Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
101. Sweet revenge part 2


__ADS_3

Mereka terdiam beberapa saat.Suasana mendadak hening, tetapi tidak dengan degub jantung keduanya yang berpacu lebih cepat..


Clara,wanita yang datang beberapa saat yang lalu kekediaman Wijaya. Perempuan yang menaruh hati pada, Raffael, bahkan sebelum Nova. Aku tahu Raffael tidak menyukainya atau bahkan mencintainya, tetapi kenapa perasaanku tidak nyaman mendengar namanya saja. Apakah aku juga sedang cemburu? Inikah yang dirasakan, Raffael saat mendengar Andreas berterus terang kalau dia diam-diam mencintaiku?


"Cara... "panggil Raffael lirih menyadari Key yang terdiam.


"Hemmm,"Jawabnya gugup. Sepasang nertranya mengerjab indah melihat Raffael yang terus menatap lekat kearahnya.


"Jangan memikirkan apapun. Mana mungkin aku menyukai wanita iblis seperti itu, bahkan sebelum aku tahu dia adalah dalang dari peneror itu, hatikupun tidak terjamah olehnya. Aku juga akan minta maaf kepada, Andreas..."ujarnya kembali pelan. "Walaupun aku akui, apa yang dilakukannya padamu itu, aku tidak bisa membenarkannya. Aku tetap saja cemburu kalau mengingatnya, baby. Dia mencintaimu dengan sikap malaikatnya, berterus terang masih mencintaimu, hemmm," Raffae kesal sekaligus gemas sambil menjewer pipi mulus, Key.


"Jangan membahasnya lagi, please." Tangannya terulur mengusap pelan wajahnya, dan dengan cepat, Raffael menangkap tangannya dan menciumnya dengan lembut.


"Sekarang aku istrimu, Raffael. Kaulah malaikat cintaku yang sesungguhnya, aku cuma milikmu. Cintamu lebih luar biasa, aku sampai tidak tahu lagi bagaimana caranya harus berterimakasih kepadamu, berapa kali aku harus mengatakannya padamu, Iam your's."


"Tentu saja kau adalah milikku, sayang dan malam ini, aku akan tunjukkan padamu, bagaimana caranya menjadi milikku dan berterima kasih dengan benar." Sekuat tenaga Raffael menahan hasratnya, kenyataannya lelaki itu tidak sanggup untuk tidak membuainya dengan indah. Mengingat Andreas sama saja membakar gairah terpendamnya, untuk cepat-cepat menjadikan Key miliknya seutuhnya.


"Awww...!!Key memekik saat dengan spontan tangannya mengangkat tubuhnya. Sebelah tangannya membuka Jendela besar yang terhubung keluar dengan menampakkan bintang yang berpendar dini hari dengan begitu indahnya.


"Bukankah ini yang selalu kau rindukan, sayang. Kita bisa menatap bintang setiap malam dari kamar tidur kita."


Udara dingin menyeruak masuk menerpa kulit mereka, menimbulkan desiran-desiran halus yang membuat tubuhnya keduanya terasa merinding.


"Kita akan menatap bintang yang tersisa menjelang pagi, sayang," Raffael merapatkan pelukannya. Malam terasa sunyi hawa dingin dari kawasan yang sangat menghijau begitu menusuk. Tubuhnya yang hanya memakai kemeja tidur dengan mengekspos sepasang kaki jenjangnya membuatnya melenguh kedinginan.


"Raffael....

__ADS_1


"Bukankah kau kedinginan,Cara," Raffael melepas kaosnya dengan paksa dan melemparkanya kesembarang arah. Pahatan tubuhnya begitu sempurna, dengan otot-otot dada dan perut yang tertata rapi, membuatnya semakin terlihat maskulin.


Key menelan salivanya dengan susah payah dalam dekapan hangat tubuhnya. Aroma musk begitu memabukannya, Ia tidak yakin kali ini akan selamat dari jerat cinta, Raffael. Magnet cinta itu terlalu kuat menarik dirinya dalam badai asmara yang datang bergulung- gulung mengungkungnya, dalam mahadaya cinta yang sebenarnya. Bintangpun seakan menunduk malu melihat kemesraan mereka, tetapi semesta mengijinkan membuka tabir keindahan yang tersembunyi, yang malam itu seakan tercipta untuk mereka berdua saja.


"Kau cuma milikku, dan selamanya akan tetap seperti itu, tidak seorangpun berhak atas dirimu, tak terkecuali dia sekalipun," suaranya terdengar esmosial dan dengan gerakan yang sensual membungkamnya dengan ciuman panas dengan sorot yang sudah berkabut gairah.


Oh... dewa cinta, sihir apa yang kau kirim padaku," batin key meronta. Ia sangat nervous tetapi hanya bisa pasrah dalam kuasa cinta, Raffael.


"Aku cemburu karena cinta, Cara!" Suaranya terdengar parau, karena gejolak asmara yang semakin membara.


