Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
96. Tertangkap basah part 2


__ADS_3

"Apakah kau ingin kita mati konyol di sini? Setidaknya beritahukan, Bosmu itu!" Lihatlah ruangan ini tanpa Jendela, tanpa penerangan dan sangat bau,"Clara menatapnya sinis. "Diam kau Clara, kau benar-benar sangat ceroboh. Bisa-bisanya kau tertangkap dengan mudah oleh mereka. Sudah bagus kita mencarimu kemari, tetapi apa yang kau lihat saat ini," sinis Lucio kembali dengan kilat amarah tak terima.


"Hey!! Kenapa kau menyalahkanku! Aku seperti ini juga karena perintah, Darren, bodoh! Dan orang- orangmu yang kau kirim untuk menyerang mereka juga tidak kalah bodohnya dan tetap saja tidak bisa menyingkirkan mereka berdua. Kalian sama saja dengan mereka! Tidak berguna!" Pekik Clara berbalik tidak terima.


"Diammmm...!!!!! Kalian berpikirlah pakai otak untuk keluar dari sini, bukan malah saling menyalahkan! Uhukk..uhukk... siall


udaranya pengap sekali, rasanya kita hanya tinggal menunggu waktu saja kalau seperti ini."


Arghhhhh......!!!


"Kita bobol atap saja," sahut pria berperawakan kurus tinggi yang diketahui bernama Lucas.


"Jangan konyol. Gedung ini sangat tinggi dan begitu kokoh. Kita tidak mempunyai alat apapun dan ini adalah basemant. Mereka benar- benar sangat cerdik."


Dorr! Dor! Clara menyambar pistol dari tangan Lucas dan melakukan tembakan secara membabi buta ke arah atap tetapi, nihil beton pada atap sangatlah kuat dan membuat keadaan semakin tambah mencekam karena lesatan peluru panas yang menyambar- nyambar atap di atas mereka.


"Hentikan...!! Jangan bertindak bodoh! Jumlah peluru kita terbatas! Pikirlah pakai otakmu, Clara, kecuali kau sudah bersiap mati ditangan mereka." Tangan Lucas mencengkeram kuat lengan Clara seakan seluruh otaknya memerintahkan untuk mencekik wanita itu.


"Mereka tidak akan pernah membunuh kita, aku bahkan sudah menyuruh mereka melakukannya. Sebelum mereka tahu siapa pelaku penyerangan itu, mereka tidak akan membunuh kita!" Clara mengibaskan dengan kasar tangan lucas.


Cahaya lampu senter yang mulai meredup samar- samar menangkap raut wajah tegang keduanya yang tengah berseteru.


"Kecuali kau ingin mau mati konyol seorang diri, Lucas," Perempuan itu melempar pistol dengan kasar ke arah Lucio dan membuatnya menggeram kesal.


"Adanya kita bertiga yang akan mati bersama, karena kehabisan napas, Clara," desisnya penuh amarah. "Berpikirlah, bahkan hanya hitungan menit saja kalau kita tidak bisa keluar dari sini." sinisnya tajam mengingatkan.


"Kalian berdua sangat bodoh! Harusnya kau, Lucio berjaga di depan pintu," tunjuknya sengit. "Sungguh tidak adil Raffael dan perempuan itu besok akan memulai kehidupan baru sementara kita__"


"Sementara kehidupan kita bertiga akan berakhir di sini," potong Lucio dengan suara mengejek ke arah Clara. Dadanya yang naik turun, menahan amarah, karena keduanya merasa kecolongan saat masuk ketempat Clara di sekap.


Mereka berseteru saling menyalahkan,


di sisi lain Donny yang melihatnya bersorak dalam hati. Mereka terperangkap dan membiarkannya melemas tak berdaya, sambil berharap alat penyadap, CCTV yang sedang Ia pasang berfungsi dengan baik.

