Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
122. Miracle garden


__ADS_3

Tanpa terasa dua hari sudah keduanya tinggal di Dubai. Setelah semua urusan bisnisnya selesai, sesuai janjinya, Raffael mengajak Key untuk mengunjungi Miracle Garden. Taman impian Key yang ingin dikunjunginya. Taman terindah di dunia, yang tercipta dari jutaan hamparan bunga di tengah gurun, laksana taman surga yang terletak di atas bumi dan berpayung langit biru, mungkin seperti itu orang menyebutnya.


Siapa sangka di atas padang pasir, tumbuh 45 juta tanaman cantik yang sedap dipandang, karena dipajang dalam beragam rangkaian. Mulai dari bentuk hati sampai pesawat terbang dengan ukurannya pun yang serba besar. Dengan memainkan tema rangkaian yang berbeda di setiap musimnya. Yang memungkinkan para pengunjung tidak akan pernah bosan datang untuk mengabadikan momen romantis mereka. Bahkan lebih menakjubkan lagi, bunga jenis petunia dan geranium yang lazimnya, tidak tumbuh di tanah Arab pada umumnya, tumbuh subur dengan sangat indahnya.


Key terlihat stuning dengan outfit dress kuning motif bunga- bunga agak sedikit mekar di bagian bawahnya dengan topi agak lebar yang bertengger di kepalanya. Begitupun Raffael yang terlihat casual dan tampan, walaupun hanya menggunakan stelan celana panjang dan sweater tebal, karena di luar dugaan Padang gurun bisa menawarkan udara pagi yang lumayan dingin.


"Bagaimana bisa, di tengah gurun tumbuh taman bunga seindah ini?" Key memandang takjub ke sekitar dengan merentangkan kedua tangannya. Menghirup udara pagi yang masih segar, berjalan sedikit genit dengan Raffael yang mengekor di belakangnya, membuat pria tampan itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ulahnya.





"Apakah kau suka?"


"Kenapa bertanya?" Key menoleh dan tersenyum manis dengan mengedipkan matanya.


Raffael kembali tersenyum menatapnya. Walaupun sebagian besar pria sangat booring dengan pemandangan taman bunga dan lebih menyukai wahana laut, tidak jauh berbeda dengan Raffael. Tetapi pria itu tidak bisa menutupi rasa bahagianya, mendapati Key yang exited tidak bisa menutupi rasa senangnya sepanjang perjalanan mereka.


"Hemm... apakah kau merasa bosan dengan pemandangan bunga-bunga?" Dengan cepat wanita itu meraih lengan Raffael dan menggenggamnya erat- erat.


"Aku sangat senang, sayang."


"Taman dibagi menjadi berbagai area yang berbeda dan selalu ada sesuatu yang baru, di setiap sudut, benar- benar luar biasa yang membuatnya."


"Hemmmm... luar biasa indah. Dia sangat cantik seperti perempuan yang ada di sampingku ini," goda Raffael kalem. Pria tampan itu, sesekali melakukan capture untuk mengambil gambar melalui ponselnya, setiap menemukan spot yang dianggap menarik perhatian mereka. Tidak lama kemudian sudah terlihat keduanya melakukan selfie romantis sebagai kenang-kenangan perjalanan keduanya.


"Lihatlah Raffael, ada Desa Smurf, terowongan payung, taman danau, ladang bunga matahari, dan Butterfly Garden di sini," antusias Key tidak bisa menutupi rasa kagumnya dan berjalan lebih cepat dengan tatapan terpana melihat ke sekeliling. Apalagi desain bunga-bunga itu yang selalu menakjubkan, membuatnya seakan enggan untuk kembali pulang.


"Aku tidak tahu berapa banyak uang yang akan dihabiskan untuk membayar tukang taman yang merawatnya," selorohnya sambil tertawa.


Raffael menggeleng dan mengusap lembut pucuk kepalanya saat dengan mengemaskan, Key melepaskan topinya. "Kita akan berjalan mengelilingi taman sampai kamu puas."


