bahwa ibu mereka harus merawat nenek mereka yang dirawat di rumah sakit dan tidak dapat dikunjungi siapa pun.
Sapphire merasa dunianya runtuh. Merasakan kesedihan dan kepedihan tiada tara.
Dia ingin menemui ibunya tetapi tidak bisa. Hatinya sangat merindukan ibunya yang kini entah berada dimana.
Kemana mama? Kenapa tiba-tiba tidak ada? Kemana aku harus pergi untuk bertemu dengannya? Mama apa salahku? Sehingga kau meninggalkan kami semua? Aku berjanji tidak akan mengganggu Keanu lagi dan akan lebih menurut pada Callista. Pulanglah, ma! Kumohon!
Tidak peduli seberapa keras Sapphire menangis dan berdoa memohon ibunya kembali. Tetap tidak terjadi apa pun. Dia tetap kehilangan ibunya.
"Cal! Kita cari mama yuk!" Ajaknya pada suatu siang ketika mereka pulang sekolah.
Keanu masih di rumah sakit. Erna menjemput mereka dari sekolah.
"Mau cari kemana?"
"Kemana saja. Aku sangat merindukannya. Memang kau tidak merindukannya?"
"Tentu saja, aku juga sangat merindukannya. Tapi kita tidak tahu kemana harus mencarinya. Lebih baik jangan menambah beban pikiran papa. Berdoa saja."
"Aku sudah berdoa dan tetap saja mama gak ada."
"Aku tidak bisa sabar, Cal! Aku mau ketemu mama!" Air mata Sapphire menganak sungai.
Callista memeluk adiknya. Dia merasa kepergian ibunya membuatnya dewasa dalam semalam. Bersabar akan semua polah Sapphire. Menggantikan posisi ayah dan ibunya terhadap adik-adiknya.
"Kita harus sabar! Karena kita tidak punya pilihan. Kalau kita bisa bertemu mama pasti kita semua akan melakukannya. Kalau kau menangis. Bukan tidak boleh tapi tidak akan membuat kita bisa bertemu mama. Lebih baik kau alihkan pikiranmu. Kalau kau kangen mama, kau bisa berdoa untuknya."
Sapphire menangis di pelukan kakaknya, "Kalau mama pergi karena aku suka melawanmu. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi!"
"Mama pergi karena harus mengurus nenek. Tidak ada hubungannya dengan kita. Lebih baik kita berdoa agar nenek cepat sembuh dan mama bisa bersama kita lagi. Mungkin mama bisa membawa nenek tinggal bersama kita. Kalau nenek sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit."
"Parah kah Cal, keadaan nenek?"
"Kemungkinan iya. Kalau sampai dirawat dan mama tidak bisa kemana pun. Selain mengurus nenek."
"Cal! Aku ingin makan kue yang suka dibuat mama."
"Yang mana?"
__ADS_1
"Kue bolu."
Callista membrowsing you tube dan melihat cara pembuatannya sepertinya tidak terlalu sulit. Dengan dibantu Erna, Callista berhasil membuat kue yang diinginkan Sapphire.
"Thanks Cal! Aku merasa mama ada di sini." Air mata Sapphire meleleh dari kedua belah pipinya.
"Aku, papa dan Keanu ada di sini. Kau jangan membuat papa menjadi sedih. Kalau mama tahu, mama juga tidak akan bisa tenang merawat nenek."
"Kau benar Cal! Aku tidak seharusnya bersikap manja! Aku melihatmu begitu kuat!"Sapphire mengusap air matanya dengan punggung tangannya.
"Aku tidak ingin membebani mama dan papa. Kau juga pasti bisa. Kau sudah mulai besar. Mama pasti akan kembali kalau sudah bisa mengatasi keadaan nenek. Lebih baik kau berdoa agar nenek cepat sembuh dan mama bisa cepat kembali kepada kita."
Sapphire meneruskan makannya. Air matanya terus meleleh. Kue tersebut mengingatkannya pada ibunya. Senyum ibunya yang mengembang ketika dia meminta dibuatkan kue kesukaannya.
Ibunya yang tampak riang membuat kue sambil bernyanyi. Memotong kue dan memindahkannya ke piring. Mencium dan memeluknya sambil berkata, "Ini kuemu, sayang…."
Airmata Sapphire semakin deras.
"Kenapa tangismu semakin deras? Kuenya tidak enak?" Tanya Callista.
"Mama…Selalu memeluk dan menciumku sambil berkata ini kuemu, sayang…."
"Kau tidak keberatan kupeluk dan kucium? Aku berlaku seperti mama?"
Sapphire menganggukkan kepalanya.
"Ini kuemu, sayang…" Callista mencium dan memeluk Sapphire.
"Thanks Cal! Aku merasa lebih baik."
"Your welcome."
Sapphire merasa Callista bisa menggantikan ibu mereka. Setidaknya semua menjadi lebih ringan dengan adanya Callista.
Saat seperti ini, dia merasa bersyukur memiliki kakak seperti Callista.
Saat ibu mereka masih ada. Mereka kerap berselisih. Saling mengganggu satu sama lain. Walaupun ada saat dimana mereka bisa menjadi teman baik. Apalagi jika sedang bermain bersama. Callista sangat tidak suka jika Sapphire tidak mematuhi aturannya sehingga mau tidak mau jika ingin bermain bersama Callista. Dia harus mengikuti arahannya.
Pada saat seperti ini. Sapphire merasa bersyukur Callista kerap menyesuaikan diri dengannya. Mendahulukan semua yang jadi kepentingannya.
__ADS_1
Cal! You the best sis that I have….