
Karir Dylan hancur sehancurnya. Dipecat dengan tidak hormat. Tidak dapat melakukan praktek pengacaranya lagi.
Dylan menemukan anak-anaknya di rumah tanpa Sinta. Ketakutan. James menemani mereka bersama Christina.
"Nyonya Sinta dibawa pergi oleh seorang lelaki yang mengaku sebagai suaminya." James menceritakan apa yang terjadi, "Anak-anak dijemput dari sekolah oleh pria asing diantarkan ke rumah dan berpesan agar menjaga mereka sampai anda pulang."
Dylan memeluk ketiga buah hatinya. Crime doesn't pay. Dia harus membayar perbuatannya pada Dean. Apa pun alasannya. Dia melarikan Sinta yang masih berstatus isteri Dean serta memalsukan kematiannya.
Dean dibantu dengan keluarga korban dan saksi lainnya menemukan jejak pembunuhan yang dilakukannya.
Ketiga buah hatinya menangis mencari ibu mereka seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Hatinya terenyuh.
Dylan memeluk ketiga anaknya. Berusaha membujuk mereka bertiga. Christina dan James memutuskan menemani mereka sekeluarga, membantu membujuk ketiganya karena tidak tega melihat keadaan mereka semua.
Dylan juga tidak bisa lagi menghubungi nomor Sinta. Dean juga sudah mengganti nomornya.
Di dalam pikirannya bagaimana dia bisa melindungi anak-anaknya? Menenangkan mereka yang mencari Sinta. Kehilangan ibu mereka. Terutama putra bungsunya.
Pikirannya kalut. Dean mengambil paksa Sinta dan mengacaukan kehidupannya bersama anak-anaknya.
Kau sungguh kejam! Apa susahnya kau ceraikan isteriku? Memang aku salah melarikan isterimu tapi aku punya alasan.
Tubuhnya sendiri penuh bekas luka. Dia terpaksa memberhentikan semua pekerjanya dan menjual rumah-rumahnya dan perkebunannya. Mereka tidak bisa tetap berada di sana tanpa pekerjaan. Biaya hidup yang tinggi akan menghabiskan tabungan mereka dalam sekejap.
Dylan memutuskan pindah dari Swiss. Memboyong anak-anaknya ke Malaysia. Mereka menyewa flat. Hidup dari tabungan dan hasil penjualan asset yang dimilikinya.
Menyewa sebuah kedai dan menggaji dua orang pegawai. Menjual makanan. Setidaknya memiliki pendapatan untuk membiayai kehidupan mereka sekeluarga. Tidak menggerogoti tabungan mereka.
Surat pembatalan pernikahan dan pemecatan serta pencabutan ijin prakteknya sudah diterimanya.
Kantor pengacaranya resmi ditutup. Dia tidak dapat berbuat apa pun untuk mengambil isterinya kembali. Terpaksa merelakan Sinta bersama Dean. Anak-anaknya prioritasnya. Tidak dapat melawan Dean tanpa kekuatan apa pun.
Berharap Sinta menghubunginya. Karena dia tidak bisa menghubunginya sama sekali. Dia tidak akan mengganti nomornya sehingga Sinta bisa menghubunginya kapan saja.
Hatinya sangat perih. Kehilangan isteri yang sangat dicintainya. Mengurus ketiga buah hati mereka seorang diri. Menangis dan merengek ingin bertemu dengan ibu mereka.
__ADS_1
Putra bungsu mereka panas tinggi. Mengigau. Terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Air mata Dylan menetes melihat keadaan putranya. Dia memeluk putranya yang demam tinggi merindukan ibunya.
Kedua putrinya juga sangat sedih dan merindukan ibu mereka. Tetapi karena usia mereka sudah lebih besar. Callista sudah smp sedangkan Sapphire juga sudah kelas tiga sd. Sudah bisa dibujuk dan diberi pengertian. Walaupun mereka tetap bersedih dan menanyakan keberadaan ibu mereka setiap saat.
Dylan bisa memahami kesedihan serta kehilangan ketiga buah hatinya. Dirinya sendiri sangat kehilangan dan merindukan Sinta. Dia menguatkan diri demi ketiga buah hatinya.
Callista dan Sapphire tidak terbiasa tinggal di flat. Mereka juga mengeluhkan kehidupan di tengah kota. Kehilangan kuda dan ternak serta kebun mereka.
Adaptasi dengan teman-teman mereka yang memiliki bahasa yang berbeda. Mereka hanya bisa menggunakan bahasa Inggris dan sama sekali tidak bisa menggunakan bahasa Melayu.
