
Hati Sinta menjadi gundah, Dylan mengetahui akun palsu yang dibuatnya untuk Dean.
Apakah dia menganggap aku berlaku tidak setia padanya? Aku merasa sangat bersalah melihat keadaan Dean. Aku yang menyebabkannya seperti itu. Seandainya, aku tidak memalsukan kematianku?
Sinta tidak bermaksud membuat akun palsu sampai melihat bahwa Dean seperti sangat menyesali keadaannya.
Foto-foto pemakamannya. Ketika kebakaran di dalam penjara terjadi memenuhi akun media sosial Dean.
Ungkapan perasaan dan hati Dean membuat Sinta sangat terenyuh. Hal itu berlangsung berbulan-bulan. Bahkan sampai akhirnya Sinta memutuskan membuat akun palsu menanyakan keadaan Dean dan berusaha membantunya keluar dari keadaannya.
Mengapa kau selalu mengingat isterimu yang sudah meninggal dunia?
Sinta bertanya melalui chat box kepada Dean. Menggunakan akun palsu yang diberi nama Jasmine.
Aku melakukan kesalahan padanya. Aku belum sempat memperbaikinya. Dia sudah pergi meninggalkanku, selamanya. Jawab Dean.
Tetapi dia sudah tenang di alam baka. Kau tidak seharusnya membebaninya dengan selalu mengingat dan meratapinya.
Sinta kembali mengetik di dalam chat boxnya.
Aku baru menyadari bahwa aku sangat mencintainya.
Sinta membaca balasan yang dikirimkan Dean kepadanya.
Jika kau mencintainya, kau akan melanjutkan hidupmu. Almarhumah isterimu tidak akan bisa tenang melihatmu seperti ini.
Sinta kembali mengetik jawabannya kepada Dean.
Aku mengkhianati pernikahan kami. Dia memaafkanku. Hubungan kami membaik tetapi dia pergi meninggalkanku begitu saja.
Sinta meneliti foto-foto yang memenuhi akun media sosial Dean. Foto-foto pemakamannya. Foto-foto kenangan mereka berdua selama mereka menikah.
Bukan kebiasaan Dean membagikan hal-hal yang bersifat pribadi.
Apalagi menuangkan perasaan juga pikirannya. Sepertinya pikirannya benar-benar sedang kacau, sedih dan terpuruk.
Mendapatkan wanita bukanlah hal yang sulit baginya. Bahkan Dean berselingkuh ketika mereka menikah? Mengapa sekarang terlihat, dia seperti satu-satunya wanita bagi Dean?
__ADS_1
Apa yang kau sesali? Isterimu meninggalkanmu saat hubungan kalian membaik bukan? Ajal tidak ada yang bisa menebaknya. Isterimu bukan sengaja meninggalkanmu?
Dean mengetikkan jawabannya. Setelah membaca jawaban Jasmine.
Kau tahu, kau tidak tahu seberapa besar kau kehilangan sesuatu sampai kau merasakan kehilangan itu sendiri. Ketika kami bersama, aku tidak menghargai isteriku dan tidak mau bersabar kepadanya. Hanya memikirkan kepentinganku sendiri. Tidak memahami ketakutan atau apapun yang dia lalui. Aku memilih tidak setia dan mengkhianatinya. Aku sangat menyesalinya tetapi semua sudah terlambat. Setelah dia pergi, aku merasakan kehilangan yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan. Ketika kami bersama, aku selalu meragukan semua hal tentang dirinya. Sekarang dia pergi dan aku merasa, hanya dia satu-satunya wanita yang bisa mengisi pikiran dan hatiku. Dia terasa sangat nyata bagiku saat dia meninggalkanku. Aku tidak dapat menggantikannya dengan yang lain. Karena hanya dia yang bergelayut di dalam pikiranku.
Sinta kembali menulis. Dia memahami sumber masalah Dean. Penyesalan.
Kau tahu, kau sedang membesarkan suatu masalah. Isterimu sudah meninggal. Itu artinya kalian memang tidak ditakdirkan bersama. Kau mengkhianatinya di dalam pernikahan. Itu pun bukti bahwa dia bukan satu-satunya wanita yang ada di dalam hati dan pikiranmu. Yang membuatmu seperti ini adalah penyesalan.
Dean membaca kalimat-kalimat Jasmine yang mengalir ditujukan padanya. Jasmine tidak pernah menyertakan informasi atau foto tetapi malah membuatnya menjadi sangat tertarik menerimanya sebagai teman.
Dia sempat berpikir, apakah Jasmine seorang pria? Tetapi semakin mereka berkomunikasi. Dia sangat yakin bahwa Jasmine adalah seorang wanita.
