
Jika cinta bisa digambarkan seperti Annie Song's. Seperti kegelapan malam di hutan. Dylan tidak menyadari bahwa perasaan cintanya kepada Sinta tumbuh perlahan tapi pasti.
Sebagai pengacara, dia bekerja sangat profesional. Memusatkan perhatiannya hanya untuk kepentingan Sinta sebagai kliennya.
Tetapi dia menyadari bahwa dia adalah manusia biasa. Berawal dari perasaan melindungi dan melayani. Semakin lama, dedikasinya sebagai pengacara berubah menjadi perasaan cinta yang tumbuh dari seorang lelaki kepada seorang wanita.
Apalagi Helena juga bercerita bahwa Sinta dan Dean tidak pernah berhubungan intim sejak mereka menikah.
Dean tidak tahan dengan sikap dingin Sinta. Memilih berselingkuh dengannya. Karena ranjang mereka begitu dingin dan sepi.
Dylan menyembunyikan perasaan cintanya kepada Sinta mengingat statusnya isteri Dean. Apalagi dia juga hampir berhasil memulihkan nama baik dan jabatan Sinta sekaligus pernikahan Sinta dan Dean.
Tetapi keadaan berubah menjadi tidak terkendali. Sean membayar pengacaranya. Sang pengacara bekerja menabrak kode etik dan tidak memiliki etika profesi sama sekali. Menghalalkan segala cara.
Sia-sia semua kerja keras dan usaha Dylan untuk melindungi, memulihkan nama baik, jabatan serta pernikahan Sinta dan Dean.
Dylan tidak tahu kapan cupid berhasil memanah cinta ke dalam jantung hatinya.
Mungkinkah berawal dari rasa kasihan dan melindungi?
Mengingat Sinta sangat berbeda dengan wanita-wanita yang pernah Dylan sukai atau pacari.
Perasaan kuat ingin melindungi dan menjaganya. Sesuatu yang tidak dirasakannya kepada wanita-wanita lain.
Berusaha menyelami apa yang Sinta lalui dan rasakan. Memberikan perhatian kecil tetapi sangat sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.
Membuatkannya makanan. Melihat Sinta lahap memakan masakannya. Merasa senang dan bahagia melihat Sinta bahagia dan nyaman.
Merasa terusik dan gelisah jika Sinta dalam keadaan yang mengkhawatirkan atau membahayakan.
Dylan terpaksa membunuh lima orang yang berusaha membunuh Sinta di dalam penjara. Dia juga membunuh Brian dan juga Sean. Karena keduanya berusaha menghancurkan Sinta.
Dia tidak bisa membiarkan mereka lolos dan menghancurkan Sinta.
Tetapi takdir berkata lain. Dylan tidak bisa menyelamatkan nama baik, jabatan dan pernikahan Sinta dengan suaminya.
Tapi dia masih bisa melindungi Sinta dari semua orang yang ingin mencelakai, membunuh dan menghancurkannya.
Sinta selalu menjadi prioritasnya. Apakah itu yang dinamakan cinta?
Selalu ingin membuat Sinta bahagia dan nyaman. Apakah itu cinta?
Ingin melindungi dan menjaganya? Itukah cinta?
__ADS_1
Salah seorang temannya berkelakar.
"Baby sitter gue, ke anak gue juga begitu."
"Maksud lo?"
"Ingin melindungi, menjaga dan merawat."
Wajah Dylan menjadi sangat bodoh dan bingung.
"Bercanda gue, bro!"
"Lu tuh yee…."
"Gue ke isteri gue begitu. Beda lah sama ke pacar-pacar gue dulu."
"Maksud lo, Sinta calon isteri gue? Tapi gak mungkinlah. Dia kan klien gue dan isteri orang."
"Gue gak bilang Sinta calon isteri lo. Tapi mungkin aja yang lo rasain cinta."
"Hmm, gitu ya?"
"Makanya lo kalau kerja profesional dong. Jangan melibatkan perasaan."
"Mungkin awalnya lo terlalu care sama dia. Kayak misalnya lo liat ada kucing kesasar. Lo kasihan kan liatnya. Lo merasa perlu merawat dan menjaganya. Lo merasakan adanya bounding antara lo dan dia."
"Busett, Sinta disamain sama kucing."
"Cuma ibarat aja. Duh lo tuh ya! Bikin emosi aja! Lo tegang amat sih jadi orang?"
"Gue nervous lah. Merasa bersalah karena gak bisa bersikap profesional."
