MENIKAHI SAHABAT KEKASIHKU

MENIKAHI SAHABAT KEKASIHKU
BAB 40


__ADS_3

"Tahan di situ, jangan ke sini, jangan mendekat," kata Arka berusaha menjaga jarak dari Keysha.


"Ka, aku kangen banget," kata Keysha dan menurutku sangat genit.


"Jangan, terlarang sudah rindumu padaku," kata Arka yang bergeser perlahan dan entah kapan sudah berada di belakangku.


"Kasih?! Arka yang jadi calon suamimu?" kata Keysha dengan mata terbelalak sambil menutup mulutnya seolah tak percaya.


"iya, kalian saling kenal?" tanyaku dengan nada heran.


"Adudududu..kamu sukses bikin patah hati banyak gadis," kata Keysha sambil menepuk dahinya.


Sekilas aku memandang ke arah Arka yang terlihat sedikit salah tingkah.


"Kas, tolongin dong, si Keysha suka nyerang," kata Awan setengah berbisik padaku.


"Nggak mungkin dong Ka, kan ada binimu di sini, temanku pula," kata Keysha sambil tersenyum.


Keysha lalu menunjukkan pada Arka baju pengantin yang aku inginkan. Dia tampak menyukai pilihanku, dan menurutnya orangtuanya pasti sangat suka karena mengusung adat Jawa. Keysha juga menawari baju pengantin dodotan karena menurut Keysha badan Arka bagus tapi Arka menolaknya. Apa yang menjadi pilihanku, itulah yang akan dipakai oleh Arka.


"Nurut banget sama Kasih, sama aku nggak pernah lho seperti itu. Bucin ya?" kata Keysha meledek Arka.


"Bucinlah, kalau nggak ya nggak mungkin diajak nikah," kata Arka sambil terus menjaga jarak dengan Keysha.


Setelah selesai memilih dan mengukur badan, Arka pamit untuk pergi terlebih dahulu karena ada pekerjaan yang akan diselesaikannya.


"Kenal Arka di mana Kas?" tanya Keysha dengan nada ingin tahu.


"Harusnya aku yang tanya kamu kenal di mana?" aku bertanya balik karena enggan menceritakan kisahku dan Arka padanya.


Keysha malah tertawa dan memintaku untuk tidak cemburu atau bahkan marah padanya. Keysha lalu bercerita tentang pertemuannya dengan Arka. Keysha mengaku kalau dia suka dugem dan saat itu Arka adalah seorang DJ di klub malam yang biasa dikunjungi oleh Keysha. Arka memang diidolakan oleh kaum hawa banyak kamu hawa, tentu saja karena dia ganteng, humble dan terkesan eksklusif karena selalu berusaha menjaga jarak dengan mereka, banyak yang mengejarnya dan berharap bisa menjadi pacarnya. Ada yang memang tulus mencintainya dan ada yang suka karena penampilannya dan nafsu terikat pesona Arka. Arka baik dan ramah dan selalu menolak mereka dengan cara yang halus bahkan dengan candaan sehingga tidak ada yang merasa sakit hati bahkan justru mereka semakin tertantang untuk mendapatkannya.


"Arka itu nggak suka dipegang, nggak mau disentuh, takut pecah kayak keramik cina kuno katanya. Dia pasti menghindar, seperti tadi itu," kata Keysha sambil tertawa.


"Oh ya?" tanyaku heran dan sejujurnya aku juga jarang kontak fisik dengan Arka.

__ADS_1


"Kalau sama kamu pasti bedalah, mesti nyosor terus," kata Keysha dengan bibir dimonyongkan.


Aku hanya tersenyum dan tertunduk, andai Keysha tahu yang sebenarnya, pasti dia akan prihatin.


Setelah aku merasa cukup, aku dan Rayi lalu pamit.


...****************...


"Aku curiga si Arka Gay, dia menerima perjodohan ini untuk menutupi fakta itu," kata Rayi begitu kami sampai di rumah.


"Gila, jahatnya mulut si lidah beracun," kataku sambil menggelengkan kepala.


"Habis, cewek se hot dan seseksi Keysha aja ditolak," kata Rayi malah meneruskan komentarnya.


"Nggak mungkinlah," kataku menolak percaya dengan omong kosong Rayi.


"Ih, kali aja dia suka sama Awan terus punya niat buruk untuk misahin kalian, iso wae to ?" kata Rayi lagi yang perlahan membuatku goyah.


Apa iya Arka seperti itu? Perasaan dia normal-normal aja. Mulutnya Rayi ini memang kadang terlalu meyakinkan.


Terdengar suara bel dan dengan deg-degan seperti menghadapi sidang skripsi, aku membuka pintu. Sial, aku malah jadi salah tingkah dan ragu untuk menjalankan misi pembuktian ini.


