Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
56. Baby one more time.


__ADS_3

"Tadi main peluk-peluk saja, dan menangis, sekarang sok jual mahal," Raffael menautkan sebelah alisnya dengan tatapan menggoda.


"Apakah aku salah mencemaskan orang yang aku cintai?" Pipi Key mulai merona merah.


"Begitupun Baby. Aku hanya ingin sedikit nakal dengan orang yang aku cintai."


"Tidak boleh."


"Tidak boleh?" Raffael mengernyitkan dahinya.


"No Way," Sungut Key memalingkan wajahnya.


"Just one more time, Baby."


"No! Bersabarlah sampai bulan depan."


"Bulan depan?" Memang apa yang ingin kita lakukan, sayang," bisik Raffael dengan suara seraknya. Napas hangatnya menyapu daun telinganya, menghadirkan desiran aneh, sesaat membuatnya membeku.


"Aaaa.....!! Key menutup wajahnya yang merah padam menyadari arah pembicaraannya yang salah dan berlari meninggalkan,Raffael. Sepasang kaki jenjangnya semakin menjauh mendekati danau di belakang Mansion yang penuh semak, bunga-bunga dan rerumputan hijau yang tertata dengan rapi.


Raffael hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan ulah pujaan hatinya. Tetapi setidaknya dia bahagia, bisa mengalihkan kesedihan Key dan sejenak melupakan peristiwa horor yang baru saja terjadi.


"Awassss!! Cara ! Hati-hati. Di depan ada danau! Berhenti, Key!" Raffael melompat,


lengan kekarnya menyambar tubuh ramping miliknya dan keduanya jatuh terguling-guling. Sesaat keduanya saling menatap dengan deru napas tersengal.


"Cara, apa yang kau pikirkan?"Jangan menguji kesabaranku. Bagaimana kalau jatuh ke Danau," Raffael memeluk erat tubuhnya dengan mata terpejam menahan nyeri seluruh tubuhnya.


"Apakah sangat sakit?" Key yang menyadari tubuhnya menimpa badan Raffael dengan sangat kencang, menatapnya dengan cemas.


"Raffael! Jangan membuatku takut," suara, Key mulai panik sambil menggoyangkan badan Raffael yang terdiam.


"Maaf. Maafkan aku," lirihnya.


"Sayang, pijit kepalaku, rasanya nyeri sekali," tangannya menuntun jemari tangan, Key menuju pelipisnya. Sementara Raffael memejamkan matanya di bawah kungkunngan tubuhnya.


"Sayang dadaku juga nyeri sekali," rintihnya dengan memejamkan matanya. Key semakin panik. Netra indahnya menoleh ke sana kemari mencari keberadaan Jasson, tetapi tidak juga menemukan keberadaannya.


"Aku akan panggil Jasson."


"Tidak perlu. Sebentar lagi juga hilang," tahan Raffael.


"Apakah masih sangat sakit sekali?" Jangan membuatku takut," tangannya mengusap pelan bagian dada merasakan detak jantung, Raffael yang memacu dengan cepat.


"Maafkan, aku. Aku menjadi sangat kekanak-kanakan," sesalnya. Wajahnya terdampar pada dada bidangnya, saat di rasakan pucuk kepalanya di tarik paksa oleh tangan kekar pria itu. Detak jantung keduanya berpacu seirama. Key tidak nyaman dengan keintiman yang terjadi mendadak dadanya bergemuruh.


"Masih sakit?" Badannya bergerak gelisah karena usapan lembut pada bahunya dan mengalirkan desiran aneh di seluruh tubuhnya.


"Sakit, sayang, "Bukankah aku harus menahan satu bulan lagi," Raffael tersenyum smirk menatapnya, dengan cepat membungkam bibir mungil milik Key, dengan dalam, sebelum wanita itu


sempat menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


"Aaaa....," kau mengerjai ku?" tangannya memukul-mukul dengan gemas dada Raffael, yang berada di bawahnya. Key bergerak gelisah merasakan cengkraman tangan Raffael yang terasa kuat pada bahu indahnya. Raffael terkekeh melihatnya dan berlahan melonggarkan pelukannya. Key beringsut menjauh dan duduk dengan tangan sedikit gemetar dan muka yang memerah.


"Kenapa?" Berpikirlah dua kali untuk menggodaku, Cara!" Raffael memeluknya dari belakang, hembusan napas yang hangat menyapu daun telinga miliki, Key dan membuat wanita itu hanya mampu memejamkan matanya.


"Ini tidak lucu, Raffael. Kau membuatku


ketakutan."


"Kau merasakan dua ketakutan sekaligus, baby," tebaknya.


Key memilih diam mengingat detak jantung keduanya yang terdengar kencang, berdetak seirama dengan posisi Raffael yang berada dibawahnya.


"Jangan gila, Raffael. Ini tempat terbuka."


"Apa yang kau pikirkan? Apakah kau berpikir CEO Antara yang tampan ini


berkencan di sekitar Mansion yang sangat murah, hemm?" Harusnya kita


Ke Paris, Maldives, Dubai atau tempat kencan romantis lainnya."


"Kau ini! Bisa-bisanya!"