__ADS_1


Aku mau lihat, sejauh mana kesetiaan kalian untuk bertahan demi orang yang menyuruhmu itu. Atau kalian bertiga akan meledakkan diri bersama- sama untuk menghilangkan jejak. Aku benar-benar dibuatnya sangat penasaran.


Tangan pria itu melambai, serentak para anak buahnya mendekat ke lokasi. "Bos, terdengar tembakan dari dalam, "apakah mereka mengakhiri nyawa mereka. Kita harus berhati-hati," bisiknya.


"Satu jam tidak ada reaksi kita masuk ke dalam. Bekali tubuh kalian dengan pengamanan penuh."


"Kita akan menuggu apa yang terjadi. Jaga jarak, jangan memancing perhatian mereka. Kita biarkan seolah- olah tidak ada siapapun di sini, begitu mereka lemah kita ringkus mereka. Aku harap Cctv di dalam ruangan tidak tertembak. Aku meletakkan secara rahasia. Begitu lampu kita nyalakan kita akan dengan mudah melihat keadaan mereka, ingat mereka sangat cerdik."


Donny terus bersiaga dan beberapa kali memberikan instruksi kepada para anak buahnya yang berjaga di sekitar pinggiran laut, karena Donny curiga ketiganya diam-diam menghubungi seseorang. Beruntung anak buah, Jasson datang tepat waktu dan melakukan penjagaan ketat di area- area penting yang memungkinkan penyusup untuk masuk. Terlihatlah beberapa helicopter mendarat perlahan pada tanah lapang tidak jauh pinggiran laut membuat malam yang telah larut kembali terlihat mencekam.


Sementara itu di dalam ruangan yang sangat pengap ketiganya sudah mulai batuk - batuk dan sesak napas. Lucas beberapa kali bersin- bersin hebat saat tercium bau belerang yang menyengat


seakan menyumbat paru- paru dan kerongkongan mereka menyisakan rasa pusing, lemas dan sesak luar biasa.


"Hubungi tangan kanan, Darren," kita terjebak. Kita tidak bisa bertahan di tempat seperti ini," perintahnya panik


seraya terhuyung- huyunng dan terjatuh dilantai.


"Sialan sinyal melemah dan sangat sulit terhubung dengan mereka. kita bisa mati konyol. Bedebah sialan itu berhasil memerangkap kita." Lucio mencengkeram ponselnya dan memastikan sinyal ruang bawah tanah sangat buruk.


"Kau memang sangat bodoh! Kita disekap oleh anak buah CEO Wiratama Group," jelas Clara dengan berjalan sedikit menjauhi mereka.


"Kita tidak punya urusan dengan mereka. Bos hanya memerintahkan untuk melenyapkan CEO Antara dan calon istrinya. Berani- beraninya mereka ikut campur, kecuali kau bertindak bodoh lagi, Clara," selidik Lucio seraya mendekatkan diri padanya. Wanita itu memalingkan wajahnya dengan tatapan tajam penuh selidik Lucio dan kembali berbicara


"Aku memanfaatkan kisah cinta segitiga yang tercipta di antara mereka, untuk mengalihkan perhatian mereka ke kita.


Orang suruhanmu itu menyebut nama Putra sulung pemilik Wiratama group


dan membuatnya murka. Aku ingin keduanya berseteru dan saling menghancurkan."


"Apa!!!!" Lucas bangkit dari duduknya menatap sinis Clara dan ikut mendekat kearahnya.


"Tetapi tindakanmu itu sangat bodoh dan Sembrono, Clara. Tidak mudah kita berurusan dengan keduanya. Apakah kau tahu mereka mereka mempunyai kekuatan luar biasa?!"

__ADS_1


"Lucas, harusnya kau berpikir seribu kali saat menyuruh seseorang untuk melenyapkan CEO Antara itu. Apakah kurang jelas nasib kedua Bosmu itu? Darren dan Darriel mendekam dipenjara seumur hidupnya dan apa bedanya!" Hardik Clara tidak terima. Tangannya menunjuk wajah Lucas dengan tatapan berkilat- kilat karena kembali disalahkan.