"Kamu kenal Keysha?" tanyaku berpura-pura belum tahu kisahnya.


"Kenal. Keysha temanmu?" Arka kemudian balik bertanya, agak menyimpang dari skenarioku. Ku kira dia akan mulai bercerita tentang hubungannya dengan Keysha.


"Teman SMA, kalau kalian kenal di mana?" kataku mencoba menggiring Arka masuk lagi ke skenarioku.


"Kenal pas aku kerja," jawab Arka masih belum terbuka, aku mulai gemes tapi harus bersabar demi pembuktian.


"Kerja apa? Kerjaan kamu kan banyak?" aku harus tetap berusaha sampai ceritanya sama dengan yang diceritakan Keysha.


"Kenapa sih tanya-tanya? Eh, kamu mulai ada rasa cemburu ya kalau aku kenal cewek lain?" kata Arka sambil menggodaku dan tertawa.


Semua benar-benar di luar skenario yang sudah bersusah payah aku susun secara mendadak. Ingin rasanya ku cakar wajahku sendiri atau mengacak-acak rambutku. Dari sini aku tahu, Arka banyak bicara dan ramah tapi dia kurang terbuka untuk membicarakan masalah pribadinya.

__ADS_1


"Ya pingin tahu aja. Soalnya tadi kamu terkesan menghindar darinya. Keliatan banget kamu jaga jarak kayak di belakang truk gitu," kataku sudah berusaha mencari cela untuk masuk ke tujuan


"Sorry to say, Keysha itu cewek agresif. Aku kurang nyaman, kasarnya nggak sukalah," kata Arka dan menurutku ini adalah umpan yang menarik.


"Kamu nggak suka cewek agresif atau nggak suka cewek?" tanyaku langsung ke tujuan utama, misi hampir selesai.


"Maksudnya apa ni?" Arka malah bertanya setelah diam beberapa detik.


"Ya ee..kamu ee..nggak suka cewek. Belok!" kataku sedikit tergagap karena takut Arka marah.


Sial, pasti Rayi sedang tertawa di balik benteng persembunyiannya saat dia tahu aku mulai panik. Mana Arka menatapku lama sambil mengerutkan dahi seolah, mungkin sebentar lagi Arka akan berdiri dan memakiku atau malah membanting pintu dan berlalu pergi meninggalkanku.


"Boleh dipikir lagi pernyataannya atau butuh penjelasan?" suara empuk dan lembutnya masuk ke telinga namun menikam jantung membuat nyaliku menciut.


"Ya jelasin lah," kataku berusaha tegar pada pendirian dan harus menuntaskan misi demi membuktikan omong kosong Rayi.


"Maaf maaf ni ya Kas, ini menurutku lho, pendapat dan pemikiranku, cewek agresif seperti Keysha itu murahan, kayak nggak ada harga dirinya. Bad attitude." katanya dan sepertinya itu benar karena dia bicara dengan lancar,.


"Aku pernah iseng jadi DJ di klub malam, di sana aku ketemu Keysha sama teman-temannya. Dalam keadaan mabok, nempel sana sini sama cowok. Mungkin bagi mereka itu biasa tapi aku nggak bisa masuk ke pergaulan seperti itu," kata Arka dan ya, cocok dengan inti cerita Keysha mengenai awal pertemuan mereka


"Kamu sukanya sama cewek seperti apa?" tanyaku lagi untuk memperkuat alibi.


"Ya yang biasa aja, yang ceria, bisa jaga diri, pergaulannya nggak terlalu bebas, nggak terlalu manja" jawab Arka sambil tersenyum.


"Maaf deh sudah negative thinking sama kamu. Ku kira kamu Gay," kata ku pelan dan berusaha tidak membuat Arka marah namun dia malah tertawa terbahak.


"Kok bisa sih mikirnya begitu?" kata Arka sambil tertawa memegang perutnya. Lega juga ternyata Arka tidak marah.


"Habis kamu segitunya sama Keysha, ke aku juga kamu jarang banget kontak fisik kalau nggak kepepet," kataku mulai santai.


Arka menghentikan tawanya dan menyisakan senyum dan kembali menatapku heran. Mungkin dia aneh dengan kata yang baru saja meluncur dari bibirku. Dan yang mengagetkanku, tiba-tiba saja Arka membuka jaketnya, dia hanya memakai kaos tanpa lengan yang memamerkan otot tangannya. Kemudian dia mendekatiku, duduk sangat dekat denganku, aku tidak bisa mundur lagi karena aku duduk di pojok. Wajahnya sangat dekat denganku sampai aroma perman mint di mulutnya tercium di hidungku.


"Kamu mau seintim apa dengan aku?" bisiknya dan aku hanya mampu tertunduk memejamkan mata.


Arka, kamu mau ngapain?

__ADS_1


__ADS_2