
Raffael menyambut Jordan yang baru saja tiba. Merasa Jordan sedang membawa kabar penting, Ia kemudian membawanya untuk bicara diruang rahasia kediaman pribadinya.
"Katakan! Apa saja yang telah kamu ketahui?" Wajahnya terlihat menegang, menampakkan iris matanya yang kelam.
"Raffael, ada informasi terbaru tentang Danu purba dan orang-orang berada disekitarnya," lapor Jordan. Pria itu menggeser duduknya, dengan sedikit mencondongkan tubuhnya duduk dihadapan, Raffael.
"BAGUS!! Saya sudah tidak sabar untuk mendengarnya, Jordan!" Kali ini Raffael menggeser kursinya dan wajahnya lebih
mendekat kearah Jordan sehingga menciptakan jarak yang sangat dekat.
"Raffael, seperti yang kita duga selama ini, Danu purba ada kedekatan khusus dengan Darriel sastra negara, orang kepercayaan Tuan Tirtawijaya dimasa lalu. Rupanya dia memperalat Danu Purba yang saya duga adiknya untuk duduk di kursi kebesaran NAM GROUP.
Raffael menatap Jordan dengan tajam, dengan wajah menegang, sehingga menampakkan iris matanya yang kelam.
"Perlu diketahui, Darriel dan Danu purba
ternyata seorang pejabat penting dikota
K, tempat mereka membuka lahan baru
secara besar-besaran untuk memperluas
existensi perusahaan mereka."
"Lanjutkan," perintah Raffael dengan seksama mendengarkan laporan Jordan.
"Danu purba mempunyai identitas ganda
setelah saya melakukan scan wajah fotonya untuk mendeteksi. Dengan jelas
dua wajah yang sama, dengan nama berbeda," Jordan memperlihatkan hasil
yang telah diprint kepada Raffael.
Dengan cepat Raffael menyambar kertas
tersebut dan memeriksanya dengan seksama.
"Danu purba mempunyai nama asli,
Darren sastra negara, "bukankah ini
adalah nama keluarga Darriel?"
"Berarti dugaanku selama ini benar, Jordan. Simpan ini dengan baik."
"Kerja yang sangat amat bagus,"puji
Raffael dengan menepuk pundaknya.
"Terimakasih. Apakah kau tahu, tentang Nova dan dia itu siapa?" tanya Raffael Degan tatapan menyelidik.
"Sepertinya kau tahu sesuatu, Raffael?"
pria itu menajamkan pendengarannya
sampai terdengar napas kasar mereka.
"Masihkah kau ingat, waktu kunjungan kerja ku ke Barcelona beberapa waktu yang lalu, ada seseorang yang diam-diam mengikutiku. Bahkan orang itu menginap ditempat yang sama di sebuah resort dipinggiran pantai Ibiza."
"Apakah kau tahu orang itu, Jordan?"
Orang itu adalah Nova ayudina sastra Wijaya. Aku menemukan paspornya dengan nama Nova ayudina sastra negara," desisnya tajam. Pria itu menampakkan kilat amarah yang meluap
setiap saat mengingat nama-nama mereka.
"Dia juga mengelabuhiku dengan mengubah nama belakangnya. Dan aku curiga Nova adalah anak kandung Darriel
sastra negara."
Jordan bukan main terkejutnya, kedua pupil matanya membesar antara percaya dan tidak percaya.
"Maksudmu? Nona Nova tunanganmu itu?"
"Siapa lagi kalau bukan dia? Perempuan
bodoh yang dengan percaya diri datang
kehotelku. Beruntung aku menemukan foto yang dibawanya terjatuh."
"Foto?" Foto, keluarga Nona, Key?"
"Benar sekali."
__ADS_1
"Apakah kau juga ingin melanjutkan pernikahan bodohmu, Raffael," ejeknya
sambil terkekeh dan menggelengkan kepalanya.
"Siapa yang sudi menikah dengannya!" Aku bahkan sampai mau muntah rasanya untuk sekedar bersandiwara saja."
"Tetapi kau pernah diciumnya, Raffael," ejeknya lagi tanpa bisa menahan tawanya.
"Gila, Raffael. Kau benar-benar gila."
"Itu semua, aku lakukan demi untuk mendapatkan data rahasia perusahaan NAM milik Danu purba alias Darriel sastra negara," tangannya mengusap kasar wajahnya mengingat kejadian itu.
"Dan nona Nova adalah orang yang diperalat Tuan muda Dave untuk mendapatkan dirimu, karena Dave diam- diam mencintai Nona Key," tebak Jordan tidak meleset sedikitpun.