"Tetapi aku sangat haus," ucapnya dengan tatapan merajuk. Key menelan Salivanya pelan, saat melihat puluhan gerai makanan dan minuman yang ada di Dubai Miracle garden. Wajahnya yang putih mulai memperlihatkan keringat yang mengkristal dan dengan sayang Raffael mengusapnya.


"Kalau waktunya memungkinkan, kita akan sering- sering kemari," janjinya.


"Tetapi aku, tidak ingin menggangu pekerjaanmu, honey."


"Kamu lebih penting dari semuanya."

__ADS_1


"Tetapi aku tahu, kamu tidak terlalu menyukai bunga," keluhnya manja.


"Aku menyukainya, asal pergi dengamu, baby..." Semalam kau sudah menyenangkan'ku, sekarang saatnya aku membalasnya," bisik Raffael yang mendapat cubitan kecil, Key di lengannya.


"Jangan kencang- kencang, banyak orang mendengarnya," Key melotot gemas yang hanya diiringi oleh senyum simpul Raffael, yang tersungging di sudut bibirnya.


"Kita adalah pasangan resmi, sayang. Tidak ada yang akan berkomentar tentang itu."


"Tetapi malu kalau didengar orang, Raffael," sungutnya kesal. Perempuan itu berjalan lebih cepat dan mengantre minuman. Sementara Raffael dengan sabar menunggu di belakangnya. Kali ini keduanya pergi tanpa pengawalan khusus dan ingin menikmati waktu dengan sesantai mungkin, tanpa gangguan orang lain.


Waktu terus berjalan, seakan tidak puas dengan pemandangan alam dengan nuansa bunga, keduanya kembali menjelajah lokasi tempat- tempat pariwisata, yang sangat populer di tempat itu. Wahana ski ke tingkat yang sama sekali baru. Sandboarding dan ski boarding adalah dua hal yang paling menarik untuk dilakukan di pasir Dubai, yang menawarkan warna keemasan, membuatnya terundang untuk bermain di sana.


Seakan waktu tidak berhenti untuk menyenangkan keduanya. Di puncak perjalanan keduanya pada hari itu, mereka memutuskan untuk menikmati sunset, dengan melakukan safari unta di atas Padang gurun menjadi pilihannya.


"Hemm... apakah kita sudah seperti orang Badui yang banyak menghabiskan waktu dengan menikmati Sunset di Padang gurun?" Key memeluk Raffael dari belakang, di atas unta berukuran sangat besar yang sedang berjalan pelan-pelan. Tidak di sangka lelaki itu sangat lihai menunggang unta. Walaupun tidak di pungkiri, di sela-sela waktu luangnya selain bermain golf, Raffael sangat mahir dengan olahraga berkuda bersama teman- temannya.




"Kau sering kemari?"


"Kalau ada urusan bisnis saja."


Mungkin bisa di lakukan di banyak negara berbeda, tetapi Dubai selalu menawarkan pengalaman paling dekat dengan budaya gurun, dengan binatang unta sebagai kapal gurun, dan menggunakannya untuk menavigasi gurun, adalah tradisi kuno yang sangat menakjubkan dan menawarkan pengalaman yang lagi- lagi berbeda dan terasa luar biasa.


"Apakah kau ingin kita merasakan bagaimana berkemah di atas gurun?" tawar Raffael begitu keduanya telah turun dari binatang yang mempunyai punggung yang sangat tinggi itu. Perempuan itu mengejabkan matanya indah, menatap seekor unta paling besar yang mulai berlalu.


"Tidak perlu khawatir, tenda memiliki fasilitas modern yang akan membuat kita tetap nyaman. Tidur di bawah langit berpayung bintang-bintang di gurun terbuka, memiliki pesona tertentu yang sulit untuk diabaikan. Bukankah kau menyukainya?"


"Menatap bintang?" Aku mau Raffael... ujarnya malu-malu.


