Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
Game Over


__ADS_3

Rasa marah, kecewa, dendam dan sakit hati meliputi diri Dean. Pengacara yang paling dipercayanya dan isteri yang paling dicintainya. Mengkhianatinya.


Aku tidak bisa menerima semua ini. Terlalu menyakitkan dan kejam. Mereka berdua benar-benar sangat keterlaluan dan melewati batas.


Setiap hari aku mengenang Sinta. Mengunjungi makamnya. Menyesali apa yang sudah kulakukan pada pernikahan kami.


Bagiku, dia bidadari juga dewi yang suci murni. Betapa bodohnya aku! Dia mempermainkan kepercayaan, cinta dan mengkhianati janji suci pernikahan kami.


Dylan sendiri seorang pengkhianat ulung. Menipuku dengan mengatakan menganggap isteriku sebagai saudara perempuannya. Mereka berdua mengelabuiku. Hatiku sakit sekali. Aku tidak mampu memaafkan mereka berdua.


Mereka harus mendapatkan pembalasan dan hukuman dari yang sudah mereka lakukan kepadaku. Tunggu tanggal mainnya. Kalian berdua akan kubuat menyesal selamanya….


Dan yang lebih membuatnya murka adalah selama pernikahan mereka berlangsung. Sinta enggan disentuhnya tetapi dengan Dylan mereka memiliki tiga orang buah hati?


Kau memang wanita binal dan nakal! Apa kelebihan Dylan dibandingkan aku? Dasar wanita sundal dan gatal!


Apa yang harus kulakukan terhadap mereka berdua. Aku tidak boleh membuat mereka waspada.


Dean memutar otaknya. Dia sudah mengetahui semuanya. Memutuskan untuk mematai-matai kehidupan Sinta dan Dylan.


Dylan sesekali mengunjungi Sinta dan anak-anak mereka di sela-sela kesibukannya.


Dia menepi ke sini untuk menjadi petani. Buat apa dia menghinakan diri? Pendidikannya membuatnya bisa mencapai lebih dari ini? Melarikan diri dari tugasnya melindungi perusahaan keluargaku.


Kau adalah budak yang melarikan diri. Akan kubuat kau menjalani kehidupanmu kembali. Melayani perusahaan keluargaku dan diriku sebagai suamimu.


Dean mempelajari ritme kehidupan Sinta, Dylan dan anak-anak mereka.


Toko hasil kebun dan florist Sinta tertata rapi. Sepertinya banyak yang menyukai produk yang dihasilkannya. Sinta tampak menikmati pekerjaannya. Melayani pelanggan, bertegur sapa dan mengobrol dengan mereka.


Dia juga tampak menikmati pekerjaannya berkebun. Memajang hasil kebunnya di toko miliknya.


Kebun bunganya juga tampak sangat indah. Bunga-bunga segar menghiasi toko floristnya.


Dibantu tiga orang pegawai. Satu wanita yang sepertinya mengurus rumah dan toko mereka. Satu lelaki yang mengurusi ternak dan kuda mereka. Satu lagi membantu Sinta di toko dan kebunnya. 


Sinta juga menjual hasil olahannya sendiri. Juice segar, keju, butter dan youghurt.


Dean memandang dengan rasa benci dan iri melihat kebahagiaan Sinta bersama Dylan dan anak-anak mereka.


Mereka sangat harmonis. Saling menyayangi dan mencintai. Tapi sayang, mereka melakukan itu semua di atas penderitaan orang lain.

__ADS_1


Bertahun lamanya aku mengenang dan meratapimu. Tidak mampu menggantimu dengan wanita mana saja yang kutemui.


Aku selalu merindukanmu. Memimpikanmu. Kau berada di tempat yang indah kupikir kau sudah ada di dalam surga. Ternyata kau disini bersama kuda putih bersurai silver yang kulihat di dalam mimpiku.


Aku yang berhak memilikimu bukan dia. Dia mengambilmu dariku karena tak mampu menahan rasa cinta dan rindunya. Mungkin dia sepertiku. Memuja dan hanya menginginkan dirimu. Tapi kutegaskan sekali lagi, kau hanya milikku. Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu dariku. Kita akan membuat dan membangun keluarga kita sendiri, dengan atau tanpa persetujuanmu. Aku hanya mengambil apa yang menjadi hak dan milikku. Hanya itu!


Dean mulai menyusun rencana untuk menghancurkan rumah tangga dan sekaligus karir Dylan.


Aku harus memastikan semuanya berakhir tanpa sisa dan jeda. Kau harus hancur tanpa sisa!