"**** up!! Bos hanya menginginkan Kematiannya, karena Bos tidak menghendaki hidup tenang pada Putra Bimantara itu. Selebihnya tidak ada, Clara. Apalagi melibatkan orang lain yaitu pemilik Wiratama Group. Kau terlalu gegabah, Clara dan mementingkan tujuanmu sendiri."


"Ingat Lucas. Aku dan kedua Bosmu mempunyai tujuan yang sama."


"Tapi kau melibatkan orang lain, Clara. Sekarang kau tahu kita terjebak oleh Putra sulungnya Wiratama itu dan hal ini luput dari kami yang tidak menangkap pergerakannya, sehingga dengan mudah kita terjebak. Kau membuat kesalahan Clara. Fokus kita hanya pada anak buah Bos Antara yang saat ini sedang fokus menjaga keamanan menjelang hari pernikahannya dan tidak sedang berada di sini." Lucas dibuatnya geram dan hampir saja menari pelatuknya untuk meledakkan Clara.


"Sudah- sudah aku muak mendengar pertengkaran kalian," teriak Lucio geram.


Lucas ada benarnya, orang- orang kepercayaan Darren luput dengan pergerakan Andreas dan terlalu fokus pada orang- orang, Raffael. Dengan mudahnya mereka datang menyusup


ke sebuah penjara bawah tanah ditengah pulau terpencil yang diketahui tempat yang biasa Raffael gunakan untuk mengasingkan orang- orang yang berbuat curang padanya termasuk Nova anak Darriel beberapa saat yang lalu.


"Sekarang kita harus bagaimana!!" Mereka kembali terhuyung- huyunng saat bau belerang menyengat kuat seperti sengaja didatangkan. Lampu senter mereka padam karena daya tahan yang berkurang. Ketiganya mulai panik dan beranggapan diluar memang tidak ada seseorang. Satu jam kemudian mereka lemas tak berdaya dengan tergeletak Dilantai. Lampu menyala diiringi oleh Donny yang melompat ke sebuah ruangan sempit untuk mengecek CCTV


yang sengaja terpasang.


"Bagus mereka sepertinya lemas tetapi masih sadar, kita akan buka pintu pelan-pelan dan ingat pakai rompi anti peluru kalian."


"Siap Bos!"


Donny dan anak buahnya berjalan mengendap- endap dari balik pintu, sesaat kemudian pintu terbuka lebar diikuti oleh pemandangan mereka yang tergeletak lemas berserakan di lantai.


Tangan Lucio hendak mengambil pistol yang tergeletak disampingnya tetapi dengan cepat Donny menendangnya menjauh sementara Clara dan Lucas lemas tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Anak buah Donny cepat- cepat memeriksa tubuhnya dan secepat kilat meringkusnya. Begitupun dengan Donny pria bertubuh besar itu meringkus Lucio yang tidak bisa melakukan perlawanan dan mengambil alat penyadap pembicaraan dan memamerkan dengan tatapan mengejek ke arah mereka dan dengan gerakan cepat membawanya keluar.


Tidak lama kemudian ketiganya sudah berada dalam pesawat helicopter dengan bantuan oksigen karena bagaimanapun nyawa mereka harus selamat untuk penyelidikan lebih lanjut.


"Kita berhasil, Bos! Dan ada bukti percakapan mereka," beritahunya pada Andreas. Dan dengan cepat membawa ketiga orang itu ketempat yang Andreas instruksikan."


________________________


Catatan penulis:

__ADS_1


Sahabat tersayang ๐Ÿ˜˜


jangan lupa untuk tinggalkan like dan komennya, ya. Terimakasih dear ๐Ÿ’“


__ADS_2