"Lo manusia. Wajar aja kalau kadang terbawa perasaan. Yang penting lo tau batasnya."
"Gue rasa lo bener. Yang penting tahu batas dan tidak melanggar batas."
"Kalau cuma sekedar perasaan suka, cinta atau kagum. Itu fitrah. Kalau berselingkuh atau berzina maka itu yang berbahaya dan tidak boleh kau lakukan."
"Hmm, ya…."
Mengambil keputusan apalagi menimbang kondisi yang rumit sangatlah tidak mudah.
Melindungi tidak selalu melakukan hal yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.
__ADS_1
Dylan juga ingin semua berjalan seperti seharusnya. Memulihkan semuanya seperti yang Dean inginkan. Tetapi keadaannya seperti menegakkan benang basah.
Kalau dia tidak berani memutuskan sesuai dengan realitas yang ada. Maka Sinta akan menjadi korbannya.
Membayangkan Sinta bunuh diri atau gila atau hidup terintimidasi. Membuatnya berani mengambil keputusan yang mungkin akan mengundang penilaian negatif.
Mereka yang mudah menghakimi tentu akan menganggapnya sangat negatif. Melarikan isteri orang. Memalsukan kematiannya.
Jika kita memiliki seorang bayi dan di hadapan kita ada serigala dan hutan. Apa yang kita lakukan?
Tidak mungkin kita memberikan bayi kita kepada serigala dan memasukkannya ke dalam hutan.
Begitu juga dengan Sinta. Jika bisa diibaratkan bayi. Tidak mungkin dia membiarkan Sinta dan menyerahkannya pada Dean dan kedua orang tuanya. Mereka tidak bisa melindungi Sinta sama sekali. Bahkan berpotensi menjerumuskannya ke dalam keadaan yang penuh tekanan dan kebencian. Bahkan mungkin akan memanfaatkannya untuk kepentingan mereka.
Semesta juga seperti merestui mereka. Semua berjalan dengan sangat mulus.
Selama enam bulan di kaki gunung Alpen. Sinta merasa sendirian dan kebingungan. Baru menyadari bahwa semua berlangsung demikian cepat.
Kebakaran penjara. Kematian palsunya. Lamaran Dylan yang baru saja disampaikan hari ini.
Membuatnya seperti mendapatkan guncangan gempa dalam waktu yang saling berdekatan dan terus menerus.
Sanggup kah aku menjalani semua ini?
Air matanya kembali menetes. Sejak dia berada di kaki pegunungan Alpen. Dirinya merasa begitu sepi.
Setiap hari menghabiskan waktu di kebun. Melihat sesuatu yang hijau. Mendengarkan suara air mengalir yang melewati rumah serta kebunnya. Membuat hatinya terasa tentram dan nyaman.
Tetapi semua kembali mengingatkannya pada kesedihan jika teringat pada kasus hukumnya. Kehidupan yang ditinggalkannya.
Disini memang dia merasa aman dan nyaman. Tetapi dia juga merasa sepi dan terasing.
Dylan membatasi interaksinya. Sengaja mencari tempat yang jauh dan terasing. Karena tidak ingin identitas Sinta terbongkar atau ada yang mengenalinya serta mengacaukan semuanya.
Sinta memandangi cincin pemberian Dylan yang ditolaknya. Dia merasa semua terlalu cepat. Dia sendiri tidak tahu apakah dia jatuh cinta pada Dylan?
Bagaimana jika dia hanya menyukai perhatian dan perlindungan Dylan? Hubungannya dengan Dean sendiri. Sepertinya membaik. Dean sudah memperbaiki sikapnya. Hatinya menjadi resah dan bingung.
Bagaimana kah sebenarnya antara dia, Dean dan Dylan?
Semua terjawab dengan penjelasan dari Dylan. Saat ini, dia tidak bisa menggunakan perasaannya. Untuk mengambil keputusan. Sinta mengakui bahwa apa yang dikemukakan Dylan memang yang terbaik bagi keadaan dirinya saat ini. Mungkin seterusnya.
Nama yang buruk. Penghancuran karakter dan fitnah sepertinya yang membuat dirinya menyetujui argumentasi Dylan.
__ADS_1
Sepertinya tidak bijaksana membahas masalah cinta pada situasi seperti saat ini. Aku memang sangat membutuhkan perlindungan Dylan. Aku tidak mungkin melalui semuanya seorang diri. Terlalu sulit bagiku.