
“Kata mamaku, suami ibu itu pasien rumah sakit situ, rawat jalan kayaknya,” kata Ella menggebu-gebu seperti biasanya walau aku tidak bertanya
“Oh ya?! Terus?” tanggapanku dengan nada keheranan.
“Iya, dia nemuin Dr.Gery, spesialis nefrologi,” kata Ella lagi
“Spesialis apa?” tanyaku merasa kurang jelas
“Itu lho Bu, ginjal.” Terang Ella.
“Oh iya, suami saya memang terlahir dengan satu ginjal, mungkin check up rutin” kataku menemukan titik terang.
“Tapi kan kalau ginjal yang dia punya nggak bermasalah kenapa harus check up rutin ya? Atau kebiasaan orang kaya memang begitu?” tanya Ella lagi.
Bukannya menjawab tapi aku hanya diam dan berpikir sendiri. Ada benarnya kata-kata Ella dan sejenak aku menutup semua laporan yang ada di depanku. Aku pamit dari Ella dan pergi saat aku yakin Rayi tidak menyadari keberadaan ku. Aku bergegas ke rumah sakit untuk bertemu dengan Dr.Gery untuk meminta penjelasannya namun saat tiba di sana aku sedikit kecewa karena tidak semudah itu untuk bertemu dengan Dr. Gery karena harus membuat janji sebelumnya dan memang ada jadwal tertentu untuk pasiennya. Akhirnya aku memutuskan berpura-pura mendaftar sebagai pasien dan mendapat jadwal lusa pagi.
Dengan lemas aku kembali ke butik berharap rencanaku bisa berjalan baik. Tapi di sana aku disambut dengan tatapan galak dari Rayi dan seketika mampu membuat nyaliku menciut karena ada beberapa dokumen yang harus segera aku tandatangani namun aku malah pergi tanpa pamit. Akhirnya aku menceritakan semuanya pada Rayi dan membuat dia merendahkan suaranya.
__ADS_1
“Kenapa kamu nggak nanya langsung ke Arka aja?” saran Rayi
“Kalau dia mau, pasti dia sudah cerita sejak dulu, Ra,” jawabku sambil menghela napas.
“Kalau aku tetap harus bicara berdua, prinsipnya jangan ada dusta di antara kita, Kasih,” kata Rayi sambil menyanyikan bagian terakhir.
Kelakuan Rayi itu sukses membuatku tertawa tapi untuk saat ini aku menolak saran Rayi. Aku harus mengumpulkan informasi yang aku perlukan sebelum aku duduk berdua dan membicarakannya dengan Arka. Kalau aku tidak tahu apa-apa Arka pasti tidak mau mengakui semua dan dia pasti berpura-pura kalau tidak terjadi apa-apa dan mengatakan kalau semua baik-baik saja seperti biasa. Aku sangat mengenal Arka dan aku yakin dia pasti akan bertindak demikian dengan alasan yang tak jelas.
...****************...
“Oh, Arka? Iya, tapi ada apa ya?” tanya Dr. Gery.
“Saya istrinya dok, dan sepertinya Mas Arka menyembunyikan sesuatu dari saya. Langsung saja ya dok, untuk apa Mas Arka check up rutin? Ada masalah apa dengan ginjalnya??” tanyaku semakin tegang.
Awalnya Dr. Gery agak ragu untuk menjawab pertanyaan ku karena menurutnya tidak baik untuk membagikan informasi ke sembarang orang namun saat aku bisa menunjukkan bukti-bukti melalui foto untuk memastikan bahwa aku benar-benar istri Arka, akhirnya dia memutuskan untuk menjelaskan semuanya kepadaku dan memintaku untuk menunggunya selesai praktek. Lumayan lama aku menunggu sambil menyelesaikan desainku, Sampai tanpa sadar Dr. Gery sudah berdiri di depanku dengan senyumnya yang mengembang dan mengajakku ke ruang prakteknya. Tidak lama kemudian seorang perawat datang dengan membawa sebuah map dengan tertulis nama Arka di depannya.
“Sebelumnya, apa yang ibu ketahui tentang kondisi kesehatan suami ibu?” tanya Dr.Gery
__ADS_1
“Aku hanya tahu kalau di terlahir dengan satu ginjal,” kataku tanpa ragu
“Iya betul, harusnya tidak ada masalah dengan itu selama dia menerapkan pola hidup sehat dengan baik” kata Dr. Gery yang tampak sedikit menenangkan aku,
“Iya, di awal pernikahan dia memang makan sehat, banyak mengkonsumsi air mineral, tidur teratur hanya saja sejak kembali ke kota, Mas Arka terlalu sibuk dan sering lembur,” kataku berusaha memberikan penjelasan.
Dr. Gery tampak mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti. Yang selanjutnya terjadi Dr. Gery memberi penjelasan yang sesaat membuat tubuhku mendadak lemas dan rasanya aku berhenti bernapas karena ternyata satu-satunya ginjal yang dimiliki Arka tidak bisa berfungsi dengan baik. Jika ginjal ini rusak maka sangat berbahaya bagi tubuh bahkan bisa menyebabkan kematian, akibat menumpuknya cairan dan zat berbahaya dalam tubuh.
“Karena itulah hemodialisa sangat penting dan harus dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut,” ucap dr. Gery
“Apa itu hemodialisa?” aku mengumpulkan segenap tenaga untuk lanjut bertanya
“Kalau orang awam menyebutnya dengan istilah cuci darah,” kata Dr. Gery
Separah apa sampai Arka harus menjalani cuci darah? Dan menurut Dr. Gery, Arka sudah hampir setahun ini Arka menjalankan prosedur cuci darah dan selama ini dia ditemani oleh seseorang yang setau Dr.Gery adalah ibu dari temannya yang dia panggil dengan sebutan mommy. Ibu ini sangat telaten dan merawat Arka seperti anak kandungnya sendiri dan aku sangat yakin kalau orang yang dimaksud adalah ibunya Awan. Berita ini seolah menamparku, aku pamit dan ku kuatkan langkah kakiku untuk berjalan. Aneh aku tidak memesan taksi online untuk pulang tapi kakiku tidak juga berhenti melangkah dan hanya ada pandangan kosong merasa diri tidak berarti. Bagaimana mungkin aku seorang istri bisa terlambat mengetahui kondisi suamiku dan bukan aku yang mendampinginya saat dia membutuhkan. Kenapa Arka lebih memilih didampingi oleh ibunya Awan daripada aku istrinya? Apa ada yang salah denganku sehingga Arka sama sekali tidak mempercayaiku dan tidak mau berbagi denganku? Kegelisahan dalam hatiku membuat aku merasa sangat terpuruk, merasa gagal menjadi istri dan merasa diri sangat tidak anggap.
Sampai aku aku sadar aku menabrak seseorang yang sangat aku kenali. Dengan sedikit kepanikan namun tetap penuh kelembutan dia membantuku untuk berdiri dan memapahku ke tempat yang lebih nyaman.
__ADS_1