Mawar Berhati Baja

Mawar Berhati Baja
Missed


__ADS_3

Bagaimana pun Dylan berusaha menutupi keadaannya. Tapi dia tidak bisa mengingkari kalau dia merindukan Sinta berada di sisinya.


Haliza sudah menyatakan perasaannya. Tapi dia masih belum bisa melupakan Sinta. Atau berpikir menggantikannya dengan wanita lain.


Callista dan Syarifah sendiri kompak menjodohkan orang tua mereka. Karena masing-masing merasa kasihan melihat keduanya.


"Bu, aku tidak keberatan ibu menikah dengan ayahnya Callista. Kita akan jadi keluarga baru yang bahagia. Ibu juga tidak perlu bersedih melihat ayah dengan encik Hana."


"Aku tidak sedih melihat ayahmu dengan encikmu. Kau tidak perlu berlebihan. Tidak perlu mengasihaniku. Tidak ada yang bisa diburu-buru." Sahut Haliza tegas.


"Kau tidak menyukai ayahnya Callista, bu?"


"Tentu aku menyukainya. Ayah Callista tidak seperti ayahmu. Sangat setia dan mencintai ibunya Callista. Kau dan Callista kan tahu kalau dia tidak dapat melupakannya."


"Kami akan membantumu, bu. Kau jangan terus membandingkan ayah dengan ayahnya Callista."


"Aku sakit hati dan sangat kecewa pada ayahmu."


"Aku tahu, bu. Tapi kau tidak boleh seperti itu. Aku dan Syarif juga tidak ingin mendapatkan image jelek tentang ayah."


"Itu bukan image. Kau tahu kenyataan yang sebenarnya dan kau mulai dewasa."


"Ayah juga memiliki sisi baik bu. Dia sangat menyayangiku dan Syarif."


"Yeah! Dia membelikanmu mobil sedangkan aku hanya gadget."


"Bu! Jangan seperti itu. Aku tidak ingin memandang ayah menjadi jelek dan tidak bisa melihat kebaikannya yang lain. Sedangkan kalian berdua adalah dua orang yang paling kucinta."


"Maafkan aku. Tidak bermaksud menjelekkan ayah kalian. Pengkhianatan bukan sesuatu yang mudah untuk kulalui."


"Yeah, bu. Aku tahu itu." Sahut Syarifah memeluk ibunya.


Sementara itu Callista gencar membujuk ayahnya.

__ADS_1


"Ibunya Callista sangat baik dan perhatian. Aku, Sapphire dan Keanu sangat menyukainya. Membuat kami merasa ada yang menggantikan mama. Dia juga tidak keberatan jika mama kembali kepada kita."


"Kau mencomblangi orang tua?" Sahut Dylan dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Aku dan Syarifah sepakat kalian harus bersama. Sapphire, Keanu dan Syarif juga memiliki pendapat yang sama. Ayolah, pa! Kami ingin seorang ibu yang bisa menggantikan sosok mama."


"Aku bisa mengurus kalian bertiga sendiri. Aku tidak ingin ada yang menggantikan mama kalian." Ujarnya keras kepala.


"Kami semakin besar. Kau akan kesepian. Aku ingin melihatmu bahagia. Begitu juga dengan Syarifah. Dia ingin ibunya sama bahagianya seperti ayahnya. Kau yang bisa membuatnya tersenyum dan mengobati luka batinnya."


"Jika nanti kalian semakin besar dan meninggalkanku. Aku akan fokus pada usahaku. Kau tidak usah khawatir memikirkanku. Aku tidak akan mengganggu kalian semua."


"Pa! Bukan seperti itu. Aku ingin kau memiliki seseorang yang selalu bisa menemani dan bersamamu. Menikahlah dengan ibunya Syarifah. Dia sangat baik, perhatian dan penyayang. Memang dia tidak semuda dan secantik ibu tiri Syarifah. Tapi kami sangat menyukai dan menyayanginya."


"Aku tidak ingin menyakiti perasaannya. Aku belum bisa melupakan ibu kalian. Hal itu sangat tidak adil untuknya."


