
"Ternyata kamu di sini yank?" tanya Arka sambil mendekatiku.
"Iya, sama papa bahas mengenai batik tulis," kataku mendapat ide yang menurutku brilian.
"Ya udah, papa mau ada urusan, harus pergi dulu. Sepertinya kalian berdua juga akan bepergian kan?" kata Pak Surya yang kemudian meninggalkan ruangannya.
Arka kemudian berjalan ke arahku namun Lovely dengan centilnya berusaha menghalangi Arka tapi Arka berhasil menghindarinya. Arka kemudian duduk di sampingku kemudian Arka mengambil kursi lalu duduk di samping Arka dan tanpa basa-basi langsung menggandeng lengan Arka. Tentu saja Arka langsung menepisnya.
"Arka nggak suka di peluk, nggak suka dipegang-pegang" aku memberitahu Lovely dengan nada kalem.
Arka kemudian berdiri dan menggandengku lalu mengajakku pergi. Sekilas tampak muka cemberut Lovely karena usahanya untuk manja ke Arka ternyata gagal. Lovely lalu menarik ku dengan sangat kasar sehingga langkahku terhenti.
"Katanya nggak suka dipegang? Ini apa?" tanyanya sangat kasar.
"Aku nggak suka disentuh siapapun kecuali istriku dan aku selalu ingin menyentuh istriku, ada masalah?" tanya Arka sambil menyentil kening Lovely.
Mungkin Lovely nggak tahu kalau semua kebusukan dan fitnah yang dia bangun sudah sampai ke telinga Arka. Dia bahkan masih mencoba merengek manja pada Arka. Aku benar-benar tidak habis pikir, ada perempuan senekad ini yang sama saja dengan merendahkan harga dirinya hanya untuk mengejar laki-laki, suami orang pula. Lama Arka merenung menatap tajam ke arah Lovely dan tiba-tiba saja dia menarik tangan Lovely dan membawanya ke ruang karyawan. Semua mata menatap ke arah kami dan aku benar-benar merasa tidak nyaman. Sampai di tengah ruangan, Arka melepaskan tangan Lovely. Suasana menjadi hening.
"Mohon perhatian semua," kata Arka yang mampu membuat semua yang ada di ruangan ini berdiri.
"ini ada Lovely. Dia jauh-jauh dari luar negeri datang ke sini untuk belajar di sini, Nggak ada yang spesial dari dia, perlakukan dia seperti karyawan biasa. Tolong bagian HRD dipantau kerjaannya. Kalau ada yang tidak beres, segera lapor saya. Dia harus mulai dengan menjadi cleaning service" lanjut Arka dan dia sangat berwibawa
__ADS_1
"Ka, apa-apaan ini?" Lovely mulai protes.
"Besok ke kantor pakai baju yang pantes," kata Arka dan mengajakku pergi meninggalkan tempat ini.
Aku sangat kaget karena tidak menyangka Arka mengambil tindakan ini. Lovely berlari menyusul kami dan menolak keputusan Arka namun Arka terus berjalan tanpa memperdulikan Lovely. Kasihan juga Lovely, walaupun sebenarnya itu pantas dia dapatkan karena ulahnya.
"Ka, Are you crazy?" tanya Lovely sambil ngos-ngosan saat sudah berhasil menghalangi langkah kami dan berdiri di depan Arka.
"Katanya kamu mau belajar?" tantang Arka dengan tatapan mata yang tajam.
"Aku mau belajar sama kamu, bukannya melakukan pekerjaan kecil seperti ini," teriak Lovely dan seketika kami menjadi pusat perhatian.
"Itu pelajaran dari saya. Just take it or leave it." kata Arka dan beranjak meninggalkan Lovely yang masih berdiri dengan wajah bengong. "Dan satu lagi semua pekerjaan di sini penting, tidak ada yang kecil maupun besar," lanjut Arka.
...****************...
"Mas, kasihan Lovely," kataku saat mobil sudah melaju di jalan raya.