Semua hal yang misterius tentang Jasmine membuatnya sangat tertarik.
Mengapa namamu Jasmine? Apakah nama asli?
Jawaban yang dibacanya meyakinkannya bahwa sosok Jasmine memang sangat misterius.
Tentu tidak. Aku sangat menyukai bunga melati.
Oh begitu….
Mereka berteman dan bersahabat secara online. Dean menceritakan tentang Helena kepadanya. Cerita yang tidak akan pernah bisa dibaginya ketika dirinya masih berstatus isteri.
Menceritakan bagaimana pertemuan mereka dan bagaimana perselingkuhan itu dimulai.
Air mata mengalir di kedua belah pipi Sinta. Menyimak cerita yang dikisahkan Dean kepadanya.
Kau jelas mencintai selingkuhanmu….
Sinta mengetik dengan emosi.
Hubungan kami sedang dalam masalah. Aku tidak tahu apa yang sedang dialami Sinta ketika itu. Mengapa dia berubah setelah kami menikah. Aku kehilangan batas kesabaranku. Aku khilaf.
Sinta membaca kalimat yang dikirim Dean kepadanya. Rasa bersalah menyeruak dalam hatinya. Transmigrasi itu. Hal yang tidak mungkin bisa diceritakan karena Dean atau siapapun akan menuduhnya mengarang cerita. Tetapi memang semua berawal dari transmigrasi itu.
__ADS_1
Dalam setiap pernikahan pasti ada fase yang membuat kedua suami isteri berada dalam masalah. Sangat menuntut kesabaran dari keduanya. Kupikir, yang membuatmu menyesal mengapa kau tidak mencoba bertahan dalam dilema pernikahanmu dengan cara yang benar. Tapi semua sudah berlalu. Tidak ada yang perlu disesali. Perselingkuhan itu membuktikan kau bisa menggantikan almarhumah isterimu dengan siapa saja ….
Dean mengetik jawaban dengan hati yang perih dan mata yang memanas.
Itu tidak benar ….
Penyesalan tidak hanya terjadi pada Dean. Sinta turut merasakannya. Dia juga menganggap semua yang terjadi pada Dean adalah kesalahannya.
Sangat egois dan enggan menjalani kewajibannya sebagai isteri. Semua petaka berawal dari sana.
Dean hanya menuntutnya menjalankan kewajibannya sebagai isteri. Tidak mempermasalahkan sisanya.
Mengapa aku begitu egois? Mengapa transmigrasi itu sangat sulit kulalui? Aku bisa menjalani kewajibanku sebagai isteri ketika menikah dengan Dylan. Mengapa aku tidak bisa melakukannya pada pernikahan sebelumnya?
Bersama Dylan semua terasa ringan dan tanpa beban. Menikmati perannya sebagai isteri dan sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu.
Tidak ada ambisi yang harus dikejar atau dipertahankannya. Tidak ada image yang harus dibangun.
Bebas melakukan apa pun yang dia inginkan walaupun hanya remeh temeh dan hal-hal yang sederhana.
Kehidupan pernikahan sebelumnya serta jabatan yang harus diembannya membuatnya seperti memanggul bumi dan bebatuan di atas punggungnya.
Pengkhianatan itu menambah beban dan trauma yang ada.
Helena, wanita yang bisa menggantikan fungsinya sebagai isteri. Kegagalan dalam kehidupan perkawinannya. Kekalahannya sebagai seorang isteri.
Mendengar berita kematiannya. Tidak membuatnya menjadi bahagia atau dendamnya terlunaskan.
Sampai kapan pun, wanita itu pernah menjadi bagian kelam dalam kehidupan pernikahannya di masa lalu.
Sinta justru berharap, seandainya Helena masih hidup. Mungkin, Dean akan menemukan kebahagiaannya dan tidak tersiksa dengan kematian palsunya.
Seandainya Helena masih hidup kau tidak akan semenderita ini.
Sinta mengetik dan mengesent kepada Dean.
Aku sudah berhenti berhubungan dengan Helena sebelum dia meninggal. Dia hanya mengincar kekayaanku. Aku sangat kecewa. Sinta sangat berbeda dengan Helena. Sinta melindungi harta kekayaan keluargaku sedangkan Helena sebaliknya. Sinta tidak pernah menginginkan apa pun. Dia hanya ingin aku bersabar dengan perubahan yang sedang dialaminya tetapi aku tidak mampu bersabar.
__ADS_1
Sinta termenung sesaat sebelum menuliskan kalimat yang akan disampaikannya pada Dean
Kau terjebak dalam kenangan dan penyesalan. Semua itu tidak nyata. Lanjutkan hidupmu, maka kau akan berbahagia. Percayalah padaku!