"Dasar Brengsek!!" sarkas Raffael dengan mengebrak meja dengan kerasnya.
"Kendalikan dirimu, bukankah kau sekarang adalah pemenang hatinya nona
Key," tebak Jordan. Pria itu menangkap kebersamaannya saat sedang memadu
kasih disekitar mansion.
"Jangan sembarangan berkencan? protes nya dengan menautkan sebelah alisnya."
"Kau__"
"Iya. Aku memata-mataimu," tawanya terlihat semakin lebar dan membuat Raffael semakin kesal.
"Maka berpikirlah kalau kau mau melakukan adegan romantis di tempat terbuka, karena aku pasti akan melihatnya.
"Dasar!" Raffael tidak bisa berbohong dengan hatinya, asisten pribadinya itu
tidak mau lengah sedikitpun untuk menjaganya.
"Berpikirlah dengan jernih. Apakah kau
tahu resiko yang akan terjadi, kalau ada
orang yang menangkap keberadaanmu dan juga Nona, Key?" Ternyata kau sangatlah romantis, Tuan muda," tawanya tidak berhenti tetapi Jordan sangat bahagia dengan kebersamaan
mereka pada akhirnya.
"Beritahu Nyonya besar, aku tidak tega beliau menangisi keputusanmu untuk
menikah dengan wanita ular itu, bahkan
Raffael mengangkat wajahnya, seketika kedua mata mereka bersiborok.
"Besok aku akan memberitahu semuaya."
"Bagus! bagaimana dengan orang tua Nona, Key?
"Aku sudah melamar Key bahkan sebelum dia tahu aku mencintainya," Raffael sedikit menyunggingkan senyum
sambil melirik Jordan.
"Tidak aku sangka, Rupanya kau bergerak cepat menggenggam Tuan Tirtawijaya lebih dahulu,Raffael!" Tetapi itu sangat
tepat mengingat kau harus siaga dengan
rival beratmu Tuan muda, Andreas," Tegas Jordan mengingatkan.
Raffael menatap tajam Jordan dengan tatapan membunuh.
"Tuan muda Andreas juga menjaga Nona
Key dengan segenap hatinya. Dia sedang menangkap sesuatu yang janggal terjadi.
Dia mengirim orang-orangnya untuk mengawasi butik Nona Key demi keselamatannya."
"Aku bisa menjaga, Key, dengan tanganku sendiri, Jordan!" Raffael wajahnya merah padam. Amarahnya kembali meluap mengingat karibnya itu.
"Sudah. Sudah!" Bersabarlah.
Bukan salahnya dia mendekati nona, Key. Karena kau sendiri bicara dengannya untuk menikahi wanita ular itu.
Kembali ke topik pembicaraan kita, Jordan," Kuping Raffael terasa panas
mengingat kebodohannya.
"Baiklah. Baiklah."
"Sekarang saya mempunyai satu kesimpulan," Raffael berdiri berjalan mondar-mandir. Tangannya bersidekap menatap sekitar ruangan.
__ADS_1
"Jordan, kau adalah orang kepercayaanku, aku ingin kau loyal kepadaku seperti mendiang ayahmu, yang bekerja untuk papaku dan ANTARA GROUP diawal berdirinya."
"Aku sudah berjanji, Raffael. Bahkan itu juga menjadi wasiat ayahku sebelum meninggal," balas Jordan yang seketika tampak sedih.
Bagaimana bisa dia berkhianat, keluarga Jordan pernah berhutang Nyawa kepada Tuan Bimantara Kusuma Wijaya ayah Raffael," batin Jordan yang sudah meyakinkan dirinya untuk mengabdi sepenuhnya kepada Keluarga, Raffael.
"Jordan serahkan semua bukti kepada pengacara."
"Mengingat kasus ini melibatkan seorang pejabat penting, sudah sepantasnya kita limpahkan berkas kasus ini kelembaga penegak hukum yang berwenang khusus. Mereka mempunyai kapasitas yang lebih mumpuni untuk menangani kasus yang melibatkan mafia korupsi tingkat tinggi."
Dasar bodoh, kau Danu purba. Kau pikir dengan menjabat sebagai orang penting diwilayahmu akan memuluskan semua rencanamu. Jabatanmu itu adalah cambuk bagi dirimu sendiri Danu purba.
"Jadi kesimpulannya adalah Dalang kehancuran "TIRTA WIJAYA GROUP" adalah Darriel sastra negara, orang kepercayaan Tuan Tirtawijaya, Jordan. Mereka berkomplot dengan Bayu Kusuma Wijaya Orang tua Dave dan memperalat Danu purba alias Darren sastra negara, adiknya yang bodoh itu.