Pria tampan itu kembali mengulum senyum, belum pernah dia melihat Key antusias, sepanjang perjalanan mereka. Seakan keromantisan mereka yang tidak ingin berhenti, apapun yang membuat mereka bisa menikmati waktu bersama dengan indah, dilakukannya. Malam itu bintang berpendar terang, seakan telah tercipta menyambut kedatangannya. Tidak sulit bagi, Raffael untuk mewujudkan semuaya. Kemampuan finansial yang mumpuni, membuatnya begitu mudah melakukan apa saja yang diinginkan.


"I love you..."bisiknya lirih. Ini adalah kejutan bagi Key berkemah di atas gurun, berpayung langit dengan gemerlap bintang yang bersinar terang. Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Wanita itu terharu menatap, Raffael yang tidak pernah melupakan celotehan masa kecilnya. Bagaimana melihat taman yang sangat indah, menjelajahi tempat- tempat kesukaannya. Pernikahan impian, desain rumah mereka, Victoria Palace, pria itu mewujudkannya dengan segenap hatinya.


"Aku tidak sedang bermimpi, kan, Raffael?" Yang hanya dihadiahi sebuah kecupan manis di keningnya.


"Tidurlah sayang. Apakah kau akan kenyang dengan menatapku seperti itu?"


"Raffael, terimakasih. Semua terasa luar biasa dan sangat indah."

__ADS_1


"Semua untukmu."


"Besok kita akan pindah hotel yang lebih dekat dengan Burj Khalifa," ucapnya pelan. Seakan tidak akan pernah berhenti untuk menyenangkan wanitanya.


Seketika, restoran dengan lokasi tertinggi di dunia, Mosphere yang terletak di atas Burj Khalifa, pada ketinggian 422 meter di atas permukaan tanah terbayang di matanya. Pengunjung bisa mendapatkan pemandangan indah pusat kota Dubai dari sana, serta menikmati acara minum teh atau sekadar minum di lounge membuat Key tidak berhenti memupuk rasa haru dan bahagia.




"Mosphere..?"


"Hemm..." Raffael mencuri kecupan di bibirnya dan membuat keduanya larut dalam keromantisan yang memabukkan.


"Kau merencanakan semuanya, honey?"


"Apa saja yang penting kita bahagia."


"Aku benar-benar berterimakasih padamu."


"Kamu bisa berterimakasih begitu kita kembali ke hotel," bisiknya ****.


Key memukul- mukul gemas dada, Raffael dan membuatnya hanya tertawa kecil. "Apakah kau tidak bosan setiap hari?"


"Kalau aku bosan, aku tidak akan pernah menginginkanmu lagi sayang..." ujarnya pelan. "Kecuali malam ini kaupun ingin terjadi di sini," ujarnya lagi dengan menaikkan sebelah alis matanya.


"Raffael!"


Pria itu terkekeh. Dalam hati selama masih bisa dan memungkinkan tidak ada salahnya menyenangkan wanita pujaannya. Selama ini apa yang di harapkan dari perempuan cantik itu sesuai keinginannya. Cinta keduanya sama-sama luar biasa. Dan Raffael bersyukur Key hanya mencintainya.


Di tengah keromantisan mereka, sekelebat luka hati dan penantian cinta yang panjang dari Andreas untuk istrinya terlintas dibenaknya.


Aku belum tentu sanggup, berdiri seperti dia, kalau tidak ada Key disisiku.


Pria tampan itu, tersenyum melihat key yang terlelap di sampingnya. Dan membaca notifikasi dari Jordan rivalnya cintanya itu berhasil memenangkan tender yang sengaja dilepasnya.


Berdamailah dengan hatimu. Cinta tidak mungkin terbagi, dengan alasan setulus apapun kita mencintai orang yang sama.


______________________


Catatan penulis:

__ADS_1


Sahabat tersayang 😘, mohon maaf slow up date. Terimakasih yang masih setia menunggu cerita ini, terimakasih ♥️♥️


__ADS_2