"Kau tahu dia tidak keberatan sama sekali tentang mama. Hal itu membuat kami sangat menyukainya. Dia bisa menerima mama bersama kita. Kau tidak perlu menurunkan foto-foto mama. Kita bisa tetap menonton video mama bersama dengannya. Kau tidak akan bisa menemukan wanita lain yang sebaik dan sepengertian dia."


"Keanu masih sangat kecil ketika mama pergi. Aku dan Shappire juga kerap merindukan mama. Mamanya Syarifah membuatku, Sapphire dan Keanu merasa nyaman. Syarifah dan Syarif juga cocok bersama kita semua."


"Kau tidak mengerti. Aku sangat mencintai ibumu. Begitu juga ibumu. Tidak mudah menerima orang lain jika kau sangat mencintai seseorang begitu dalam."


"Tapi mama tidak pernah kembali lagi? Mungkin nenek tidak bisa sembuh selamanya. Jika mama kembali. Ibunya Syarifah tidak keberatan sama sekali. Aku dan adik-adik membutuhkan perhatian dan kasih sayang seorang ibu. Papa bisa menanyakannya pada Shappire dan Keanu."


"Papa mengerti perasaan kalian semua. Maafkan papa yang egois dan tidak memikirkan kalian semua. Tetapi mencari pengganti mama kalian sangat sulit bagi papa."


"Aku, Sapphire dan Keanu juga sangat mencintai mama. Tapi kami juga tidak bisa memungkiri kalau kami membutuhkan sosok seorang ibu. Dan hanya mamanya Syarifah yang kami sukai dan terima menjadi ibu kami."


Dylan merengkuh bahu putrinya. Memeluknya dan mengecup dahinya.


"Beri papa waktu. Dan jangan mendesak papa. Bagaimana?"


Callista menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Di tengah issue orang tua yang bercerai dan berselingkuh. Ataupun bersiteru. Calista, Sapphire dan Keanu tidak mengalami hal tersebut.


Perpisahan kedua orang tuanya. Bukan karena mereka kerap bersitegang. Atau ada yang berselingkuh. Atau bercerai.


Tetapi karena keadaan yang memaksa. Walaupun keduanya terpisah. Tetapi mereka masih saling mencintai satu sama lain. Tidak bisa saling melupakan.


Callista dan adik-adiknya. Bukan berarti tidak mencintai mama mereka ketika meminta ayah mereka menikah lagi.


Tapi mereka ingin mengusir awan kesedihan yang ada di tengah keluarga mereka.


Ingin agar keluarga mereka kembali utuh seperti semula. Merasakan kasih sayang dan perhatian orang tua yang utuh.


Dylan membuka album berisi foto-foto istrinya. Kenangannya melayang jauh. Setiap kali mengenang tentang mereka dan keluarga mereka. Seperti kembali ke masa yang lalu.


Aku tidak bisa melupakan cintaku padamu. Kurasa kau juga begitu. Anak-anak begitu kehilanganmu. Mereka menyukai ibu temannya Callista. Kupikir kau juga akan menyukainya. Kau pasti mengerti jika dirimu digantikan. 


Tetapi aku belum bisa menerima siapa pun. Menjalin hubungan dengan siapa pun. Menyerahkan cinta dan kasih sayangku. Aku masih berharap kita bisa bersatu kembali.


Walaupun semua hampir tidak mungkin terjadi. Kau kembali pada Dean dan kalian memiliki seorang putra yang sangat tampan.


Aku melihatmu tidak bahagia. Apakah kau masih memikirkanku dan anak-anak kita?


Dylan menghabiskan waktunya seharian mengenang Sinta di dalam kamarnya. Memutar video dan juga melihat album-album foto yang mereka buat.


Permintaan Callista membuatnya bersedih. Tidak tahu bagaimana harus menanggapinya.


I am missing you. Every moment that we share. People said that first love never died. But they are wrong. True love never died. And if you lost it. You will sufer forever more… 


You not the first love I knew. But you are my true love. I don't think I can love another. My mind, heart, soul and memory only can fill and know you as my soulmate ….


When love is the only one. We don't have any choice but wait and see….


Love is a faith. Soulmate is determine....

__ADS_1


__ADS_2