"Raffael..." Key melenguh indah memperdengarkan suaranya yang ****. Kakinya terasa lemas seketika dengan mata terpejam menikmati kenakalan -kenakalan manis yang Raffael ciptakan. Gelayar aneh itu kembali datang menggulungnya, bersamaan hawa dingin menyeruak masuk melalui jendela besar menyapu mereka yang sedang panas dalam kubangan asmara. Suara indahnya terdengar semakin ****, saat kemeja tidurnya meluncur dengan derasnya menyisakan lekukan pemandangan indah tubuhnya.


I want you be mine, baby. Cara mi amour," bisiknya serak. Mahadaya cinta memang luar biasa, saat iris kelam Raffael tidak bisa melepas fokus sedikitpun dengan tatapan memuja dan dengan perlahan membaringkan tubuhnya dalam singgasana cinta mereka. Key, begitu nervous, malam ini, Raffael benar-benar menghukumnya dalam kenyataan paling indah dan mendebarkan yang bersiap membenamkannya.


Malam sudah mendekati pagi, namun bintang seakan mengerti bahwa ada dua insan penuh cinta selalu setia merindunya. Bulanpun menunduk malu bersembunyi dibalik mega- mega dengan tersenyum menatap keduanya. Raffael dengan segala kuasanya. Memiliki cinta dan pengorbanan yang tidak biasa. Merasakan cinta sesungguhnya untuk pertama kali dalam hidupnya dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa, Key adalah belahan jiwanya, yang akan menemani sampai akhir hayatnya.


Raffael menuntun key menuju ke dunianya. Dunia yang sama sekali baru baginya. Dunia yang tidak akan pernah dilupakannya. Dunia yang membuatnya berbeda. Dunia yang mengantarkan dirinya, malam itu dengan derai air mata bahagia, hingga pada akhirnya sebuah rasa yang begitu dahsyat menyapa, bergelora diantara keduanya. Sebuah cengkeraman kuat dirasakan oleh Raffael, keduanya bergetar hebat menuju kemenangan cinta yang begitu indah. Key menjadi wanita seutuhnya untuk Raffael, Pangeran cintanya, hidupnya dan dunianya.


Oh cinta, Kiranya seindah ini, biarkan aku tidak berhenti untuk bersyukur dengan karunia-Mu.Terimakasih Engkau telah kirimkan kepadaku, orang yang selalu menjagaku dan tidak pernah berhenti mencintaiku. Aku mencintaimu, Raffael.


Kau adalah duniaku. Miliku. Hidupku. Mencintaimu adalah nyawaku.Jangan pernah sekali saja berani berpikir untuk meninggalkanku, kau adalah kehidupanku. Aku mencintaimu, Key, Caraku.


Kebahagiaan membuncah diantara keduanya. Melupakan apa saja yang ada, yang ingin dirasakan adalah indahnya kebersamaan yang hakiki sebagai sepasang insan yang sudah mendapatkan restu dari Tuhan Yang pengasih.


"I love you, baby, kenapa menangis sayang, apakah sesakit itu?" tanyan lirih lalu mengecup bening air mata itu dengan penuh kasih. Tetapi dirinya tidak sanggup untuk menghentiknnya. Wanita yang membuatnya gila karena begitu menginginkannya. Mengingat Andreas Raffael tidak sabar untuk menjadikannya miliknya seutuhnya.

__ADS_1


"Sorry, baby....


"Aku adalah milikmu. Kenapa meminta maaf?"Jangan pernah meragukan cintaku lagi," tatapnya sendu bercampur malu menyadari, Raffael yang terus intens menatapnya. Tidak dipungkiri tubuhnya terasa remuk redam menyisakan rasa lemas, kantuk berbaur menjadi satu.


"I love you too my husband. Jangan terus menatapku seperti itu," dengan segera Key menarik selimut tebal saat menyadari tubuh polosnya membuat Raffael tersenyum melihat ulahnya.


"Semua sangat indah dan begitu sempurna, Cara. Terimakasih," bisiknya lalu keduanya saling mendekap sayang.


"Tidurlah, pasti kau sangat lelah. Besok sore kita Ke rumah mami, papa dan mama masih menginap di sana, sayang.


Key mengangguk....


Raffael membelai lembut pucuk kepalanya. Dia mengulum senyum membayangkan betapa mempesonanya wanita itu dalam buaian dan dekapan hangat cintanya. Jeritan kecil dan lenguhan indahnya membuat, Key begitu sensual, dan membuat jiwanya terus bergejolak. Sungguh kalau tidak ingat Key belum sempat tertidur, Raffael tidak yakin bisa menghentikan dirinya.


"Cara, kau membuatku gila," ucapnya seraya menggelengkan kepalanya. Raffael melirik, Key yang mulai menyelami mimpi indahnya dan berharap akan segera hadir malaikat kecil yang akan meramaikan istana cintanya. Namun dirinya sengaja' tidak ingin membebani dengan pertanyaan- pertanyaan seperti itu. Raffael mencintainya dengan segenap jiwanya apapun itu adanya.


Kau ternyata luar, biasa, Raffael. Pria itu kembali tersenyum.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


____________________________,


Catatan penulis:


Sahabat tersayang ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan komennya, ya.


Terimakasih ๐Ÿ™


__ADS_2