Menyewa sejumlah orang untuk mengawasi Sinta dan anak-anaknya sehingga mereka tidak bisa melarikan diri kemana pun ketika saatnya semua disingkap.


Dia juga menyogok sejumlah pejabat untuk menekan Dylan.


Tidak lupa meminta back up polisi dan menyewa seorang pengacara yang sangat handal.


Pembalasan dimulai dihitung dari sekarang, 100, 99, 98….


Dylan sedang berada di kantornya ketika polisi tiba dengan membawa surat penangkapan dirinya.


"Apa ini?"


"Surat penangkapan atas dugaan kasus pemalsuan."


"Ikut saja nanti kami jelaskan di kantor."


Dylan diringkus. Semua bawahan, rekan kerja dan sekretarisnya melihatnya diborgol dan dibawa ke mobil polisi.


Satu kantor gempar dan bertanya-tanya apa yang terjadi tapi tidak satu pun ada yang bisa memberikan penjelasan.


Dylan dibawa ke dalam ruangan khusus. Di dalam ruangan itu sudah menunggu Dean dan seorang lelaki sepertinya pengacara barunya.


"Halo Dylan! Bagaimana kabarmu?"  Dean menyeringai tajam ke arah Dylan.


"Kau dibalik semua ini! Kau masih tidak percaya isterimu meninggal dunia. Aku tidak memalsukan surat apa pun!"


Dean menghantamkan kedua tangannya ke atas meja.


Brakkkk


"Diam!!!"

__ADS_1


Dylan menatap wajah Dean dengan wajah marah," Kau benar-benar keterlaluan! Isterimu sudah lama tiada. Lanjutkan hidupmu bukannya kau mencari kambing hitam! Anak manja!"


Bukkkk


Dean meninju wajah Dean sekuat tenaga. Darah mengucur dari hidung Dylan.


"Kau penipu! Masih mau berbohong kepadaku!"


"Aku tidak berbohong! Kau yang mengada-ngada."


Dean memukuli Dylan. Melampiaskan semua kemarahan juga kebenciannya.


"Ini karena aku mempercayai bajingan sepertimu!" Dean memukul perut Dylan sekuat mungkin.


"Ini akibat kebodohanku mempercayai semua omong kosongmu!" Dean kembali meninju perut Dylan.


"Dan ini karena membiarkan kau mencuri isteriku!" Dean memukul punggung Dylan sekencang mungkin. Dylan ambruk.


Dean melempar semua foto di depan Dylan yang jatuh tersungkur penuh lebam dan luka.


"Kau masih mau mangkir dan menganggapku bodoh?"


Dylan terhenyak kaget. Darimana Dean bisa mengetahui semuanya.


"Banyak orang yang mirip di dunia ini…" Dylan masih berusaha mengeles dan langsung disambut dengan bogem mentah yang dilayangkan ke wajahnya. Memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Beri aku penjelasan sebelum kau kulempar ke hiu."


"Kami saling mencintai. Dia tidak mencintaimu sama sekali!"


Dean kembali meninju rahang Dylan. Kulitnya robek.


"Dia isteriku. Kau mempengaruhi dan menggodanya. Aku sangat mengenal isteriku. Dia tidak akan mungkin meninggalkanku kalau tidak ada yang mempengaruhinya."


"Kau mengeksploitasinya. Dia tidak ingin menjalankan jabatannya. Kau memanfaatkannya untuk melindungi perusahaan keluargamu. Aku hanya berusaha melindunginya dari tekanan kehancuran karirnya, kau dan juga keluargamu!"


"Kau suka ikut campur urusan orang. Dia memiliki potensi dan kau jadikan dia sebagai petani? Aku dan keluargaku akan melindunginya. Kami tidak membutuhkan bantuanmu!" Dean kembali menghantam Dylan.


"Dia sudah berbahagia bersamaku dan anak-anak kami. Lupakan dia! Kau bisa memilih wanita mana pun yang kau mau dan suka. Jangan ganggu dia! Jangan ganggu kami! Lepaskan kami!"


"Kau memohon padaku? Kau sudah membohongiku dan masih berani memintaku melepaskan dan memaafkanmu? Kau memintaku untuk memilih wanita lain. Mengapa bukan kau saja yang melakukannya?" Dean mengangkat tubuh Dylan agar berdiri tegak kemudian meninjunya berkali-kali. Darah segar membasahi tubuh Dylan.

__ADS_1


"Aku tidak bermaksud merebutnya darimu. Aku hanya berusaha melindunginya. Kalau kau mencintainya, kau harus melepaskannya. Biarkan dia berbahagia walaupun tanpa dirimu!"


Dean kalap dan memukuli Dylan hingga Dylan tidak sadarkan diri.


__ADS_2