Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
33. Kencan pertama


__ADS_3

"Apakah kau kedinginan, sayang?" Raffael yang merasakan tangan Key membeku dalam genggamannya menjadi merutuki dirinya sendiri, karena tidak menyiapkan baju tebal untuknya. Dia telah memaksa,


Key menginap di kediaman Wijaya untuk menghindari, Andreas. disamping untuk


menghindari mata-mata yang sedang


mengintai keluarga besarnya.


Wanita itu tersenyum lalu menggeleng.


"Ada kamu disisiku, jadi aku tidak akan


membeku," jawabnya dengan tersenyum


malu.


"Rupanya kau sudah berani untuk menggodaku, cara," Raffael menautkan sebelah alisnya yang diiringi oleh cubitan


kecil dari Key dilengannya.


"Supaya wajahmu tidak tertekuk terus," ejeknya.


Raffael terkekeh mendengarnya. Lalu keduanya memutuskan untuk berjalan berkeliling menikmati keindahan alam


mansion. Padang rumput yang tertata rapi, pohon-pohon yang menghijau


berjejer dengan apik membuat nuansa


alam yang terasa begitu kental.



Semilir angin pagi, yang disertai dengan kicauan burung-burung yang sedang


terbang, membuat langit dengan mega-


mega yang bergerak seirama menjadi semakin indah.


Udara masih sangat alami terasa segar mengisi kerongkongan yang terasa sesak. Suasana sangat tenang jauh dari hingar bingar ibu kota yang biasanya, menyajikan gedung- gedung tinggi sebagai panorama utama.


Key merentangkan kedua tangannya


menghirup udara segar alam bebas sebanyak-banyaknya. Begitu sensual perempuan itu memejamkan matanya. Raffael yang melihatnya dibuatnya gemas dan dengan jahil mengangkat tubuhnya lalu memutarnya dengan tanpa ampun.


"Aaaaaaaa......"


"Raffael.....!!" pekiknya keras. Rambutnya


yang Indah bergelombang bermekaran,


terlihat berantakan membuat, Key terlihat semakin ****. Hal ini membuat Raffael harus menelan salivanya dengan kasar. Bibirnya merekah dengan napas sedikit tersengal dan matanya terpejam dengan


degub jantung yang berpacu sangat kencang, membuat pikirannya kembali terprovokasi gairah terpendamnya dengan hanya melihatnya saja.


"Kau, benar- benar membuat jantungku seakan berhenti berdetak," sungutnya. Raffael menarik puncak kepalanya dan


menyenderkan dibahunya.


"Apakah kau sangat bahagia?"


"Kenapa bertanya?" Bahkan aku sangat berterima kasih, kau memaksaku untuk


jatuh cinta padamu saja," jawabnya dengan sedikit merajuk.


Raffael mencubit gemas dagunya yang lancip. "Sekarang kamu tahu pemaksa yang menyebalkan ini, sangatlah pandai


membuatmu bahagia?" Raffael mengedipkan sebelah matanya yang membuat Key kembali tertawa.


"Karena bahagia itu menurutku sangat sederhana, Raffael. Kita berbicara,


bersenda gurau, saling menggoda, sudah


cukup membuat kita bahagia."


Raffael merengkuh tubuhnya untuk menyandar di dada bidangnya. Seketika


Key merasakan detak jantungnya yang


berpacu dengan cepat.


Raffael mencium pucuk kepalanya dan mengabsen sisi wajahnya yang sedang

__ADS_1


terpejam menikmati debaran jantungnya.


Hembusan napasnya yang lembut menyapu bibirnya yang merekah dan menautkannya dengan begitu lembut dan sangat dalam.


"I love you"


Hamparan rumput yang halus dan menghijau menjadi alas permadani


keduanya untuk saling memadu kasih.


Menikmati keindahan alam yang jarang


ditemukan di pusat kota.


"Aku ingin, kau resign dari kantor Andreas


... "ujarnya pelan tanpa expresi.


Key mendongakkan wajahnya dan menatapnya dengan heran. "Resign?"


"Hemmm ... aku, tidak meminta apapun


itu, kecuali berhentilah bekerja dengan sistem yang terikat dengan kantor tertentu.


"Aku bisa memberikanmu apa saja, jadi


untuk apa terlalu capek untuk bekerja?"


"Tetapi aku masih bisa bekerja di butik,kan?"


"Boleh," jawabnya datar dengan memandang lurus ke depan.


Key terdiam. Raffael memang tidak pernah mendukung keputusannya untuk


bekerja di Wiratama Group. Saat ini Ia tidak punya pilihan. Mengingat apa yang


sudah dilakukan Raffael untuknya membuat Key menjadi lemah.


"Jordan sudah mempersiapkan surat permohonan pengunduran dirimu, besok


kau tinggal menanda tanganinya dan orangku akan mengantarnya kesana."