"Kenapa? Dulu aku juga mulai dari cleaning service," kata Arka sambil tersenyum
Aku tercengang mendengar kata-kata Arka. Untuk apa dia melakukan hal konyol itu? Tapi harusnya aku tidak heran karena kalau Arka mungkin tidak aneh, dia bahkan pernah menjadi driver online,, mengamen di jalanan, nyanyi di cafe, banyak yang dikerjakannya sehingga dia tampak seperti orang yang bersusah payah mengumpulkan rejeki untuk menyambung hidup sampai kerjaan apapun diembat. Eh nggak tahunya ternyata dia anak konglomerat yang lagi gabut. Kalau meme yang beredar pasti caption nya 'dikira cupu ternyata suhu'. Setelah menikah denganku, barulah dia serius bekerja di perusahaan. Semua itu membuatku tersenyum
__ADS_1
"Kenapa yank?" tanya Arka sambil ikut tersenyum
"Lucu aja, jadi ingat dulu kamu pernah jadi driver online, customernya aku," kataku sambil tertawa.
Arka juga ikut tertawa, kami lalu bercerita tentang banyak hal yang menyenangkan sampai tidak sadar kami sudah tiba di hotel. Kami lalu bersiap-siap karena hari ini kami akan pulang. Arka lebih senang untuk WFH karena katanya supaya tidak terlalu capek. Aku juga sudah tidak sabar untuk meneruskan kursus menjahitku. Dari kasus Lovely aku belajar bahwa penting untuk belajar dan memulai dari hal kecil. Seandainya nanti dalam keadaan darurat, aku bisa ikut turun tangan mengatasi masalah. Karena menurut Arka, Jendral harus turun ke medan perang bukan sekedar memberi aba-aba. Setidaknya kita punya dasar untuk mengkritik dan memberi saran atas pekerjaan orang lain karena kita benar-benar menguasai pekerjaan itu.
...****************...
Seperti biasa, saat kami tiba di rumah, Mbok Welas sedang santai menikmati acara infotainment. Untung saja Mbok Welas rada gaptek, kalau tidak pasti sibuk dengan sosmed, komen sana sini dan menjadi netizen paling nyinyir seantero jagad. Nonton sinetron aja bisa emosi sampai ngomel sepanjang hari.
"Ada info apa mbok?" tanya Arka sambil duduk dan memegang remote.
"Pelakor!" kata Mbok Welas dengan nada penuh emosi sambil merebut remote dari tangan Arka.
"Ganti aja daripada Mbok darah tinggi," kata Arka lagi sambil merebut kembali remote dari Mbok Welas.
"Awas ya dik, kalau kamu terjerat pelakor, tak jewer kupingmu," kata Mbok Welas dan sukses mengambil kembali remote dan duduk menjauhi Arka.
"Nggak ada pelakor, Mbok. Si Mbok ini korban sinetron sama acara gosip, aku yang jadi pelampiasannya," kata Arka sambil mencoba mendekati Mbok Welas
"Si Lopi itu, kalau macem-macem nanti mbok uleg dia," ancam Mbok Welas sambil mengamankan remote nya.
__ADS_1
Agak males juga mendengar nama yang disebutkan Mbok Welas tadi, mana aku lumayan lelah pula. Ku tinggalkan Arka dan Mbok Welas lalu masuk ke kamar. Ku rebahkan diri di atas tempat tidur dan perlahan memejamkan mata. Namun baru saja ingin menikmati tidur, ponsel Arka yang dititipkan di tasku berdering. Terpaksa aku bangun dan memeriksanya, siapa tahu itu adalah panggilan penting. Ternyata itu adalah panggilan dari Lovely dan sudah ada banyak panggilan tak terjawab darinya. Aku menepuk jidat karena semakin kagum dengan kegigihan Lovely yang masih berusaha mengejar Arka walau jelas nyata Arka tidak menginginkannya. Mau apa dia? Minta diuleg sama Mbok Welas? Ini ku biarkan saja atau ku sampaikan ke Arka ya?