Dylan dengan sabar membesarkan hati kedua hati putrinya. Menunggui putranya yang sedang sakit.
Dylan mengambil flat yang berukuran lima ratus lima puluh meter per segi. Terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Dapur merangkap ruang makan dan tamu.
Callista sekamar dengan Sapphire sedangkan Dylan dengan Keanu.
Keanu masih dirawat di rumah sakit karena demam tinggi. Dia tidak mau memakan makanannya. Mengigau mencari ibunya. Membuat Dylan tidak tega melihat putra semata wayangnya.
Callista dan Sapphire sendiri mau tidak mau belajar membersihkan flat dan mencuci piring.
Salah seorang pegawai bergantian mengantarkan makanan ke flat mereka. Dylan menjual nasi kari dan lemak. Makanan khas Malaysia yang banyak peminatnya.
Membuka kedainya sepagi mungkin menyediakan roti jala dengan kari kambing dan ayam untuk sarapan pagi sekaligus untuk sarapan mereka bertiga yang diantar para pegawai ke flat mereka yang tidak jauh dari kedai.
Siang harinya menjual nasi kari dan lemak sampai menjelang sore. Kedai dibuka jam 6 pagi sampai dengan 6 sore.
Keadaan Keanu paling menyedihkan. Membuat Dylan tidak tahan melihat keadaannya.
"Bertahanlah, sayang!"Air mata Dylan menganak sungai.
Ah! Ini kah yang dialami Dean ketika dia mengambil Sinta dari sisinya? Tapi tentu keadaannya jauh lebih berat karena ada tiga orang anak yang sedang merindukan ibu mereka yang mencintai dan menyayangi mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Dylan sangat merindukan Sinta. Air matanya menetes tidak hanya melihat keadaan ketiga buah hatinya tetapi hati, jiwa dan raga juga sangat merindukan isterinya.
__ADS_1
Aku sangat merindukanmu, sayang… Ku harap keadaanmu baik-baik saja. Walaupun aku tidak yakin kau bisa melalui hari-harimu tanpa aku dan ketiga buah hati kita serta kehidupanmu yang nyaman di Swiss.
Tebakan Dylan tidak meleset. Mata Sinta bengkak. Tidak bisa berhenti menangis memikirkan Dylan dan ketiga buah hati mereka. Dirinya sangat membenci Dean yang telah memisahkannya dengan keluarga kecilnya.
"Kau benar-benar tidak memiliki perasaan!" Teriak Sinta.
Dean menatapnya dengan tajam," Kau akan membayar apa yang kualami selama kau meninggalkanku. Setiap detiknya dengan berlipat ganda!"
"Lepaskan aku! Ceraikan aku! Aku tidak mencintaimu!"
Dean memegang dan mengangkat wajah mendekatkannya ke arahnya. Sinta menendang tulang keringnya.
Dean membantingnya ke tempat tidur, "Kau benar-benar membuatku marah!"
"Kau mau apa!"Sinta berusaha mendorong Dean tetapi tidak berhasil.
"Kau sudah menabur angin dalam hidupku. Kau harus menuai badainya."
Dean merobek pakaian Sinta. Sinta menjerit ketakutan.
"Kau akan membayar semuanya. Tanpa sisa. Dengan bunganya!"
Dean memperkosa Sinta dengan teriakan yang membuatnya semakin melampiaskan semua rasa sakit dan dendamnya.
Kebohongan, penipuan juga pengkhianatan membuatnya tidak bisa memaafkan Dylan dan Sinta serta tidak ada belas kasihan pada ketiga buah hati mereka.
Kalian akan membayar semuanya dengan bunganya. Aku akan menghancurkan kalian semua.
Sinta menangisi nasibnya. Semuanya berubah dalam sekejap. Dean benar-benar seperti singa yang terluka. Menuntut pembalasan atas setiap luka yang dideritanya.
Sinta tidak hanya dipaksa melayaninya di tempat tidur. Juga menjalankan jabatan yang sempat ditinggalkannya. Dylan menjadi kambing hitam atas semua kasus hukum yang menimpanya. Sehingga dia bisa menjalankan jabatan seperti sebelumnya.
Kondisi jiwanya sangat tertekan. Sinta menjalankan kesehariannya dengan pendampingan psikiater.
Kehamilannya tidak dapat mengobati luka hatinya. Tanpa disadarinya dia membenci janin yang ada di dalam dirinya. Janin itu tumbuh bukan karena cinta dan kasih sayang antara dia dan Dean tetapi dendam serta sakit hatinya. Kebencian yang membuat janin itu ada di dalam tubuhnya. Kebencian antara mereka berdua.
__ADS_1