Pria tampan itu hanya menatap lurus ke depan, seolah hanya bicara dengan angin


lalu saja.


"Tapi, Raffael, masih banyak pekerjaan, yang harus saya selesaikan, sebelum resign," protes Key bingung.


"Kenapa? Apakah kau keberatan?"


Aku akan membayar kompensasinya kalau Andreas merasa dirugikan," jawabnya tegas. Ekor matanya sedikit


melirik Key yang terlihat bimbang.


"Kau bisa mengendalikan usahamu itu


dari Mansion. Aku sudah mempersiapkan segalanya, termasuk ruang mendesain."


"Bukannya aku keberatan, tetapi ini berkaitan dengan tanggung jawab pekerjaan."


"Baiklah. Tetapi apa boleh aku bekerja tiga hari saja, setidaknya aku bisa membereskan semua pekerjaaku dan berpamitan dengan Andreas.


Raffael tampak berfikir.Tiga hari tidaklah


terlalu buruk, tetapi jasson yang harus mengawalnya," batinnya.


Tetapi mengingat Andreas yang bersikap


manis pada,Key, membuatnya tidak nyaman dan tetap saja cemburu.


Lama keduanya diam berkelana dengan pikiran masing-masing. Key sedang mencari cara untuk menyampaikan keinginannya untuk resign.


Matahari semakin tinggi, Raffael mengajaknya untuk masuk ke dalam


mansion.


"Kau pasti mengeluarkan uang yang tidak


sedikit untuk membeli ini semua." Sepasang netranya mengedarkan pandangannya sebelum masuk ke area utama mansion.


Tampak para bodyguard berjaga. Jasson dan anak buahnya memberi hormat.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan muda dan Nona," sapanya dengan membungkukkan badannya."


Jasson tersenyum mendapati mereka


bergandengan tangan dengan sangat


mesra.


Misi cinta Tuan muda sudah dimulai rupanya.


"Terimakasih, jasson."


Langkanya pelan dengan memandang dalam Mansion yang sangat luas dan


luar biasa megah dengan berbagai fasilitas yang tersedia.


Para pelayan berjejer memberikan salam


kepada Tuan dan nona mudanya. Dua orang yang sangat dicintainya sedang


duduk santai dengan harian surat kabar


ditangannya.


"Papa, mama!" Mereka berpelukan dengan haru.


"Kau sudah datang, sayang,Key, Raffael," sapa Tuan Tirtawijaya dengan bahagia.


"Raffael, terimakasih, nak."


"Sama- Sama, pa! semoga semua senang tinggal di sini."


"Iya, panggil papa dan mama sekarang, "bukankah Key juga begitu memanggil


kedua orang tuamu," Tuan Tirtawijaya mengedipkan matanya menggoda putri semata wayangnya.


"Papa dan Raffael sudah sukses mengelabuhi, Key. Papa menang," ucapnya dengan senyum bahagia.


"Papa cuma menjalankan perintah, sayang," jawabnya sambil melirik Raffael


yang sedang tersenyum."


Raffaell berjalan mengelilingi kedalaman mansion diiringi dengan Key yang berjalan disampingnya.


"Raffael, kapan kita jujur kepada mereka, tentang hubungan kita?"


"Secepatnya, sayang. Saya tidak ingin membuat mama sedih. Walaupun mungkin papa dan mama akan merasakan hal yang sama seperti aku, saat mendengar ini semua." Raffael meremas jemari tangan key dengan lembut.


"Kenapa membahas itu lagi, aku tidak suka mendengarnya lagi. Raffael, semua


akan melakukan seperti yang papa lakukan, kalau ada teman bisnis yang lagi


menghadap kesulitan. Sudahlah. Justru


keluargaku yang berterima kasih padamu. Karena kekuatan Antara berkat


dirimu papa, punya keberanian."


"Aku sudah mempunyai tekat yang kuat


sejak Dave menginjak-injak harga diriku. Semua demi cintaku padamu. Karena itu, apapun yang terjadi aku akan terus memaksamu jatuh cinta hanya padaku saja," senyumnya terlihat sangat manis.


Key seperti berdiri diantara untaian bintang-bintang. Sebuah mimpi yang


menjadi kenyataan.


"Terimakasih, kau terbaik," pujinya tulus.


Ia menjinjitkan kedua kakinya dan meraih tengkuk Raffael dan mengecup bibirnya dengan sayang dan berlari meninggalkannya.


Raffael tersenyum menatap ulah pujaan hatinya itu, "Gadis nakal, bersiaplah untuk


menbenam sebentar lagi, sayang."


__________________________


Sahabat tersayang ๐Ÿ˜˜


Jangan lupa untuk like dan komennya, ya!


Terimakasih ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2