"Bukankah itu destinasi terbaik untuk honeymoon kita, sayang? Ingat, bahkan Mami sudah menyiapkan makanan terbaik untuk kita setiap harinya," ujar Raffael mengingatkan dengan menautkan sebelah alisnya.


Key memalingkan wajahnya yang kembali memerah.


Apakah setelah menikah nanti, dirinya akan langsung hamil seperti yang mereka inginkan. Hamil?


"Apakah kau sedang membayangkan sesuatu, cara? goda Raffael. Menggoda Key laksana candu baginya dan membuat


wanita cantik itu terlihat menggemaskan


"Raffael?!"


"Hemmm.... tidak mau ke Paris?"


"Terserah padamu saja."


"Really Baby?"


"Di mana saja asal bersamamu, semua terasa Indah."


"Tentu saja, sayang." Raffael menatap dengan penuh kemenangan.


"Kita hanya tinggal menghargai sebuah kebersamaan, arti kehadiran, sebelum datang perpisahan ."


"Jangan bicara perpisahan dengan ku, kita tidak akan pernah berpisah, "Bahkan mati pun kita akan bersama-sama," protes Raffael tidak suka.


Keduanya kembali saling menatap


dengan dalam. Darah Raffael berdesir mengingat teror beberapa saat yang lalu, dan bukan tidak mungkin bisa merenggut nyawanya sewaktu-waktu.

__ADS_1


Mengingatnya dadanya kembali bergemuruh. Siapa yang akan menjaga cintanya dan wajar saja Key cemas berlebihan setelah mengetahuinya.


Diraihnya jemarinya lalu. menggenggamnya dengan lembut. Warna jingga di ufuk barat memancarkan warna, yang seketika membuat air danau ikut berubah warna. Burung-burung bergerombol kembali ke dalam sangkarnya, karena nyanyian malam sesaat lagi tiba. Sebuah ciuman yang memabukkan menjadi saksi cinta mereka, sebelum akhirnya kembali ke Mansion.


🍁🍁🍁


Di tempat terpisah Andreas menatap butik milik Key dengan penuh kerinduan.


Kebiasaan wanita itu yang akan menghabiskan waktunya sepulang kerja, terbayang di pelupuk matanya. Untuk mengusir rasa sepinya diam-diam Andreas mendatanginya tempat- tempat favorit yang biasa mereka datangi bersama. Andreas ingin mengenang Key dalam kesendiriannya.


Pria itu tersenyum miris. Bagaimana bisa CEO Wiratama group yang bergelimang harta dan di gilai banyak wanita, miskin cinta dan patah hati. Andreas menyadari


seberapa banyak kemewahan yang di miliki lantas tidak bisa menebus rasa sepi di dalam hatinya.


"Aku tahu, aku mencintaimu di saat yang tidak tepat. Tetapi aku pernah mencintaimu di saat yang benar dan saat itu, hati ini milikmu sepenuhnya."


Andreas tertawa dengan sumbang, menertawakan dirinya sendiri yang menjadi korban misi cinta, Raffael.


"Aku sangat mencintaimu, tetapi selalu menunggu dan berharap Raffael tidak mencintaimu waktu itu. Dan sekarang setelah semua tidak sesuai dengan yang aku harapkan, hanya sakit yang terasa, Key.


Di tatapnya foton Key dalam ponselnya. Sedikit saja, Ia tidak menyesal mencintai wanita itu. Wanita yang berbeda, wanita istimewa yang mengajarkan banyak hal


padanya. Bersamanya Andreas sempat memiliki sebuah harapan dan mempunyai mimpi untuk membangun hubungan yang serius. Suatu hal yang tidak pernah terjadi dalam hidupnya sebelumnya.


"Aku tidak tahu, sampai kapan kau akan bertahta dalam hatiku," Andreas selalu mengingatkan hatinya. Tetapi mendapati kenyataan bahwa,Key, akan menikah dengan Raffael suatu saat nanti, tetap saja hatinya memprotes lagi dan lagi menimbulkan luka hatinya.


"Ya Tuhan, ada apa denganku."


Pria tampan itu memutar kemudi dan melesatkan mobilnya dengan kecepatan


menggila. Hatinya kalut dan sempat mencicipi wine pada sebuah club malam


untuk mengusir penat dalam otaknya.


Donny yang mengikutinya diam-diam hanya bisa menahan napasnya dan berjaga-jaga. Bagaimanapun tidur dalam keadaan mabuk dengan seorang wanita bukanlah gaya hidup, Andreas. Andreas sama halnya dengan Raffael yang pemilih dan mempunyai ketakutan tinggi, saat di luar kesadarannya akan berakhir di ranjang dengan seorang wanita.


"Bos! Kita pulang sekarang!" Donny memapahnya masuk ke dalam mobil dan mendengar Andreas merancu tidak jelas. Tetapi telinganya beberapa kali mendengar nama mantan sekretarisnya itu di sebutnya.


Tidak salah lagi, Bos mencintai Nona Key.


Bakal rumit hidup Gue kalau Bos seperti ini. Belum lagi kalau CEO Antara itu tahu,


Bisa runyam. Bukankah mereka berdua adalah sahabat dekat?


_______________________


Catatan penulis:


Sahabat tersayang 🌹


Jangan lupa jempolnya, ya! dan juga komentarnya. Semoga suka dengan ceritanya. Terimakasih πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2