"Tepat sekali, Raffael.
"Dengan motif dana yang mengalir ke Antara group ... "ujarnya pelan. Wajahnya
mendadak mendung, suatu hal yang mungkin akan menebuat keduanya orang tuanya shock nantinya.
"Paman Bayu bukan saudara kandung papa, Jordan. Karena itu dia sangat licik, karena takut tidak mendapat hak warisan kakek ANGKASA WIJAYA. Kakek pernah mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan, karena itu dia mengadopsi seorang anak. Baru 2 tahun kemudian lahirlah papi Bimantara," guman Raffael.
"Apa!!"Jordan memelotkan kedua matanya.
"Paman Bayu sangat berambisi untuk menguasai Angkasa group waktu itu. Karena tidak mau ada perpecahan dalam keluarga papa mengalah itu Kemudian yang membuat kakek sakit keras dan meninggal," jelas Raffael sedih.
Jordan berdiri mendekati Raffael.
"Kemudian datanglah keluarga Key memberikan bantuan modal usaha, tapi papa mengembalikannya pada saat Antara mulai berkembang.
Papa merintis usaha Sendiri dan
lahirlah "ANTARA." Beberapa tahun kemudian setelah Antara mulai meroket dan berpotensi menjadi competitor yang berat. Mereka merasa semakin terancam
keberadaannya.
"Paman marah dan menaruh dendam kepada PapaTirta Wijaya, orangtua key.
Jordan menyimak dengan seksama.
"Sehingga dengan tipu muslihatnya mereka menggelontorkan dana operasional perusahaan untuk beberapa proyek raksasa fiktif melalui staf keuangan perusahaan," terang Raffael sambil sesekali menghela napasnya yang terasa berat.
"Benar sekali, Raffael. Aku berhasil mendapatkan print out dari sebuah Bank ternama. Memang ada aliran dana. operasional keberapa proyek besar dan belakangan ternyata fiktif belaka. Dan ada empat staf keuangan perusahaan
meninggal yang diduga binuh diri.
"Itu yang pada akhirnya membuat keluarga Key hancur dan sampai sekarang papa tidak tahu kalau paman Bayu adalah kakak angkat Papi.
"Bicaralah pelan-pelan kepada beliau," nasihat Jordan dengan mengusap pundaknya.
"Dalam hati aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku ingin mengembalikan TIRTA WIJAYA GROUP, karena itu saya menyuruh papa untuk membeli aset penting yang berupa gedung perusahaan Orang tua, Key.
"Jangan merasa bersalah untuk itu, Dave lah yang seharusnya bertanggung jawab atas ini semua," hiburnya.
Raffael menerawang jauh,
seketika memory dikepalanya menampilkan kilasan-kilasan masa lalu yang seumur hidupnya sangat menganggu tidur nyenyaknya.
"Bertahun-tahun lamanya aku menunggu dan bekerja keras untuk menandingi kekuatan mereka, sampai "ANTARA"
seperti sekarang ini."
Sebagai Perusahaan multinasional Antara, mengendalikan berbagai sektor esensial di negeri ini, Media, finansial, properti dan sumber daya alam yang selalu menjadi simbol kedigdayaan seseorang.
Jordan termangu mendengar penjelasan Raffael.
Pantas saja Raffael sekeras baja dalam tekat dan begitu genius, seakan dia adalah titisan dewa yang haus ilmu.
"Sekarang kamu adalah Raja, Raffael.ini adalah saatnya. Sudah sepantasnya kita bertindak. kami semua berada di belakangmu.
"Dan aku menanti kau menjadikan nona, Key sebagai ratu mu." Jangan berbohong karena cintamu kepadanya, membuat kamu seperti ini," tebak Jordan sambil tersenyum menepuk pundak , Raffael.
"Congratulation, bos! Saya sangat bahagia melihatnya.
Raffael mengulas senyum tipis, "Terimakasih. Sejujurnya aku merasa belum pantas untuknya, sebelum bisa mengembalikan TIRTA WIJAYA GROUP. Bagaimanapun itu adalah ulah orang yang selama ini sudah ku sebut sebagai pamanku," jelasnya sendu.
Raffael melirik ponselnya, darahnya berdesir membaca pesan dari Andreas
dan Pria itu mengajaknya untuk bertemu.
_________________________
Sahabat tersayang 😘
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya, ya.
terimakasih 🤗